November 24, 2016

Against the Gods – Volume 1 / Chapter 44

 

Immortal Blood of the Evil God

“??” Ucapan Yun Che membuat Jasmine membatu. Ketika ia melihat kemana pandangan Yun Che mengarah, ia pun akhirnya tersadar…

“YEEEK!!!!”

Jasmine melompat ke belakang secepat kilat, kedua tangannya refleks menutupi rok bawahannya. Dalam sekejap, wajah putihnya dipenuhi oleh perasaan kesal… panik… dan juga tampak merona merah.

Benar sekali, gadis penyendiri dan angkuh yang dapat bertindak sangat kejam ini tengah dikuasai oleh kepanikan dan wajahnya semerah kepiting rebus. Saat ini, ekspresi panik dan marahnya, wajahnya yang memerah padam, dan tangannya yang menutupi roknya membuatnya sama sekali tidak jauh berbeda dari anak perempuan biasa yang baru saja diintip roknya. Terlebih lagi, ada pesona dalam dirinya yang tidak dimiliki oleh anak perempuan lainnya, yang membuat Yun Che terpaku terkagum-kagum ketika ia melihatnya… Tentu saja, jika tidak ada nafsu membunuh yang tertuju padanya, maka semuanya akan menjadi sangat sempurna.

Wajah Jasmine dipenuhi oleh amarah; ia menggertakkan gigi gerahamnya dalam udara yang dingin, dan ekspresi di matanya semakin menyiratkan kemurkaannya, seolah ia ingin menguliti Yun Che hidup-hidup. Jasmine tumbuh dihujani dengan rasa hormat, pujaan, dan rasa takut dari yang lainnya. Kecuali keluarganya, hanya sedikit sekali orang yang berani menatap matanya. Dia sama sekali tidak pernah berpikir, bahwa tubuhnya akan dihinakan oleh seorang pria biasa, terlebih lagi seorang sampah tidak berguna!

Nafsu membunuh yang mengarah pada Yun Che cukup membuat bulu kuduknya hingga rasanya nyaris sama seperti disentuh oleh mata pedang yang tajam, seolah pemilik nafsu membunuh itu akan mencabik-cabiknya pada detik berikutnya. Namun air muka Yun Che tidak berubah; ia meregangkan otot lehernya yang hampir diretakkan oleh Jasmine dengan kaki kecilnya, dan berucap lugas saat ia berdiri sambil mengibaskan debu yang menempel di celananya: “Aku sudah menyetujui ketiga persyaratanmu itu. Sebelumnya kau bilang kau akan memberikanku profound vein yang baru, bukankah sekarang saat yang tepat untuk memberikannya padaku?”

Aura membunuh Jasmine sama sekali tidak memudar sedikitpun meski rona merah di wajahnya perlahan menghilang. Dengan sikap tubuh yang terhormat, tidak perlu membicarakan mengenai bagaimana mata seseorang dapat menghinakan tubuhnya; bahkan jika seseorang hanya menyentuh ujung jarinya, Jasmine akan memotong-motong tubuhnya menjadi beberapa bagian. Namun menghadapi Yun Che, meski pun ia menyimpan kebencian pada pria itu, dengan nafsu membunuh yang bahkan cukup untuk menembus langit, ia tidak bisa melakukan apapun, karena hidup Yun Che, juga merupakan hidupnya.

“Lupakan selamanya apa yang baru saja kau lihat!” ekspresi Jasmine tampak murka, dengan nafsu membunuh sedingin es. Namun, raut wajahnya dipenuhi oleh kejujuran, berukuran kecil dan terlihat manis. Bahkan jika ekspresinya tampak lebih kejam daripada ini pun, wajahnya masih akan terlihat menyenangkan untuk dilihat, yang membuat Yun Che sama sekali tidak menemukan adanya perlawanan dari gadis itu: “Jika bukan karena tuan putri ini berbagi hidup denganmu, tuan putri ini akan mencongkel keluar matamu, dan memastikan tidak akan ada satupun kuburan untukmu beristirahat selamanya!”

“… aku benar-benar tidak melihat hal yang tidak seharusnya kulihat!” ucap Yun Che panik, namun diam-diam menambahkan di dalam hati: Mhm, apa yang baru saja kulihat itu adalah hal yang sudah pasti harus dilihat.

Menghadapi Yun Che yang tidak dapat ia sentuh, amarah Jasmine akhirnya perlahan mereda, tetapi tangannya masih tetap memegangi roknya, takut jika ada hembusan angin yang akan meniupkan roknya. Kemudian ia berucap dingin: “Tuan putri ini akan membiarkanmu menjadi muridnya, tapi itu karena tuan putri ini tidak mau mengajarkan ilmu profoundnya pada sembarang orang tanpa alasan yang jelas. Bisa menjadi murid tuan putri ini merupakan keberuntungan yang sangat besar sekali seumur hidupmu. Mulai saat ini, kau harus memperlakukan tuan putri ini sebagai gurumu,”

“Uh, ini…” Yun Che tampak ragu.

“Kau tidak mau?” Jasmine mengangkat satu alisnya.

“Tentu saja aku tidak mau,” Yun Che menggelengkan kepalanya, dan berucap dengan hati-hati: “Aku sudah mengatakannya padamu sebelumnya bahwa aku memiliki seorang guru, yang menurunkan Sky Poison Pearl padaku. Guruku adalah laki-laki tua berambut putih, dan aku telah memanggilnya “guru” sejak lama. Jadi tiap kali kata “guru” terucap, aku akan langsung teringat padanya. Tapi karena kau sangat manis sekali, kau pasti tidak ingin imejmu tumpang tindih dengan sosok bayangan laki-laki tua dalam kepalaku tiap kali aku memanggilmu guru, bukan?”

Jasmine: “…..”

“Bagaimana kalau aku cukup memanggilmu “Jasmine”? Nama itu cukup manis, terdengar indah di telinga, dan cocok untukmu… Atau, aku juga bisa memanggilmu… si kecil Jasmine? Si kecil manis Jasmine? Jasmine’er? Si kecil Jasmine’er? JazJaz? Si kecil JazJaz? Si kecil MinMin? Memanggilmu tuan putri, yang mulia, atau putri Jasmine pun tidak masalah, atau…”

Jasmine sedikit mengernyitkan dahinya dan sudut bibirnya tampak berkedut pelan. Ia tidak tahan mendengarnya lagi, ia pun akhirnya berkata: “Kau boleh memanggil tuan putri ini Jasmine, tapi kau tidak boleh lupa di dalam hatimu bahwa tuan putri ini adalah gurumu! Dan lagi, kau tidak boleh lupa kewajiban dan posisimu sebagai muridku!”

“Tentu saja!” Yun Che mengangguk cepat, dan berkata: “Jika Jasmine dapat memberikanku profound vein yang baru, aku akan memperlakukanmu sebagai guruku, menghormatimu, patuh padamu, dan mengikuti semua perintahmu. Aku akan melakukan yang terbaik untuk menetralkan racun dalam dirimu, dan membantumu memulihkan tubuh fisikmu,”

Kalimat terakhir yang diucapkan Yun Che membuar tatapan Jasmine berubah. Kemudian, ia melanjutnya dengan suaranya yang dipenuhi oleh nafsu membunuh: “Juga, kau tidak diperbolehkan untuk melakukan apapun yang tidak terhormat padaku, jika tidak…”

“Tentu saja,” ucap Yun Che tulus: “Apa yang baru saja terjadi itu hanyalah kebetula-…”

“Diam!” Saat mendengar Yun Che menyebutkan kembali kejadian memalukan barusan, rasa malu dan amarah kembali menguasai Jasmine, dan nada suaranya sedikit memelan.

“Ah,” Yun Che buru-buru membungkam mulutnya, dan mulai mengarahkan pembicaraan ke topik yang paling ingin ia bicarakan saat ini: “Lalu, mengenai memberikanku profound vein yang baru, bisa kita mulai sekarang?”

Jasmine terdiam sejenak dan berkata: “Bawa tuan putri ini ke tempat yang tidak akan didekati oleh siapa pun,”

Karena ini merupakan pertama kalinya Yun Che menjejakkan kakinya di Cyan Forest Town, dia sama sekali tidak familiar dengan sekitarnya, dan ia benar-benar asing dengan Scarlet Dragon Mountain Range ini. Perut Yun Che mulai keroncongan, tetapi ucapan Jasmine membuatnya begitu girang hingga melupakan rasa laparnya. Dengan berhati-hati ia masuk lebih dalam lagi ke dalam Scarlet Dragon Mountain Range setelah berkeliling di sekitar gunung yang kecil, dia tiba di wilayah yang memiliki rumput hijau yang tebal. Melihat tidak ada tanda-tanda keberadaan manusia atau pun hewan buas, Yun Che pun menghentikan pencariannya.

“Di tempat ini saja… tidak ada yang akan datang, bukan?” Yun Che menyebar pandangannya ke sekeliling, dan berucap dengan sedikit ragu.

“Jasmine, pada akhirnya, bagaimana kau akan melakukannya?” tanya Yun Che. Bagaimanapun, mendapatkan profound vein yang baru dalam waktu singkat sangatlah tidak masuk akal, bahkan jika dipikir dari sudut pandang mana pun.

Jasmine, yang sedari tadi mengekor di belakang Yun Che, perlahan mendekatinya. Walaupun kakinya telanjang, namun sama sekali tidak ternodai oleh sedikitpun tanah ataupun debu selama mereka berjalan tadi. Kakinya sangat mulus dan seputih salju, membuat siapapun ingin menyentuh dan merasakannya dalam sekali lihat. Jasmine berhenti di depan Yun Che, tatapannya menatap lurus jauh ke depan, dan matanya berkilat: “Kau tahu alasan kenapa tuan putri ini dikejar-kejar, dan terinfeksi dengan racun mematikan ini?”

“Apa alasannya?” tanya Yun Che.

“Karena… tetesan darah ini!”

Yun Che tampak bingung ketika Jasmine perlahang mengangkat tangan kanannya. Jari telunjuknya yang ramping dan lembut mengarah ke langit, dan ujung jarinya, setetes tetesan air berwarna merah kehitaman perlahan melayang ke atas bersama dengan bola yang berpendar dalam cahaya yang mengerikan, sampai kemudian melayang-layang di ujung jarinya.

“Apa… ini?” Yun Che mendekat dan memfokuskan perhatiannya…  itu terlihat seperti, setetes darah?

“Tiga ratus tahun yang lalu, seseorang menemukan buku kuno ketika menjelajahi reruntuhan berbahaya dari Ancient Era. Disana terdapat pesan: “Di Primordial Era ini, terdapat sesosok true god yang dikenal sebagai “Evil God”. Dia merupakan dewa terakhir yang bertahan setelah keruntuhan masa Divine Era. Kematiannya menandakan akhir yang sesungguhnya dari Divine Era. Dan selama keruntuhannya, ia meninggalkan setetes darah immortal yang menyimpan sumber kekuatannya…”

“Jika ada seseorang yang dapat memiliki setetes darah immortal ini dan memasukkannya ke dalam tubuhnya, profound vein miliknya akan memiliki kemampuan untuk menggunakan kekuatan Evil God!”

“Banyak orang yang mendapatkan pengetahuan mengenai pesan ini: kata “Power of the True God” membuat semua orang tergiur. Karenanya, banyak orang mulai mencari darah Evil God ini. Namun selama berabad-abad, tidak ada satupun yang berhasil, dan tidak sampai sebulan yang lalu ada seseorang yang menemukan tempat keruntuhan Evil God. Oleh karena itu, banyak sekali orang yang berlomba-lomba datang ke tempat itu untuk mencarinya. Secara tidak sengaja, “Immortal Blood of the Evil God” yang legendaries itu ditemukan, dan membuat orang-orang saling berebut… tapi pada akhirnya, benda itu jatuh ke tanganku,”

“…. Mereka mengejarmu karena kau memiliki Blood of the Evil God?” tanya Yun Che, Pada waktu yang bersamaan, ia menjadi bingung… Blood of the Evil God? Banyak orang yang memperebutkannya? Jika memang terjadi keributan besar seperti itu, bagaimana mungkin aku tidak pernah mendengarnya? Bahkan kata “Evil God” saja baru kudengar barusan.

Dan, hal semacam ancient true gods…. Benar-benar ada?

“Hmph, berani-beraninya mencoba untuk mengambil milik tuan putri ini, mereka benar-benar bosan hidup!” Jasmine menyipitkan matanya yang dipenuhi oleh amarah, dan berucap penuh kemurkaan: “Hanya setelah aku mendapatkan Blood of the Evil God ini, akhirnya aku bisa menemukan kekuatan terpendam yang benar-benar berbeda dari ekspektasiku. Sama sekali tidak ada kekuatan hebat yang dapat merusak! Jika seseorang memasukkan kekuatan ini ke dalam tubuhnya, kekuatan ini hanya akan merubah struktur dan sifat yang dimiliki oleh profound vein milik orang tersebut, dan bahkan menghapus semua kekuatan yang terhimpun dalam profound veinnya yang lama! Semuanya dapat dimulai dari awal! Itu saja! Setelahnya, kekuatan profoundnya dapat dilatih sedikit demi sedikit!”

“Setidaknya, apa yang orang kira sebagai “Power of the True God” tidak ada disana. Bahkan, tidak lebih daripada jejak peninggalan “Evil God” yang tidak memiliki keistimewaan sama sekali! Tapi setidaknya, profound vein dari kekuatan ini akan sedikit lebih kuat daripada profound vein biasa!”

“Aku tidak terima harus membayar mahal dengan kehilangan seluruh kekuatanku saat ini hanya untuk menggunakan tetesan darah Evil God ini. Tapi jika kugunakan untukmu, sepertinya itu lebih pantas,” Jasmine menggetahkan jarinya, dan membuat tetesan darah merah itu melayang di depan dada Yun Che: “Profound vein milikmu sudah rusak sejak awal, dan kekuatan profoundmu sama sekali tidak berguna. Setelah memasukkan Blood of the Evil God ini ke dalam tubuhmu, profound vein milikmu akan terlahir kembali, digantikan dengan profound vein milik Evil God! Meskipun aku tidak merasakan kekuatan besar dari tetesan darah Evil God ini, ada kemungkinan kau akan mendapatkan kekuatan special dari profound vein milik Evil God! Bahkan jika tidakpun, kau tidak akan menjadi sampah tidak berguna seperti sebelumnya!”

Saat berbicara, mata Jasmine mendadak berkilat dan berubah cerah, kemudian ia menurunkan tangannya yang seputih salju. Ujung jarinya yang lembut memberikan stimulasi pada Blood of the Evil God, membuatnya melayang terbang dan menghunus masuk ke dalam dada Yun Che. Lubang di dada Yun Che mendadak terbuka, menampakkan setitik noda darah, dan tetesan darah merah yang misterius itu menyentuh darah Yun Che yang mengalir, seolah tertarik dalam aliran tersebut. Dalam sekedipan mata, kekuatan itu masuk ke dalam tubuh Yun Che….

Translator / Creator: Bewie