October 10, 2016

Against the Gods – Volume 1 / Chapter 6

 

Peerless Beauty

Saat Xiao Ying masih hidup, posisi Xiao Lie dalam guild Xiao adalah kedua bahkan  pemimpin guild Xiao menghormatinya pada saat itu. Alasannya cukup jelas: Kemampuan Xiao Ying pada saat itu memberinya kesempatan untuk menjadi petarung terkuat dari guild Xiao di masa mendatang. Di dunia yang menghormati siapapun yang memiliki kekuatan, sebagai ayah Xiao Ying, Xiao Lie sangat dijunjung tinggi. Namun, setelah kematian Xiao Ying, cucu Xiao Lie satu-satunya terlahir dengan kerusakan pembuluh darah. Walaupun dia terkuat di Floating Cloud City, siapa yang akan takut padanya? Anaknya telah mati, cucunya cacat, dan dia tidak mempunyai penerus. Posisinya di guild Xiao saat ini sedang terancam.

Xiao Lie tidak marah dengan hal tersebut karena dia sudah terbiasa dengan permainan kata sinis yang menusuk ini. Dengan senyum tak acuh dia berkata: “Terimakasih telah datang kesini. Silahkan minum anggurnya sebanyak mungkin untuk merayakan acara ini.”

“Aku telah secara pribadi datang kesini untuk menghormatimu, jadi aku tidak butuh anggur. Cucuku Xiao Chengzhi sekarang telah mencapai level tujuh Elementary Profound Realm. Aku kesini sebentar saja, karena harus melatihnya sendiri.” Ketua ketiga berkata seraya berdiri.

“Chengzhi telah mencapai level tujuh Elementary Profound Realm? Baru berumur tujuh belas tahun tapi sudah berhasil sebaik itu, masa depannya benar-benar tak terbatas. Tidak heran kau begitu berbinar hari ini, pasti sangat membanggakan!” Ketua keempat berdiri untuk memberikan selamat padanya dengan wajah terkejut.

Meskipun telah terbiasa, namun wajah Xiao Lie menunjukkan kemarahan. Keempat saudaranya biasanya selalu menghormatinya, namun sejak kematian Xiao Ying dan kenyataan bahwa Xiao Che mengalami kerusakan Profound Vein, sikap mereka berubah menjadi buruk. Pada dasarnya, mereka tidak perlu repot untuk menghormatinya lagi. Mereka senang sekali menyombongkan cucu mereka sendiri dihadapannya, namun saat ini dipernikahan cucunya, mereka masih berani memamerkan prestasi cucu mereka. Saudara-saudaranya memanfaatkan keberhasilan cucu mereka untuk merobek bekas luka terdalam di hatinya.

Tiba-tiba, atmosfer menegangkan itu berubah. Sang pembawa acara, Xiao De, terburu-buru mempercepat prosesi pernikahan dan berbicara dengan suara melengking: “Para pengantin, silahkan masuk ke dalam kamar pengantin… para tamu yang terhormat silahkan menikmati hidangan yang ada.

Di tengah suara gong dan ketukan drum yang meriah, para pasangan yang telah melihat prosesi pernikahan mulai menuju ke halaman kecil Xiao Che. Kamar pengantinnya merupakan kamar dimana Xiao Che biasanya tinggal. Kamar tersebut telah dihiasi seluruhnya dengan warna merah. Karpet yang berada di lantai dibordir dengan halus berupa gambar naga dan phoenix yang terbang di awan, simbol keberuntungan bagi pernikahan yang berbahagia. Kamar yang penuh dengan sutra merah tersebut juga berisi simbol “Selamat Berbahagia” dalam karakter China dengan ukuran yang besar dan dua lilin merah yang bersinar terang diantara sebuah lampu emas. Naga dan phoenix yang terukir di lilin itu nampak bergerak dalam kelap-kelip cahaya. Lilin yang berkedip itu menyentuh lapisan kaca emas dan tampak mengisi ruangan dengan warna yang terlihat samar. Cahaya lilin itu tersimpan dalam ruangan dan bersinar sedemikian rupa hingga akan membuat setiap mata yang melihatnya menjadi tertarik.

Pelayan Xia Qingyue, Xia Dongling, mengantar Xia Qingyue duduk diatas tempat tidur lalu berjalan keluar tanpa suara sambil menutup pintu. Kamar menjadi sunyi dan mereka berdua hanya bisa samar-samar mendengar suara lembut napas mereka.

Xia Qingyue duduk diam, tanpa suara dan tak bergerak. Xiao Che tidak mendekatinya tapi malah berdiri di dekat pintu dan menatap lurus ke depan dengan mata kosong.

“Kakekmu tidak dihormati selama pernikahanmu, kau pasti benar-benar marah, kan?”

Sebuah suara lembut terdengar jelas ditelinga Xiao Che, lalu ekspresinya berubah. Walaupun kata-kata Xia Qingyue menyakitkan, dia membuatnya kagum karena berinisiatif untuk berbicara dengannya.

Xiao Che melirik ke samping dan berbicara dengan ragu-ragu: “Kau dapat melepas mahkota phoenix itu sekarang. Benda itu terlalu berat, kalau kau memakainya terlalu lama, akan jadi tidak nyaman.”

Berdasarkan tradisi pernikahan di Profound Sky Continent, pengantin lelaki harus melepaskan mahkota untuk pengantin perempuan. Mengingat kejadian sebelumnya, saat dia mencoba untuk membantu Xia Qingyue turun dari kereta, dia menyengat tangannya dengan sebuah aura dingin yang misterius. Xiao Che terlalu gengsi untuk menyentuhnya lagi karena dia takut kejadian itu akan terulang lagi. Selain itu, dia yakin Xia Qingyue tidak akan mau menerima bantuannya jika dia benar-benar mencoba untuk membantu melepas mahkotanya.

Setelah jeda sebentar, Xia Qingyue mengangkat tangannya dan melepaskan mahkota pxoenixnya dalam diam. Pada saat itu, sebuah wajah yang sangat cantik terlihat di depan mata Xiao Che. Saat dia membuka matanya yang menawan dan bertatap mata dengan Xiao Che, dia tiba-tiba tertegun… sepasang mata yang sangat indah menatapnya. Seolah-olah intisari dunia ada di dalam matanya. Bahkan pelukis dunia yang paling hebat ataupun kata-kata yang paling indah tidak mampu menggambarkan kecantikannya. Kulitnya yang halus seperti batu giok dan wajahnya yang lembut seputih salju dibawah lampu yang temaram di dalam kamar. Bibirnya seperti kelopak bunga yang paling halus di dunia dan hidungnya yang paling indah seperti patung batu, putih, mancung dan menunjukkan kebanggaan sebagai bangsawan.

“Reputasimu meninggikanmu.” Gumam Xiao Che sambil menatapnya tanpa berkedip. Sepasang mata yang indah mengintip kembali padanya. Jurang gravitasi yang tak berujung menarik setiap perhatian dan pikirannya, sehingga membuatnya sulit untuk menggerakkan mata ke tempat lain.

Walaupun ini adalah sebuah perjodohan yang diputuskan sejak mereka lahir, dan tatapan sekilas saat dia masih muda, ini adalah pertama kalinya dia benar-benar melihat Xia Qingyue sejak dia berumur sepuluh tahun. Hal itu karena Xia Qingyue sangat jarang keluar rumah dan Xiao Che mempunyai rasa percaya diri yang rendah yang membuatnya menjadi rendah diri. Dia hanya mendengar informasi tentang Xia Qingyue dari desas-desus orang lain dan setelah mendengar kalau Xia Qingyue telah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, dia hanya membayangkannya di dalam hati.

Sosok bayangan dalam khayalannya langsung menghilang saat dia melihat Xia Qingyue. Dia langsung menyadari bahwa dia sedang berhadapan dengan sebuah kecantikan sejati. Daya pikat Xia Qingyue diluar imajinasinya hingga membuatnya tidak mampu menggambarkan keindahan yang tiada tara ini. Xiao Che yang memiliki ingatan dua dunia tidak dapat menolongnya, dia menjadi lupa ketika berhadapan dengan Xia Qingyue.

Xia Qingyue dianggap sebagai gadis paling cantik di Floating Cloud City, namun jika ada yang menyebutnya sebagai gadis nomer satu di Blue Wind Empire, Xiao Che tidak akan menyanggahnya. Dia tidak bisa memikirkan hal apapun yang mampu menandingi kecantikan yang ada di depannya saat ini. Gadis yang ada di depannya baru berumur enam belas tahun; gadis di usia yang belum sepenuhnya matang, tapi sangat sulit membayangkan apa yang akan terjadi pada Xia Qingyue setelah beberapa tahun berikutnya… mungkin dia akan mencapai tingkat paling atas pada saat itu.

Seorang gadis yang tiap gerakan dan senyumnya dapat mengguncang dunia telah lahir di Floating Cloud City yang kecil ini. Dan gadis ini telah menjadi istrinya hari ini… Xiao Che tidak dapat menahan pertanyaan tentang kebenaran yang dihadapinya ini.

“Kau tidak seperti rumor yang beredar ataupun tidak seperti yang kubayangkan.”

Xia Qingyue bangkit dan kedua tangannya memegang pinggangnya saat dia mendekati Xiao Che. Matanya bersinar seperti air, bibirnya sedikit terbuka dan berkata: “Rumor mengatakan kalau Profound Vein mu rusak sehingga kau hanya sampai di level satu Elementary Profound Realm. Karena itu, kau mempunyai fisik yang lemah dan rendah diri jadi kau hanya tinggal di dalam rumah. Temanmu hanyalah bibimu Xiao Lingxi dan adikku Yuanba. Satu-satunya hal dari tubuhmu yang bisa dibanggakan hanya penampilanmu.”

“Aura tenaga dalammu tidak hanya lemah dan gelap tapi profound veinmu memang tidak bisa digunakan. Meskipun begitu, kepribadianmu benar-benar berbeda dari rumor yang beredar.”

Xia Qingyue berhenti dalam jarak tiga langkah sebelum Xiao Che, dia menatap lurus Xiao Che dengan matanya yang indah: “Walaupun kau berusaha untuk berpura-pura dan menyembunyikan karakter aslimu, aku merasakan kesombongan sejak aku menatapmu. Kau benar-benar berbeda dari rumor yang ada. Saat sebelumnya di tempatku, aku membekukan tanganmu dengan kekuatan tenaga dalamku tapi reaksimu yang tenang mengejutkanku. Bila tanganmu tidak kaku, berarti aku gagal menggunakan kekuatanku. Di aula pernikahan, kau dan kakekmu telah dihina, tapi kelihatannya kau hanya marah sebentar saja. Ekspresimu dan detak jantungmu tidak menunjukkan hal yang tidak normal sama sekali. Sulit mencapai kondisi mental seperti itu bahkan untuk seorang praktisi Profound Spirit!”

“Saat kau melihatku, ada kilatan obsesi di matamu yang tidak berkurang sampai sekarang.”

“Profound Veinmu cacat memang benar tapi kepribadianmu yang sebenarnya dan pengendalian dirimu telah menipu semua orang.” Xia Qingyue berbisik, matanya menatap jauh ke dalam mata Xiao Che.

Xiao Che terkejut.

Dengan Xia Qingyue yang mendekat padanya, satu hal yang biasanya membuat tergoda yaitu parfum aroma bunga yang digunakannya, namun Xiao Che tidak tergoda oleh hal itu. Perasaannya benar-benar hilang saat dia menatapnya kagum. Benar, dia sebenarnya bangga pada dirinya sendiri terlepas dari siapa dia yang sekarang karena saat dia berada di Azure Cloud Continent, dia adalah salah satu panglima perang yang diagungkan disana. Siapapun orang yang tinggal di Floating Cloud City pada saat itu tidak setara dengan panglima perang yang legendaris di masanya. Walaupun kekuatannya benar-benar hilang, namun jiwanya tetap sama. Dia tidak sengaja menunjukkan hal itu tapi itu memang sikap alami yang dia miliki dari kehidupan sebelumnya. Meskipun begitu, dia harus menyembunyikan kesombongannya karena kurangnya kekuatannya saat ini dan situasi yang tidak mendukung.

Apa yang Xia Qingyue katakan benar-benar sangat menggambarkan kepribadiannya!

Dalam perjalanan saat guild Xia kembali ke guild Xiao, dia selalu berpikir kalau Xia Qingyue mengabaikannya sebab dia merupakan harta karun sedangkan dirinya hanyalah seperti lumpur di lantai yang diinjak-injak orang. Sebenarnya itu hal yang umum dirasakan, tapi dia tidak pernah menyangka kalau Xia Qingyue begitu memperhatikannya selama perjalanan. Xiao Che tiba-tiba melihatnya dengan pandangan yang berbeda saat dia melihat matanya yang sungguh indah tersebut. Mata yang jernih itu mampu melihat jauh ke dalam dirinya dan hatinya dengan sangat cermat, yang membuat dirinya terkejut.

Kau tahu, Xiao Che yang mempunyai dua ingatan ini merupakan orang yang tidak dapat disingkirkan dalam dunia kepahlawanan bahkan jika dia harus menghadapi kematian! Namun Xia Qinyue telah melihatnya!

Apakah dia benar-benar hanya seorang gadis yang berumur enam belas tahun?!

Bagaimana mungkin gadis yang berumur enam belas tahun ini memiliki penglihatan dan pikiran yang sangat tajam!

Xiao Che curiga mungkin saja Xia Qingyue seperti dirinya, seseorang yang bereinkarnasi di dunia ini!

“Apakah kau menahannya?” Xia Qingyue bertanya setelah berhenti sebentar.

“Menahannya?” Xiao Che tertawa seolah-olah menertawakan dirinya sendiri: “Mungkin saja. Kenyataan tentang rusaknya pembuluh darahku tidak akan berubah. Di Profound Sky Continent, hidup dengan kondisi kecacatan pembuluh darah telah membuat orang memandang rendah diriku seperti aku ini sebuah sampah dibawah kaki mereka. Apakah ada bedanya antara seorang pengecut yang menyalahkan diri sendiri dengan sebuah kebisuan untuk menahan suatu hal?

Menahannya? Malah lebih seperti dia menoleransi hal itu! Xiao Che yang dulu memang persis seperti rumor yang beredar. Sepintar apapun Xia Qingyue, dia tidak akan pernah berpikir kalau Xiao Che yang sekarang ini sebenarnya adalah seseorang yang mempunyai ingatan dari kehidupan yang lain. Temperamen dan kepribadiannya juga telah berubah bersama dengan hal tersebut.

Mata indah Xia Qingyue menyipit saat dia tiba-tiba mengangkat telapak tangannya yang putih itu dan menyentuhkan dua jarinya ke dada Xiao Che. Tiba-tiba, aura dingin yang tidak terlalu menggigit menyerang dada Xiao Che lalu menyebar keseluruh tubuhnya. Ketika Xiao Che akan bertanya apa yang sedang dia lakukan, perasaan dingin itu tiba-tiba lenyap dan Xia Qingyue membuka bibirnya yang seperti kelopak bunga yang lembut: “Profound Veinmu memang rusak, tapi itu bukan kelainan bawaan. Kau mungkin diserang saat masih kecil dan seseorang secara langsung merusak Profound Veinmu!”

Translator / Creator: Akai Ta