May 6, 2017

Against the Gods – Volume 2 / Chapter 101

 

Remnants of the Phoenix (1)

Lan Xueruo memeriksa seluruh luka pada tubuh Yun Che; Hasil yang ia temukan memberi dirinya napas yang lega, namun disaat yang bersamaan, ia sangat terkejut. Karena luka Yun Che kondisinya jauh lebih baik daripada yang ia bayangkan. Bahunya mengalami luka parah, namun pendarahannya telah berhenti dan tak menunjukkan tanda-tanda memburuk. Sebaliknya, secara otomatis bahunya mengalami perbaikan dengan kecepatan yang sangat mengejutkan dan dapat dilihat dengan mata telanjang. Terdapat banyak luka yang lain ditubuhnya namun semuanya adalah luka ringan. Tubuhnya dalam keadaan lemah, namun itu hanyalah kelemahan; Tak terdapat luka yang begitu parah dan luka dalamnya juga tak terlalu signifikan.

Meskipun Yun Che terjatuh dari tempat yang begitu tinggi, ia masih dapat mendorong Lan Xueruo kearah yang lainnya dengan seluruh kekuatannya, yang mana hal itu membuatnya semakin terjerembab. Untuk dapat mempertahankan cedera sedemikian rupa adalah sesuatu yang sama sekali tak terduga.

Saat ia mengangkat Yun Che dari permukaan tanah, ia membawanya ke rumput-rumput lembut yang berada didekatnya dan membaringkannya. Ini adalah pertama kalinya ia memegang tubuh seorang laki-laki; Ia memeluknya dengan hati-hati, disertai dengan perasaan detak jantung yang tak terkendali. Lalu, diam-diam ia menjaganya dari samping, dan menunggunya terbangun sekali lagi.

Tempat ini merupakan daerah pegunungan; Bukit-bukit yang tak terhitung banyaknya dan tak terlalu tinggi, tersebar diberbagai seluruh sudut penglihatan. Meskipun daerah itu terdapat tanaman hijau yang tersebar, namun daerah ini memancarkan semacam hawa yang sangat sepi.

Dari kejauhan, terdengar raungan deras dari profound beast yang dapat terdengar dengan sering. Hal ini juga menyebabkan Lan Xueruo berjaga-jaga disisi Yun Che dan tak berani melangkah sedikitpun darinya untuk mencegah profound beast mendekat dan melukai Yun Che. Setelah satu jam lebih berlalu, sudut alisnya tiba-tiba berkedip disaat ia memandang kearah samping. Dalam penglihatannya, lima orang sedang berjalan kearahnya pada sat ini; Tiga orang dewasa, dan dua anak.

Ketiga pria ini berusia sekitar tiga puluh atau empat puluh tahun dan tampaknya mereka terlihat jahat. Mereka memakai jenis baju besi ringan, otot yang terbuka berwarna gelap dan kasar; Jelas mereka adalah orang-orang yang sering beroperasi diluar. Orang yang tampak paling tua memiliki tubuh tinggi yang besar dengan wajahnya yang tampak garang beserta senjata broadaxe bersandar dibahunya. Sebaliknya, yang paling muda terlihat memiliki tubuh yang kurus; Ciri-ciri wajahnya menyerupai seekor monyet dengan bentuk mulut yang tajam dan ia menyeret sebuah tongkat besi raksasa yang panjangnya lebih dari satu meter. Dan yang terakhir memiliki wajah yang menyerupai kuda dan juga membawa sebuah tongkat besi raksasa. Dalam hal perkembangan profound mereka, yang tertinggi sudah berada di level delapan Nascent Profound Realm sedangkan yang terendah juga sudah berada di level keenam Nascent Profound Realm.

Namun, kedua anak itu tampak berusia tujuh atau delapan tahun. Satu anak laki-laki dan satu anak perempuan, dan mereka menggunakan pakaian yang kasar. Apa yang mencolok adalah, tanda merah yang sangat dangkal didahi mereka; Bentuknya, seperti sebuah rangkaian api yang terbakar. Masing-masing dari lengan mereka diseret secara terpisah oleh satu orang, yang mengantarkan mereka maju selangkah demi selangkah. Noda air mata yang masih belum mengering dapat terlihat jelas diwajah mereka.

Ketika Lan Xueruo melihat mereka, merekapun juga melihat Lan Xueruo. Secara serentak, ketiga pria itu menghentikan langkah mereka secara bersamaan; Mata mereka terkunci rapat kearah Lan Xueruo dan berkilauan seperti serigala ganas.

“Cepat … lihatlah cepat! Terdapat gadis disana …. terdapat seorang gadis yang cantik disana! Ssss .. Aku belum pernah melihat wanita secantik ini sepanjang hidupku.” Pria berwajah kuda itu berbicara sambil mengalirkan air liur dimulutnya secara tak terkendali dan terus-menerus.

Pria bermulut tajam itu bahkan lebih tak tahu malu; Kedua kakinya terjepit erat disaat seluruh tubuhnya bergetar: “Ia hampir seratus kali lebih cantik daripada dewi yang ada didalam mimpi ayah ini, kaki hampir saja tak dapat berdiri. Jika kita menangkapnya dan menjadikannya sebagai calon pengantin kapten kita, sang kapten pasti akan sangat bahagia dan bahkan mungkin akan memberi kita posisi wakil kapten …. “

“Apakah kau bodoh?” Pria itu memukul leher pria bermulut tajam itu dengan Broadaxe-nya. Kemudian ia menjilat ujung mulutnya dengan keras disaat matanya menunjukkan kilauan yang tak senonoh: “Jika kita membawa gadis ini kembali, Kapten pasti akan beraktivitas setiap malamnya. Lalu apa yang tersisa untuk kita? Tsk tsk, untuk bertemu dengan gadis cantik ditempat ini, bagaikan sebuah hadiah yang dikirim kepada kita dari langit.”

Mata pria bermulut tajam itu tiba-tiba bersinar dan kedua kakinya menggigil lebih hebat lagi. Ia terus mengangguk tanpa henti: “Benar! Benar! Kakak besar memang benar! Lalu tunggu apa lagi kita sekarang! ‘

“Tetapi, walaupun gadis cantik ini hanya berusia delapan belas atau sembilan belas tahun, ia benar-benar memiliki perkembangan pada Nascent Profound Realm peringkat kedelapan.” Pria dengan broadaxe-nya itu sedikit mengerutkan keningnya.

“Apa? Nascent Profound Realm peringkat delapan?” Baik pria bermulut tajam dan pria berwajah kuda itu sangatlah terkejut. “Untuk dapat memiliki perkembangan yang begitu kuat diusia muda, ia mungkin benar-benar adalah murid dari keluarga besar, atau bahkan mungkin berada pada tingkatan jenius. Jika kita bertindak, dan keluarga dibelakangnya kebetulan menemukannya …. “

“Tsk! Lihatlah betapa membosankannya dirimu itu.” Pria dengan broadaxe-nya itu meliriknya dengan nada menghina. Ia kemudian menjilat bibirnya, dan tertawa jijik: “Sejak kapan kita, The Black Demon Mercenary Group yang tak pernah hidup seharipun diujung pisau, perlu takut dengan seseorang? Jangankan menyebutnya sebagai seorang murid dari keluarga besar; Karena ia telah bertemu dengan kita, meskipun ia adalah putri kaisar sekalipun, hehehehe, kita tetap akan melakukannya tanpa ragu-ragu! Tut tut, untuk dapat menikmati seorang wanita yang cantik dari dunia lain yang bahkan tak terbayangkan didalam mimpi, hal itu masihlah layak meskipun kita akan mati setelahnya! “

Pria bermata tajam dan berwajah kuda itu mengangguk seperti anak ayam yang sedang mematuk, dan sangat gembira sampai-sampai mereka hampir lupa bagaimana cara untuk berjalan dengan baik.

Meskipun suara mereka terdengar pelan, suaranya cukup terdengar dengan jelas oleh kedua anak yang mereka seret dengan tangan mereka. Ekspresi wajah takut dan khawatir terlihat dari wajah mereka. Anak kecil laki-laki menahan napasnya, lalu tiba-tiba berteriak dengan keras: “Big sister, cepatlah lari! Mereka adalah orang-orang jahat, mereka mau menyakitimu … Ah !! ‘

Dilemparkan kepermukaan tanah dengan tendangan dari pria berwajah kuda itu, bocah kecil laki-laki itu mengeluarkan jeritan yang menyakitkan. Gadis kecil bergegas lari mendekat untuk membantunya dan kemudian mulai menangis sambil memeluknya.

Suara bocah laki-laki dan kejadian yang akan datang setelahnya benar-benar terlihat dan didengar oleh Lan Xueruo. Ia sedikit mengerutkan kening dan berdiri dari tanah. Tetapi sekarang pria dengan broadaxe-nya dan pria bermulut tajam itu sudah mendekat dan berdiri didepannya dengan wajah yang penuh senyuman mesum. Mata pria bermulut tajam itu menunjukkan ekpresi cabul yang berkilauan dengan sangat jelas; Sambil mengusap kedua jari tangannya, sudah jelas bahwa ia tak bisa menunggu lebih lama lagi. Jika bukan karena rasa takut akan perkembangan profound pada lawan yang berada ditingkat kedelapan Nascent Profound Realm, pria itu pasti sudah menyerbunya: “Little Sister, mengapa kau sendirian disini? Apakah kau tersesat? Ingin kakak besar ini membawamu pergi dari sini? “

Lan Xueruo sering menghadapi tatapan dan sikap yang sama seperti ini sebelumnya. Namun, ini adalah pertama kalinya seseorang begitu berterus terang; Tanpa berusaha menyembunyikannya sedikitpun. Alasannya sangat jelas; hal ini dikarenakan tempat ini adalah padang belantara. Selain itu, Lan Xueruo juga sendirian. Perasaan jijik luar yang begitu luar biasanya muncul dari alisnya disaat ia menjawab dengan nada acuh tak acuh: “Lepaskan kedua anak itu, lalu pergilah!”

Meskipun anak muda laki-laki itu tak menjerit sebelumnya, Lan Xueruo masih dapat melihatnya dengan sekilas, bahwa kedua anak itu diculik paksa oleh mereka.

“Yoh!” Pria dengan broadaxe itu tertawa, “Gadis ini tak hanya cantik, ia juga cukup berani! Kakak-kakak saudara disini, kita bisa menyegarkan diri kita saat ini, hehehehe …. “

“Kakak! Cepat, lari! Mereka adalah orang-orang jahat, orang–orang jahat yang begitu kuat  …. Lari! Ah ~~~ “

Anak laki-laki itu berteriak kearah Lan Xueruo sekali lagi, namun lagi-lagi ia ditampar hingga ketanah oleh pria berwajah kuda yang dengan kejam berbicara: “Sialan anak nakal, berperilakulah yang baik. Jika bukan karena fakta bahwa kau masih memiliki sedikit penghargaan, ayah ini pasti sudah merobek-robekmu sejak lama. Jika kau berani berteriak lagi, kau lebih baik percaya bahwa ayah ini akan merobek mulutmu terlebih dulu. “

Anak laki-laki dan perempuan itu saling berpelukan. Ketakutan dapat terlihat dimata mereka disaat seluruh tubuh mereka bergetar dari kepala hingga ujung kaki.

Kemarahan muncul diwajah Lan Xueruo; Hanya karena fakta bahwa anak muda laki-laki itu telah berteriak dan memperingatkannya tanpa mempedulikan konsekuensinya, ia sudah tak dapat duduk terus dan melihat mereka dibawa oleh ketiga orang yang jahat ini. Namun, Yun Che terbaring tepat disampingnya dan jika ia bertengkar dengan mereka, kemungkinan ia akan melibatkannya. Lan Xueruo mengepalkan tangannya dan dengan marah berbicara: ‘Kukatakan sekali lagi, lepaskan kedua anak itu, lalu pergilah cepat! “

“Hehehehe!” Menghadapi teguran dari Lan Xueruo ini, trio itu tak hanya tak bergetar sedikitpun, mereka malah mulai tertawa terbahak-bahak. Laki-laki dengan broadaxe-nya itu menjawabnya dengan kasar, “Apakah si cantik menginginkan kami untuk pergi? Tentu saja kami berharap demikian … Namun aku tak tahu apakah si cantik ingin kita pergi bersama dengan kita disini? Atau pergi bersama dengan kami ke rumput-rumput, atau mungkin pergi bersama dengan kami ketempat tidur? “

Pria bermulut tajam dan berwajah kuda itu tertawa terbahak-bahak. Alis Lan Xueruo menjadi tenggelam bersamaan dengan ekspresinya menjadi sangat tertutup. Lan Xueruo berbicara dengan suara rendah, “Kau bermain-main dengan kematian!”

Disaat suaranya memudar, ia membelai tangan kirinya dengan tangan kanannya. Sebuah pedang panjang berwarna putih pucat seperti batu giok muda tiba-tiba berada digenggaman tangannya. Dalam sekejap, pandangan trio itu langsung berkobar: “Spatial ring! Itu benar-benar spatial ringl! Kali ini kita benar-benar mendapatkan jackpot. Dari penampilannya, pedang ini seharusnya bukanlah senjata yang biasa-biasa saja. “

Bahkan spatial ring kelas terendah sekalipun memiliki label harga yang mahal; tentu ini bukanlah sesuatu benda yang orang biasa mampu untuk membelinya. Keserakahan yang begitu besarnya sekarang sudah mulai terbentuk dari tatapan cabul trio itu.

Pada saat ini, Lan Xueruo maju selangkah untuk menusukkan pedangnya kearah pria yang memakai broadaxe. Pria yang memakai broadaxe itu memiliki kekuatan ditingkat kedelapan Nascent Profound Realm, dan juga merupakan ancaman terbesar.

“Hahahaha! Mari kita lihat bagaimana kita, ketiga bersaudara ini, mendisiplinkan si cantik kecil ini dengan benar! “Dengan suara tawa sombong, pria dengan broadaxe itu mengangkat broadaxe raksasanya dan menghembuskannya secara horisontal kearah pedang giok milik Lan Xueruo. Pria bermulut tajam yang disebelah kirinya juga tertawa jijik disaat ia mengeluarkan tongkat besinya secara bersamaan dengan kedua tangannya dan dengan keras mengayunkannya keluar.

Kapak dan tongkat besi bertabrakan dengan pedang giok Lan Xueruo satu demi satu, mematahkan tubuh pedang Lan Xueruo dan menyebabkan pergelangan tangannya merasakan rasa sakit yang menyebalkan. Dengan cepat Lan Xueruo mundur selangkah. Dan berteriak dengan nada rendah, pedang panjang itu membentuk sebuah busur miring yang mana sekaligus menghalangi perjalanan keduanya.

“Seven Star Arranging Moon!”

Setelah menusukkan pedangnya, beberapa lusin yang lain mengikutinya tanpa henti. Bentuk pedangnya itu nampak seperti tak henti-hentinya; Ditengah-tengah gerakannya yang seperti tariannya, pedang panjang giok berwarna putih itu menebarkan gelombang demi gelombang bayangan putih yang gemerlapan. Profound strengthnya pada saat ini berada ditingkat kedelapan Nascent Profound Realm, yang mana hampir serupa dengan kekuatan pria yang memakai broadaxe. Namun cukup untuk semuanya itu, Lan Xueruo masih berusia muda; Tak mungkin baginya untuk menandingi pria yang memakai broadaxe itu dalam hal pengalaman bertempur dan ketebalan profound energy yang mana jauh melebihi Lan Xueruo sendiri. Jangankan peringkat ketujuh pada Nascent Profound Realm, bahkan disaat ia hanya menghadapi pria broadaxe saja, ia akan berada disisi yang sulit … Dan dari jarak yang tak begitu jauh, masih terdapat pria berwajah kuda ditingkat keenam Nascent Profound Realm, yang mana masih mengintai disana sambil menahan kedua anak tersebut.

Setelah selusin putaran, semua serangan Lan Xueruo terlempar ke belakang, dan pedang itu hampir saja meninggalkan tangannya beberapa kali. Pria broadaxe itu tertawa dan tiba-tiba melompat tinggi ke udara saat kapak raksasa itu membelah ke bawah dengan kekuatan yang menakutkan:

“Thousand Jun Destruction!”

Dong !!

Tubuh pedang Lan Xueruo hampir hancur berantakan dalam sekejap. Seluruh tubuhnya bergetar disaat ia melakukan lima langkah mundur. Lengan kanannya sedikit gemetar bersamaan dengan pedang panjangnya yang hampir terlepas dari tangannya sekali lagi.

“Hehehehe, kakak besar begitu menakjubkan.” Pria bermulut tajam itu dengan tergesa-gesa tersanjung dan kemudian tersenyum menjijikkan: “Si cantik kecil, sebaiknya kau patuhi saja kami. Jika kita terus bertarung dan secara tak sengaja merusak tubuhmu yang indah itu, tut tut, maka semua itu akan menjadi sia-sia belaka. “

Dada Lan Xueruo terangkat naik dan turun namun ekspresi wajahnya benar-benar tak terlihat seperti terganggu sedikitpun. Dia mengulurkan tangannya untuk menggenggam kalung manik-manik yang terbuat dari batu permata yang selalu ia kenakan, dan dengan lembut menariknya keluar.

Disaat kalung manik-manik yang terbuat dari batu permata meninggalkan tengkuknya yang berwarna putih, aura profound energynya langsung melonjak. Tanpa diduga, matanya yang menawan secara berangsur-angsur menunjukkan warna keemasan yang indah. Ketika ia mengangkat pedang giok ditangannya secara perlahan… Lapisan emas yang berbeda menyelimuti tubuh pedang yang berwarna putih salju.

Translator / Creator: fatality