November 1, 2016

Against the Gods – Volume 1 / Chapter 22

 

Upheaval (1)

Tidak lama setelah Xiao Lingxi pergi, Xia Qingyue kembali. Hari ini dia mengganti baju merahnya dengan sebuah gaun biru-air dengan border desain phoenix. Di rambutnya ada pin safir, dari telinganya menggantung sepasang anting mutiara, dan di lehernya tergantung kalung safir mutiara biru. Kulit leher yang terlihat seperti salju putih yang berkilau, transparan hingga seolah tulang di bawahnya bisa dilihat. Memancarkan cahaya dan pemandangan yang sangat indah untuk dilihat.

Xiao Che menatapnya dengan ekspresi takjub, matanya berkilat-kilat. Pemandangan indah yang unik ini, bukankah seperti gambaran seorang peri yang turun ke dunia fana…?

Xia Qingyue berjalan melewati pintu, setiap langkahnya ringan dan anggun seolah-olah dia sedang melangkah diatas awan. Wajahnya yang seputih salju dan lehernya yang pucat tidak hanya indah sekali, tapi juga memancarkan aura kebangsawanan dan kebanggaan yang akan membuat orang malu… Tidak seorang pun yang melihatnya akan percaya bahwa dia hanyalah seorang anak perempuan dari seorang pedagang di kota yang kecil, tapi akan berpikir bahwa dia adalah seorang permaisuri yang menyendiri dan tak tersentuh.

Xiao Che menatapnya kaget seperti hatinya berdetak ribuan kali… Ruangan ini adalah satu-satunya tempat dimana dia dapat berganti pakaian! Dia pasti telah tidur nyenyak dan benar-benar melewatkan pemandangan indah saat dia ganti baju! Ahhhhhhh, benar-benar tak bisa dimaafkan!!

“Pakaian berwarna biru jauh lebih sesuai untukmu daripada merah,” Xiao Che memujinya sepenuh hati saat melihatnya, merasa senang luar biasa.

Xia Qingyue tidak tersentuh sedikit pun oleh kekagumannya. Melihat mangkuk sup yang kosong di atas meja, dia berjalan dan mengangkatnya, bersiap untuk keluar.

“Apa kau yang telah membuat sup ayam itu?” Xiao Che bertanya.

“Apakah rasanya tidak enak?” Xia Qingyue bertanya dengan sikap sedingin es, memunggunginya. Namun, jauh di dalam matanya ada semacam emosi yang halus yang bahkan dia sendiri tidak mengerti.

“Enak sekali. Saat itulah aku tahu bahwa kau memang luar biasa bahkan saat membuat sup.” Xiao Che berkata sambil tersenyum. Dia berdiri dan membentang, lalu berkata dengan jujur: “Untuk membayar sup ayam istriku Qingyue, malam ini di atas tempat tidur… Aku akan memberikan energi yang lebih banyak lagi.”

“…..” Xia Qingyue telah terbiasa dengan rayuannya yang sesekali diucapkan. Dia berkata tanpa ekspresi: “Sekte Xiao akan datang siang ini. Pemimpinnya yaitu anak bungsu dari Master Sekte Xiao, namanya Xiao Kuangyun. Aku mendengar Master berkata kalau kekuatan tenaga dalam Xiao Kuangyun ini hanyalah rata-rata di antara generasi muda Sekte Xiao, dan reputasinya di luar sangat jelek. Meskipun begitu, dia terlalu berlebihan dimanja karena dia merupakan anak bungsu. Tidak seorang pun di Floating Cloud City berani memprovokasinya. Lebih baik berusaha untuk menghindari pertemuan dengannya secara empat mata.”

“Xiao Kuangyun? Baiklah, aku mengerti. Terimakasih sudah mengingatkanku, istriku Qingyue.” Kata Xiao Che, berseri-seri.

………………………………

Hari ini adalah hari kedatangan orang-orang dari Sekte Xiao.

Berita tentang kedatangan Sekte Xiao tidak hanya mempengaruhi guild Xiao, tapi juga sangat mempengaruhi semua orang di Floating Cloud City.

Floating Cloud City berada pada posisi paling bawah dari Blue Wind Empire dalam segala hal. Di lain sisi, Sekte Xiao berada pada posisi paling atas dari Blue Wind Empire. Jumlah level diantara keduanya tak terhitung banyaknya. Orang-orang dari Sekte Xiao… dan juga anak bungsu dari master Sekte Xiao datang kesini secara pribadi tidak jauh beda seperti kaisar mengunjungi keluarga yang paling rendah di pedesaan. Semua orang di Floating Cloud City telah diselimuti suasana yang menegangkan. Beberapa orang pingsan saat melihat ke depan karena hal itu, berharap menggunakan cara apapun untuk membangun bahkan sekecil apapun hubungan dengan Sekte Xiao. Bahkan banyak orang yang khawatir dalam hati mereka. Mengetahui bahwa siang ini ketika mereka datang, mereka semua mengunci diri mereka di dalam karena ketakutan bila tanpa sengaja menyinggung pihak lain… Jika orang-orang Sekte Xiao ingin membunuh mereka, itu tidak akan jauh berbeda dengan menginjak seekor semut. Bagi mereka, hukum hanya lelucon.

Halaman utama guild Xiao telah dirapikan dan ditata dengan sangat teratur, dengan tidak ada sedikitpun debu yang bisa ditemukan dimanapun. Awal dua hari yang lalu, halaman terbesar dan yang paling mewah milik guild Xiao yang selalu ditempati oleh Xiao Yunhai telah kembali disapu dan dihiasi. Bahkan sprei, selimut dan furnitur semua telah diganti. Dan lagi, Xiao Yunhai telah pindah dengan sendirinya ke halaman sebelah yang lebih kecil. Bahkan untuk beberapa hari ke depan persediaan makanan telah diatur sendiri olehnya… Walaupun dia lelah sampai mati, hatinya tetap merasa gembira! Itu karena dia seratus persen yakin bahwa anaknya Xiao Yulong akan menjadi satu-satunya yang dipilih oleh Sekte Xiao kali ini! Pada saat itu, anaknya akan melambung ke langit! Dan dia sendiri, akan menjadi seseorang yang tidak ada satu orang pun yang akan berani memprovokasinya di Floating Cloud City… Tidak! Sebaliknya, dalam radius seratus li*! (*li = 5 kilometer)

Dimulai dari jam sepuluh pagi, Xiao Yunhai secara pribadi memimpin semua tetua untuk menunggu di pintu masuk guild, bersiap untuk menyambut para tamu. Mereka menunggu sepanjang hari hingga siang… lalu… hingga sore… tidak sampai jam lima sore saat seorang murid guild Xiao berlari kembali berteriak dari kejauhan: “Master guild! Mereka… mereka telah datang!! Orang-orang Sekte Xiao telah datang… Keagungan itu… pasti Sekte Xiao!”

Tubuh setiap orang gemetar. Xiao Yunhai melangkah maju dengan cepat, berteriak dengan suara rendah: “Cepat! Segera beritahu semua orang untuk bersiap. Aku tidak akan memaafkan siapa pun yang mengacaukan dan menyinggung tamu kehormatan! Para tetua, ikut aku keluar untuk menemui mereka!”

Xiao Yunhai dengan liar bergegas keluar. Hanya setelah melangkah lurus ke depan selama lebih dari satu li dia akhirnya melihat empat orang berjalan dengan santai menuju ke arah mereka.

Empat orang dari mereka, pemimpinnya adalah seorang pemuda yang berumur sekitar dua puluh tahun dengan pakaian mewah, bertubuh sedang dan wajah biasa saja. Wajah putihnya terlihat pucat, penampilannya terlihat sangat hedonis. Sejauh yang terlihat, dia tidak akan menonjol di tengah kerumunan. Namun, bahkan dengan wajah biasa seperti itu, penuh dengan kesombongan dan kecongkakan. Tangannya ada dibelakang punggungnya saat dia berjalan, matanya melihat ke atas, bahkan tidak melirik orang yang kebetulan lewat sama sekali, seolah-olah melihat hal seperti itu akan mengotori matanya.

Mengikuti di belakangnya seorang yang lebih tua dengan pakaian hitam, pembawaannya tenang seperti air. Lebih jauh ke belakang adalah dua orang dengan pakaian hitam yang sama dan masih muda. Sebuah pola elang perak dibordir di masing-masing bahu mereka.

Xiao Yunhai mengambil napas dalam-dalam lalu dengan cepat berjalan menyambut mereka. Dia menangkupkan kepalan tangannya saat menyambut, tubuhnya sedikit maju dan dengan hati-hati penuh hormat bertanya: “Maaf, apakah kalian empat tamu agung dari Sekte Xiao?”

Pemuda yang ada didepan berhenti, melihat sekilas pada mereka dengan malas, lalu berkata dengan setengah mata tertutup: “Benar sekali, tamu agung yang pertama ini adalah Xiao Kuangyun dari Sekte Xiao.”

Sikap Xiao Yunhai menjadi lebih hormat. Dia dengan penuh hormat berkata: “Sepertinya memang empat tamu agung, bagus sekali! Kami sudah lama menunggu kedatangan kalian. Hamba adalah Master Guild saat ini dari guild Xiao di Floating Cloud City. Lima orang yang ada di belakang saya adalah para tetua yang terhormat dari guild Xiao. Untuk empat para tamu agung yang telah datang jauh-jauh ke Guild Xiao, kami benar-benar sangat berterima kasih dan mohon maaf.”

“Tidak perlu melanjutkan omong kosong ini.” Pandangan Xiao Kuangyun menyapu kelima tetua. Dia lalu dengan malas menggerakkan lengannya: “Tunjukkan jalannya.”

“Ya, ya! Silahkan ikuti saya.” Xiao Yunhai mengangguk dengan segera lalu membalikkan badannya secara pribadi memimpin jalan kembali ke guild Xiao.

“Maaf saya tidak mengenali senior ini…”

“Xiao Moshan.” Orang yang lebih tua berpakaian hitam itu menjawab dengan tak acuh. Wajahnya tanpa emosi, lebih seperti seorang mayat.

Xiao Yunhai tidak berani berbicara terlalu jauh, hatinya penuh dengan kekhawatiran. Dia tidak dapat mengetahui level perkembangan ilmu tenaga dalam Xiao Kuangyun, tapi juga bahkan tidak bisa merasakan sedikit pun kekuatan tenaga dalam dari tubuh Xiao Moshan. Ini mungkin saja karena Xiao Moshan belum berkembang sehingga tidak mungkin dapat dirasakan. Justru sebaliknya, atau perkembangan ilmu tenaga dalamnya melebihi kemampuannya untuk dapat dideteksi lebih jauh.

Ketika mereka kembali ke guild Xiao, sekelompok besar orang telah berdiri di pintu masuk. Melihat sikap sopan Xiao Yunhai yang ada di depan, jantung mereka berdebar. Mata mereka menatap pada pemuda yang angkuh itu, dan mereka semua bergantian menyambut para tamu tersebut.

“Bolehkah saya bertanya apakah anda adalah tuan muda dari Sekte Xiao?” Seorang laki-laki paruh baya yang berada paling depan bertanya dengan sopan.

“Siapa kau?” Xiao Kuangyun mengarahkan pandangan setengah matanya yang terbuka untuk melihatnya.

“Saya… Saya Pemimpin Floating Cloud City. Nama hina saya Situ Nan. Ketika saya mendengar bahwa tamu agung dari Sekte Xiao telah datang, Saya datang… datang untuk menyambut Anda.” Suara Situ Nan mulai bergetar dan keringat dingin menetes di dahinya. Sebagai Pemimpin Floating Cloud City, dia dianggap sebagai sosok yang penting, tapi tak seorangpun orang penting yang telah dia lihat memiliki arti yang begitu besar di depan Tuan Muda Sekte Xiao ini. Pemuda angkuh didepannya ini hanyalah seseorang yang mempunyai penampilan biasa saja, tapi hanya dengan sepatah kata darinya akan mendatangkan kematian.

“Hamba ini adalah Yuwen Ba. Saya merupakan teman baik master guild dari guild Xiao selama bertahun-tahun. Saya datang…. datang untuk mengagumi keagungan tuan muda Sekte Xiao. Saya juga membawa sedikit hadiah kecil, saya harap tuan muda berkenan menerimanya.” Kepala keluarga Yuwen, sama terkenalnya di antara guild Xiao dan Floating Cloud City, juga bergegas maju, wajahnya penuh dengan rasa hormat. Tangannya memberikan sebuah kotak giok yang kecil dan halus.

Xiao Kuangyun melewatkan pandangannya pada kotak giok itu lalu menyapukan tangannya pada dua orang yang ada di belakangnya. “Terima itu.”

Salah satu orang di belakangnya langsung maju kedepan dan tanpa ekspresi mengambil kotak giok ke tangannya.

Melihat tuan muda Sekte Xiao benar-benar menerima hadiahnya, wajah Yuwen Ba penuh dengan kebahagiaan. Orang lain yang berusaha untuk membangun sedikit hubungan dengan Sekte Xiao berebut maju untuk memberikan hadiah mereka… Xiao Kuangyun tidak menolak seorangpun dan menerima semua hadiah tanpa pertanyaan. Lalu, dengan mata sipit, dia dengan cuek berkata: “Semuanya mundur. Ini sudah mulai malam. Jika ada hal yang lain, kita akan membicarakannya besok.”

“Benar, benar! Tuan muda melakukan perjalanan melewati darat dan air untuk datang ke sini. Dia pasti kelelahan. Kita akan kembali lagi besok setelah tuan muda Xiao beristirahat.” Pemimpin Situ berkata sambil menganggukkan kepalanya.

Hanya dengan begitu kerumunan bubar.

Xiao Yunhai dan kelima tetua dengan sopan memperkenalkan Xiao Kuangyun ke guild Xiao. Xiao Yunhai berkata pada mereka: “Empat tamu agung dari Sekte Xiao telah melakukan perjalanan kemari dan pasti capek. Apa Anda ingin istirahat dulu? Sebuah tempat tinggal elegan telah disiapkan.”

“Tidak perlu, tubuhku tidak selemah itu.” Xiao Kuangyun menyapukan pandangannya melewati guild Xiao sambil ujung bibirnya meregang, menunjukkan usaha keras untuk menyembunyikan rasa jijik. Dia lalu dengan tidak semangat berkata: “Jika bukan karena kematian tetua Xiao Zheng, aku tidak akan pernah mengetahui ada tempat seperti ini. Aku dengar bahwa nenek moyang tempat ini adalah sepotong sampah yang dibuang oleh Sekte Xiao kami. Meskipun begitu, tidak peduli seberapa buruknya, tetap saja masih merupakan seseorang dari Sekte Xiao. Bahkan jika dia sepotong sampah yang tidak diinginkan oleh Sekte Xiao, dia masih bisa menjadi seorang raja di tempat seperti ini. Untuk dapat tumbuh seperti ini selama bertahun-tahun, ini tidak terlalu buruk.”

“Ya, ya. Terimakasih atas pujiannya, Tuan Muda Xiao.”

Menghadapi penghinaan Xiao Kuangyun yang dengan jelas diucapkan dan diiringi rasa jijik, Xiao Yunhai masih menganggukkan kepalanya untuk menunjukkan rasa terima kasihnya. Bagaimana bisa dia membalas walaupun hanya sedikit?

“Orang yang telah mati itu merupakan orang penting. Alasanku secara pribadi datang ke sini juga untuk memenuhi keinginan terakhir tetua Xiao Zheng. Kami dengan jelas menyatakan tujuan kami kepadamu di dalam surat kami. Besok pagi, perintahkan setiap orang di guildmu untuk berkumpul di halaman ini. Tidak boleh ada seorangpun yang terlewatkan. Aku secara pribadi akan memilih siapa yang akan dibawa kembali dengan kami ke Sekte Xiao.” Setelah mengatakan kalimat terakhirnya ini, Xiao Kuangyun mengangkat tinggi kepalanya seolah-olah dia sedang mengumumkan pengumuman keberuntungan dari surga.

Translator / Creator: Akai Ta