April 6, 2017

Against the Gods – Volume 1 / Chapter 91

 

Good Grandson, You Truly Are My Good Grandson

Setelah makan siang, Yun Che jatuh tertidur diranjang yang nyaman pada ruang tamu yang telah diatur oleh Xiao Sect. Ia tak begitu banyak istirahat setelah berbolak-balik dari ranjangnya kemarin malam, Sehingga ia ingin tertidur pulas dan bangun hingga matahari terbit. Karena sebelumnya ia telah memberi instruksi bahwa tak ada seorangpun yang boleh mengganggunya, sehingga tak ada seorangpun yang datang kekamarnya selama ia beristirahat.

“Darimana kau mempelajari seni menyamar dan penyembuhan itu?” Ketika Yun Che bangkit dari tempat tidurnya, suara Jasmine terdengar dari dalam pikirannya.

“Tentu itu dari guruku…. Guruku yang sebelumnya”. Meskipun beberapa tahun telah terlampaui sejak gurunya meninggal, ketika ia hendak berpikir tentang gurunya, Yun Che masih tak dapat sepenuhnya melepaskan kesedihannya. Seorang anak kecil yang ingin berbakti, namun orang tuanya telah meninggal; Ia selalu menjadi sasaran perasaan macam ini. Dan ini juga merupakan penyesalan seumur hidup Yun Che yang paling dalam, seperti sesuatu yang sedang menggerogoti hatinya.

 “Biasanya, seni penyamaran menggunakan udara untuk berubah, dan dapat membodohi seseorang yang profound strength miliknya jauh lebih rendah, namun jika sebaliknya maka orang itu dapat langsung melihatnya. Namun, kau dapat membuat seluruh orang di Xiao Sect tak dapat mengetahuinya?” Suara Jasmine terdengar sangat terkejut dan kebingungan.

“Hehe.Teknik penyamaranku tak membutuhkan sedikitpun hubungan dengan profound strength. Jangankan Xiao Tiannan yang berada ditingkatan Earth Profound Realm, bahkan Praktisi dari Sky maupun Emperor Profound tak akan pernah dapat mengetahuinya. Namun, jika aku memakainya ke sesama veteran, maka hal itu tak akan berlaku.”

Yun Che melangkah turun dari tempat tidurnya dan meregangkan tubuhnya sebelum pergi ke jendela. Senyuman jahat menyebar melalui ujung bibirnya… Pertama-tama, aku akan membiarkan kalian semua bersenang-senang selama beberapa hari ini. Setelah itu, kalian semua pasti akan menangis suram dibawah langit yang gelap dan kacau balau. Hehehe….

Meskipun kau mengalahkan Xiao Tiannan sampai mati sekalipun, tak ada cara untuk mencegah sumpah Xiao Tiannan menyiksa Yun Che hingga mati, yang mana sekarang ini berada didalam sekte Xiao miliknya, serta menganggap Yun Che sebagai “senior”, yang tak lama lagi juga akan diberlakukan sama seperti para leluhur dari Xiao Tiannan.

Setelah Yun Che melangkah keluar dari ruangannya, ia langsung melihat Xiao Tiannan sedang berjalan mondar-mandir didekatnya. Ketika Xiao Tiannan melihatnya, wajahnya secara langsung menunjukkan ekspresi yang begitu bahagia. Dengan cepat ia berjalan kearah Yun Che, dan berkata dengan sangat hormat: “Senior, apakah kau beristirahat dengan baik? Jika kau membutuhkan sesuatu, jangan ragu-ragu untuk mengatakannya.”

Yun Che mengerti bahwa setelah Xiao Tiannan melihat kondisi Xiao Luocheng, sikapnya akan menjadi lebih hormat daripada sebelumnya. Ia tertawa pelan dan menganggukkan kepalanya sambil berkata: “Aku beristirahat dengan sangat baik. Aku tak pernah berkunjung ke pegunungan akhir-akhir ini, sehingga udaranya begitu sejuk. Marilah kita pergi dan lihat bagaimana keadaan sobat kecil itu.

Seolah-olah ia sedang mendengar suara yang turun dari langit, Xiao Tiannan dengan cepat meresponnya dan segera menuntun arah jalan, membuatnya langsung menuju kearah Medicine Hall. Selama perjalanan kearah Medicine Hall, mereka bertemu dengan para murid Xiao Sect, yang mana mereka secara langsung menyambut Yun Che dengan hormat. Terlihat jelas Xiao Tiannan telah memberitahu mereka bahwa orang ini adalah seorang tamu yang sangat bermartabat tinggi dan harus menerima sikap hormat yang sangat besar. Tentu saja, identitas dari “dokter jenius” ini, adalah sesuatu yang tak akan pernah boleh diketahui oleh para murid tersebut… lebih sedikit orang yang tahu akan lebih baik.

Setelah sampai di Medicinal Hall, Si cerdas Xiao Luocheng menampakkan ekspresi wajah bersyukur ketika melihat Yun Che dan ia mulai berjuang untuk mengangkat kakinya. Ia mencoba untuk menunduk kepadanya sambil bersuara lemah dan sungguh-sungguh: “Junior Xiao Luocheng… Terima kasih kepada Dokter Jenius yang telah menyelamatkan nyawaku dan memberkati diriku dengan kesempatan untuk lahir kembali…”

“Haha, ini hanyalah pemberian yang kecil. Dengan tubuhmu yang seperti ini, janganlah terlalu banyak bergerak.” Yun Che tertawa dengan murah hati, sambil berdiri disamping ranjangnya. “kemarilah, biarkan aku melihat veins (urat nadi) milikmu.”

Setelah itu, ia mengulurkan tangannya dan mencubit pergelangan tangan kanan Xiao Luocheng. Segera setelahnya, senyuman diwajahnya menjadi hilang dan berubah menjadi lebih… dan lebih suram ….

Perubahan drastis pada ekspresi wajahnya segera membuat Xiao Tiannan dan Xiao Baicao menjadi sangat gugup. Sama seperti ia tak dapat menahan dirinya untuk bertanya, ia melihat Yun Che melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Xiao Luocheng sambil mengutuk dengan perkataan emosi: “Bukankah ayah ini sudah memperingati dirimu untuk tidak memberikannya makanan apapun tanpa instruksi dariku! Apa kau pikir perkataan ayah ini bagaikan angin yang hanya bertiup ditelingamu!”

Xiao Tiannan dan Xiao Baicao saling memandang secara bersamaan. Xiao Tiannan mengambil sedikit langkah kedepan dan berbicara sambil gemetar ketakutan: “Senior, ini … ini … adalah keinginan istri junior untuk memanjakan anaknya. Ia berpikir bahwa luka parah semacam ini akan sangat berat ditubuh seseorang dan harus sedikit makan. Ditambah lagi dengan keluhan Luocheng yang sedang kelaparan ini, menyebabkan istriku yang rendah hati memasak semangkuk sup ayam ……”

“Benar-benar memalukan!” Yun Che tiba-tiba berseru dalam ledakan amarah sambil mengayunkan tangannya: “Keinginan untuk memanjakan anakmu! Kalian ini sebenarnya hanya mencoba untuk membunuhnya! Ayah ini hanya membuang waktu sepanjang pagi untuk membuat obat yang memiliki banyak efek, namun semuanya sia-sia saja hanya karena sup ayam sialan itu! Hal itu juga menyebabkan profound veins miliknya menjadi bengkak. Dengan dua tingkat kerusakan macam itu, ancaman dari luka ini bahkan meningkat menjadi sepuluh kali lebih berbahaya daripada sebelumnya! Benar-benar konyol! Lupakan saja, ayah disini tak akan mengobati putramu lagi, pergi dan carilah orang lain untuk mengobatinya.”

Setiap perkataan yang keluar dari mulut Yun Che, membuat wajah Xiao Tiannan menjadi lebih dan lebih lagi memucat. Segera setelah Yun Che selesai berbicara, seluruh tubuh Xiao Tiannan mulai gemetaran; ia begitu terguncang dengan apa yang dikatakan oleh Yun Che sampai-sampai ia hampir berlutut dilantai. Xiao Tiannan segera melangkah kedepan dan menarik Yun Che, ia memohon langsung kepadanya dengan suara yang terdengar panik: “Senior… Senior tolong tenanglah! Semua ini adalah kelalaian junior! Aku masih belum sempat memberitahu istriku. Ini semua salahku! Selama senior bisa tenang, junior ini bersedia menerima apapun hukumannya. Aku jamin kejadian ini tak akan pernah terulang lagi….  Senior, ini semua adalah kelalaian junior! Putraku tak melakukan kesalahan apapun dan sekarang lukanya semakin bertambah parah. Jika Senior tak menolongnya, maka pasti ia akan lumpuh seumur hidupnya! Aku memohon senior untuk bermurah hati, selamatkanlah putraku!”

“Huh! kelalaian? Bagaimana bisa kau menyebutnya sebagai kelalaian! Ini jelas-jelas merupakan kebodohan! Dan kau berani berkata bahwa putramu tak melakukan kesalahan. Aku menyelamatkannya, namun yang melukainya adalah dirimu… untung saja aku mengetahuinya sejak awal; jika aku tertidur pulas selama beberapa jam, putramu ini sudah pasti tamat riwayatnya sekarang ini…. Jika putramu meninggal maka dirimu tak akan lebih baik daripada seekor binatang sekalipun… Karena perkataanku tak dihiraukan lagi, kenapa bersusah payah memintaku untuk mengobatinya? Mengapa bukan kau saja sendiri yang menyelamatkannya…”

Wajah Yun Che bergejolak merah disaat ia bertengkar dengan Xiao Tiannan serta memarahi tuan besar yang bermartabat dari sekte cabang Xiao dengan alunan kata-kata yang mengutuk. Setiap kalimat yang muncul jauh lebih keras dan kasar daripada sebelumnya; hanya selangkah lagi bagi Yun Che untuk dapat mengutuki kedelapan belas generasi para leluhurnya.  Sebagai seorang tokoh yang sangat berpengaruh, Xiao Tiannan tak pernah dimarahi begitu buruknya seperti ini sebelumnya; namun disaat ini ia menundukkan kepalanya secara hormat bagaikan seorang cucu dan tak membantah satupun kata… Ia begitu ragu ketika Xiao Baicao berkata bahwa Eccentric God Hand ini adalah orang yang sangat sabar, namun segala keraguan itu sudah lama hilang. Tanpa adanya sedikitpun tanda-tanda sikap elegan dari seorang dokter jenius, dokter elegan dan ilmiah yang pernah berkunjung sebelumnya sebenarnya seperti seekor cecurut yang dikutuk dijalanan.

Teguran Yun Che ini seperti memakan sebuah makanan yang baik untuk tubuh; makanan ini menguatkan seluruh tubuhnya. Dia telah melampiaskan segala macam pelecehan kepada pemimpin sekte besar tanpa adanya sedikitpun perasaan untuk menahan dirinya sedangkan ia hanyalah seorang yang berada ditingkatan pertama pada Nascent Profound Realm, dan juga Xiao Tiannan tak berani untuk membantahnya sedikitpun. Hanya mereka yang pernah mengalami jenis kesenangan seperti ini yang dapat memahami rasanya.

“Dokter Jenius” ini pada akhirnya menjadi tak bertenaga karena marah-marah dan langsung menghentikannya. Setelah menatap kearah Xiao Luocheng untuk sementara waktu, tiba-tiba ia mendesah: “Lupakan saja perkataanku tadi, mungkin saja pertemuanku dengan anak ini dapat dianggap sebagai takdir. Meskipun kau dan kelompokmu yang bodoh telah melemparkan setumpuk kotoran kepadaku, dalam kasus tertentu, biasanya aku akan langsung pergi dan mengabaikan permasalahanmu, namun… *Sigh*…”

Yun Che diam-diam menatap Xiao Luocheng dengan ekspresi agak bingung. tatapannya menunjukkan tanda-tanda kesedihan dan kemurahan hati: “Anak ini, benar-benar terlalu mirip jika dibandingkan dengan cucuku yang kecil ketika ia masih muda …… * Sigh *, memang terlalu mirip …… Nak, namamu adalah ……. Xiao Luocheng?”

Xiao Luocheng mengangguk dan menjawab dengan hormat: “Benar, junior ini bernama Xiao Luocheng”

“Dimasa lalu, cucuku yang kecil itu juga bernama Huangfu Cheng. Terdapat ‘Cheng’ dinama kalian berdua, ini benar-benar kebetulan… sangat kebetulan. Namun sayangnya, meskipun aku memiliki kecakapan medis yang mampu menembus langit, aku tak dapat membangkitkan cucuku. Namun sekarang aku telah bertemu denganmu, aku tak dapat menahan diriku untuk berpikir tentang cucuku yang kecil, dan kenangan yang ada pada masa lalu….”

Ketika Yun Che berbicara, suaranya menjadi begitu lembut dan lebih lembut; Seolah-olah ia sedang bernostalgia dengan kenangan yang sudah lama terpendam. ekspresinya menjadi lebih dan lebih cemberut seperti lapisan kabut  tipis yang perlahan-lahan terbentuk diatas matanya.

Mendengarkan janji Yun Che untuk terus mengobati Xiao Luocheng, Perasaan Xiao Tiannan menjadi sangat gembira karena kabar yang tak terduga ini; Setidaknya ia tak sia-sia menahan dirinya untuk ditegur. Mendengarkan perkataannya yang selanjutnya, hatinya tiba-tiba tergerak, dan ia mendesah. “Cucu Senior ini… pastilah sangat jenius dan tak tertandingi?”

“Heh heh, ya.” Dokter jenius ini tampaknya tenggelam dalam kenangannya seperti sebelumnya; pandangan kabur tampak muncul dari matanya sambil ia berkata dengan suara yang emosional: “Namun sayangnya, Langit begitu cemburu. Diusianya yang keenam belas tahun, cucuku yang kecil sudah mati prematur…  dan itu terjadi ketika ia berada pada usia anak kecil. Karena kepergian cucuku yang kecil ini aku mati-matian belajar tentang kesenian penyembuhan; namun sayangnya, waktu tak dapat diputar kembali. Meskipun aku mengembangkan keahlian medisku lebih jauh lagi, masih mustahil bagiku untuk menyelamatkannya.”

Hati Xiao Tiannan ini tiba-tiba bercampur aduk. Dengan terpaksa ia menelan ludahnya, dan memeriksa dengan hati-hati: “Putraku Luocheng dan cucumu yang menakjubkan itu begitu mirip dalam segi penampilan, nama, dan bahkan usia mereka dimasa lalu…. Ini adalah takdir yang telah diatur oleh langit! Karena senior sangat merindukan cucunya, dan tak dapat melupakan kesedihan dimasa lalu, mengapa tidak… mengapa tidak kau membiarkan Loucheng ini mengenalmu sebagai godgrandfather-nya (kakek dewa)? Disatu sisi, hal ini akan meringankan kerinduan tentang cucumu. Disisi yang lain, Luocheng juga masih terluka parah pada saat ini. Apabila Luocheng dapat sembuh total, bukankah hal ini dapat menyelesaikan penyesalanmu dimasa lalu karena tak dapat menyembuhkan cucumu? Dan yang terakhir… Senior telah menganugerahkan kebaikan kepada Luocheng untuk terlahir kembali. Luocheng adalah seorang anak yang baik dan sempurna; ia tentu akan berbakti dan memperlakukanmu seperti kakeknya sungguhan. Jadi… bagaimana menurut senior?”

Sialan!! Xiao Tiannan ini benar-benar sangat pintar; apa yang ia butuhkan hanyalah sedikit petunjuk… Yun Che memujinya dengan sangat dalam pikirannya.

Saat ia mendengar perkataan tersebut, seluruh tubuh dokter jenius ini menjadi terguncang, dan mulai gemetaran secara lembut dalam kegembiraan: “Apa…. Apa yang kau katakan? Apa yang barusan kau katakan…. apakah kau sungguh-sungguh?”

Tak ada yang tak dimengerti oleh Xiao Tiannan setelah melihat reaksi dari dokter jenius ini. Perasaan yang begitu gembira bermunculan keluar dari dalam hatinya, sambil bergegas berkata: “Luocheng! Cepat sambutlah kakek!”

Xiao Luocheng tentu mengerti apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia bersusah payah mengangkat bagian atas tubuhnya, melihat kearah Yun Che, dan dengan antusiasnya bersorak: “Grandpa!”

“Apa… barusan kau memanggilku apa?” Sekali lagi tubuh dokter jenius ini menjadi terguncang sambil bibirnya juga mulai gemetaran.

“Kakek! Selama kakek tak kepikiran, mulai sekarang, aku akan menjadi cucumu.” Xiao Luocheng berseru dengan penuh ketulusan.

“Bagus! Bagus!” Seluruh tubuh dokter jenius ini terguncang secara dramatis, bersamaan dengan tetesan air mata yang tak terkendali jatuh dari matanya. Ia mengulurkan tangannya yang gemetaran dan menyandarkannya kepundak Xiao Luocheng dan menjawab dengan nada senang: “Cucu yang baik! Cucu yang baik! Tenanglah, penyakitmu ini, tentu kakek akan menyembuhkannya. Tentu hal ini tak akan sama seperti yang telah terjadi dimasa lalu! Cucu yang baik… Cucuku yang baik…..”

Semakin banyak dokter jenius ini berbicara, semakin gembira dirinya. Aliran tetes air mata yang terlihat begitu jelas itu bergantung diwajahnya… Jika didunia ini terdapat Oscar Award, untuk tidak menyerahkannya kepada Yun Che sama halnya dengan melawan kehendak Tuhan.

Untuk memanggilmu musuhmu sebagai cucu sedangkan kelompok yang lain secara hormat memanggilmu sebagai kakek; perasaan model macam apakah ini… mungkin hanya orang-orang yang pernah mengalaminya yang benar-benar memahaminya!

Disaat yang sama, Xiao Tiannan dan Xiao Baicao juga merasa bahagia dan bersyukur. Siapa yang dapat menyangka bahwa Xiao Luocheng ini benar-benar akan menyerupai cucu dari Eccentric God Hand dan berhasil membuatnya sebagai Godgrandfather. Sungguh-sungguh sangat beruntung. Dengan pengakuan sebagai kakeknya ini, luka pada tubuhnya sudah bukan menjadi masalah lagi. Setelah menyembuhkan lukanya, masih logis jika ia mau menolong Xiao Luocheng untuk membuka profound entrances miliknya. Tak hanya itu, untuk menjadi seorang dokter yang sangat terampil, kemampuannya untuk menyaring obat tiada tandingannya didunia ini. Segala obat yang berasal darinya secara tak diragukan lagi sangat susah untuk dicari, dan tingkat efisiensinya tentu akan melawan kehendak dari langit. Untuk dapat memiliki Xiao Luocheng sebagai “cucunya” , bagaimana mungkin segala macam kebaikannya tak keluar terhadap dirinya?

Seluruh hati Xiao Tiannan bertumbuh bahagia. Ia hampir melihat Xiao Lucheng telah sembuh sepenuhnya dan tertawa dengan bangga didalam sekte utama. Ia bahkan melihat dirinya menajdi kunci sukses dibalik semuanya, begitu besarnya sampai-sampai cabang kecil ini akan bergabung menjadi sekte utama… Disisi lain, Xiao Baicao juga merasa sangat gembira; begitu banyak sampai-sampai ia berkata: “Selamat Tuan Sekte, Selamat Tuan muda Xiao, Selamat Senior Huangfu telah memiliku cucu yang baik… hal ini tentu merupakan peristiwa yang sangat besar. Tuan sekte, karena ini adalah peristiwa yang penuh dengan kegembiraan, ketika luka Tuan muda sekte Xiao sudah sembuh, kita harus merayakannya selama sehari.”

“Hahahaha! Bagaimana bisa sehari itu cukup. Kita butuh setidaknya tiga hari penuh untuk merayakannya. Ha ha ha ha.” Xiao Tiannan tertawa dengan senang ketika ia berbicara.

“Kakek, cucu ini… akan bersujud kepadamu.” Xiao Luocheng merenung untuk berjuang mencobanya dan berdiri. Meskipun setiap gerakannya menimbulkan rasa sakit yang tak tertahankan, ia berjuang dan menahan rasa sakit seperti sebelumnya, serta bersujud dihadapan Yun Che.

 “Jangan, jangan, jangan!” Yun Che secara langsung membantunya dengan menggunakan pundaknya, dan berkata dengan wajah menyesal. “Cucu yang baik, luka pada tubuhmu tidaklah ringan, kau seharusnya tak banyak bergerak. Tak terlambat untuk membalas rasa hormat ketika kau sudah sembuh sepenuhnya; yang terpenting dari semua itu adalah kau mempunyai hati.”

“tak… tak apa-apa, kakek tak perlu kuatir. Meskipun aku terluka, aku masih bisa bersujud untuk kakek.” Xiao Luocheng berkata sambil menggertakan giginya dengan ekspresi wajah keras kepala.

“Heh heh. Senior Huangfu, pikiran Luocheng terobsesi untuk berbakti, dan terlebih lagi, dengan hati penuh dengan rasa syukur. Biarkan ia bersujud. Terlebih jauh lagi, ia sudah menganggapmu sebagai kakeknya, sujud ini juga sangat diperlukan.

Ketika Xiao Tiannan selesai berbicara, Xiao Luocheng telah menundukkan kepalanya. Diranjang, ia berusaha memaksa dirinya untuk bersujud kepada Yun Che. Ketika ia mengangkat kepalanya, wajahnya telah menjadi pucat pasih putih karena rasa sakit.

“Aiyo, Aiyo ……. Cucu yang baik, kau benar-benar cucuku yang sangat baik” Yun Che menjawabanya sambil bergegas menolong Xiao Luocheng berdiri dengan wajah penuh dengan “kasih sayang”.

 

Translator / Creator: fatality