October 17, 2016

Against the Gods – Volume 1 / Chapter 12

 

If You Weren’t My Little Aunt

Xiao Che menarik kesadarannya dari Sky Poison Pearl dan mengambil pakaian gadis itu dari tanah. Dia menetralkan racun yang ada di pakaian tersebut sebelum mengirim pakaian itu kembali ke dalam Sky Poison Pearl, lalu cepat-cepat menutupi tubuh gadis itu menggunakan pakaian tersebut hingga setelahnya dia sedikit bernapas lega.

Orang seperti apa gadis ini sebenarnya? Mengapa dia muncul di sini? Mengapa dia menghisap darahnya? Bagaimana dia bisa tahu tentang Sky Poison Pearl? Dan bagaimana dia memasuki Sky Poison Pearl?

Xiao Che tidak bisa memikirkan sebuah jawaban untuk setiap pertanyaan ini.

Dia diam-diam mengamati gadis ini dalam waktu yang cukup lama, lalu mengulurkan tangan untuk sedikit menyentuh bibir atasnya. Ujung jarinya langsung merasakan sedikit kehangatan, berbeda dengan sebelumnya yang sedingin es. Sebuah napas yang lemah juga dapat dirasakan, merata menyapu ujung jarinya.

Ini semua merupakan tanda-tanda kehidupan.

“Adik kecil?” Xiao Che memanggilnya, menggoncang tubuhnya.

Tak peduli kapan pun, penampilan seorang wanita merupakan kepingan penawar paling kuat dan senjata paling ampuh. Bila gadis ini tidak secantik seorang peri, tapi sangat jelek sekali dimana di satu titik seseorang akan muntah selama tiga hari hanya dengan melihatnya sekilas, Xiao Che tentu saja akan, tanpa ragu-ragu, menendangnya keluar dari Sky Poison Pearl. Namun gadis ini, tidak hanya benar-benar diselimuti misteri, tapi juga telah menggigit jarinya dan menghisap darahnya dengan paksa, menyebabkan tubuhnya mengeluarkan keringat dingin. Dia bahkan dengan anehnya muncul di dalam Sky Poison Pearl. Meskipun begitu, saat Xiao Che menatapnya, daripada merasakan suatu bahaya seperti saat sebelumnya, ia malah merasa sangat kasihan sekali. Ini karena gadis tersebut begitu cantik, sangat cantik sehingga tidak mungkin ada orang yang mengaitkannya dengan kata “bahaya”.

Daripada disebut insting alami seorang lelaki, lebih tepat untuk mengatakan bahwa ini merupakan dasar paling alami kebanyakan laki-laki.

Xiao Che berteriak cukup lama, tapi gadis itu tidak merespon sama sekali. Dia mundur beberapa langkah kemudian menatapnya dengan diam.

Gadis ini pasti tidak normal… Xiao Che berpikir sendiri. Dari bekas luka yang ada di tubuhnya, dan pakaiannya yang robek, mudah sekali untuk mengetahui bahwa racun di tubuhnya tidak ditujukan karena tidak sengaja, melainkan dengan paksa digunakan oleh orang lain. Untuk gadis muda ini, racun yang paling biasa sekalipun sudah cukup untuk membunuhnya, tapi musuhnya malah menggunakan sebuah racun yang begitu kuat hingga bahkan membuatnya takut.

Orang yang dapat menggunakan jenis racun seperti itu pasti orang yang sangat menakutkan.

Yang lebih menakutkan lagi adalah, walaupun seluruh tubuhnya diselimuti racun ini, dia masih belum mati!!

Lalu, apa yang seharusnya dia lakukan pada gadis itu? Haruskah dia hanya membiarkannya tidur dengan tenang di dalam Sky Poison Pearl?

Xiao Che bertanya-tanya dalam waktu yang lama sebelum diam-diam meninggalkan Sky Poison Pearl, meninggalkan gadis itu di dalam. Walaupun gadis ini telah menghisap darahnya, sepertinya hal itu merupakan sebuah kebiasaan yang tidak disadari. Gadis secantik ini, bagaimana mungkin dia jahat? Jika dia memikirkan kembali tentang hal itu, di usia semuda itu, bagaimana dia bisa menjadi sebuah ancaman?

Dia juga tidak tahu kapan gadis itu akan bangun.

Setelah menetralkan racun yang ada di tanah semampunya, Xiao Che beranjak pergi. Di tengah malam, ia hanya bisa mendengarkan langkah kakinya sendiri. Ketika dia hanya berada sekitar seratus langkah dari dinding belakang guild Xiao, tiba-tiba dia melihat sebuah bayangan berjalan ke arahnya.

Langkah kakinya tiba-tiba berhenti saat dia memandang ke depan… Siapa yang sedang menyelinap di sini tengah malam begini?

Bayangan di depannya juga melihatnya dan berhenti, dengan waspada bertanya, “Siapa itu?”

Suara ini membuat Xiao Che spontan menatap, tanpa sadar mengatakan: “Bibi kecil?”

“Ah?” Bayangan tersebut menghela napas lega, lalu berlari dengan cepat. Semakin dekat, sinar bulan memperlihatkan pipi mungil namun apik dan elegan. Ternyata dia Xiao Lingxi. Setelah melihat Xiao Che dengan jelas, dia membuka mata lebar-lebar. “Xiao Che? Mengapa kau di sini?”

“Aku…” Xiao Che menggaruk kepalanya. “Aku tidak bisa tidur, jadi aku keluar untuk merenung.”

“Merenung? Malam ini adalah malam pernikahanmu, kau tidak bersama Xia Qingyue menikmati… menikmati pernikahanmu, tapi malah datang kesini untuk merenung?” Xiao Lingxi memegang lengan Xiao Che dengan kasar, kemarahan terlihat di wajahnya. “Bukankah kau tahu kalau disini berbahaya? Sewaktu-waktu, hewan liar akan keluar, dan saat gelap seperti ini, kadang-kadang penjahat akan datang kesini. Apa yang akan terjadi bila kau bertemu mereka? Aku telah memberitahumu berkali-kali sampai sekarang, jika aku atau kakekmu tidak bersamamu, kau benar-benar tidak boleh datang kesini, meskipun siang hari. Kau benar-benar… tidak mendengarkan kata-kataku!”

Saat dia berbicara, Xiao Lingxi juga mencubit lengan Xiao Che dengan marah sebagai hukuman.

“Ah! Sakit, sakit!” Xiao Che buru-buru berteriak lalu meminta maaf dan mengatakan, “Bibi, aku tahu aku salah, lain kali aku benar-benar tidak akan berani datang kesini.”

“Kau ingin kesini lagi lain kali?!” Xiao Lingxi memelototinya dengan matanya yang indah.

“…Tidak akan ada lain kali! Kalau aku ingin datang ke pegunungan belakang nantinya, aku pasti akan mengajak bibi bersamaku.” Xiao Che bersumpah dengan sungguh-sungguh. Dengan berkata begitu, jika bukan untuk kenangan tambahan hidupnya yang berharga, dia pasti tidak akan berani datang ke tempat ini sendirian di malam hari.

“Seharusnya seperti itu… Tidak akan diizinkan lain kali!”

“Lalu… Bibi, kenapa kau datang kesini? Ini sudah sangat malam.” Xiao Che bertanya, bingung.

“Aku…” Suara Xiao Lingxi mengecil, matanya memunculkan sebuah lubang kecil. “Aku tidak tahu mengapa, tapi aku tidak bisa tidur malam ini. Lalu aku melihat bintang-bintang benar-benar bersinar cerah malam ini, jadi aku ingin datang ke gunung belakang untuk melihat.”

Xiao Che melihat keatas langit, lalu berkata sambil tersenyum, “Dulu, bibi dan aku sering menyelinap kesini malam-malam untuk menikmati angin malam dan melihat bintang… Dan sering tertangkap dan dimarahi oleh kakek.”

“Hm.” Xiao Lingxi menjawab, lalu diam-diam mengatakan, “Aku juga berpikir tentang itu, jadi aku berpikir aku akan melihat bagaimana rasanya keluar sendiri disini untuk merenung… Karena nantinya, aku mungkin tidak bisa merenung lagi denganmu.”

“Ah? Mengapa?”

“Bodoh! Karena kau telah menikah! Nantinya, kau seharusnya menemani istrimu, Qingyue, di tempat tidur saat malam, daripada keluar menikmati angin malam dan merenung.” Xiao Lingxi menatapnya dingin dan cemberut untuk beberapa alasan.

“Itu tidak benar! Selama bibi mau, tak peduli kapanpun, aku akan bersedia datang kesini dengan bibi untuk merenung… Lihat! Bukankah aku melakukannya dengan bibi saat ini?” Xiao Che berkata sambil tersenyum.

“Kau masih bisa berkata begitu! Menyelinap ke gunung belakang di malam pernikahanmu… Ah! Kau tidak dipaksa keluar oleh Xia Qingyue, kan?” Memikirkan itu, wajah Xiao Lingxi diisi dengan kemarahan dan dia menghentakkan kakinya: “Hmph! Itu terlalu berlebihan, aku akan pergi mencarinya!”

“Kau tidak perlu mengkhawatirkannya.” Xiao Che mencengkeram tangan Xiao Lingxi. “Aku tidak dipaksa keluar olehnya. Aku keluar karena kemauanku. Mungkin aku hanya tidak mengira aku akan bertemu bibi disini… ayolah, mari kita pergi ke tempat itu.”

“Ah…”

Berada di depan dengan menggandeng tangan Xiao Lingxi, Xiao Che berlari melewati angin malam yang dingin menuju ke tempat yang familiar itu.

Ini adalah puncak bukit kecil yang ditutupi oleh rerumputan yang halus dan lembut. Xiao Che dan Xiao Lingxi saling bersandar pada bahu masing-masing, sesekali bermandikan angin malam, hati mereka terasa damai.

“Aku pikir bahwa setelah kau menikah, aku akan kehilangan sebagian besar dirimu. Xia Qingyue sangat cantik, lebih baik dariku dari semua sisi. Aku khawatir saat kau memilikinya, kau akan selalu disisinya, meninggalkanku dan semakin tidak punya waktu untukku.” Melihat langit malam, mata Xiao Lingxi berkaca-kaca yang bahkan terlihat lebih terang daripada bintang-bintang.

“Bibi benar-benar tidak mempercayai kata-kataku sama sekali.” Xiao Che menjawab dengan pahit, “Aku dengan jelas mengatakan pagi tadi bahwa di hatiku, seratus Xia Qingyue tidak akan bisa dibandingkan dengan bibi. Bibi memaksaku… Eh, tunggu, berjanji padaku. Aku sangat ingat, dan pasti akan bersedia memenuhi…”

“Setelah aku menikahi Xia Qingyue, aku tidak akan melupakan bibi hanya karena aku sudah punya istri. Aku akan menghabiskan waktu bersama bibi sama seperti sebelumnya, aku akan mendengarkan panggilan bibi dan akan segera datang saat aku dipanggil seperti biasanya. Dan yang terakhir, walaupun sekarang Xia Qingyue adalah istriku, di hatiku, dia tidak akan bisa menggantikan bibi… Aku jamin kalau aku mengingat setiap kata dengan tepat!”

“…” Xiao Lingxi tercengang dan pandangan matanya mengabur. “Aku tahu itu sedikit berlebihan. Aku hanya… hanya bercanda. Kau benar-benar menyimpannya di dalam hati selama ini?”

“Tentu saja.” Xiao Che mengangguk tanpa ragu. “Karena bibi dan kakek adalah orang yang paling penting dalam hidupku. Orang lain tidak bisa dibandingkan. Bibi, aku janji padamu, walaupun sekarang aku telah menikah, kau tidak akan pernah kehilangan aku, juga seperti harapanku untuk tidak kehilanganmu.”

“Hehe…” Xiao Lingxi tersenyum senang, tangannya memeluk lengan Xiao Che. Dia meletakkan kepalanya di pundak Xiao Che. “Seperti yang diharapkan, Che kecilku adalah yang paling baik, paling penurut.”

Sebuah awan gelap melayang di langit, sementara menutupi bulan purnama, segera meredupkan pencahayaan disekitarnya.

“Sekarang saat aku memikirkannya, sudah lama sekali… tidak, tampaknya sudah sekitar beberapa bulan sejak kita datang kesini untuk merenung bersama-sama. Saat kita masih kecil, entah itu saat musim dingin atau musim panas, kita akan sering menyelinap disini. Aku ingat pada suatu malam di musim dingin, di tempat inilah, tentu saja langit dipenuhi dengan banyak bintang. Kita melihatnya cukup lama, lalu dengan tidak sengaja tertidur satu sama lain… Ternyata tanpa diduga salju turun malam itu, dan kita membeku saat tertidur. Ketika ayah menemukan kita, kita sudah menjadi dua manusia salju kecil. Setelah itu, kita bisa pulih setelah duduk di samping kompor selama dua hari dan minum banyak sekali obat pahit. Ayah benar-benar sangat marah, tapi tidak mau memukulku, tidak juga memukulmu. Jadi setelah kita membaik, dia menyuruh kita menyekop tumpukan salju sebagai hukuman.”

Xiao Che melanjutkan dengan tersenyum, “Lalu, kita hanya menyekop sedikit sebelum kita mulai bermain salju. Kita bahkan membuat sebuah manusia salju yang besar yang benar-benar mirip kakek. Dia tidak tahu harus tertawa atau menangis. Sekali dia tertawa, dia benar-benar lupa tentang hukuman kita.”

“Uh huh! Ayah memang seperti itu. Dia biasanya terlihat sangat galak, tapi dia tidak pernah bisa membuat dirinya sendiri untuk memukul kita meskipun hanya sekali dan hanya akan berpura-pura untuk menakuti kita. Tak peduli apapun, selama kita melontarkan kemarahan meskipun kecil, dia akan mendengarkan kita dengan patuh.” Wajah Xiao Lingxi dipenuhi tawa hangat.

“Suatu kali tidak seperti itu.” Senyum Xiao Che menjadi samar. “Pada ulang tahunku yang kedua belas, saat kau masih sebelas tahun, kakek melihatmu di halaman kecil dan melarangmu untuk tidur bersama denganku setelahnya. Aku ingat kau memohon pada kakek setiap hari, menangis dan berteriak, dan bahkan dengan marah berhenti makan. Tapi kakek sangat berkeras hati. Bagaimanapun dia tidak akan membiarkanmu tidur di tempat tidur yang sama denganku… seiring berjalannya waktu, kau hanya bisa mematuhi perintahnya.”

“Itu… Itu karena aku masih sangat muda, dan banyak hal yang tidak aku pahami!” Xiao Lingxi mencubit ringan pundak Xiao Che. Beberapa hal tentang gadis aku pahami setelah tumbuh dewasa, hmph.”

“Apa saja?” Xiao Che membuka matanya lebar-lebar, wajahnya penuh dengan kecurigaan.

“Bahwa… Bahwa anak laki-laki dan anak perempuan tidak boleh tidur bersama setelah tumbuh dewasa! Aku tak percaya kalau kau tidak tahu!” Berpikir tentang apa yang telah terjadi sebelumnya, Xiao Lingxi menambahkan kalimat lainnya: “Juga, mereka tidak boleh sembarangan mencium seperti ketika mereka masih kecil!”

“Ah, jadi seperti itu…” Xiao Che melirik pipi indah Xiao Lingxi, bagaikan batu giok berwarna di bawah cahaya bintang yang terang dan indah. Dia diam-diam mendekat: “Tapi, aku selalu ingin menciummu, apa yang harus kulakukan?”

“Kalau begitu nikahi aku!” Xiao Lingxi membalas dengan wajah angkuh, pipi merah mudanya sedikit terangkat.

“Jika kau bukan bibi kecilku, aku pasti menikahimu,” Xiao Che berkata tanpa berpikir.

“…”

Setelah berkata begitu, Xiao Che langsung menatap kosong ke depan. Ekspresi Xiao Lingxi juga membeku saat ia menatapnya kosong… seolah-olah mereka berdua telah bisu.

 

Translator / Creator: Akai Ta