October 31, 2016

Against the Gods – Volume 1 / Chapter 21

 

Sharing the Same Bed

Kebiasaan adalah hal yang menakutkan. Bisa menarik perhatian dan diam-diam bisa mengutak-atik perasaan seseorang.

Selama upacara pernikahan, Xiao Che ingin memberikan lengannya pada Xia Qingyue dan merasakan tangannya dibekukan dengan kejam olehnya. Pertama kali dia memanggilnya “istri”, hal itu hampir membuatnya murka. Pertama kali dia memegang tangannya, Xiao Che dapat merasakan keinginan membunuh bagaikan es dingin yang datang darinya…

Namun, selama beberapa hari ini, panggilan “Qingyue istriku” yang datang dari mulut Xiao Che menjadi semakin lebih lembut. Tidak peduli apa yang dia pikirkan, dia sepertinya telah sepenuhnya menerima panggilan tersebut. Bahkan melepas pakaian di depannya tidak terasa aneh lagi baginya, belum lagi saat dia menggandeng tangannya.

Beberapa hari ini, Xiao Che tanpa ragu tidur di sudut, tapi itu tidak begitu nyaman dengan selimut tebal membentang di lantai. Ketika jam tiga pagi datang, dia akan terbangun dengan sendirinya dan menggunakan jarum perak untuk memberinya “pengobatan”. Beberapa hari ini, dia menjadi lebih mengetahui seberapa jauh fisiknya telah berubah secara mengejutkan.

Cahayanya redup, tapi punggung Xia Qingyue bagaikan giok, kulitnya lebih putih daripada salju. Xiao Che memegang jarum perak ditangannya dengan jari gemetar. Belum lama, dia sudah basah keringat. Setengah jam kemudian, sesi lain “membuka kekuatan tenaga dalam” telah selesai. Xiao Che mengambil semua jarum perak, sebuah napas panjang lega keluar dari mulutnya. Kelelahan, dirinya tiba-tiba merasa pusing dan tubuhnya terhuyung sebelum jatuh ke atas punggung Xia Qingyue yang telanjang. Sebuah rasa hangat dan lembut menyebar di dada Xiao Che.

Xia Qingyue langsung membuka matanya, sebuah raut marah terlihat. Dia baru saja akan menggunakan kekuatannya untuk mendorong Xiao Che menjauh saat dia merasa bahwa napas Xiao Che saat ini tidak teratur, begitu lemah… lebih lemah karena beberapa hal daripada sebelumnya.

Xia Qingyue menarik kembali kekuatan tenaga dalamnya dan hanya menggunakan sedikit tenaga untuk menyingkirkan Xiao Che. Dia memakai pakaiannya dengan cepat sebelum mengulurkan tangan untuk membantu tubuh Xiao Che. Ketika melihatnya, dia bertanya. “Ada apa?”

Kulit Xiao Che sangat pucat hingga tak sedikit pun aliran darah dapat terlihat. Matanya setengah terbuka seolah-olah dia telah kehilangan tenaga untuk membukanya dengan penuh. Dia mengangguk sedikit, lalu berkata dengan lemah: “Tidak apa-apa… aku hanya berlebihan menggunakan… tenaga dan energiku… Biarkan aku istirahat sebentar dan aku akan baik-baik saja.”

Mata Xia Qingyue goyah, sebuah perasaan sedih yang dia seharusnya tidak boleh rasakan sekali lagi muncul dihatinya. Setelah pengobatan akupuntur yang pertama, seluruh tubuh Xiao Che telah kehilangan tenaga. Setiap kali itu terjadi, dia dapat memulihkannya dengan mudah. Meskipun begitu, beberapa hari ini, dia telah melakukan akupuntur padanya setiap hari. Setiap jarum membutuhkan batas minimal aliran Qi nya. Tubuhnya sebenarnya lemah. Jika terus-menerus lemah seperti ini… bagaimana bisa dia mampu melakukannya? Besar kemungkinan tubuhnya akan terluka.

“… Kau tidak perlu berusaha terlalu keras untukku,” Xia Qingyue berkata dengan tatapan yang susah diartikan dimatanya.

Xiao Che menyeringai sambil tertawa: “Tidak, kau pantas mendapatkannya… karena kau adalah… istriku yang resmi!”

Xia Qingyue: “…”

Xiao Che menutup matanya dan pelan-pelan mengumpulkan tenaganya. Dengan suara yang sangat pelan, dia berkata: “Walaupun kau menikahiku untuk membalas budi, kau tidak pernah menganggap aku suamimu. Tapi tidak mungkin aku tidak menganggapmu sebagai istriku selain dengan menceraikanmu. Memperlakukan istrinya dengan baik juga merupakan tanggung jawab dasar dan kehormatan paling penting bagi seorang laki-laki…”

Setelah mengatakan ini, dada Xiao Che mulai terasa hangat… Aku mengatakan! Aku bahkan tersentuh dengan kata-kata itu, aku tidak percaya kalau kau dengan perasaan wanita, tidak merasakan apapun!

Dalam waktu yang lama, dia tidak mendengar Xia Qingyue berkata apapun. Dia membuka mata, mengambil beberapa napas dengan ringan, lalu berkata dengan ekspresi menyedihkan: “Qingyue istriku, aku mungkin tidak bisa berjalan dengan baik. Dapatkah kau… membantuku untuk kesana?”

Matanya tertuju kearah sudut ruangan… di tempat dimana dia tidur.

Xia Qingyue menatap selimut yang menutupi lantai, muncul perasaan sedih didalam hati yang seharusnya tidak boleh sedikit pun dia rasakan. Dia menggelengkan kepalanya, tubuhnya berbalik ke tepi tempat tidur. “Kau tidur di tempat tidur, aku akan tidur di sana.”

Mendengar perkataan ini, Xiao Che tiba-tiba khawatir. Entah mendapat tenaga dari mana, dengan cepat dia menggapai dan menggenggam lengan Xia Qingyue: “Tidak mungkin! Itu jelas tidak mungkin! Walaupun kau lebih kuat dariku dari segala hal… Aku laki-laki dan kau perempuan! Sebagai seorang laki-laki, bagaimana bisa aku tidur di tempat tidur dan membiarkan seorang perempuan tidur di atas lantai! Jika kau ingin tidur di sana, maka lebih baik aku tidur di halaman!”

Suaranya sangat mendesak, dan mengandung keputusan yang tak dapat ditolak. Saat dia selesai berbicara, dia juga berusaha untuk bangun, seolah-olah dia ingin pergi dari tempat tidur.

Wajah Xia Qingyue terlihat bingung. Dia sedikit menggigit bibirnya dan setelah perjuangan singkat, akhirnya membuat keputusan. Dia mengulurkan tangan dan memberikan sedikit dorongan pada tubuh lemah Xiao Che, menyambar selimut merah, dan menutupkannya pada tubuhnya dan tubuh Xiao Che.

“Kau tidak boleh menyentuhku.” Xia Qingyue berbaring di setengah bagian tempat tidur, punggungnya menghadap Xiao Che, menyembunyikan ekspresinya saat ini dari Xiao Che.

Xiao Che tersenyum pelan. Dia dengan cepat menirukan posisi tidur yang nyaman dan menutup matanya dengan senang. “Tidurlah dengan tenang. Dengan kekuatan tenaga dalammu, bahkan jika aku ingin, aku tetap tidak akan bisa berbuat apapun padamu… hu, berbagi tempat tidur yang sama.. hanya dengan seperti ini kita dapat dianggap sebagai suami dan  istri…”

Xia Qingyue: “…”

“Baiklah… Qingyue istriku, aku akan tidur lebih dulu… wu, besok aku akan minta bibi untuk membuatkanku jahe dan sup ayam untuk memulihkan kesehatanku… wu…”

Suara Xiao Che menjadi lebih tenang. Saat suaranya benar-benar hilang, napasnya juga menjadi sangat stabil… ia tertidur dengan damai ditengah-tengah rasa kelelahan yang begitu besar.

Xia Qingyue diam-diam berbalik kearahnya. Melihat wajah Xiao Che lebih dekat, tatapannya gemetar dengan ekspresi yang susah diartikan…

Sejak dia bergabung dengan Frozen Cloud Asgard, dia telah memilih untuk menekan perasaan dan hasratnya seumur hidup. Tidak pernah dia pikir bahwa akan ada hari dimana dia akan tidur di tempat yang sama dengan seorang laki-laki. Sebelum menikahi Xiao Che, dia tidak akan mengijinkan walaupun sedikit saja sentuhan…

Namun sekarang, dia telah tidur ditempat yang sama dengannya. Tidak hanya itu, tidak ada banyak penolakan dalam hatinya…

Apa yang salah denganku? Jangan bilang ini karena aku merasa bersalah terhadapnya?

Mungkin…

Pikirannya gelisah, ia tanpa sadar juga tenggelam ke dalam mimpinya. Dia tidak mengira bahwa dapat tertidur dengan cepat dengan seorang laki-laki yang jelas berbaring tepat disebelahnya secara tidak sadar, perasaannya tidak lagi menyimpan rasa cemas atau penolakan terhadap Xiao Che.

Xiao Che tertidur sampai tiga jam setelah matahari terbit. Ketika dia membuka mata, Xia Qingyue telah hilang dari sisinya. Sosoknya juga tidak terlihat di dalam ruangan.

Meskipun ia telah beristirahat sepanjang malam, tubuhnya masih lelah, dan rasanya seperti dia telah memiliki cedera serius. Xiao Che bangkit, mengeluarkan napas berat dan berpikir keras: “Jika ini terus berlanjut, ada kemungkinan tubuhku akan benar-benar roboh. Aku sepertinya telah pamer terlalu berlebihan.”

“Tapi, ini satu-satunya cara agar membuatnya bersedia untuk mencari tiga benda itu untukku.”

Xiao Che turun dari tempat tidur dan mengganti bajunya. Setelah melepas pakaian luarnya, dia memegang liontin yang menggantung di lehernya, sejenak menjadi bingung… pada hari pertama dia terlahir kembali, kenangan yang tumpang tindih memunculkan sebuah kecurigaan besar terhadap liontin ini. Hal itu karena selama hidupnya di Azure Cloud Continent, dia juga mempunyai sebuah liontin di lehernya yang sama persis dengan yang satu ini! Liontin ini tampaknya terbuat dari perak, dan dapat dibuka untuk menunjukkan sebuah cermin yang bersih dan bersinar disetiap sisinya. Tapi, hanya itu saja. Tidak ada yang special tentangnya.

Di Azure Cloud Continent, gurunya mengatakan bahwa liontin ini ada di lehernya sejak dia mengambilnya. Lagipula, yang ada di lehernya sekarang juga telah ada di lehernya sejauh dia dapat mengingatnya. Kakek mengatakan padanya bahwa ini adalah sesuatu yang ayahnya, Xiao Ying, dapatkan dari seseorang yang entah dimana dia berada. Bahkan sejak dia lahir, benda itu sudah ada dilehernya dan juga dianggap sebagai sebuah kenangan dari ayahnya.

Dua kehidupan… liontin yang sama persis… apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini?

Setelah mengganti bajunya, Xiao Che langsung memasuki Sky Poison Pearl. Di dalam dunia hijau zamrud itu, gadis berambut merah itu masih mengambang dengan damai dalam posisi berlindung, tidak menunjukkan tanda-tanda terbangun.

Selama dua hari ini, dia berusaha bertanya secara tidak langsung pada kakek dan Xia Qingyue jika ada suatu tempat yang dihuni orang berambut merah. Respon yang dia dapatkan selalu “ini pertama kalinya mendengar ada hal semacam itu.” Hal ini membuat Xiao Che bahkan lebih tertarik dan curiga pada identitas gadis ini. Namun, dia tidak menceritakan pada siapapun tentang keberadaan gadis ini.

Setelah berganti dengan sepasang pakaian kasual, dia meregangkan tubuhnya. Tiba-tiba, bau memikat dan lezat melintas di depan hidung Xiao Che, membuatnya sejenak mengeluarkan air liur. Dia mengikuti bau itu dan melihat semangkuk sup di atas meja, lalu langsung bergegas dengan sangat cepat. Saat dia membuka tutupnya, embusan uap disertai dengan bau lezat yang menggoda perlahan naik.

“Gingseng dan sup ayam… Ah! Bibi kecil memang paling hebat!!” Perut Xiao Che langsung bergemuruh. Dia mengambil sumpit dan mulai menelan makanannya. Setelah dia makan selama beberapa waktu, pintu depan di dorong terbuka, dan Xiao Lingxi, berpakaian serba kuning, berjalan masuk dengan menawan. Melihat cara makan Xiao Che, dia membuka mulutnya untuk berkata: “Hah? Sup ayam? Sepertinya enak! Dan sepertinya ada aroma gingsengnya. Che, siapa yang membuatkan sup ini untukmu? Hee hee, dan kau tidak memberitahuku, diam-diam makan di sini sendiri!”

Kata-kata Xiao Lingxi membuat Xiao Che berhenti sejenak: “Bibi, jangan bilang kalau bukan kau yang membawanya ke sini?”

“Tentu saja bukan!” Saat Xiao Lingxi berhenti bicara, ekspresi di matanya tiba-tiba menjadi aneh: “Siapa orang di guild Xiao ini yang akan membuatkan kau sup ayam selain aku? Hmm… Mungkin istrimu, Qingyue!! Sepertinya hubungan diantara kalian berdua sebagai suami dan istri cukup baik.”

Kata-kata Xiao Lingxi benar-benar membawa sebuah rasa getir. Xiao Che meletakkan sumpitnya dan menggumam: “Dia… Bagaimana mungkin dia… membuatkan sup ayam untukku…”

Itu jelas tidak mungkin!

“Hmph! Tidak masalah siapa yang telah membuatkannya untukmu. Dari dulu kau suka sup ayam, habiskan semua… Aku datang kemari untuk memberitahumu bahwa orang-orang Sekte Xiao akan tiba siang nanti. Sekarang ini, seluruh guild Xiao sedang menyiapkannya. Ketika waktunya tiba, kau harus berhati-hati. Kau tidak boleh ceroboh menyinggung orang dari Sekte Xiao.” Xiao Lingxi berkata dengan sungguh-sungguh.

“Aku tahu. Jika situasi menjadi semakin memburuk, aku tidak akan pergi keluar. Lagipula mereka tidak akan mungkin memilihku.” Xiao Che menjawab dengan cuek.

“Kau tidak boleh hanya tinggal didalam.” Xiao Lingxi menggoyangkan jarinya yang bagaikan batu giok padanya, dengan tegas mengatakan: “Dari apa yang master guild katakan, Young master dari Sekte Xiao ingin meninjau setiap orang di guild Xiao… Tidak boleh ada satu pun yang terlewatkan! Pada saat itu, kau tidak boleh melupakan sopan santunmu.”

“Kalau begitu tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Seperti bibi tidak tahu saja kalau aku selalu mempunyai sopan santun yang paling baik.” Xiao Che menjawab dengan senyuman. Dia lalu menelan habis makanannya.

“Baiklah. Kalau begitu aku akan pergi ke ayah dulu untuk membantu. Alangkah baiknya kalau kau ikut bergabung dengan kami setelah kau selesai makan sup ayam.” Xiao Lingxi berbalik dan pergi segera saat dia selesai berbicara.

…………………………….

Translator / Creator: Akai Ta