December 1, 2016

Against the Gods – Volume 1 / Chapter 51

 

Seed of the Evil God – Fire (4)

Meskipun dalam keadaan bersembunyi, Yun Che masih tetap tak berani untuk bertindak gegabah dan bergerak dengan sangat hati-hati, mendekat  kearah goa tersebut.

Setelah berputar, berbelok di tikungan ke arah kanan, tanpa sadar kaki Yun Che menginjak sepetak tanah yang merah membara. Gelombang panas yang luar biasa menyentuh telapak kakinya, meresap kedalamnya; kemudian panas itu menyebar keseluruh tubuhnya, memberikan sensasi rasa sakit yang luar biasa seolah-olah ia baru saja menginjak bara api, secara langsung tanpa alas kaki.

Flame Dragon itu sudah menetap disini setidaknya sekitar satu abad, dan kekuatan api yang dimilikinya sudah sejak lama menyelimuti tempat ini dengan elemen api yang membara. Posisi Yun Che saat ini hanya berjarak kurang lebih satu kilometer dari tempat pertarungan sengit antara Flame Dragon dan para anggota Guild Heaven Burning tersebut. Saat ini Yun Che benar-benar berada diradius jarak yang sangat berbahaya, karena hembusan gelombang panas dari pertarungan mereka dapat menyebar kemari dan mengenainya sewaktu-waktu.

Yun Che melangkahkan kakinya dengan hati-hati, tetapi kecepatannya tak berkurang sedikitpun. Jasmine berkata bahwa Flame Dragon itu sedang menyembunyikan kekuatan aslinya; jika makhluk buas itu tiba-tiba mengeluarkannya dan menghabisi lima orang dari Guild Burning Heaven tersebut, jangankan mengambil keuntungan dari keributan besar ini, ia bisa ikut kehilangan nyawanya ditempat ini bersama dengan kelima orang itu.

Namun, ada satu hal yang cukup meyakinkan, yakni fakta bahwa jelas sekali Flame Dragon tersebut tidak ingin tempat tinggalnya rusak. Makhluk buas itu tak hanya menarik kelima orang tersebut menjauh dari sarangnya dengan sengaja, tetapi ia juga berusaha sebisa mungkin untuk tidak membiarkan serangan yang ia keluarkan mengarah ke goa tempat tinggalnya. Setelah Yun Che berjalan memutari sisi utara goa, ia meyakinkan kembali dirinya dan bergegas menuju ke arah pintu masuk goa secepat yang ia bisa. Dengan tiap langkah yang ia ambil, Yun Che semakin dekat dan dekat lagi dengan pintu masuk goa, dan hanya dalam sekejap mata, kini ia sudah maju mendekat sampai titik hanya ada jarak sepanjang tiga puluh tiga meter diantara tempatnya berpijak dan area pertarungan sengit tersebut. Sejauh ini, pemuda itu hanya merasakan perasaan yang mengintimidasi, tetapi tak ada yang bahaya sama sekali.

Disaat tempat tujuannya sudah berada tepat didepan mata, sebuah gelombang api yang besar jatuh dari arah langit dan menyelimuti beberapa kilometer kubik daerah di sekitarnya. Gelombang api ini tidak terlalu besar, dan juga tidak memiliki kekuatan penghancur yang kuat. Namun, gelombang api tersebut sangatlah pekat, dan serpihan kecinya jatuh tepat mengenai tubuh Yun Che.

Dengan cepat, pakaian yang dikenakan Yun Che terbakar. Dalam waktu yang bersamaan, efek kemampuan Star Concealing Pellet yang ia gunakan lenyap seketika. Namun Yun Che segera bereaksi dengan cepat dan menghindari gelombang panas itu di balik batu besar di sebelah kirinya. Setelah ia memadamkan api yang membakar pakaiannya, pemuda itu mengerutkan keningnya dalam.

Sial…

Efek kemampuan Star Concealing Pellet yang bisa membuatnya tak kasat mata menghilang seketika saat ia terkena serangan atau tersentuh oleh orang lain. Walaupun jika ia cepat-cepat masuk ke dalam goa atau kembali ke tempat semula; jika Yun Che keluar dari tempat persembunyiannya sekarang, baik Flame Dragon maupun kelima orang dari Guild Heaven Burning itu akan menemukannya. Tapi jika ia tetap bersembunyi di sini pun saat para anggota Guild Heaven Burning itu hendak kembali ke kota, pada akhirnya mereka juga akan menemukan Yun Che.

Kali ini, Yun Che benar-benar mendekati kematiannya sendiri!

Booom!!

Flame Dragon memuntahkan bola api dari atas langit, yang kemudian jatuh menghantam tanah yang letaknya tidak sampai seratus meter di depan Yun Che. Dengan bunyi ledakan yang keras, gelombang api berbentuk naga tersebut meledak, melontarkan kobaran api hingga menggapai langit dan menyebarkan temperature panas tinggi yang nyaris mampu melelehkan bebatuan.

Pada saat api tersebut meledak, Yun Che yang bersembunyi di balik batu besar itu membelalakkan matanya…

Kesempatan!!

Pada menit berikutnya, Yun Che melesat keluar dari tempat persembunyiannya bagai anak panah yang baru saja terlepas dari busur. Dengan menggunakan seluruh energi profound miliknya, pemuda itu bergegas menuju ke pintu masuk goa secepat yang ia bisa. Gelombang api yang terlontar hingga naik ke atas langit tersebut menutupi pandangan Flame Dragon dan kelima orang dari Guild Burning Heaven darinya. Gelombang energi yang besar tersebut cukup mampu untuk menyerap habis energi profound Yun Che yang tidak seberapa, namun ia beruntung karena kelima orang tersebut terlalu sibuk dengan pertarungan mereka sehingga mereka sama sekali tidak membiarkan diri mereka terdistraksi dengan hal lain di sekitar mereka.

Dalam jarak beberapa puluh kilometer ini merupakan jarak antara hidup dan mati untuk Yun Che. Ia melirik sekilas pada gelombang api yang mulai memudar itu dengan ekor matanya dan ia pun menggertakkan giginya, berharap andai saja ia bisa mempercepat larinya dengan kekuatan tekadnya yang besar. Saat berada di dalam bahaya, waktu seolah berjalan sangat lambat, dan rasanya lama sekali waktu yang dibutuhkan Yun Che untuk mencapai pintu masuk goa tersebut. Dalam jarak yang hanya tinggal sedikit, pemuda itu menarik nafas dalam-dalam, menendang permukaan dengan kedua kakinya, dan melompat maju dalam satu loncatan tinggi masuk ke dalam goa.

Tepat saat ia menjejakkan kakinya di dalam goa, gelombang api di luar lenyap tak bersisa. Pertarungan sengit antara Flame Dragon dan kelima orang praktisi Sky Profound Realm itu pun kembali terlihat di depan mata Yun Che.

Yun Che terengah-engah, berusaha keras untuk mengatur nafasnya, sambil berdiri di belakang batu besar yang luar biasa panas di depan pintu masuk goa. Seluruh tubuhnya basah oleh peluh, dan wajahnya tampak memerah, entah karena kepanasan atau kegirangan.

“Fiuh…. Akhirnya aku berhasil masuk,” Yun Che menepuk-nepuk dadanya, dan bergumam pada dirinya sendiri seolah rasa takut masih bergelung menguasai harinya. Setelah sejenak berusaha untuk menenangkan pikirannya, pemuda itu pun berjalan masuk lebih dalam lagi dengan langkah pelah.

Karena Flame Dragon memiliki tubuh yang besar, sudah semestinya goa tempatnya tinggal pun juga berukuran raksasa. Yun Che menajamkan kewaspadaannya dan perlahan melangkah maju ke depan. Temperatur di dalam goa jauh lebih tinggi daripada di luar. Tiap Yun Che mengambil satu langkah maju, keringatnya semakin deras bercucuran, kemudian menguap menjadi asap tipis saat peluhnya menyentuh tanah dengan bunyi *Sss Sss*.

Tidak diketahui dengan pasti berapa kilometer kedalaman goa ini, namun semakin dalam Yun Che menyusurinya, cahaya di sekitarnya pun semakin meredup. Setelah melangkahkan kakinya ke depan beberapa ratus langkah, kabut bercahaya kemerahan mendadak muncul dari arah depannya.

Sejenak Yun Che menghentikan langkahnya, kemudian ia kembali melesat maju dengan langkah cepat, nyaris terkesan terburu-buru. Ketika ia melihat sumber kabut kemerahan tersebut, kedua matanya membulat, memantulkan cahaya kemerahan yang dipenuhi oleh ketakjuban.

“Fire Spirit Grass!!”

Fire Spirit Grass dewasa dengan tinggi sekitar tujuh inchi dan memiliki akar yang pendek, biasanya mempunyai sembilan lembar daun, dan berpendar dalam gelap. Tanaman ini sangatlah langka dan hanya tumbuh di tempat yang dipenuhi dengan elemen api seperti tempat ini. Juga, pertumbuhan Fire Spirit Grass sangatlah lambat dan biasanya membutuhkan waktu sampai sepuluh tahun hingga akhirnya tanaman ini tumbuh berkembang dengan sempurna, dan karena alasan itulah Fire Spirit Grass ini memiliki nilai jual yang tinggi. Fire Spirit Grass bisa dibuat menjadi Fire Spirit Pellet, yang jika dikonsumsi, orang tersebut akan memiliki kemampuan untuk bertahan di dalam api bertemperatur tinggi dalam jangka waktu tertentu. Pellet tersebut juga bisa mengubah secara temporer energi profound di dalam profound vein seseorang sehingga energi tersebut memiliki atribut elemen api tanpa efek samping apapun baik itu perasaan terbakar atau hingga melukai dirinya sendiri. Bagi para praktisi profound yang sedang berlatih profound arts beratribut elemen api, tanaman ini sangatlah berguna untuk mereka.

Dan Fire Spirit Grass yang luar biasa sulit ditemukan itu tumbuh di tempat ini, dalam jumlah besar sekitar dua sampai tiga ratus ikat tanaman; terlebih lagi, seperempatnya sudah dewasa, berkembang sempurna. Namun di beberapa sudut terdapat area yang hanya tersisa akarnya saja. Jelas sekali tampaknya tanaman Fire Spirit Grass ini merupakan sumber makanan Flame Dragon.

Alasan lain kenapa Fire Spirit Grass sangatlah berharga adalah karena sebuah fakta bahwa tanaman ini sangat sulit untuk dikumpulkan dan disimpan. Sedikit saja kecerobohan mampu menyebabkan elemen api di dalam tanaman ini menghilang sepenuhnya. Namun, bagi Yun Che, hal tersebut sama sekali bukan masalah yang besar. Pemuda itu mengulurkan tangan kirinya dan menggenggam seikat Fire Spirit Grass yang sudah dewasa dengan menggebu-gebu, kemudian mengumpulkannya dengan mudah karena ia bisa langsung memasukkannya ke dalam Sky Poison Pearl.

Bahkan seikat Fire Spirit Grass yang masih muda atau terlalu tua saja bisa dijual dengan harga tinggi. Namun saat ini, Fire Spirit Grass yang berharga itu tengah dipanen oleh Yun Che dalam jumlah yang besar, seolah tanaman tersebut tidak lebih istimewa daripada tanaman kubis biasa.

Tidak lama kemudian, sudah lebih dari lima puluh ikat Fire Spirit Grass dewasa yang terkumpul di dalam Sky Poison Pearl. Yun Che sama sekali tidak menyentuh yang masih muda. Pemuda itu menggosokkan kedua tangannya kegirangan sambil menjerit-jerit gembira di dalam hati: Aku kaya!

Jika semua tanaman ini ia jual ke Guild Heaven Burning melalui perantara, coba bayangkan berapa banyak keuntungan yang akan dia dapatkan!

Dia tidak perlu khawatir dengan berapapun banyaknya uang yang ia keluarkan!

Yun Che menjumput seikat Fire Spirit Grass yang sudah ia kumpulkan, dan segera menggunakan Sky Poison Pearl untuk menghaluskannya menjadi pellet. Fire Spirit Grass itu pun berkerut hingga menjadi kecil pada saat diproses oleh Sky Poison Pearl, kemudian berubah menjadi obyek kecil yang mirip dengan batu ruby. Tanpa pikir panjang, Yun Che pun menjejalkan pellet tersebut ke dalam mulutnya.

Perasaan yang membakar mengalir turun ke dalam tubuhnya, melalui rongga mulutnya; diikuti dengan sensasi panas yang luar biasa keluar dari dalam tubuhnya, dan dalam sekejapan mata, menyebar ke seluruh tubuhnya. Setelah itu, panas yang membakar itu pun perlahan menguap… seketika, bahkan area sekelilingnya pun tidak lagi terasa panas. Peluh di tubuh Yun Che sudah tidak bercucuran lagi dan rasa kaku yang disebabkan oleh udara panas yang kering pun lenyap tak berbekas.

Tubuh Yun Che terasa lebih rileks setelahnya. Namun, dia masih belum mencapai ujung akhir goa tersebut. Pemuda itu pun mempercepat langkahnya, dan berjalan lebih masuk lagi ke dalam. Tidak lama setelahnya, sebuah sarang besar yang terbuat dari batu muncul di hadapannya. Ketika melihat ukuran dan bentuknya, ia yakin sekali bahwa tempat ini pasti adalah tempat Flame Dragon biasa berdiam dan tidur.

Namun Yun Che harus merasa kecewa karena sarang Flame Dragon sangatlah bersih; selain batu kerikil yang membara di sekitar sarang tersebut, tidak ada benda lain yang terlihat penting di sana.

*Geruduk… Geruduk…*

Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari luar sana. Walaupun Yun Che berdiri di bagian terdalam goa ini, namun ia masih bisa merasakan gelombang hawa panas yang menyembur tepat di wajahnya. Suara berat Flame Dragon pun kembali terdengar dari luar:

“Manusia-manusia serakah yang tidak tahu diri, bersiaplah untuk mendapatkan hukuman yang pantas untuk kalian!”

Tepat setelahnya, terdengar suara panik kelima anggota Guild Heaven Burning tersebut:

“Ah!! Apa yang terjadi! Bagaimana mungkin kekuatannya tiba-tiba…”

“Makhluk ini… Flame Dragon ini sama sekali bukan seekor Sky Profound Beast!! Dia pasti adalah Emperor Profound Beast! Ia terus menyembunyikan kekuatannya yang sesungguhnya; hanya untuk memancing kita ke tempat ini!”

“Ini gawat! Informasi yang kita terima tidak benar, mundur! Cepat mundur!!”

Ucapan Jasmine benar-benar menjadi kenyataan. Ternyata betul, Flame Dragon menyembunyikan kekuatan aslinya selama pertarungan sebelumnya, dan saat ini, akhirnya naga tersebut mengeluarkannya. Sementara para anggota Guild Heaven Burning tersebut saling berteriak panik, tanah di bawah mereka mulai bergetar hebat…  Bahkan seluruh Scarlet Dragon Mountain Range pun ikut bergetar. Yun Che pun membeku. Karena Flame Dragon sudah mengeluarkan kekuatannya yang sesungguhnya, itu berarti pertarungan ini akan segera berakhir. Jika ia tidak pergi sekarang, maka tidak akan ada lagi kesempatan baginya untuk kabur setelahnya!

Lima puluh ikat Fire Spirit Grass sudah cukup untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Yun Che pun membulatkan tekadnya dan berlari kencang menuju ke mulut goa. Namun, ia baru saja mengambil tiga langkah, mendadak hatinya kembali merasakan perasaan aneh itu lagi… dan langkahnya pun terhenti.

“Kenapa kau berhenti? Kalau kau tidak pergi sekarang, apakah kau mau Flame Dragon itu memanggangmu hidup-hidup sampai menjadi abu!” bentak Jasmine dingin.

Namun Yun Che tidak memberikan reaksi apa pun mendengar ucapan Jasmine barusan. Pemuda itu berbalik, dan dengan tangan di atas dada, ia menatap kosong pada sarang batu yang berpenghuni tersebut… ini adalah perasaan yang sama seperti sebelumnya, dan kali ini rasanya seolah ia sudah sangat dekat sekali…

Apa yang sebenarnya sedang memanggilku….

Bukannya segera kabur secepat mungkin, Yun Che berjalan ke arah sarang batu tersebut, sampai ia benar-benar masuk lagi ke dalamnya. Dalam waktu yang bersamaan, detak jantungnya pun ikut meningkat tajam.

Yun Che menyebarkan pandangannya, menatap ke sekeliling, dan akhirnya, pandangannya terkunci pada sudut terkanan dari sarang tersebut. Bebatuan disini sudah tua, dan bertahan dari segala macam keadaan sejak ratusan tahun yang lalu. Namun, ada satu batu yang kelihatannya sama sekali tidak ternoda sedikit pun bahkan oleh setitik debu dan tampaknya sudah berkali-kali dipindahkan. Yun Che buru-buru berjalan mendekatinya, menekan tangannya ke batu tersebut, dan mengerahkan tenaganya untuk memindahkannya.

Diikuti dengan suara bebatuan yang jatuh, setitik cahaya berwarna merah menyala muncul dalam jangkauan pandangan Yun Che.

Benda ini hanyalah batu kecil yang berbentuk bulat, ukurannya mirip dengan ukuran kelereng biasa. Benda ini mengeluarkan cahaya merah berkelap-kelip, namun cahaya yang dikeluarkannya lebih menakjubkan daripada cahaya batu ruby biasa. Saat menatap batu bulat berwarna merah tersebut, mendadak hati Yun Che, tanpa alasan yang pasti, menyimpan perasaan rindu yang teramat sangat. Ia menginginkan batu tersebut, dan dengan perasaan tersebut di dalam hatinya, Yun Che mengulurkan tangannya, berusaha untuk meraihnya.

“Jangan disentuh! Ada imprint inflamasi milik Flame Dragon di atasnya!”

Jasmine terlambat memperingatkannya. Tepat setelah ia mengucapkannya, tangan Yun Che sudah menggenggam batu bulat tersebut.

Dengan tiba-tiba, seolah baru saja terbangun, batu tersebut mengeluarkan sinar merah yang sangat menyilaukan hingga rasanya cahaya tersebut sanggup membungkus tubuh Yun Che seutuhnya.

Translator / Creator: Bewie