November 23, 2016

Against the Gods – Volume 1 / Chapter 41

 

Blood Soaked Jasmine (3)

Yun Che akhirnya berhasil menenangkan dirinya. Tapi dari apa yang dikatakan oleh gadis kecil itu barusan, digabungkan dengan apa yang ia gumamkan sebelumnya, ada beberapa kata yang terpikirkan oleh Yun Che. Putri ini… Absolute God Slaying Poison… Heavenly Profound Treasure…

Dia menyebut dirinya seorang putri? Apakah dia seorang putri dari kerajaan tertentu?

Dan apa itu Absolute God Slaying Poison? Aku mengetahui segala macam racun yang ada di dunia ini seperti aku mengenali punggung tanganku sendiri, tapi bagaimana mungkin aku belum pernah mendengar nama tersebut?

Dan Heavenly Poison Profound Treasure ini… Kakek berkata bahwa orang tua kandungku diburu karena mereka membawa sebuah “Heavenly Profound Treasure”, dan kata “Heavenly Profound Treasure” merupakan sebuah kata tabu yang menakutkan! Dan dari apa yang gadis ini katakan, jelas sekali bahwa ia sedang membicarakan “Sky Poison Pearl”. Apakah jangan-jangan ada lebih dari satu Heavenly Profound Treasure?

Tapi Yun Che tidak menanyakan pertanyaan-pertanyaan tersebut, lagipula ia merasa bahwa ini bukanlah waktu yang tepat untuk bertanya. Sejenak ia merasa ragu, namun akhirnya berkata: “Gadis kecil, aku tidak terlalu mengerti apa yang kau katakan. Namun karena kau akhirnya terbangun dari tidur panjangmu di Sky Poison Pearl, bisakah kau memberitahuku siapa namamu?”

Menghadapi pertanyaan Yun Che, air muka serta pandangan gadis itu tidak berubah, seolah dia tidak mendengarkan pertanyaan Yun Che sama sekali. Tapi setelah beberapa saat, akhirnya ia menjawab pertanyaan Yun Che. Ia menggerakkan bibirnya yang halus dan berwarna merah jambu, kemudian menggumamkan satu kata dengan nada dingin: “Jasmine”

“Jasmine?” Yun Che tersenyum, pandangannya tampak memberikan apresiasi yang tulus: “Bunga Melati sangatlah indah dan kecil, memiliki aroma yang harum, dan berwarna putih tanpa cela. Nama yang sesuai untukmu.”

“Putih tanpa cela?” air muka kesakitan gadis itu perlahan menghilang, bibirnya melengkung, membentuk seringaian dingin. Dan saat ini, hembusan angin dingin bertiup dan membuat rambut merahnya berkibar di udara. Selembar daun sewarna batu emerald menari dalam tiupan angin, dan gadis itu menangkapnya: “Aku adalah Jasmine, bunga melati yang telah diwarnai oleh merahnya darah!”

Gadis itu membuka genggamannya, daun tersebut kini sudah berubah menjadi serpihan kecil, dan mengeriyap keluar dari tangannya, terbang bersama hembusan angin.

“….” Yun Che merasakan perasaan merinding teramat sangat yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Serpihan kecil tersebut berpencar dalam hembusan angin, dan ketika beberapa diantaranya terbang ke arah tubuh gadis itu, pemandangan yang mengerikan terpampang di depan mata Yun Che…. Saat serpihan tersebut menyentuh tubuh gadis itu, mereka tidak menempel padanya, tetapi menembus tubuhnya dan beterbangan di belakangnya…

“!!!!” Apa ini? Jangan-jangan, tubuh gadis ini… tembus pandang?

Tidak! Jika dia memang tembus pandang, lalu bagaimana mungkin dia bisa menyambar pisau pendek tersebut dan menangkat daun yang jatuh seperti tadi? Apakah ia bisa menyentuh apa pun yang ia inginkan, tapi tak dapat tersentuh oleh apapun… tubuh semi-tembus pandang?

“Pertanyaanmu, tuan putri ini telah menjawabnya. Sekarang, waktumu untuk menjawab pertanyaan tuan putri,” sepasang mata bagai batu permata hitam itu menatap lurus pada Yun Che. Tatapan yang sungguh penuh daya tarik, namun, setajam pisau, dan menusuk langsung pada relung terdalam hati dan jiwa Yun Che: “Dimana kau mendapatkan Sky Poison Pearl itu!”

“Guruku mewariskannya padaku. Namun beliau telah meninggal, dan aku juga tidak tahu dimana ia mendapatkan Sky Poison Pearl ini,” Yun Che mengucapkannya secara lugas. Menghadapi tatapan gadis ini yang sangat cerah bagai berlian, Yun Che punya perasaan buruk yang mengatakan padanya untuk tidak berbohong bahkan jika hanya setengah kalimat saja. Jadi dia langsung menjawabnya dengan jujur… lagipula, kebenarannya pun mungkin tidak akan berguna untuk gadis ini.

Gadis itu menatap mata Yun Che selama tiga detik penuh, kemudian menatapnya sedikit lebih lama lagi. Menggunakan nada sedingin es yang tidak seharusnya dimiliki oleh bocah berumur dua belas atau tiga belas tahun, ia berucap dengan datar: “Sky Poison Pear, berada di peringkat kelima dari ketujuh Heavenly Profound Treasure; memiliki ruang dalam yang tak terhingga, dapat menetralkan segala jenis racun, memurnikan segala macam bahan. Ketika ia muncul secara tiba-tiba seribu tiga ratus tahun yang lalu, seluruh dunia berebut untuk mendapatkannya, kemudian ia menghilang tanpa jejak. Aku sama sekali tidak menyangka ia akan jatuh ke tangan orang tak berguna dengan Profound Vein yang telah rusak selamanya! Dan bahkan ia melebur bersama tubuhmu! Sungguh konyol sekali. Aku tidak tahu apakah Sky Poison Pearl telah kehilangan kemampuan spiritualnya, ataukah rohnya sudah menjadi gila!”

Tujuh Heavenly Profound Treasure… di peringkat kelima?

Alis gadis itu yang sebelumnya terlihat seperti bulan sabit bergerak turun, gelombang nafsu membunuh terasa kentara dan mengikat erat tubuh Yun Che: “Jika Sky Poison Pearl saja melebur bersama dengan orang tak berguna sepertimu, tidak mungkin ia tidak mau melebur dengan tuan putri ini!”

Hissss!!!

Luapan angin kencang yang dingin berhembus kencang ke arah Yun Che, dan punggungnya menghantam keras batang pohon di belakangnya bahkan sebelum pemuda itu sanggup bereaksi. Wajah cantik gadis itu dipenuhi oleh nafsu membunuh dan hanya berjarak satu kaki dari tempat Yun Che berdiri, dan tangan kirinya mencekik leher Yun Che kuat-kuat.

“Kau…” kedua mata Yun Che membulat lebar, dan wajahnya berubah pucat karena sesak.

“Aku akan memberikanmu dua pilihan,” wajah yang luar biasa cantik itu kini dipenuhi oleh kengerian, dan tiap kata yang terdengar begitu lembut tersebut membuat bulu kuduk meremang: “Pilihan pertamamu, berikan Sky Poison Pearl itu pada tuan putri ini dengan patuh. Pilihan yang kedua adalah tuan putri ini akan mengambil Sky Poison Pearl dari jasadmu setelah aku mengambil nyawamu!”

Meskipun tangan gadis itu sangatlah halus bagaikan batu giok yang lembut, tangan itu mencekik kuat tenggorokannya, dan membuatnya tidak hanya kesakitan tapi juga membuatnya tidak dapat bergerak. Namun, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan sedikit pun kepanikan, malahan ia angkat bicara dengan suaranya yang lemah dan serak: “Aku memilih pilihan yang kedua, cepat bunuh aku sekarang,”

Mata indah gadis itu menyipit, dan ia pun mencibir: “Kau pikir tuan putri ini tidak berani melakukannya?”

Saat gadis itu berbicara, jemarinya semakin erat mencekik leher Yun Che. Lima bayang-bayang garis jejak darah segera muncul di leher Yun Che, dan air mukanya semakin terlihat kesakitan daripada sebelumnya. Namun pemuda itu melengkungkan bibirnya, melemparkan seulas senyum dengan wajah yang pucat: “Jika kau memang ingin aku mati… maka tadi… kau tidak akan menyelamatkanku bahkan sampai mengambil resiko terkena rebound racun itu!”

Jasmine: “…..”

Yun Che menatap lurus pada matanya, dan melanjutkan sementara wajahnya semakin menggambarkan rasa sakit yang dialaminya: “Kau terkena racun yang aneh, tapi racun ini tidak hanya meracuni tubuhmu, tapi juga meracuni jiwamu! Malam itu, tubuhmu sudah menghilang di depan mataku, dan kau hanyalah jiwa yang tersiksa oleh racun yang kuat ini… tubuh yang kau miliki sekarang ini hanyalah tubuh semi-fisik yang terlahir karena kau memaksa menghisap darahku sebelumnya, sambil meminjam kekuatan dari Sky Poison Pearl yang melebur bersama tubuhku! Itu artinya, hidupku, juga merupakan hidupmu! Jika kau mati, hal itu tidak akan berdampak apapun bagiku; sebaliknya jika aku mati, kau juga akan mati bersamaku!”

“Jika aku memberikan Sky Poison Pearl padamu, itu berarti aku benar-benar mengundang kematianku sendiri!”

“….” Syok tergambar jelas di mata Jasmine, dan perlahan ia melepaskan tangan kecilnya dari leher Yun Che.

Setelah terlepas dari cekikan tersebut, Yun Che terbatuk-batuk dengan sangat keras. Kemudian ia muntah dengan begitu hebatnya hingga mengeluarkan cairan empedunya. Air mukanya terlihat lebih pucat daripada sebelumnya.

“Kelihatannya kau masih sedikit berguna,” Jasmine menatapnya dari sudut matanya: “Bagaimana mungkin kau bisa mengetahui semua itu?”

“Heh…” Yun Che menyeringai kecil, lalu membalas dengan suara pelan: “Karena aku merupakan tabib yang sangat ahli! Jika kau tidak ingin mati, kau bukan hanya harus membebaskan aku, tapi juga harus melindungiku dengan segenap kekuatanmu! Untuk menggabungkan jiwamu ke dalam satu tubuh, setidaknya perlu memiliki kekuatan Emperor Profound Realm! Dan hidupmu, tentu saja jauh lebih berharga daripada hidupku,”

Untuk mencapai Emperor Profound Realm pada umur dua belas atau tiga belas tahun, orang lain dapat membayangkan keraguan di dalam hati Yun Che saat ia mengucapkan hal tersebut. Di seantero Blue Wind Empitre, jika ada seseorang yang mencapai Sky Profound Realm, orang tersebut akan dianggap sangat kuat tak terkalahkan; dan untuk orang-orang yang telah mencapai Emperor Profound Realm, bahkan tidak ada sepuluh orang pun di seantero Blue Wind Empire. Tanpa pengecualian, orang-orang ini dapat membanggakan diri layaknya seorang kaisar, karena mereka tak tertandingi di langit dan di bumi. Untuk mencapai realm tersebut, seseorang tidak hanya memerlukan kecerdikan dan peruntungan yang luar biasa, tetapi juga membutuhkan sejumlah waktu yang memadai. Setelah mencapai realm ini, bahkan meskipun raga mereka dihancurkan, mereka masih bisa mengambil bentuk kristalisasi jiwa; jika mereka berkesempatan untuk membangun kembali tubuh fisik mereka, mereka dapat hidup kembali seperti sedia kala.

Namun gadis yang tubuhnya telah hancur ini memiliki jiwa yang masih hidup dan bergantung pada hidup Yun Che. Gadis ini jelas sekali memiliki kekuatan Emperor Profound Realm! Betapa mengerikannya konsep tersebut?

Namun kata-kata gadis itu berikutnya membuat Yun Che membatu selama lima detik penuh.

“Emperor Profound Realm?” tatapan gadis itu sama sekali tidak tampak gentar, namun wajahnya menunjukkan betapa ia tidak tertarik dengan hal tersebut: “Apa itu?”

Yun Che: “….”

Pada waktu yang bersamaan, suara langkah kaki yang bergerak cepat terdengar. Pandangan Jasmine membeku, kemudian perlahan membalikkan tubuhnya. Pemilik langkah kaki tersebut muncul di hadapan mereka tak lama kemudian.

Xiao Jiu!

“Satu lagi orang datang untuk mengambil nyawaku. Apa yang akan kau lakukan terserah padamu.”

Ketika ia menghadapi Xiao Ba sebelumnya, meskipun ia memiliki “senjata rahasia” di tangannya, tidak mungkin rasanya bagi Yun Che untuk meyakinkan dirinya betapa ia sangat gugup. Tapi sekarang, melihat Xiao Jiu di depan matanya, dia sama sekali tidak gugup sedikit pun. Ia menyandarkan setengah tubuhnya pada batang pohon di belakangnya, pandangannya yang beralih pada Xiao Jiu menatapnya dengan sedikit kasihan… dan kekecewaan… Kenapa hanya Xiao Jiu yang datang? Akan sangat hebat sekali jika beberapa orang yang lain datang menemaninya di kuburan.

Pertama-tama Xiao Jiu menatap Yun Che, kemudian ia melihat kubangan darah dan daging yang tercincang di atas tanah. Meski pun tubuh Xiao Ba sudah berhamburan menjadi ribuan potongan kecil, Xiao Jiu masih bisa mengenalinya karena mereka sudah menjadi teman seperjuangan selama beberapa dekade. Wajahnya berubah pucat selama beberapa saat. Tetapi saat pandangannya jatuh pada sosok Jasmine, ia pun terperangah.

Xiao Ba dan Xiao Jiu keduanya terlahir dari garis darah yang tidak murni hingga posisi mereka di Sekte Xiao sangatlah kecil. Namun karena mereka menunjukkan talenta yang luar biasa, mereka dipilih dan mengikuti pelatihan yang keras, kemudian mereka diangkat menjadi pengawal pribadi Xiao Kuangyun. Mereka tidak hanya memiliki kekuatan profound yang besar, tapi kepribadian mereka juga sangat dingin dan kejam. Mereka hanya memahami loyalitas, dan tidak tertarik pada hal lainnya… termasuk wanita! Walaupun mereka memiliki gadis muda yang sangat cantik dalam dekapan mereka, ekspresi serta perasaan mereka sama sekali tidak berubah sedikit pun, seakan mereka adalah robot tanpa dorongan seksual. Tentu saja, mereka tidak mungkin pula menjadi seorang pedofil.

Tetapi pada saat ia bertemu pandang dengan Jasmine, matanya terpesona dan tubuhnya merasakan sensasi menakjubkan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya; seluruh darah di tubuhnya nyaris mendidih.

Dia tidak tahu bahasa apa yang bisa ia gunakan untuk menggambarkan kecantikan gadis di hadapannya ini… Matanya, bagaikan mutiara terindah di dunia, bercahaya dengan kecantikan yang sedikit membingungkan. Sungguh sempurna pipi serta wajah gadis tersebut, tanpa cela hingga pada titik tidak dapat dibandingkan dengan patung terindah yang terbuat dari batu giok….

Garis tubuh yang kecil dan halus yang dipenuhi oleh aura polos kekanak-kanakan, sangatlah menggoda. Saat ia mengikuti gaun putih itu ke bawah, keindahan bagai alam natural merebak keluar. Di bawah keliman roknya, terlihat kaki yang ramping dan halus, Dengan kulit putih tanpa cela seolah terbuat dari batu giok, tampak mulus bak tertutupi oleh madu serta susu, dan terlihat jernih seperti jernihnya kristal es. Kakinya yang menyentuh tanah bagaikan dua buah teratai es yang bermekaran, sangat indah, seakan mereka tidak seharusnya berada di dunia manusia.

Di dunia ini, bagaimana mungkin ada makhluk yang begitu indah seperti ini….?

Xiao Jiu terperangah sepenuhnya, kedua matanya terbelalak lebar dan menyiratkan betapa ia sangat terpesona seakan kesadarannya tengah berada di surga saat ini. Seolah jiwanya telah terampas darinya, ia lupa bahwa Xiao Ba mati secara tragis, dan ia juga lupa bahwa ia harus membunuh Yun Che. Di matanya, dalam kesadarannya, hanya ada gadis cantik di hadapannya ini yang menyedot seluruh warna di langit dan bumi. Rambut merahnya yang panjang tertiup angin, menambah kesan menggoda pada kecantikannya yang sempurna. Hal itu membuat degup jantungnya semakin cepat, dan suhu tubuhnya meningkat. Hatinya dipenuhi keinginan untuk memiliki gadis itu, memenjarakannya di bawah tubuhnya, dan mengacak-acak liar gadis itu sesuka hatinya.

“Aku akan membunuhmu!!” melihat Xiao Jiu yang memandangnya terpesona, kemarahan muncul di wajah Jasmine. Dengan cepat ia mengangkat sebelah tangannya yang halus bagaikan batu giok, dan mengarahkan telapaknya pada dada Xiao Jiu….

Translator / Creator: Bewie