October 18, 2016

Against the Gods – Volume 1 / Chapter 13

 

The Dangerous Haze

“Um… Bibi, mengapa kau melihatku dengan ekspresi aneh seperti itu?” Karena tiba-tiba menyadari atmosfir berubah menjadi agak canggung, Xiao Che menahan napasnya selama beberapa saat sebelum bertanya dengan hati-hati.

Sesaat kemudian mata indah Xiao Lingxi, terlihat bingung untuk waktu yang lama, sedikit gemetar. Dia buru-buru mengalihkan pandangannya dan menundukkan kepalanya, berkata dengan lembut: “Apakah kau tidak takut kalau istrimu Qingyue akan mendengar kata-kata yang barusan kau ucapkan?”

Xiao Che melihat sekelilingnya, lalu berkata dengan polos: “Sepertinya tidak ada seorang pun di sekitar kita, jadi apa yang kau takutkan? Tapi meskipun dia mendengarkan ucapanku tadi, aku tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Kau tidak tahu kalau sebenarnya dia tidak sungguh-sungguh ingin menikahiku, dan aku juga tidak benar-benar ingin menikah dengannya. Jika itu yang bibi pikirkan, aku…”

“Jangan bicara… Jangan bicara terus!”

Xiao Lingxi mengulurkan tangannya dan menekan tangannya dengan paksa di bibir Xiao Che, menutup rapat kata-kata berikutnya. Setelah beberapa lama dia melepaskannya, dan sekali lagi menyandarkan tubuhnya di bahu Xiao Che, berkata dengan tenang: “Xiao Che, walaupun aku lebih muda darimu setahun, aku benar-benar, tanpa diragukan sedikitpun, bibi kecilmu. Ada beberapa kata yang bisa kau ucapkan pada gadis-gadis lain yang tidak bisa kau ucapkan padaku… dalam hidup ini… kau tak bisa mengatakannya… aku tahu di dalam hatimu, kau sungguh-sungguh berpikir begini… tapi itu sudah cukup…”

Pada dua kalimat terakhir, suara Xiao Lingxi menjadi sangat, sangat tenang. Dalam gumamannya terkandung kegetiran dan kesedihan yang akan mematahkan hati bagi siapapun yang mendengarkan.

Hati Xiao Che juga sangat terguncang. Dia tidak mengatakan apa-apa lagi, dia memejamkan matanya, dan mendengarkan dengan damai napas dan detak jantung gadis di sampingnya itu.

“Saat aku masih muda, aku kurus, hitam dan pendek. Setiap orang memanggilku itik buruk rupa dan selalu mengolok-olokku, menggangguku…” Xiao Lingxi meringkuk di belakangnya, sebuah suara penuh lamunan keluar dari mulutnya: “Hanya kau yang mau bermain denganku. Ketika seseorang menggangguku, Che kecil akan selalu buru-buru melawan mereka dan mengusir mereka. Tubuhmu selalu penuh dengan luka dan memar… Luka yang kau dapatkan waktu itu semua disebabkan karena aku. Aku menjadi terbiasa, dan juga menikmati perasaan dilindungi oleh Che kecil. Aku percaya bahwa kau akan selalu bisa melindungiku seperti ini…”

Kata-kata Xiao Lingxi mengingatkan Xiao Che pada masa kecil Xiao Lingxi. Pada saat itu, dia benar-benar kurus, hitam dan pendek seperti yang telah dia jelaskan, benar-benar seperti seekor “itik buruk rupa”. Tapi karena dia adalah bibi kecilnya, sebagai seorang laki-laki, dan juga karena dia lebih tua darinya satu tahun, dia akan selalu, seola-olah itu adalah misinya, dia akan melindunginya dengan sekuat tenaga… Siapa yang menyangka kalau perempuan muda ini akan menjadi sangat berbeda dari gadis kecil dia dulu. Si itik buruk rupa telah menjelma menjadi keindahan hari ini. Siapa yang tahu berapa banyak pemuda dari guild Xiao yang mengeluarkan air liur dari mulutnya saat merindukannya.

“Setelah itu, Che kecil diketahui kalau Profound Veinnya cacat. Aku dengan getir mulai memperkuat tenaga dalamku segera… karena aku merasa bahwa itu adalah saatnya aku melindungi Che kecil. Pada waktu itu, aku berpikir tidak masalah Che kecil yang melindungiku, atau aku yang melindungi Che kecil, itu semua satu dan sama saja. Dengan begitu kita dapat selalu bersama… tidak sampai aku perlahan tumbuh dewasa dan aku menyadari. Bahwa Che kecil akan mempunyai seorang istri, dan bahwa aku juga akan menikah. Pada saat itu, kita benar-benar tidak bisa seperti kita yang sebelumnya… Lagi pula, dari semua gadis di dunia ini, hanya Che kecil yang tidak bisa menikahiku… Dari semua pria di dunia ini, satu-satunya yang tidak bisa kunikahi hanyalah Che kecil…”

Xiao Che: “…..”

“Setelah sekian lama, aku berpikir bahwa aku telah benar-benar menerimanya. Hari ini Che kecil telah menikah. Aku seharusnya sangat bergembira, namun dari pagi hingga malam, seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatiku. Itu adalah rasa sakit yang tak bisa digambarkan. Saat aku ingin tidur, aku tidak bisa tertidur, apapun telah kulakukan… Dan Che kecil, saat kau mengatakan kata-kata itu padaku… Entah mengapa aku merasa senang, sekaligus juga sangat sedih… Apa yang telah terjadi padaku?”

Perut Xiao Che menegang. Ketika dia masih belum berbicara saat ini, dia juga tidak tahu apa yang harus ia katakan.

Perasaan berbahaya yang samar-samar dirasakan olehnya dan Xiao Lingxi telah ada sejak beberapa waktu yang lalu. Saat mereka menyadari berbahayanya perasaan ini, perasaan yang terlarang, mereka masih bersama siang dan malam, namun tidak pernah membicarakan hal tersebut dengan jujur. Malah sebaliknya, di dalam hati mereka, mereka menganggapnya sebagai kasih sayang antar anggota keluarga.

Dirinya yang tanpa kenangan hidup dari Azure Cloud Continent memiliki kepribadian yang pengecut dan rendah diri. Meskipun sampai mati, dia tidak akan pernah mengucapkan kata-kata yang sangat tidak mungkin baginya untuk mengatakannya keras-keras. Hingga perasaan itu benar-benar terkubur. Xiao Lingxi… tidak pernah mengungkapkan perasaannya, sebelum hari ini, sekalipun. Tapi Xiao Che yang sekarang bukanlah Xiao Che yang dulu dan dia mengatakan kata-kata yang dapat menghancurkan bumi tersebut. Sebagai tanggapan, Xiao Lingxi yang bimbang, di puncak bukit gunung belakang yang terisolasi, di dalam kegelapan malam, dia telah mengungkapkan perasaan tertekan yang terlarang untuk dia katakan.

Jantung Xiao Che mulai berdetak dengan kecepatan tidak menentu. Saat ia menghirup aroma menawan gadis ini, dia menjulurkan lengan kanannya, memeluk tubuh Xiao Lingxi dengan lembut. Tubuh Xiao Lingxi bergetar sedikit, tapi dia tidak menolak. Dia memejamkan mata, dalam diam dia membiarkan seluruh berat tubuhnya ditopang oleh Xiao Che.

Tubuh indah gadis itu lembut, seolah tanpa tulang, hangat, harum dan halus seperti batu giok. Kulitnya yang lembut dan halus, meskipun dipisahkan oleh beberapa lapis pakaian, masih bisa menyebabkan jiwa seseorang terguncang. Xiao Che tidak berani memeluknya lebih kuat lagi, khawatir dia dengan ceroboh akan membuatnya takut dan terluka. Namun, segera, ia merasa sepasang giok seperti lengan melilit punggungnya, mengambil inisiatif untuk menahannya lebih dekat lagi. Sebuah hembusan samar, wangi aromatik dari tempat yang tidak diketahui juga memasuki hidungnya lalu masuk jauh ke dalam hatinya.

Kerelaan Xiao Lingxi menghilangkan keraguan dalam hati Xiao Che. Dia menjulurkan lengan kirinya untuk memeluk pinggang Xiao Lingxi yang ramping, namun pikirannya tiba-tiba membeku. Tujuan lengannya telah sengaja diubah. Setelah memegangnya, perasaan lembut dan hangat benjolan itu ditransmisikan ke tangannya.

“Ah…”

Mulut Xiao Lingxi mengeluarkan erangan. Pikiran Xiao Che menjadi kacau. Dia langsung ingin  melepaskan tangannya, tapi lengan giok Xiao Lingxi yang lembut tertumpu di atas tangannya yang telah digenggamnya pertama kali. Pada awalnya, Xiao Che pikir dia ingin menampik tangan yang telah sengaja mengganggunya, namun… tangannya yang seperti giok menggenggam telapak tangannya dan meletakkannya di sana, tidak bergerak menjauh, tapi tidak memungkinkan dia untuk menolaknya. Diantara dada yang besar dan agung ini, Xiao Che masih dapat merasakan dengan jelas detak jantung Xiao Lingxi yang liar.

Suara napas Xiao Lingxi kasar dan berat. Sebuah rona warna merah memanjang dari wajahnya ke leher gioknya yang seputih salju. Dia memejamkan matanya dengan erat dan menyembunyikan kepalanya di dada Xiao Che, benar-benar tidak bergerak, seakan-akan dia berusaha keras untuk membuktikan bahwa ia telah tertidur.

Xiao Che juga menutup matanya, benar-benar diam dan benar-benar sunyi, keduanya berpelukan dengan damai satu sama lain. Pada titik ini, tak satu pun dari mereka yang bersedia untuk berbicara… karena hal itu akan memutuskan mimpi yang benar-benar tak terganggu ini.

Malam semakin larut. Ketika Xia Qingyue menemukan mereka, mereka masih berada dalam posisi yang sama, namun telah tertidur nyenyak.

Xia Qingyue keluar untuk mencari Xiao Che. Dia benar-benar berpikir bahwa Xiao Che pergi untuk mencari udara segar. Ketika dia keluar “mencari udara segar”, dia juga meninggalkan tempat tidur dan menata selimut di sudut kamar itu sehingga Xiao Che dapat tidur dengan aman disana saat dia kembali nanti. Namun setelah menunggu sangat lama, dia masih belum juga kembali.

Sebaliknya, dari arah suara sebelumnya, dia tampaknya telah memanjat dinding menuju ke pegunungan belakang guild Xiao.

Dengan kekuatan tenaga dalamnya yang lemah yang hanya di level pertama Elementary Profound Realm, dia telah pergi ke pegunungan belakang, dalam waktu yang cukup lama tanpa datang kembali, di tengah malam begini… Xia Qingyue tidak dapat menahan dan akhirnya memutuskan untuk keluar mencarinya. Hingga, membiarkannya menyaksikan adegan ini dihadapannya, yang membuatnya tercengang.

Hari ini merupakan hari pertamanya dan Xiao Che sebagai pasangan pengantin. Ketika Xiao Che menjemputnya di jalan menuju ke guild Xiao, sikap tenangnya mengandung kebanggaan. Di aula pertemuan, dia menahan amarah dan kebenciannya. Di kamar pengantin, meskipun dia mengatakan segala macam hal dan memiliki mulut yang vulgar, ekspresi dan sorot matanya tak henti-hentinya berbinar dengan menarik antara kebingungan, keengganan dan keputusasaan. Bahkan ada sebuah rasa sedikit kesepian yang tidak dapat dia pahami…

Tapi sekarang, dirinya berpelukan bersama dengan Xiao Lingxi yang sedang tertidur dengan sangat nyaman. Sudut bibirnya sedikit terangkat, jelas menunjukkan sebuah senyum hangat. Kelima inderanya benar-benar tenang, ekspresinya longgar, tenang dan damai seperti seorang bayi yang tidur di dada ibunya.

Tiba-tiba, sebuah perasaan tidak nyaman muncul dalam hati Xiao Qingyue… tentu saja, ini bukan berarti bahwa dia mempunyai perasaan terhadap Xiao Che. Tapi dia dan Xiao Che telah menjadi pasangan pengantin. Dia selalu yakin bahwa pernikahan ini hanyalah formalitas baginya, bahwa statusnya sebagai suami atau istri juga hanya gelar belaka, dan tidak ada yang bisa menyebabkan desiran sedikit pun di hatinya. Namun, dalam beberapa hal, perasaan tidak selalu mengikuti harapan seseorang. Hal ini terutama berlaku untuk perempuan, yang, kecuali mereka tidak punya hati, lebih rentan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan perasaan.

Lagipula, dia dan Xiao Che sudah menjadi suami dan istri. Walaupun, di pikirannya, dia tidak peduli sama sekali tentang penyatuan semacam ini, tapi kenyataan bahwa Xiao Che sekarang adalah suaminya masih akan jelas tercetak di alam bawah sadarnya. Sejak dia menjadi suaminya, dia seharusnya lebih berhak untuk menjadi miliknya. Tapi malah sebaliknya, pada malam pernikahannya, dia meringkuk dengan wanita lain sampai mereka berdua tertidur, dengan ekspresi hangat dan senang di wajahnya… Alam bawah sadarnya secara alami akan menimbulkan semacam reaksi tak biasa.

Meskipun gadis itu adalah bibi kecilnya.

Perasaan tidak nyaman ini membuat dirinya yang biasa terlihat tenang dan bagaikan seorang peri beku, sedikit tergelitik hatinya. Rasa jengkel ini memungkinkan dia untuk segera bangun dari lamunannya, dan dengan cepat memusatkan seluruh perhatiannya untuk menenangkan hatinya. Setelah beberapa lama kemudian, perasaan menyakitkan itu secara bertahap menghilang dan hatinya telah benar-benar dibersihkan.

Dia tidak menggangu Xiao Che dan Xiao Lingxi, dan dengan langkah ringan, pergi tanpa suara.

Setelah beberapa saat, Xia Qingyue tidak terburu-buru kembali, dengan sebuah selimut merah tua di lengannya. Dengan hati-hati dia meletakkan selimut itu di atas tubuh Xiao Che dan Xiao Lingxi dan sekali lagi pergi tanpa suara.

…………………………

Ketika Xiao Che bangun, hari sudah fajar. Meringkuk di dadanya, Xiao Lingxi masih tidur tanpa suara, gaya tidurnya begitu manis… jika segumpal air liur yang ada di dada Xiao Che diabaikan.

Pikirannya yang masih belum sepenuhnya sadar karena tertidur secara bertahap kembali, dan sedikit demi sedikit, adegan yang terjadi tadi malam berputar kembali di kepala Xiao Che. Meskipun bahunya mati rasa dan nyeri sepanjang malam, dia tidak berani bergerak sedikitpun sehingga tidak mengganggu tidur Xiao Lingxi yang nyenyak. Dan juga saat ini dia tiba-tiba menemukan selimut merah tua menutupi tubuhnya.

“Baiklah… f*ck…” Saat dia mengangkat tangannya untuk mengambil selimut, dengan pelan, raungan tak terkendali dikeluarkan oleh mulut Xiao Che… Jelas sekali selimut ini baru saja disiapkan kemarin, dan telah diletakkan di tempat tidur kamar pengantin.

Xiao Che menatap ke arah halamannya sendiri, hatinya mengeluarkan sebuah erangan… Di malam pernikahannya, bukan hanya dia tidak berada di kamar pengantin, tapi juga pergi keluar dan tidur dengan wanita lain sepanjang malam. Istri yang baru dinikahinya juga secara pribadi datang untuk mengantarkan selimut.

Skenario ini… benar-benar mendebarkan!

Translator / Creator: Akai Ta