April 17, 2017

Against the Gods – Volume 1 / Chapter 95

 

Poison Fire Rod

Dalam waktu kurang dari satu seperempat jam, semua kristal berharga dan batu giok berharga yang terisi didalam treasury, termasuk harta yang paling berharga milik sekte cabang Xiao ini – potongan dari Purple Veined Heaven Crystal, semua terserap oleh Sky Poison Pearl milik Yun Che ini. Segera setelah itu, Yun Che mengalihkan perhatiannya sekali lagi ke rak senjata panjang berjarak tiga puluh meteran. Dari semua senjata dan armor yang digantung disini semuanya telah memenuhi syarat, tak satupun dari senjata itu yang biasa-biasa saja, terutama Tiger Soul Sword yang tergantung ditengah-tengah ruangan. Pedang ini memancarkan aura kebanggaaan dan keagungan serta dikelilingi oleh ratusan senjata dengan kualitas terbaik, yang mana akan membuat seseorang mengunci tatapannya ke pedang itu pada pandangan pertama.

Pedang, dao, belati, senjata api, tombak, halberd, cambuk ……. Setiap jenis senjata yang seharusnya ada berada disini semua dan diantara senjata-senjata itu, mayoritas  adalah pedang. Lagipula, Villa Sekte Xiao dan Heavenly Sword adalah sama; mereka mengandalkan pedang sebagai senjata utama. Yun Che melemparkan semua senjata itu kedalam Sky Poison Pearl dan kemudian membuka peti logam kecil yang ditempatkan dibawah rak senjata. Bau mesiu yang menyesakkan nafas segera menyerang lubang hidungnya, namun isi yang berada didalam peti itu yang sedikit mengejutkannya.

Peti logam itu berisi tiga senjata yang berbentuk aneh dan sangat pendek, dan terdapat juga besi manik berukuran sembilan kepalan tangan yang ditempatkan secara terpisah. Dia mengambil senjata dan mengukurnya dengan wajah bingung ….. Jika diperhatikan waktu menyentuhnya, senjata berbentuk aneh ini seharusnya terbuat dari baja halus. bahan tersebut tak bisa dianggap berharga dan bahkan bisa dianggap tak pantas di antara semua senjata yang ada di treasury, namun benda itu memberikan Yun Che semacam perasaan yang sangat berbahaya. Dengan asumsi benda itu berbentuk bengkok, kira-kira panjangnya seperti lengan pria dewasa dan terasa berat ditangannya.

Memutarkan benda itu disisi yang lain, Yun Che melihat label yang sangat kecil.

Poison Fire Rod (Tongkat racun api)!

Rod (Tongkat)?

Dari apa yang Yun Che ketahui, sebuah tongkat seharusnya mengacu pada mata pegangan kapak, namun disini, malahan yang muncul adalah nama dari senjata yang berbentuk aneh ini. Ini adalah pertama kalinya Yun Che melihat jenis senjata seperti ini, dan juga pertama kalinya mendengar nama senjata ini. Benih keraguan tumbuh didalam pikirannya ……… Jangan bilang kalo ini bukan senjata sama sekali? Tetapi mengapa mereka menempatkannya dibawah rak senjata? Jika itu adalah senjata …… kelihatannya senjata ini tak memiliki kemampuan menyerang sama sekali, namun apakah yang terjadi? Perasaan berbahaya apakah yang aku rasakan saat ini?

Disisi balik pada Poison Fire Rod tersebut, terdapat sepotong logam yang menonjol, dan tampaknya logam itu dapat digerakan. Yun Che memeriksanya sambil menekannya ………

BOOM!!!

Sebuah suara keras terdengar, dan percikan api yang begitu hebat tertembak keluar dari lubang Fire Poison Rod. Kekuatan besar dari senjata itu membuat pantat Yun Che jatuh secara terpantul. Fire Poison Rod itu telah diredamkan dan terlempar kebelakang dalam jarak yang cukup jauh …. Yun Che yang terduduk dilantai membuka matanya lebar-lebar dan menatap sebuah lubang berukuran kepalan tangan tiba-tiba muncul didinding depannya. Lubang hitam itu masih mengeluarkan asap dan membuat dirinya tersedak berat dengan seteguk air liur.

I-i-ini … Mungkinkah ini adalah semacam senjata rahasia! Kekuatannya begitu mengerikan!

Dan dinilai dari baunya, jelas apa yang tertembak keluar sebelumnya juga memiliki racun yang sangat mematikan ketika bersentuhan dengan darah!

Yun Che berjalan kearah Poison Fire Rod dan mengambilnya kembali, dan juga mengambil logam berbentuk bola yang berada didalam peti logam. Benda-benda itu sangatlah berat, dan terdapat tiga huruf besar terukir dengan dangkal dipermukaan bola tersebut.

Sky Tremor Bom (Granat)!

Di bawah huruf besar itu, terdapat juga barisan huruf-huruf kecil: Gunakan Profound Power untuk menghancurkan penutupnya, kemudian lemparkanlah keluar.

Perasaan bahaya yang dipancarkan oleh bola logam berwarna hitam pekat ini jauh melampaui Poison Fire Rod; seseorang bisa membayangkan bagaimana menakutkannya kekuatan yang tersembunyi didalamnya. Yun Che tak berani untuk mengujinya. Ia menaruhnya kembali ke peti logam dan mendesah dalam hatinya …. Sesuatu yang menakutkan ini seharusnya dibuat oleh Artifact Xiao Sect. Jika seseorang tidak mengenal sifat-sifat khusus dari kedua benda ini, dan tiba-tiba tertangkap basah oleh lawan yang menggunakan benda ini, mereka pasti akan mengalami kematian yang sangat tidak adil jika mereka tak memiliki kekuatan yang cukup.

Namun, kini benda-benda itu telah memasuki Sky Poison Pearl milik Yun Che, dan menjadi senjata penyelamat hidupnya yang berharga.

Yun Che berada di treasury ini selama empat jam penuh. Dia mengambil segala sesuatu yang ada didalam treasury masuk kedalam Sky Poison Pearl miliknya, dan bahkan tak meninggalkan sehelai rambut sedikitpun untuk Xiao Sect. Setelah ia selesai menjarah, Yun Che menepuk tangannya dengan puas dan berjalan menuju pintu keluar. Tetapi, tiba-tiba ia berhenti ketika berada pada jarak satu langkah dari pintu keluar, dan diam-diam bergumam pada dirinya sendiri: “Melubangi properti keluarga lain tanpa membuat sedikitpun suara, rasanya seperti sesuatu yang tak dapat diterima … setidaknya aku harus meninggalkan sesuatu  untuk mereka…”

Disaat ia berpikir sampai disini, Yun Che berbalik sekali lagi. Secara acak ia mengeluarkan senjata dan mengukirnya dengan tiga baris huruf besar secara menyeluruh. Setelah memeriksa hasil karyanya, pada akhirnya ia melangkah kearah tiga pintu batu, menutupnya, dan berjalan keluar dari treasury.

Seperti yang ia harapkan, ketika ia kembali ke Medicine Hall, Xiao Tiannan dan Xiao Baicao masih belum kembali. Yun Che memasuki ruang penyulingan pil untuk sementara waktu dan kemudian kembali membawa semangkuk sup obat. Setelah membangunkan Xiao Luocheng yang tertidur pulas, dengan lembut ia tertawa: “Kemari dan minumlah sup obat ini.”

Karena luka ditubuh dan “prospek tentang masa depan”-nya, Xiao Luocheng adalah seorang yang seratus persen tunduk kepada “Kakek” ini. Tak menanyakan obat macam itu, ia segera mengambil dan meneguknya. Setelah ia selesai minum, dengan tak sabar ia bertanya: “Kakek, apakah ayahku masih belum kembali?”

Yun Che menjawab dengan senyuman yang berseri-seri: “Ini sudah hampir waktunya dan mereka akan segera kembali. Namun, setelah mereka kembali, kau juga harus jatuh tertidur. Setelah bangun keesokan harinya, profound veins milikmu juga akan sepenuhnya lumpuh total. Bahkan jika sepuluh Huangfu He telah tiba sekalipun, jangan pernah berharap untuk dapat diselamatkan. Hehehehe.”

Kata-kata Yun Che ini menyebabkan Xiao Luocheng menjadi tertegun beberapa saat. Sebuah gelombang kegelisahan secara tiba-tiba menyebar didalam hatinya sambil ia tersenyum dengan terpaksa: “Kakek, apa …. Apa katamu? Kau …. sedang bercanda kan?

“Ah, aku memang selalu bercanda, namun hanya saja kali ini kakekmu tak lagi sedang bercanda denganmu.” Yun Che mulai tertawa, dan bahkan tawanya itu menjadi sangat berbahaya. Dia mengulurkan tangannya dan dengan lembut mengusap wajahnya. Sebuah lapisan kulit yang sangat tipis dengan mudah dilepaskan sambil memperlihatkan wajahnya yang asli. Ia juga bersuara seperti nada aslinya: “Cucu yang baik, sekarang lihatlah baik-baik siapakah kakekmu ini.”

Bagi Xiao Luocheng, setelah melihat wajah orang itu, tatapan Xiao Luocheng tiba-tiba berubah seperti orang yang terkena musibah tersambar petir. Sepasang matanya terbuka dengan sangat lebar sampai-sampai matanya hampir menonjol keluar. Dalam sepersekian detik, ia mulai bertanya-tanya apakah ia sedang bermimpi …. Meskipun ia sedang bermimpi sekalipun, pada dasarnya itu tak memungkinkan baginya untuk dapat bermimpi yang anehnya bukan main itu.

“Yun …. Yun Che !!”

“Mn?” Yun Che menarik kembali sudut-sudut bibirnya yang menyeringai lalu tersenyum dengan sinisnya: “Xiao Luocheng, cucuku yang baik, bagaimana bisa kau tiba-tiba menjadi orang yang tak mempunyai kebudayaan, untuk dengan sungguh-sungguh memanggilku secara langsung, memanggil nama besar kakekmu.”

“Mustahil…. Mustahil! Bagaimana bisa ini adalah kau … Mustahil!“ Tubuh Xiao Luocheng meringkuk mundur bersamaan dengan ekspresi wajahnya yang berkerut dengan ekstrim … Teror, syok, malu, cemas, ragu-ragu; dan bahkan sepasang bola mata itu terus mempertahankan posisi keadaannya yang melotot, seolah-olah mereka menyaksikan adegan yang paling menakutkan didunia ini. Setelah beberapa lama, pada akhirnya ia tersentak karena sesuatu, dan mulai berteriak panik dengan suara gemetar dan kasar: “Seseorang … cepatlah kemari… datanglah!””

 “Hal itu tak berguna meskipun kau berteriak hingga tenggorokanmu keluar. kelihatannya kau tak tahu bahwa dalam rangka untuk mencegah identitasku tersebar keluar, yang mana juga akan mempengaruhi lukamu, ayahmu telah mencegah semua orang untuk datang mendekat kesini. Tsk tsk, begitu telitinya dia.” Yun Che mengangkat dagu dengan tangannya dan tersenyum sambil melihat Xiao Luocheng, yang mana wajahnya menjadi putih mengerikan dengan ekspresi benar-benar ketakutan: “Namun kau tak perlu menjadi begitu takut, aku benar-benar tak akan membunuhmu; lagipula, kau telah memanggilku kakek begitu sayangnya selama beberapa hari ini dan bahkan telah bersumpah untuk berbakti kepadaku untuk seumur hidupmu … Heh heh, bahkan harimau yang kejam tak akan memakan keturunannya; bagaimana aku bisa, kakekmu, membunuh cucuku yang baik. Kakek akan membiarkanmu berbaring dengan nyaman di tempat tidurmu sepanjang hidupmu, dan membiarkanmu untuk bernostalgia dengan kebaikan kakekmu ini seumur hidup.”

Plot twist didepan matanya, bersamaan dengan kata-kata Yun Che ini, hampir membuat pertahanan psikologis Xiao Luocheng ini runtuh sepenuhnya. Sekarang ini, bibirnya terlihat begitu pucat hingga titik dimana tak memiliki sedikitpun warna darah. Jika ia tak melihat dan mendengarkannya secara pribadi, bahkan jika terdapat seseorang yang membunuhnya, ia tetap tak akan pernah berpikir bahwa “Dokter Jenius yang tak tertandingi” ini benar-benar adalah Yun Che! Mereka adalah dua orang dari alam yang sangat berbeda, dan tak memiliki sedikitpun kesamaan. Dampak psikologis semacam ini hampir meruntuhkan seluruh pandangannya tentang dunia. Selama hari-hari tersebut, semua orang telah memperlakukannya sebagai dewa dan melayaninya seperti Tuan Sekte yang sebelumnya; ia juga berlutut dan bersujud kepadanya, dan bahkan memanggilnya kakek selama beberapa hari. Penghinaan semacam ini cukup untuk meninggalkan tanda-tanda seumur hidup dalam jiwanya.

 “Yun Che …. Kita tidak memiliki kebencian dimasa lalu, dan juga tak ada permusuhan baru-baru ini …. Bahkan kau duluan yang melukaiku dengan sangat parah …. Sebenarnya apa yang masih ingin kau lakukan ….” Tanya Xiao Luocheng dengan nada suara sangat gemetaran dan ketakutan.

“Heh heh,” Yun Che tersenyum dingin dan menjawabnya sambil berekspresi tidak peduli: “Ketika kita pertama kali bertemu, kita memang tak punya kebencian dimasa lalu dan tak ada permusuhan baru-baru ini. Namun, meskipun kami tidak punya kebencian, secara tak terduga kau ingin menghancurkan diriku … Hah, kau tak perlu berdalih; jumlah orang-orang yang ingin membunuhku, jauh lebih banyak daripada jumlah orang-orang yang pernah kau lihat dalam seluruh hidupmu. Aku jelas mengerti apa yang kau ingin lakukan kepadaku pada saat itu. Dan alasanmu untuk menghancurkan diriku, kau sendiri, yang lebih mengerti. Jika itu adalah orang lain, mungkin mereka sudah kau hancurkan. Namun hal itu cukup disayangkan, karena kau telah bertemu denganku.”

“Aku, sebagai orang yang tak memiliki banyak manfaat yang besar; selain menjadi orang yang luar biasa tampan dalam penampilan dan fenomenal dalam sikap, satu-satunya hal yang tersisa adalah membalas kebaikan sebanyak sepuluh kali lipat, dan membalas dendam sebanyak ratusan kali lipat. Jika kau ingin menghancurkan diriku, maka aku akan menghancurkan dirimu pertama kali. Meskipun kita sudah memiliki perjanjian sebelumnya, ayahmu secara pribadi masih datang ke New Moon Profound Palace untuk mencoba mengambil nyawaku. Karena itulah, aku akan membuat seluruh sektemu menderita kekacauan sepenuhnya yang bahkan ayam dan anjing sekalipun tak akan pergi dengan damai!”

Yun Che menyipitkan matanya, seluruh wajahnya menjadi penuh dengan sikap tak peduli dan mengejek dingin: “Ketika kau bangun keesokan harinya, beritahu kepada ayahmu bahwa ini hanyalah sedikit pelajaran pada saat ini. Aku adalah seorang Ominous Star alami sejak lahir; jika kau terus memprovokasiku sekali lagi, maka diwaktu selanjutnya tak akan “selembut” seperti sekarang ini! Dan mungkin, seluruh sektemu ini, selamanya akan lenyap dari Profound Sky Continent ini!”

“Kau ….” Mata Xiao Luocheng terbuka lebar disaat ia menatap teguh kearah Yun Che. Dalam penglihatannya, Yun Che yang sekarang ini sudah pasti menjadi mimpi terburuknya. Dia hanya punya cukup waktu untuk meludahkan satu kata sebelum penglihatannya menjadi hitam bersamaan dengan tubuhnya yang jatuh keras kebelakang.

Yun Che tertawa dingin dan berdiri. Dia bergumam dengan sedih: “Dalam situasi ini, aku hanya bisa menggunakan cara licik, curang, dan tak tahu malu semacam ini. Tak tahu kapan aku akan mencapai keadaan yang akan membiarkanku menjadi sepenuhnya tak terkendali dan tak segan-segan menghancurkan klan kapanpun aku mau.”

Itu hanya karena perasan kejam dari yang pihak lain sehingga Yun Che melumpuhkan Xiao Luocheng, dan kemudian secara diam-diam mencuri seluruh persediaan milik sekte selama ribuan tahun. Hal itu memanglah sedikit berlebihan dan kejam. Namun, Yun Che ingin kekuatannya berkembang dengan kecepatan yang sangat cepat, yang berarti menandakan adanya kebutuhan mendesak akan sejumlah besar pada bahan obat tingkat tinggi…. Dan Cabang Sekte Xiao ini kebetulan menjatuhkan diri mereka sendiri keujung tombaknya. Itulah yang terjadi, mereka memiliki nasib yang begitu malangnya dan membawa kesulitan bagi diri mereka masing-masing.

Che Yun mengusap wajahnya, dan perlahan menepuknya, dan kemudian sekali lagi berpenampilan sebagai “Huangfu He”. Dia tak segera menepuk pantatnya untuk pergi meninggalkan sekte Xiao karena tempat ini terlalu besar, dan juga dipuncak gunung ini. Jika sendirian, pasti akan tersesat.

Xiao Tiannan dan Xiao Baicao akhirnya bergegas kembali setelah menghabiskan waktu selama beberapa jam. Kedua wajah mereka memerah dengan penuh kegembiraan; Jelas, mereka telah memperoleh “Emperor Profound Dragon Core” ini.

Translator / Creator: fatality