October 25, 2016

Against the Gods – Volume 1 / Chapter 16

 

Young Master Xiao, Looking for Death

“Eh? Brother Yulong? Ada apa?” Xiao Che berdiri cepat dengan wajah gugup.

Xiao Yulong menampilan senyum yang benar-benar kaku dan jelek ketika dia mengibaskan pecahan gelas anggur yang pecah dari tangannya. “Tidak ada apa-apa. Aku hanya tidak hati-hati dan kehilangan kendali atas kekuatanku.”

Ekspresi Xiao Yang tidak lebih baik dari ekspresi Xiao Yulong. Dia terlihat seperti orang yang baru saja memakan serangga mati. Setelah mendengarkan kata-kata Xiao Yulong, dia dengan cepat menyela: “Aku tahu, itu pasti karena big brother mempunyai terobosan lain dalam kekuatan tenaga dalamnya. Tepat setelah kau membuat sebuah terobosan, pertumbuhan kekuatan tenaga dalammu terkadang akan keluar secara tak terkendali.”

“Jadi seperti itu!” Xiao Che tampaknya tiba-tiba tersadar, lalu cepat-cepat mengatakan: “Big Brother Yulong tanpa diduga telah mencapai terobosan yang lain, selamat! Aku dengar Brother Yulong telah naik ke level tiga Nascent Profound Realm tiga bulan lalu. Baru tiga bulan, dan kau benar-benar mempunyai terobosan yang lain! Bukan tanpa alasan kau merupakan kartu as generasi kita. Sepertinya selain Brother Yulong, tidak ada orang lain yang akan dipilih oleh Sekte Xiao.”

Wajah Xiao Yulong berkedut. Dia berdiri, berusaha menahan hatinya yang amat kacau dan berbicara dengan senyum yang dipaksakan: “Brother Xiao Che menyanjungku. Tapi ini benar, aku baru saja mendapatkan sebuah terobosan, dan kekuatan tenaga dalamku sedikit agak tidak stabil. Aku harus segera menstabilkannya jadi tidak bisa terlalu lama menemanimu…”

“Tidak masalah, tidak masalah!” Xiao Che dengan cepat melambaikan tangannya, mengangguk dengan penuh pengertian. “Tentu saja menstabilkan kekuatan tenaga dalam Brother Yulong lebih penting… Maka, aku tidak akan terlalu lama mengganggu Brother Yulong. Terimakasih atas undangan dan keramahannya hari ini. Setelah beberapa hari, saat kak Yulong dipilih oleh Sekte Xiao, aku pasti akan menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat padamu.”

Setelah berkata begitu, Xiao Che pergi dengan sopan. Xiao Yang juga berpura-pura pergi bersamanya, tapi setelah Xiao Che menjauh, dia dengan cepat berbalik dan buru-buru kembali. Segera setelah dia melewati pintu, dia bisa melihat wajah suram Xiao Yulong dan ekspresinya yang menakutkan.

“Big Brother… tentang masalah ini…” Melihat ekspresi Xiao Yulong, Xiao Yang menelan ludah dengan susah payah dan mendekat dengan sedikit ragu-ragu dan takut.

“AHHHH!!” Xiao Yulong meluapkan amarahnya seakan-akan dia telah hilang akal. Dia menyapu semua cangkir anggur dan teh diatas meja. Setelah semuanya hancur berkeping-keping, dia menendang dengan keras dan menghantam meja batu tersebut. Tangannya mengepal dengan sangat rapat, napasnya berat terengah-engah, dan matanya terbakar dengan api cemburu dan kebencian. Sebuah suara rendah keluar dari mulutnya: “Bukankah kau mengatakan padaku… Xia Qingyue… tidak akan membiarkan Xiao Che, orang yang tak berguna itu, menyentuhnya?!!”

Xiao Yulong sangat jarang sekali kehilangan kendali. Keadaannya saat ini membuat kulit kepalanya mati rasa dan punggungnya dingin. Dia berkata dengan panik, “Itu pasti… itu pasti Xiao Che mengada-ada… dia pasti membual! Xia Qingyue… tidak akan mungkin rela disentuh orang seperti itu!”

“Omong kosong!” Xiao Yulong berkata dengan sebuah raungan rendah: “Apakah ada sesuatu tentang si sampah, Xiao Che, yang aku tidak tahu? Kau pikir dia bisa berbohong dihadapanku? Kau kira orang seperti apa aku ini?”

Xiao Yulong mempunyai cukup banyak kelihaian dan kemampuan. Dia telah mengenal Xiao Che selama enam belas tahun, dan yakin bahwa dia mengenalnya seperti membalik telapak tangannya. Dia sangat percaya bahwa ketika ada kekuatan tenaga dalam yang berkurang, sikap pengecut dan rendah diri seseorang, tidak membuat suasana hati bisa lolos dari matanya. Saat Xiao Yang bertanya padanya tentang pertanyaan itu tadi, meskipun dilihat dari matanya, ekspresinya, atau perilaku alam bawah sadarnya… tidak ada satu pun yang menunjukkan tanda-tanda kebohongan.

Xia Qingyue adalah wanita yang sangat ingin dia miliki. Alasan mengapa dia membiarkan mereka menikah adalah karena dia tidak bisa menghentikannya. Alasan lainnya yaitu dia yakin bahwa meskipun Xia Qingyue menikah dengan Xiao Che, dia tidak akan pernah menyerahkan dirinya sama sekali pada Xiao Che. Sehingga, itu akan lebih nyaman untuk dirinya sendiri. Namun dia tidak pernah berpikir bahwa pada hari kedua pernikahan, hasilnya adalah Xia Qingyue telah disentuh oleh Xiao Che!!

Kemarahan di hatinya saat ini, bersama dengan rasa iri dan kebenciannya, hampir cukup untuk membuat dadanya meledak.

Xiao Yang berdiri di sana dengan leher mengkerut, tidak berani bahkan untuk bernapas dengan keras. Dulu, Xiao Yulong diusulkan untuk menjadi master guild berikutnya. Dia sangat loyal di depannya. Sekarang saat Xiao Yulong sepertinya akan menjadi anggota Sekte Xiao, dia semakin tidak berani melawannya.

Setelah beberapa lama, napas Xiao Yulong masih terengah-engah. Jelas sekali seberapa besar pukulan ini baginya. Dia tiba-tiba berkata dengan suara dalam: “Kemana Xiao Che pergi setelah meninggalkan tempat ini?”

“Dia pergi… pergi ke halaman sebelah timur. Dia mungkin… mungkin akan pergi ke area dapur,” Xiao Yang menjawab dengan penuh perhatian.

Xiao Yulong mengerucutkan alisnya,  sebuah awan hitam menggantung di atas wajahnya. Dia menggumamkan sesuatu dengan pelan: “Aku selalu berpikir bahwa Xia Qingyue mempunyai bakat dan kulit yang sangat cantik, dan juga martabat serta sikap acuh tak acuh yang tidak bisa dibandingkan dengan wanita lain. Aku tidak menyangka bahwa bahkan anggota guild Xiao yang paling dibenci sekalipun dapat membuatnya tertarik!”

Xiao Yulong mengeluarkan dengusan dingin sambil mengayunkan lengannya dengan kasar, dia berjalan menuju bagian luar halaman. Saat Xiao Yang ingin mengejar, dia tiba-tiba sadar dimana dia ingin pergi dan segera berhenti dengan patuh. Setelah itu, pelan-pelan dia mengusap keringat dingin di dahinya.

Xiao Che meninggalkan halaman Xiao Yulong dan berjalan menuju dapur dengan langkah normal untuk mengambil sarapan. Setelah itu, dia dengan santai berjalan menuju halaman Xiao Lingxi. Jika seseorang berada lebih dekat dengannya, mereka mungkin akan dapat mendengar dia berbicara pada dirinya sendiri: “Xiao Yulong seharusnya bergegas ke tempatku, kan? Oh… Aku jadi penasaran apakah istriku Qingyue akan mematahkan kakinya? Atau kedua kakinya… Hmm, atau ketiga kakinya?”

Dia sampai di halaman Xiao Lingxi, tapi pintunya tertutup rapat. Xiao Che mengetuk pintu itu: “Bibi kecil, aku membawa sedikit sarapan.”

Pintu terbuka dan Xiao Che masuk, menutup pintu dengan suara *bang*.

Xiao Lingxi tergeletak di atas meja, tangannya menahan dagunya, dan kelopak matanya sayu; penampilannya benar-benar lemah dan tak bersemangat. Xiao Che meletakkan sarapan itu ke atas meja, lalu melambaikan tangannya di depan wajah Xiao Lingxi beberapa kali: “Tidak tidur nyenyak semalam?”

“Unnngh…” Saat mendengar Xiao Che mengatakan kata “tadi malam”, Xiao Lingxi mengeluarkan suara merintih rendah dan menutup seluruh wajahnya dengan telapak tangannya: “Kau masih bisa berbicara tentang kejadian tadi malam… Xia Qingyue datang untuk mengantarkan selimut. Dia pasti sudah melihat semuanya… Apa yang harus dilakukan, apa yang harus dilakukan… Aku sangat malu bertemu orang-orang, *hikshiks hiks*…”

“Itu tidak terlalu buruk, kan?” Xiao Che mengusap dahinya, lalu duduk di sampingnya. Dia berkata sambil tersenyum: “Istirahatlah dengan baik. Kau adalah bibi kecilku. Apa salahnya kita tidur bersama sambil meringkuk?”

“Justru karena aku bibi kecilmu…” Xiao Lingxi menggelengkan kepalanya seakan-akan dia menjadi gila. “Juga… sepanjang malam, tanganmu ada di atas… di atas…*hiks*… dia pasti telah melihat semuanya! Apa yang harus kulakukan jika dia menceritakannya pada orang lain… apa yang harus kulakukan…”

“Tenang, dia pasti tidak akan menceritakannya pada orang lain. Lagipula kau bibi kecilku. Apa masalah besar jika, saat tertidur, aku tidak sengaja menyentuh dadamu?” Xiao Che berkata dengan sangat tenang.

“Kau, kau, kau… tidak boleh bicara lagi!” Xiao Lingxi menggelengkan kepalanya lebih keras lagi, seluruh pipinya memerah. Alasan mengapa dia bertingkah seperti itu tadi malam pastilah karena mereka sendirian, dalam kegelapan, dan perasaannya sedang bingung. Sekarang saat memikirkannya kembali, dia semakin yakin dia pasti sudah gila saat itu.

“Aku seratus persen yakin. Walaupun dia melihatku, dia tentu tidak akan menceritakannya pada orang lain. Awalnya, dia tidak akan berpikir… hmm, seperti apa yang sedang kau pikirkan. Baiklah, segera makan sarapanmu atau itu akan jadi dingin,” Xiao Che menenangkannya dengan sebuah tawa ringan. Ketika memikirkan hal yang sama, perasaan seorang wanita pada dasarnya, berbeda dengan perasaan seorang laki-laki.

“Oh…” Xiao Lingxi pada akhirnya mengangkat wajahnya dari telapak tangannya dan dengan cepat mulai memakan sarapan yang telah dibawa oleh Xiao Che.

Seperti yang diharapkan oleh Xiao Che, Xiao Yulong langsung menuju ke arah halaman belakangnya segera setelah dia pergi. Begitu ia masuk, dia menemukan Xia Qingyue sedang berdiri di tengah halaman.

Xia Qinguue berdiri dengan tenang di bawah pohon delima di tengah halaman dengan lengan terangkat. Ekspresinya tenang dan serius; dengan jelas dia diam-diam melatih tenaga dalamnya. Rambut panjangnya terurai dengan alami di bahunya, lembut dan bersinar di bawah sinar matahari pagi. Di wajahnya ada dua alis hitam yang tipis dan melengkung, mirip seperti sepasang bulan sabit. Dua matanya yang tenang, jernih seperti Kristal, seperti pancaran mimpi yang mengalir. Seluruh tubuhnya ditutupi oleh sebuah pakaian merah, lekuk tubuhnya yang ramping dan indah terlihat samar-samar; kontras dengan kulitnya yang putih bagaikan giok.

Ini merupakan pertama kalinya Xiao Yulong melihat sendiri dari dekat keanggunan Xia Qingyue yang tiada taranya. Pada saat itu, ia benar-benar tertegun di tempat, seluruh perhatiannya tertuju pada pemandangan yang sangat indah di depan matanya. Seluruh dunia, dalam sekejap mata, kehilangan warnanya.

Setelah melihat kedatangan Xiao Yulong, Xia Qingyue tidak merubah postur tubuhnya sama sekali. Matanya terus menatap ke depan sementara sebuah suara pelan keluar dari mulutnya: “Xiao Che tidak ada di sini.”

Suaranya dingin dan tak acuh, namun manis dan menghibur seperti suara seorang peri. Xiao Yulong lalu kembali tersadar, tapi tidak bisa menutupi tatapan tertegun dan tergila-gila di matanya. Dia segera menyesuaikan dirinya ke posisi terbaiknya dan sedikit membungkuk ke arah Xia Qingyue, berkata sambil tersenyum: “Halo, Nyonya Xia. Saya Xiao Yulong, kakak Xiao Che.”

Xia Qingyue bukanlah orang yang terlalu dingin dan angkuh. Gaya lembut, postur hormat dan suara seseorang membuat dia melirik padanya. Juga, ini bukan berarti dia belum pernah mendengar nama Xiao Yulong. Lagipula, dia merupakan anak laki-laki master guild dari generasi guild Xiao. Saat dia melirik padanya, bersiap untuk menjawab dengan sopan, dia melihat perasaan tergila-gila yang sangat luar biasa di mata Xiao Yulong… dan keinginan cabulnya!

Langsung saja, alis indahnya tersentak. Keinginannya untuk berperilaku sopan sebelumnya dan bersikap lembut pada laki-laki ini berubah menjadi jijik dalam sekejap. Meskipun Xiao Che sering membuat hatinya meledak marah dengan mulut vulgar dan tangan kasar, tapi paling tidak dia tidak pernah melihat sedikitpun keinginan cabul di matanya. Namun sebaliknya dengan Xiao Yulong…

Suara pelan Xia Qingyue tiba-tiba terdengar sedikit dingin, kata-katanya menjadi lebih to the point: “Xiao Che tidak ada di sini.”

Menghadapi sikap Xia Qingyue yang terlihat dingin, Xiao Yulong tampaknya tak percaya. Dia mengangguk, berkata: “Sayang sekali. Namun, aku telah mendengar banyak hal baik tentang Nyonya Xia. Bisa melihat Nyonya Xia membuat kunjungan ini berharga.”

Saat dia berbicara, gerakan Xiao Yulong, ekspresi wajahnya, pandangannya dan suaranya semua berubah ke sikap yang paling sempurna, berusaha menunjukkan pesonanya. Dia sangat percaya diri bahwa dia seribu kali lebih kuat daripada Xiao Che. Jika Xia Qingyue bisa tertarik bahkan pada Xiao Che, bagaimana dia bisa menolaknya sekali dia berusaha?

“Aku sedang berlatih, maafkan aku karena tidak bisa menerima tamu.” Mata Xia Qingyue terlihat tenang, tapi suaranya sudah menunjukkan nada jengkel.

Seorang wanita yang benar-benar cantik akan dapat menghangatkan hati dan menyenangkan mata terlepas dari postur atau ekspresi mereka. Melihat tampaknya seorang peri menjelma menjadi manusia Xia Qingyue, mata Xiao Yulong menjadi lebih bergairah. Kecemburuan dalam hatinya juga terbakar semakin panas… Peri semacam ini diantara manusia benar-benar telah menjadi istri si sampah, Xiao Che, tapi juga telah ditangkap oleh seekor babi! Itu hanya… suatu hal yang sia-sia, sesuatu yang tidak dapat dia terima atau tidak dapat dia dimaafkan!

“Mendengar Nyonya Xia baru berumur enam belas tahun ini, namun telah berlatih di level sepuluh Elementary Profound Realm, Yulong selalu mengagumimu, dan telah tertarik selama ini. Aku yakin saat Nyonya Xia mencapai usia sepertiku, kau pasti akan lebih kuat dariku.” Xiao Yulong menenangkan suasana hatinya, wajahnya lembut saat dia berbicara: “Namun, meskipun hanya ada satu tingkat antara level sepuluh Elementary Profound Realm dan level pertama Nascent Profound Realm, tapi tanpa ada sebuah jalan, pasti masih cukup sulit untuk menyeberangi jarak itu. Meskipun saya tidak berani membandingkan bakatku dengan Nyonya Xia, dengan pengalamanku, aku masih memiliki sedikit wawasan tentang bagaimana cara menembus Elementary Profound Realm. Bagaimana jika saya bertukar sedikit  petunjuk dengan Nyonya Xia?”

Ketika dia selesai berbicara, Xiao Yulong melangkah maju dengan tersenyum, tangannya mengumpulkan kekuatan tenaga dalamnya sebelum menyentuh tangan putih Xia Qingyue.

Xia Qingyue mungkin mempunyai bakat yang menakjubkan, tapi dia masih hanya di Elementary Profound Realm. Xiao Yulong telah mencapai level ketiga Nascent Profound Realm, jadi pasti memiliki kualifikasi untuk mengajar Xia Qingyue… Paling tidak itulah yang dia yakini.

Melihat Xiao Yulong tidak hanya memiliki keinginan cabul di matanya, tapi juga menggerakkan tangannya, mata indah Xia Qingyue tiba-tiba mengeluarkan kilatan cahaya berwarna biru. Dia tiba-tiba mengulurkan tangan, dengan tangan kosong medorongnya ke arah Xiao Yulong.

Melihat Xia Qingyue tanpa diduga memanjangkan tangannya yang seperti giok dengan kemauannya sendiri, mata Xiao Yulong terlihat senang. Dia baru saja bermaksud untuk meraih tangan Xia Qingyue saat dia tiba-tiba merasakan sebuah kekuatan yang tak tertahankan menghantam perutnya tanpa ampun. Dengan tidak ada kesempatan untuk mengeluarkan suara, tubuhnya terbang seketika, membalik di udara sekali, sebelum akhirnya jatuh dengan posisi kepala berada di bawah. Pada saat yang bersamaan, dua gigi depannya menyentuh tanah.

Kedudukan Xiao Yulon dalam guild Xiao sangat tinggi. Jika seorang wanita yang telah menikah dengan guild Xiao menerima pelecehan seksual, walaupun dia dapat mengalahkannya, dia tidak akan berani melukainya. Namun, jenis dukungan apa yang Xia Qingyue miliki? Di belakangnya adalah Frozen Cloud Asgard. Bahkan jika dia mengalahkannya sampai dia merasa wajahnya pipih, bahkan jika dia meminta hidupnya, sekali statusnya sebagai murid Frozen Cloud Asgard terbongkar, Xiao Yunhai tidak akan berani protes, tapi dia malah akan dipaksa untuk meminta maaf dengan wajah tersenyum.

Translator / Creator: Akai Ta