November 2, 2016

Against the Gods – Volume 1 / Chapter 25

 

Upheaval (4)

Hari ini dapat dikatakan sebagai hari tersibuk guild Xiao.

Pagi-pagi sekali, pintu masuk guild Xiao telah ramai padat. Semua keluarga berpengaruh di Floating Cloud City dapat dilihat disini, dan lagipula, mereka diwakili oleh kepala mereka. Walaupun banyak yang datang, tidak ada seorang pun yang berani bersuara keras. Mereka semua berbisik satu sama lain dengan suara sekecil mungkin karena takut mereka akan mengganggu tamu penting diantara guild Xiao.

“Aku dengar dahulu kala bahwa pendiri guild Xiao berasal dari Sekte Xiao. Tak disangka sepertinya itu benar.”

“Guild Xiao akan naik ke tingkatan baru. Kita harus menjaga hubungan baik dengan mereka mulai saat ini.”

“Untunglah aku tidak pernah menyinggung guild Xiao, jika tidak aku tidak akan bisa makan atau tidur dengan damai.”

“Kakek Mu, kenapa kau datang juga?”

“Oh, setiap orang bergegas untuk menjadi yang pertama di sini, jadi tidak mungkin aku tidak datang. Mereka di sini untuk membangun sebuah hubungan, tapi aku di sini hanya karena suatu hal. Bagaimana jika anak nakal dari Sekte Xiao memeriksa berapa banyak keluarga berpengaruh yang ada di Floating Cloud City lalu melihat kalau tidak satu pun dari keluarga Mu yang datang kemari? Jika mereka menemukan beberapa kesalahan dengan itu, maka seluruh keluargaku akan menanggung akibatnya.”

Pintu masuk guild Xiao masih tertutup, dan setiap orang yang ada di luar semuanya menunggu dengan hati-hati. Tak seorang pun dari mereka berani pergi.

Mereka menunggu hingga jam sembilan pagi.

Sebelum fajar, sebuah panggung telah didirikan di tanah kosong di tengah guild Xiao, dengan kursi, meja, dan semua jenis peralatan diatur disekitarnya. Pada jam delapan pagi, guild Xiao mengumumkan perintah mendesak agar semua penduduknya berkumpul. Seketika itu juga, penduduk guild Xiao berkumpul bersama, mereka segera bergegas ke tempat pertemuan. Kurang dari seperempat jam, setiap orang di guild Xiao, tua maupun muda, berada di tempat yang telah ditentukan dengan tanpa seorangpun ketinggalan.

Hari ini akan menjadi hari yang sangat penting bagi guild Xiao. Mereka semua jelas tahu apa yang akan terjadi hari ini, dan sebagian besar menunjukkan kegembiraan dan harapan. Bahkan ada beberapa orang dengan bakat rata-rata yang masih berharap di dalam hatinya untuk mendapatkan kesempatan untuk dipilih oleh orang-orang yang datang dari Sekte Xiao itu.

Xiao Che pada dasarnya menjadi yang terakhir tiba. Ketika dia berjalan memimpin Xia Qingyue dengan menggandeng tangan dengan kecepatan yang tidak cepat atau pun lambat, dia otomatis menjadi pusat perhatian dari semua orang yang hadir… Tentu saja, jika dia hanya sendirian, kemungkinan tak seorang pun akan mau melihatnya bahkan untuk kedua kalinya. Yang paling penting adalah karena Xia Qingyue ada disisinya!

Dia mempunyai postur yang sangat menawan dan kulit yang cukup memikat untuk dapat menaklukkan tidak hanya kota, tapi juga dunia. Orang-orang yang ada disana bertingkah seolah mereka melihat seorang bidadari sungai yang cantik tiada tara berjalan pelan kearah mereka. Hal ini terutama berlaku untuk para laki-laki muda, yang berdiri disana dengan tatapan mata dan debaran hati yang sangat cepat. Beberapa bahkan secara tidak sadar mengeluarkan air liur di sudut mulut mereka..

Sebaliknya, Xiao Che yang ada disampingnya… Wajahnya pucat, kelopak matanya menurun, matanya terlihat tak berjiwa, dan langkah kakinya kurang bertenaga. Dia bahkan belum berjalan selusin langkah dan sudah menguap tiga kali dengan penampilan seperti seseorang yang telah melakukan hubungan seksual yang berlebihan dan sekarang merindukan untuk bisa tidur.

Hah? Hubungan seksual yang berlebihan…

Saat mereka memikirkan hal ini dan juga melihat mereka berdua berpegangan tangan, beberapa orang menggertakkan giginya seolah mereka bergetar semuanya. Mata mereka memancarkan kekecewaan yang mendalam dan api kecemburuan. Memikirkan tentang keindahan surgawi ini, seorang dewi yang mereka rindukan dalam mimpi mereka ditekan ke bawah setiap hari oleh sepotong sampah yang paling mereka rendahkan, perut mereka hampir terbelah dengan amarah dan cemburu.

Penampilan Xiao Che yang setengah tertidur dan sangat lelah bukanlah sebuah akting, tapi itu jelas bukan karena hubungan seks yang berlebihan. Akan menjadi aneh jika dia mempunyai energi saat dia bangun jam tiga pagi untuk pengobatan akupuntur rutin, bekerja sendiri hingga setengah mati, itu pasti tidak mungkin Xia Qingyue yang melakukannya. Malah, saat mereka sedang berjalan, Xiao Che tiba-tiba menggenggamnya di bawah tatapan mata banyak orang. Karena Xia Qingyue tidak bisa dengan tidak sopan melepaskan dirinya, lagipula sebenarnya dia telah terbiasa membiarkannya memegang tangannya selama beberapa hari ini, dia hanya bisa membiarkannya saja.

“Semua yang ada dalam guild Xiao sangat baik, kecuali kenyataan bahwa kita mempunyai sepotong sampah yang tidak dibutuhkan dan tidak sedap dipandang!”

Saat Xiao Che berjalan melewati seorang pemuda, sebuah hinaan yang cukup keras didengar olehnya datang dari samping. Xiao Che mengangkat sedikit alisnya dan melihat cucu Ketua ketiga Xiao Ze, Xiao Chengzi, dengan seksama menyipitkan matanya ke depan. Sebuah cibiran samar menggantung disudut mulutnya, dan diwajahnya terlihat rasa iri yang sangat ingin dia sembunyikan.

Dia mengatakan kata-kata itu ke orang yang ada didepannya, namun bahkan seorang idiot pun tahu bahwa dia telah mengejek Xiao Che. Seketika, suara tawa terdengar disekitarnya. Masing-masing dan setiap murid yang masih muda memandang Xiao Che dengan ekspresi mengejek di mata mereka.

“Brother Chengzhi, apakah kau sedang membicarakanku sekarang?” langkah Xiao Che terhenti saat dia bertanya pada Xiao Chengzhi dengan senyum yang tidak berbahaya di wajahnya.

“Oh, brother Xiao Che, kau salah paham. Aku jelas membicarakan tentang sepotong sampah sekarang. Karena brother Xiao Che menanyakannya, apakah itu berarti kalau kau merasa dirimu seperti sepotong sampah?” Xiao Chengzhi berbalik dan berkata dengan senyum. Saat tatapannya menyentuh wajah cantik Xia Qingyue, sulit untuk menyamarkan tatapan yang menyinarkan gairah di matanya.

“Oh! Jadi begitu!” Xiao Che mengangguk dengan pemahaman yang mendadak. Dia lalu menarik tangan Xia Qingyue bersamanya: “Sepertinya dia tidak berkata tentangku. Qingyue istriku, ayo cepat dan kembali ke posisi kita.. Tut tut, daripada aku terlihat seperti seekor kodok yang menyedihkan bermimpi untuk memakan daging angsa, aku lebih memilih menjadi sepotong sampah yang tidur dengan memegang angsa setiap malam. Qingyue istriku, apa pendapatmu?”

“Apa… yang kau katakan!!” Xiao Chengzhi tiba-tiba berbalik, wajahnya terlihat muram.

“Huh?” Xiao Che berhenti dan melihat padanya dengan terkejut: “Brother Chengzhi, apa yang salah? Aku hanya berbicara tentang seekor katak jadi mengapa kau mempunyai reaksi aneh seperti itu? Jangan bilang kalau Chengzhi mempunyai hubungan khusus dengan katak yang sedang kubicarakan?”

“Kau!!” Bibir gemetar Xiao Chengzhi menunjukkan kemarahannya yang besar sekali, tapi dia tidak bisa berkata apapun.

“Qingyue istriku, lebih baik kita segera kembali. Seekor katak akan menggigit saat dia gelisah. Jika kita tergigit oleh hewan ini, bukankah itu akan menjadi sangat menjijikkan?” Saat Xiao Che berbicara, dia menarik Xia Qingyue menjauh.

Otot wajah Xiao Chengzhi menegang seolah dia hampir muntah darah.

“Che, Qingyue, kemari.”

Di tengah kerumunan, Xiao Che dengan cepat melihat Xiao Lie memanggilnya dengan Xiao Lingxi di sisinya. Dia dan Xia Qingyue berjalan dengan cepat.

Setelah Xia Qingyue menjalani pengobatan akupuntur Xiao Che, tidak hanya fisiknya, bahkan wajahnya menunjukkan perubahan besar. Tidak hanya fisiknya, kulitnya menjadi lebih halus, cerah dan bercahaya. Bagaimanapun, perubahan kulit ini memberikan arti yang berbeda di bawah mata Xiao Lie. Melihat Xiao Che yang jelas memancarkan sikap tak bergairah, Xiao Lie merendahkan suaranya dan berkata dengan tawa kecil: “Che, kau masih terlalu muda. Kau baru setengah tumbuh, dan tubuhmu masih berkembang. Mengenai hal ini antara laki-laki dan perempuan, kau harus mengendalikan dirimu sendiri sebanyak mungkin atau hal itu akan membahayakan tubuhmu.”

“Ah?” Xiao Che menatapnya. Setelah sadar, dia hanya bisa mengangguk malu: “Ini… Aku mengerti. Untuk selanjutnya, aku pasti akan mengontrol… mengontrol… AH!”

Dia mengeluarkan suara kesakitan. Tangan kecil yang dipegangnya tiba-tiba menusuknya tanpa ampun dengan kukunya. Xia Qingyue memalingkan wajahnya, tapi seseorang dapat melihat samar-samar goresan merah muda perlahan-lahan tersebar di pipinya.

Eh eh ehhh? Dia benar-benar tersipu…

Xiao Che hendak diam-diam menjelaskan dirinya sendiri, saat ia sekali lagi meringis kesakitan… itu adalah tangan kecil Xiao Lingxi yang telah mencubit lengan kirinya dengan ganas.

“Bibi, mengapa kau mencubitku?” Xiao Che berkata saat dia melihat Xiao Lingxi, ekspresi bersalah di wajahnya.

“Hmph!” Xiao Lingxi cemberut dan juga berpaling ke arah lain, mengabaikannya dalam kemarahan.

“Tuan muda Xiao telah tiba!!”

Pada saat ini, teriakan yang keras dan jelas muncul dari depan kerumunan. Kerumunan itu langsung terdiam saat mata setiap orang mengarah ke sumber suara, ingin melihat sekilas keanggunan anggota Sekte Xiao. Tidak lama setelah itu, seorang pemuda berpakaian mewah dengan sikap bangga berjalan melalui kerumunan. Xiao Moshan berada tidak lebih dari setengah langkah di belakangnya, dan Xiao Yunhai berada di depan secara pribadi memimpin jalan. Ekspresi dan posturnya berbeda, dengan tak sedikitpun rasa hormat.

Di bawah bimbingan Xiao Yunhai, Xiao Kuangyun berjalan ke atas panggung yang telah didirikan dan duduk di kursi kehormatan yang ada di tengah. Dia menyapukan pandangan pada anggota guild Xiao di bawahnya dengan penampilan angkuh seperti seorang kaisar mengawasi prajuritnya. Beberapa saat kemudian, dia mengangguk pada Xiao Yunhai untuk menandakan bahwa dia bisa memulainya.

“Apakah ini tembakan besar dari Sekte Xiao? Jika kita tidak membicarakan hal lain, penampilannya masih agak kurang sedap dipandang. Bukankah gen dari Sekte Xiao yang agung seharusnya tangguh… Eh? Dia bukan diadopsi, kan?” Xiao Che menggumam pelan.

“Seratus orang seperti dia tidak dapat dibandingkan dengan Che kecil!” Xiao Lingxi menggema saat menjawab. Segera saat dia mengatakan itu, dia ingat bahwa dia seharusnya marah padanya. Dia sekali lagi dengan cepat mengeluarkan suara *hmph*, dan memalingkan wajah untuk mengabaikannya.

“Che, Xi, jangan mengatakan omong kosong.” Xiao Lie berkata dengan suara pelan.

“Oh.” Xiao Che menjawab, segera dia berhenti bicara.

“Apakah semua orang dari guild Xiao disini?” Xiao Kuangyun berkata pelan dengan setengah mata terbuka dan dengan nada bosan. Namun, kedua matanya dengan cepat berputar mencari dikerumunan sosok bidadari yang dia lihat kemarin serta gadis yang Xiao Yulong anggap setara dengan bidadari itu.

“Sudah dipastikan. Setiap orang hadir, tidak akan ada satupun yang tertinggal.” Xiao Yunhai berkata dengan tatapan serius di wajahnya.

“Bagus sekali!” Xiao Kuangyun mengangguk. Tatapannya lalu condong ke pintu masuk utama: “Siapa orang-orang yang berdiri di luar pintu itu?”

“Lapor tuan muda Xiao, mereka semua keluarga yang kuat di Floating Cloud City. Mereka telah berkumpul disini sejak dini hari tadi, berharap dapat sekilas melihat keanggunan tuan muda Xiao.” Xiao Yunhai menjawab saat dia akan bangkit dari kursinya.

“Ah, seperti itu.” Xiao Kuangyun mengangguk lalu berkata dengan melambaikan tangannya: “Karena mereka adalah tamu, kita tidak boleh membiarkan mereka menunggu diluar seperti itu. Biarkan mereka masuk. Ada orang-orang yang diluar guild Xiao menyaksikan urusan hari ini juga merupakan hal yang baik, atau orang lain mungkin nantinya berkata kalau aku berat sebelah.”

Xiao Yunhai segera mendekat kearahnya: “Tuan muda Xiao benar-benar pantas menjadi anak dari master Sekte Xiao. Kau masih begitu muda namun begitu berpikiran terbuka. Cukup membuatku memerah karena malu… Xiao De, undang tamu kita untuk masuk.”

Pintu utama dibuka dan semua penduduk yang berkuasa di Floating Cloud City secara teratur berjalan masuk, masing-masing dan tiap orang dengan sikap diam. Semuanya membawa hadiah yang berat. Diantara kerumunan, Xiao Che juga melihat ayah Xia Qingyue, Xia Hongyi.

“Bagus sekali, sekarang kita bisa memulainya.” Xiao Kuangyun meluruskan kursinya dan akhirnya diasumsikan apa yang bisa dianggap sebagai posisi duduk normal seperti ia melihat ke bawah dan berkata ringan: “Namaku Xiao Kuangyun dan aku dari Sekte Xiao. Atas nama besar Sekte Xiao, kalian semua seharusnya sudah tahu. Di Blue Wind Empire, tidak ada hal yang tidak dapat diselesaikan oleh Sekte Xiao-ku. Kalian semua seharusnya merasa terhormat dan bangga karena walaupun kalian sedikit lemah, namun masih bisa dikatakan mempunyai hubungan dengan Sekte Xiao. Pendiri guild Xiao adalah anak dari salah satu tetua Sekte Xiao. Namun, walaupun pendirimu anak tetua, dia sebenarnya lahir dari seorang pelayan perempuan. Kedudukannya sangat rendah sehingga tidak pantas disebutkan, dan kekuatan tenaga dalamnya sangat kurang. Seperti potongan sampah, dia tidak pantas tinggal di Sekte Xiao. Pendirimu lalu dibuang oleh tetua ke tempat ini, dan itulah bagaimana guild Xiaomu muncul.”

Kata-kata yang sangat kasar Xiao Kuangyun tidak menyembunyikan penghinaannya untuk seluruh guild Xiao dan pendirinya. Beberapa anggota guild Xiao marah mendengarkan hal ini, namun tak seorang pun berani membuat keributan.

Translator / Creator: Akai Ta