November 29, 2016

Against the Gods – Volume 1 / Chapter 47

 

The Boundary of Life and Death

Yun Che bergerak duduk dan memejamkan matanya. Setelah berhasil mengatur nafasnya, ekspresinya mulai terlihat tenang dan sudah tidak ada lagi perasaan yang bergelung di dalam hatinya. Bukan hanya rasa laparnya saja, tetapi perasaan gembira serta berdebar-debar setelah mendapatkan profound vein yang baru pun seketika lenyap tak berbekas. Kini pikiran dan kesadarannya terpusat pada bagian tengah, di pusat, susunan profound vein baru di dalam tubuhnya.

Karena ia masih memiliki memori tentang cara mengembangkan profound dari dua kehidupannya yang sebelumnya, Yun Che tidak lagi membutuhkan bimbingan orang lain untuk berkembang dari titik nol. Gelombang pertama kekuatan profound di dalam profound vein datang dari vitalitas orang yang bersangkutan; tepatnya, dengan perlahan menarik vitalitas orang tersebut, memasukkannya sedikit demi sedikit ke dalam profound vein miliknya, kemudian vitalitas tersebut secara perlahan akan bertransformasi menjadi energi profound dalam jumlah kecil. Setelah profound vein dipenuhi dengan energi profound ini, secara resmi orang tersebut sudah mengambil langkah pertamanya untuk mendapatkan kekuatan profound dari Elementary Profound Realm!

Praktisi dengan kemampuan menengah biasanya butuh sekitar setengah tahun untuk menjalani proses ini. Praktisi dengan kemampuan tinggi bisa menyelesaikan proses ini dalam waktu tiga sampai empat bulan. Setelah fondasi yang sangat penting ini berhasil dibangun, langkah selanjutnya adalah melanjutkan pengembangannya dengan menyerap vitalitas dari langit dan bumi. Tidak ada cara lain selain melakukan proses ini karena setelah memasuki Elementary Profound Realm, ia akan memiliki kemampuan menggunakan profound veinnya untuk menyerap vitalitas langit dan bumi.

Di tengah keheningan, energi Elementary Profound mulai mengental di dalam profound vein Yun Che… dengan Lima Puluh Empat Pintu Masuk Profound-nya yang sudah terbuka, vitalitas dari tubuhnya mengalir masuk ke lima puluh empat arah sekaligus dalam satu waktu; kecepatannya sangatlah tinggi, tak dapat terbayangkan oleh manusia biasa…

Sebelum Jasmine masuk ke dalam Sky Poison Pearl, gadis itu sudah memperingatkan Yun Che untuk tidak mengganggunya selama tiga hari ke depan. Namun ia sama sekali tidak menyangka bahwa tujuh hari telah berlalu saat ia terbangun.

Setelah tertidur di dalam Sky Poison Pearl selama tujuh hari, dampak buruk yang ia dapatkan setelah menggunakan kekuatan profoundnya akhirnya telah menghilang sepenuhnya. Gadis itu menatap Yun Che dari dalam Sky Poison Pearl dan tanpa sadar mengeluarkan suara *eh?* dari bibir merah mudanya, terdengar cukup terkejut.

Scarlet Dragon Mountain Range, air terjun di antara pegunungan.

Di dinding gunung setinggi dua sampai tiga ratus meter tersebut, sebuah air terjun yang sangat besar mengalir turun, memecah hamparan kolam air di bawahnya, menciptakan kabut tipis di udara sekitarnya. Suaranya bagai gemuruh halilintar, yang sangat besar dan berada jauh disana.

Di pinggiran air terjun tersebut, seorang pemuda yang bertelanjang dada tampak berjalan tanpa alas kaki menuju ke tengah air terjun tersebut yang terlihat seolah turun dari langit. Kekuatan profoundnya dikerahkan tanpa kesulitan sama sekali untuk melindungi kepala dan punggungnya.

Sosoknya terlihat sangat kecil sekali di bawah derasnya air terjun yang luar biasa besar tersebut. Walaupun ketinggian air terjun itu tidak seberapa, namun air yang mengalir dari atas sana sangatlah deras hingga rasanya bisa saja untuk menghantam tubuh seseorang sampai mati…

Namun pemuda ini terus berjalan tanpa mempedulikan hal tersebut, kemudian ia melangkah menuju batu besar di bawah air terjun yang entah sudah berapa lama terus dihantam oleh derasnya air yang mengalir dari atas sana.

Ketika Jasmine bergerak keluar dari Sky Poison Pearl, pemandangan inilah yang ia lihat. Ia menatap ketinggian air terjun tersebut dan kedua alisnya terangkat tinggi.

“Boom!”

Hempasan derasnya air yang jatuh, menabrak keras apa pun di bawahnya, menghantam tubuh Yun Che, seketika menghancurkan pertahanan yang dibuatnya dari energi profoundnya yang lemah, dan melontarkannya keras masuk ke dalam kolam air di bawah air terjun.

Rasa sakit yang membakar menguasai seluruh tubuh Yun Che sementara tubuh bagian atasnya kelihatan memerah. Darah tampak mengalir di sudut bibirnya… Namun tidak ada sedikit pun ketakutan atau kata menyerah yang terpantul dari sinar matanya. Sambil terengah-engah, ia berenang naik dan menggunakan seluruh sisa tenaganya untuk berenang melawan arus yang deras, kemudian ia memanjat naik ke tepian dengan sedikit kesulitan…

Hempasan air terjun saja sudah cukup mencederainya, dan dengan berenang melawan arus ke tepian, ia hampir saja kehabisan tenaganya. Namun, dia bukannya menyerah dan terengah-engah setelah naik ke tepian… ia malah, sekali lagi, berjalan menuju ke batu besar di bawah air terjun itu dengan tubuhnya yang sempoyongan. Kemudian ia memusatkan energi profoundnya yang tidak seberapa itu, energi profound terakhirnya, dan mengumpulkannya melindungi kepalanya.

“Sudah mencapai tingkat pertama Elementary Profound Realm? Dia benar-benar belajar cepat sekali!” Melihat energi profound Yun Che yang tidak seberapa itu dilepaskan, Jasmine tampak terkagum-kagum dalam hati. Hanya dalam waktu satu minggu yang singkat, dia berhasil mencapai tingkat pertama Elementary Profound Realm! Dengan kecepatan seperti ini, bahkan diantara semua orang yang ia kenal, sangatlah cukup untuk membuat orang lain terkejut.

Jelas sekali bahwa tubuh mortal dan profound vein barunya yang belum membangkitkan Evil God’s Secret Arts ini tidaklah berbeda dari profound vein milik orang kebanyakan… Metode apa yang ia gunakan untuk mencapai Elementary Profound Realm dalam waktu sesingkat ini, hanya dalam tujuh hari! Dengan tubuh manusia biasa, bahkan jika seluruh pintu masuk profoundnya sudah terbuka pun, setidaknya butuh sekitar satu bulan untuk mencapainya!

Namun, menantang dirinya untuk melawan air terjun sebesar ini pada tingkat pertama Elementary Profound Realm; pemuda itu benar-benar cari mati!

Dan setelah terlontar keras dari air terjun tadi, dengan kondisi yang hampir kehabisan kekuatan profound, ia sama sekali tidak beristirahat dan langsung kembali melangkahkan kakinya menuju ke air terjun itu lagi.

Jasmine segera berlari dan berteriak dengan suaranya yang merdu: “Apa kau sudah bosan hidup!”

Yun Che mendengar suara Jasmine dan menghentikan langkahnya sejenak. Tapi hanya sebentar saja, kemudian ia kembali berjalan menuju ke tengah air terjun itu.

“BOOM!!”

Energi profoundnya yang tersisa lenyap dalam sekejapan mata, dan seketika, selusin lebih luka-luka kecil di punggung Yun Che kembali terbuka. Bersamaan dengan pandangannya yang berubah gelap, Yun Che memuntahkan darah segar dari mulutnya, kemudian kembali terhempas ke dalam kolam berarus deras itu sekali lagi.

“Benar-benar gegabah sekali!” Jasmine mengernyit. Dengan cepat, ia bergerak mendekati Yun Che yang terombang-ambing terbawa arus, siap untuk melempar pemuda itu ke tepian. Tidak lama kemudian, siluet tubuh Yun Che terlihat di permukaan, tapi ketika Jasmine datang menghampirinya dan hendak menariknya, dia mendengar suara Yun Che yang serak dan terdengar lemah, namun dipenuhi dengan tekad bulat, menolak bantuannya…

“Jangan… bantu… aku…”

Wajah Yun Che yang mengambang naik ke permukaan air terlihat seputih kertas. Luka-luka di tubuhnya tampak mengerikan; saat pemuda itu membuka setengah matanya, pandangannya terlihat kabur, tetapi pada waktu bersamaan, tampak benar-benar sadar.

Yun Che tidak benar-benar kehilangan kesadarannya… Jasmine menarik kembali tangannya, dan ia kembali terkagum-kagum. Bukan! Mengingat kondisi Yun Che sebelumnya, jika orang biasa berada di posisi pemuda ini sekarang, tidak mungkin ia bisa tetap tersadar.

Sambil menatap pemuda itu, mendadak Jasmine bertanya-tanya, apakah mungkin ia hanya menggunakan tekad kuatnya, seakan hidupnya bergantung pada hal tersebut, untuk tetap terjaga seperti ini?

“Kau cukup hebat tidak kehilangan kesadaranmu, tapi apakah kau yakin bisa kembali ke tepian?” Seperti yang diinginkan Yun Che, Jasmine melayang di atasnya dan tidak membantunya sama sekali. Setelah gadis itu menyelesaikan ucapannya, mendadak ia teringat sesuatu, wajahnya memerah padam seketika dan ia buru-buru menepi dengan cepat seperti orang ketakutan. Dia terus mundur ke belakang, menjauh, sementara kedua tangannya terus menutupi rok bawahnya, sampai ia sudah berjarak cukup jauh.

Hanya saja, kali ini, jelas sekali perhatian Yun Che tidak tertuju padanya. Jika ia dalam kondisi normal, dia pasti masih bisa bertahan melawan arus deras seperti ini. Namun dengan kondisinya yang sekarang, arus deras ini bagaikan mimpi buruk; ia berusaha mengeluarkan segenap kekuatannya dari dalam profound veinnya yang sudah sangat kelelahan dan mengangkat tangannya yang kaku. Sambil terus berusaha untuk melawan arus yang menerjangnya dengan sangat kuat, perlahan ia berenang ke tepian, sedikit demi sedikit…

Tidak lama kemudian, otot-otot di tangan dan bahunya mulai mengejang… ini merupakan reaksi alami tubuh ketika seseorang benar-benar kehabisan tenaganya. Pada situasi seperti ini, tangan sudah mustahil untuk digerakkan, dan kurang lebih bisa dianggap seperti cacat, tidak bisa lagi digunakan… luka-luka di punggungnya terbuka, melebar perlahan, bersamaan dengan darah yang mengalir keluar tanpa henti… Jasmine merasa semakin gelisah saat ia melihat Yun Che dalam keadaan seperti itu hingga tanpa sadar kedua tangan yang sebelumnya mengepal itu akhirnya melonggar…

Namun, kedua tangan Yun Che kembali terangkat dan bergerak, dan perlahan tubuhnya semakin dekat dengan tepian. Mustahil untuk membayangkan darimana ia mendapatkan sisa energi untuk terus berenang ke tepian mengingat kekuatan tubuhnya sudah mencapai batasnya, tenaganya sudah tak bersisa, dan bahkan kesadarannya mulai timbul tenggelam… Mungkin bukan kekuatan yang mendorong tubuhnya untuk terus berenang ke tepian, tetapi kekuatan tekadnya… Tekad kuat yang luar biasa mengerikan!

Jasmine terus memperhatikan saat Yun Che memanjat naik ke tepian. Saat itu, Jasmine merasa merinding seolah ia sedang menyaksikan sebuah perang besar di depan matanya sendiri. Saat ia berpikir Yun Che akan jatuh pingsan setelah kehabisan tenaganya, ia malah melihat Yun Che yang bergerak sempoyongan berdiri sekali lagi.

Dia benar-benar masih bisa berdiri!!

Yun Che yang berdiri sekali lagi, berjalan ke arah Jasmine; langkahnya sangat lambat, dan pada tiap langkah yang ia ambil, tubuhnya semakin sempoyongan nyaris ambruk, dan bisa saja ambruk kapan pun. Dia terus berjalan lebih dari dua belas langkah sebelum akhirnya ia berhenti. Saat itulah Jasmine menemukan kolam kubangan kecil di sana. Kolam yang jelas sekali buatan manusia dan tidak lebih lebar dari satu meter. Dalamnya dipenuhi oleh… cairan hitam!

Yun Che masuk ke dalam kolam hitam tersebut dan berusaha bergerak turun dengan susah payah hingga seluruh tubuhnya, selain kepalanya, tenggelam dalam cairan hitam tersebut. Ketika itulah Yun Che menutup mata dan akhirnya kehilangan kesadarannya.

Jasmine bergerak menjejak tanah dan menatap Yun Che yang tak sadarkan diri dengan ekspresi yang sulit untuk dijelaskan.

Kolam itu jelas sekali pasti dibuat oleh Yun Che, karena di sekelilingnya tersebar berbagai macam barang. Kebanyakan di antaranya merupakan tanaman obat yang bermacam-macam, mungkin lebih dari dua puluh jenis. Ada satu tanaman obat yang berjumlah paling banyak, setumpuk ranting hitam dan dedaunan yang terlihat seperti kayu bakar kering. Baunya tercium seperti bau yang keluar dari kolam tersebut.

Jasmine mengulurkan tangannya, meraih sehelai dari akar tanaman tersebut, kemudian mencium aromanya. Dengan cepat, air mukanya tampak berubah: “Demon Skull Vine!”

Pemuda itu menenggelamkan tubuhnya dengan tanaman ini!!

Jadi dia menggunakan metode macam ini, dalam waktu tujuh hari yang singkat… Tidak! Bahkan mungkin kurang dari satu minggu, ia memaksa, mendorong, tubuhnya agar bisa mencapai Elementary Profound Realm!?

Jasmine memandang wajah Yun Che dalam diam… Wajahnya yang lembut dan sedikit kekanak-kanakan itu merupakan bukti yang kuat bahwa ia hanyalah seorang pemuda berusia enam belas tahun, tapi bagaimana mungkin ia bisa mencapai tingkatan ini!! Apakah jangan-jangan ia pernah… masuk ke dalam neraka sebelumnya?

Dua jam kemudian, Yun Che terbangun, ia melihat Jasmine melayang di sampingnya. Saat ia membuka matanya, dia tengah menatap dingin pada Yun Che dengan wajahnya yang kecil. Saat ia melihat Yun Che membuka matanya, ia segera turun, seolah itu merupakan refleksnya.

“Kau terus melakukan hal ini selama beberapa hari belakangan?” Jasmine membuka mulutnya dan bertanya.

“Kurang lebih,” Yun Che meluruskan tubuhnya yang masih lemah, sementara luka di punggungnya kurang lebih sudah mulai sembuh. Di dalam kolam hitam tersebut, tidak hanya Demon Skull Vines saja yang ada di dalamnya, tetapi juga ada tanaman obat lainnya yang ia petik sendiri, yang ia gunakan untuk membuat cairan penyembuh luka terbaik yang ia tahu.

“Apakah kau tidak takut mati!” raut wajah Jasmine entah kenapa berubah dingin.

“Aku tidak akan membiarkan diriku mati. Tidak akan!” Yun Che tertawa pelan dengan kepercayaan diri yang tinggi dan tekad yang bulat.

Jasmine tersenyum mencemooh: “Kau memandang dirimu terlalu tinggi. Memangnya kau pikir hanya ada air saja di air terjun itu? Jika ada batuan besar yang ikut terbawa arus, lalu jatuh dan menghantam tubuhmu, tubuhmu bisa patah jadi dua… aku ingin tahu, kenapa kau begitu nekat seperti itu?”

“Karena, aku harus menjadi kuat,” Yun Che menatap ke atas, dan berucap pelan: “Jika aku memiliki kekuatan yang besar, guruku tidak akan dipaksa mati, keluargaku pun tidak harus mendapatkan penghinaan… Sebelumnya, profound vein milikku cacat, sehingga aku tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan kekuatanku. Sekarang langit… oh, bukan, maksudku Jasmine telah memberikanku profound vein yang baru, jadi tentu saja aku tidak memiliki alasan apapun untuk terus bersikap malas dan acuh… Dan kau! Guru kecilku, Jasmine, kau sudah memerintahkanku dan hal pertama yang kau inginkan dariku adalah untuk mencapai tingkatan yang tidak ada seorang pun di seantero Blue Wind Empire yang pernah mencapainya sebelumnya, terlebih lagi hanya dalam waktu tiga puluh tahun saja; demi kau, bagaimana mungkin aku tidak berusaha sekeras yang kubisa?”

Translator / Creator: Bewie