October 19, 2016

Against the Gods – Volume 1 / Chapter 14

 

Letter From the Xiao Sect

Saat itu masih pagi sekali. Langit baru saja mulai bersinar terang ketika master guild Xiao, Xiao Yunhai, terbangun dari tidur lelapnya oleh suara ketukan mendesak di pintunya. “Master guild! Master guild, apakah kau sudah bangun?”

Xiao Yunhai membuka matanya, menatap sekilas cahaya di luar lalu bertanya, dengan mengerutkan kening: “Pagi-pagi begini, apa yang terjadi?

“Ini… ini Xiao… Sekte Xiao! Ada sebuah surat dari Sekte Xiao!” Dari luar pintu terdengar suara bersemangat dan gemetar ini.

“Apa? Sekte Xiao?!”

Master guild Xiao, adalah salah satu orang terkuat di Floating Cloud City, melompat dari tempat tidurnya seakan pantatnya ditusuk dengan belati. Dia dengan sembarangan melemparkan pakaiannya dan, bahkan tidak merasa perlu untuk repot-repot merapikan rambutnya, membuka pintu dengan terburu-buru, menghampiri murid guild Xiao yang ada diluar tersebut. Dia berteriak dengan mata melebar: “Kau bilang Sekte Xiao? Sekte Xiao?!”

“Ya! Ini benar-benar dari Sekte Xiao!” Murid guild Xiao itu menelan ludah dengan susah payah, mengangguk dengan semua kekuatannya, lalu memberikan surat yang ada di tangannya itu ke  Xiao Yunhai. “Surat ini memiliki segel elang dari Sekte Xiao! Di Blue Wind Empire ini, tak ada seorang pun yang berani memalsukan lambang Sekte Xiao ini.”

Begitu dia melihat segel elang langit di surat itu, seluruh tubuh Xiao Yunhai gemetar. Dia menyambar surat itu dengan ganas, lalu, dengan tangan yang bergetar dengan hebat, dengan cepat dan hati-hati merobeknya hingga terbuka untuk melihat kertas di dalamnya.

Meskipun nama Sekte Xiao hanya mempunyai perbedaan satu huruf dibandingkan dengan guild Xiao nya, satu kata itu seperti perbedaan antara awan dan lumpur! Guild Xiao hampir tidak dianggap sebagai pemimpin terkemuka di Floating Cloud City, tapi di Profound Sky Continent secara keseluruhan, itu hanyalah seperti keberadaan tanpa nama. Bagaimanapun Sekte Xiao merupakan salah satu dari empat sekte terkuat di Blue Wind Empire! Mereka mempunyai tingkat kehormatan yang sama seperti Heavenly Sword Villa, Frozen Cloud Asgard, dan Burning Heaven Clan. Mereka merupakan sebuah kehidupan yang guild Xiao bahkan tidak bisa berharap untuk memandangnya.

Terus terang saja, seorang pelayan yang tidak berguna di Sekte Xiao tidak akan pernah merasa perlu untuk menghormati master dari guild Xiao.

Meskipun begitu, ada suatu hubungan antara guild Xiao dan Sekte Xiao. Hal itu karena orang yang mendirikan Floating Cloud City nya guild Xiao sekitar seratus enam puluh tahun yang lalu, Xiao Bieli, pada saat itu merupakan seseorang dari Sekte Xiao… Lebih tepatnya, dia adalah seorang murid yang ditelantarkan, dan, berdasarkan rumor yang ada, dia adalah anak dari salah satu tetua pada waktu itu. Namun, Xiao Bieli adalah anak dari hasil seorang tetua yang memperkosa salah satu gadis yang melayani Sekte Xiao saat sedang mabuk. Sejak kecil, penampilannya biasa saja dan bakatnya kurang. Selain itu, dia mendatangkan banyak gossip, yang menyebabkan ketidaksenangan yang besar pada tetua. Setelah mencapai usia dewasa, kekuatan tenaga dalamnya paling rendah diantara semua teman-temannya. Membiarkannya tinggal di Sekte Xiao hanya akan menyebabkan penghinaan lebih banyak pada tetua sehingga dia menemukan sebuah kesempatan untuk mengirimnya ke sebuah tempat yang buruk sekali, pedalaman Floating Cloud City dan membantunya membangun guild Xiao. Sejak saat itu dia tidak memberikan lebih banyak perhatian pada Xiao Bieli dan memutuskan semua kontak antara mereka dan Sekte Xiao.

Tapi Xiao Bieli tetaplah terlahir dari Sekte Xiao yang membanggakan. Dia menghabiskan seluruh hidupnya untuk bersusah payah memperkuat kekuatan tenaga dalamnya, berharap untuk mendapatkan pengakuan, dan suatu hari nanti akan mendapatkan persetujuan dan kembali ke Sekte Xiao. Setelah dia mati, keinginan ini diwariskan pada guild Xiao dari generasi ke generasi, dan menjadi tujuan utama setiap generasi guild Xiao. Terutama diantara setiap generasi master guild, semuanya tanpa terkecuali berharap bahwa mereka dapat mengandalkan sedikit darah dari Sekte Xiao yang ada dalam diri mereka untuk membangun sebuah hubungan, tidak peduli bagaimana pun rapuhnya, dengan Sekte Xiao. Namun setelah bertahun-tahun, guild Xiao tidak pernah menghasilkan seseorang yang dapat mengabulkan harapan mereka ini. Sekte Xiao berbicara pada mereka bagaikan mendapatkan sesuatu dari Istana Surgawi, sesuatu yang bahkan tidak dapat mereka harapkan untuk bisa dicapai.

Meskipun begitu, hari ini, Sekte Xiao telah mengambil inisiatif untuk mengirimkan sebuah surat! Hal ini sukses membuat Xiao Yunhai merasakan luapan kegembiraan, kegembiraan itu membuatnya merasa seolah-olah dia ada di dalam mimpi.

Setelah membaca isi surat itu kata demi kata, wajah Xiao Yunhai menjadi benar-benar merah, napasnya menjadi tidak menentu. Dia menunjuk keluar dengan tangannya yang gemetar, berkata dengan suara serak: “Cepat… cepat beritahu para tetua untuk segera berkumpul ke aula utama!! Katakan pada mereka kita harus membicarakan berita besar tentang masa depan guild Xiao.. Cepat pergi!”

“Ah… Ya!” Murid guild Xiao itu langsung menjawab dan berlari panik.

………………………………………..

Xiao Che membuka pintu pelan-pelan, dengan selimut merah tua di tangannya, dia melihat Xia Qingyue telah sedang duduk disamping tempat tidur, telah bangun dan berpakaian rapi. Mata indahnya yang setenang air, mengawasi dirinya tanpa berkedip sedikitpun.

Xiao Che segera melemparkan selimut itu di atas meja. Dengan wajah yang tidak memerah dan detak jantung yang tidak menderu, dia berkata dengan tenang: “Istriku, kau bangun pagi-pagi sekali. Apakah kau tidur nyenyak tadi malam?”

“Apakah kau tidak akan mengatakan padaku dimana kau pergi tadi malam?” Xia Qingyue sedikit bertanya, mata indahnya sedikit menyipit.

“Tidak perlu.” Xiao Che merenggangkan tubuhnya lalu mulai meluruskan rambutnya menggunakan cermin: “Karena aku tahu kau pasti tidak tertarik.”

Xia Qingyue: “…..”

Walaupun dia tertidur di pegunungan belakang dengan Xiao Lingxi tadi malam, saat dia bangun, suasana hatinya luar biasa baik. Setelah dia merapikan baju dan rambutnya sedikit, dia kembali menjadi anak baik. Xiao Che berdiri untuk beranjak pergi dan berkata: “Ayo pergi. Ini pagi hari pertama kita, kita harus pergi untuk menunjukkan rasa hormat kita pada kakek… Ajakanku ini tidak akan kau tolak, kan?”

Xia Qingyue berdiri tanpa sepatah kata pun dan melangkah keluar pintu mendahuluinya. Xiao Che melonggarkan bahunya dan dengan cepat mengikutinya keluar.

Xiao Lie selalu bangun pagi setiap hari, dan tak terkecuali hari ini. Saat memasuki halaman Xiao Lie, hal pertama yang mereka lihat adalah dia sedang menyirami bunga dan tanaman. Ketika dia melihat Xiao Che dan Xia Qingyue masuk, dia tersenyum lembut. “Kau datang.”

Di bawah tatapan penuh perhatian Xiao Lie, Xiao Che segera mengulurkan tangan dan memegang tangan kecil Xia Qingyue dalam genggaman tangannya. Tangan Xia Qingyue halus dan lembut, namun juga dingin bila disentuh, mungkin karena dia dilatih di Frozen Cloud Arts. Seluruh tubuh Xia Qingyue menegang. Tepat sebelum dia akan menyentakkan tangannya agar terlepas dari Xiao Che, dia memperhatikan tatapan Xiao Lie dan tidak mempunyai pilihan lain kecuali membiarkannya. Dia membiarkan Xiao Che berjalan menuju Xiao Lie bersamanya, bergandengan tangan.

Ayah Xia Qingyue selalu sangat menghormati Xiao Lie dan dia juga tidak berbeda. Hanya di depan Xiao Che, dia tidak menunjukkan sedikit pun rasa kasih sayang, tapi jika dia melepaskan tangan Xiao Che di hadapan Xiao Lie, maka dia hanya akan bisa membayangkan betapa jeleknya wajahnya nanti.

Bajingan sialan ini…

“Kakek, kau bangun pagi sekali hari ini.” Xiao Che menuntun Xiao Qingyue dan memberikan salam secara alami pada Xiao Lie dengan kesopanan seorang junior.

“Qingyue memberikan hormat kepada kakek.” Qingyue membungkuk ringan, postur tubuhnya lembut dan bermartabat. Kenyataan bahwa ini adalah pertama kalinya dia digandeng, dan dimanfaatkan dengan cara yang licik, membuatnya merasa antara marah dan tak berdaya. Jika ini bukan karena fakta bahwa kekuatan tenaga dalamnya akan diketahui oleh orang tua yang ada di puncak Spirit Profound Realm ini, dia pasti akan menggunakan Frozen Cloud Arts untuk membekukan Xiao Che sampai dia meringis.

“Haha, kalian berdua juga bangun sangat pagi.” Melihat penampilan mesra Xiao Che dan Xia Qingyue, Xiao Lie menunjukkan eskpresi ceria. “Che, Qingyue, meskipun usia enam belas tahun itu terbilang masih terlalu muda untuk menikah, hal itu juga membuat sebagian hatiku merasa tenang. Qingyue, kau seharusnya telah tahu tentang kondisi Che. Terus terang saja, pernikahan ini sejujurnya tidak adil untukmu. Tapi keluarga kami tidak akan membagi biaya sesukamu. Mulai saat ini, harapan terbesarku adalah melihat kalian berdua hidup damai.”

Xia Qingyue tidak bermaksud untuk menjawab sebelum Xiao Che buru-buru mengatakan: “Kakek, jangan berkata begitu! Aku, Xiao Che, adalah cucumu. Tidak ada wanita di bawah langit ini yang tidak cocok untukku. Dimana kita mempunyai salah terhadapnya? Setelah bergabung dengan keluarga kita, tentu saja dia akan memberikan penghormatannya untuk kakek lalu dengan hati-hati akan menjagaku sepanjang hari. Jika dia tidak melakukannya dengan benar, maka aku akan menceraikannya dan mencari seorang istri yang lebih baik. Bukankah kau setuju, istriku Qingyue?”

 “…” Jika bukan karena fakta bahwa Xiao Lie sedang berdiri tepat di depan mereka, Xia Qingyue pasti akan membekukan mulut Xiao Che selamanya agar tertutup dengan sebuah hembusan seni rahasia Frozen Cloud Fairy.

“Hahahaha.” Xiao Lie tertawa terbahak, tak berdaya menggelengkan kepalanya. Dia melihat Xiao Che dengan gaya manja: “Oh kau, Qingyue baru saja bergabung dengan keluarga kita dan kau sudah menggertaknya seperti ini. Qingyue, jangan mendengarkan omong kosongnya. Che, anak nakal ini, belum mempunyai mulut yang jujur sejak dia masih muda. Kalian berdua pasti belum sarapan pagi ini kan? Tahu bahwa kalian berdua akan datang kesini, kakek Hong telah ada di dapur mengirim sarapan. Ayo, mari makan bersama.”

“Ya kakek… Itu benar, haruskah kita memanggil bibi untuk ikut sarapan juga?”

“Dia selalu suka tidur sejak masih kecil. Karena ini masih pagi, sebaiknya jangan mengganggunya.”

Meja makan di dalam rumah itu sebenarnya memang telah disediakan dengan hanya tiga porsi makanan untuk sarapan. Xiao Che tidak pernah melepaskan tangannya dan menarik Xia Qingyue, yang dengan usaha semaksimal mungkin untuk terlihat natural, untuk duduk berdampingan di satu sisi meja. Xiao Lie mulai mengambil tempat duduknya berlawanan arah dengan mereka. Dia baru saja menyentuh tempat duduknya ketika suara langkah kaki yang tergesa-gesa datang dari arah luar, disertai dengan suara serak:

“Ketua Kelima! Apakah Ketua Kelima ada disini?”

“Ada apa ini?” Xiao Lie berdiri dan sedikit mengerutkan keningnya.

“Guild… perintah guild master. Semua ketua harus segera pergi ke aula utama untuk membahas berita tentang masa depan guild Xiao. Anda harus segera pergi!”

“…” Xiao Lie berdiri, menyambar jaket yang diserahkan padanya oleh Xiao Hong lalu berbicara pada Xiao Che dan Xia Qingyue: “Sepertinya ini keadaan darurat. Kalian berdua makanlah dulu. Tidak perlu menungguku.”

Tidak ada sekalipun dalam ingatan Xiao Lie dimana ada panggilan mendesak seperti itu datang pagi-pagi sekali. Dia menyelimutkan jaketnya di seluruh tubuhnya, lalu pergi dengan cepat.

Xiao Lie baru saja pergi, namun tangan Xiao Che melepaskan tangan Xia Qingyue secepat kilat. Tubuhnya juga melompat mundur kebelakang dengan sebuah *woosh* hingga alisnya sedikit miring. Dia berkata dengan wajah suram, “Qingyue istriku, kau sangat cerdas, jadi kau pasti mengerti alasanku menggenggam tanganmu adalah untuk membuat pikiran kakek tenang. Aku tentu tidak punya tujuan lain. Walaupun aku tidak meminta persetujuanmu sebelumnya, kau pasti tidak akan menyerangku karena marah, kan?”

Ekspresi Xia Qingyue sebenarnya memang sedikit berubah menjadi sedingin es. Dia berbicara dengan nada dingin: “Jika kau berani sembarangan menyentuh tubuhku lagi, maka aku tidak akan bersikap sopan seperti ini lagi.”

“Hei! Kau tidak akan berbuat sejauh itu, kan?” Xiao Che mengawasinya dengan mata melebar dan sebuah raut tertekan di wajahnya. “Aku hanya memegang tanganmu dan kau sudah begitu marah… Kita masih pasangan asli. Meskipun kau menikahiku hanya untuk membayar hutang budi, kita masih suami dan istri. Karena kita sepasang pengantin, normal bagiku untuk menyentuhmu dimanapun, jangankan hanya tangan… Tidak, sebaliknya, itulah yang seharusnya! Kau telah menikahiku kurang dari sehari namun selalu bersikap dingin dan tak acuh. Kau bahkan tidak membiarkanku tidur di tempat tidur yang sama pada saat malam pernikahan. Sekarang, bahkan memegang tanganmu membuatmu begitu marah… *terisak* Istri seperti apa yang telah kunikahi ini? Ini sebenarnya bahkan lebih buruk daripada mengambil permaisuri sebagai seorang istri…”

“…” Temperamen Xiao Che semakin memberikan Xia Qingyue sebuah perasaan tak berdaya. Saat pertama kali dia melihatnya, dia merasa Xiao Xhe adalah orang yang dingin dan angkuh. Lama-lama, dia juga merasa bahwa wataknya tidak biasa, dan bahkan memiliki sentuhan misteri. Berkali-kali, dia memberinya perasaan bahwa ini sebenarnya bukanlah anak yang berumur enam belas tahun, tapi lebih seperti orang dewasa dengan banyak pengalaman selama bertahun-tahun… Menyembunyikan sifat kasarnya yang alami yang akan terungkap setiap kali dia tidak berhati-hati.

Dan sekarang, meskipun dia jelas telah tanpa malu-malu mengganggunya, dia masih bertindak seolah-olah dia tidak melakukan kesalahan. Sebaliknya, seperti anak kecil, dia berani mengeluh, dengan tegas membalikkan Xia Qingyue yang awalnya merupakan seorang korban berbalik menjadi seorang penjahat. Untuk sesaat, ia tercengang dan tidak tahu apakah dia harus tertawa atau menangis. Bahkan kemarahan di dadanya tanpa disadari menguap dalam jumlah yang besar.

“Lupakan itu, mari duduk dan makan.” Xia Qingyue berkata tanpa daya.

“Dengan kata lain, istriku Qingyue tidak marah lagi? He he, itu lebih seperti istri yang patuh. Ayo, mari makan yang banyak!” Xiao Che langsung naik menyeberangi meja lalu duduk kembali, di samping Xia Qingyue, memberikan kue kacang hijau yang ada diatas piringnya ke Xia Qingyue.

“…..” Xia Qingyue mulai curiga bahwa permintaan yang dia buat pada gurunya untuk tinggal di sisi Xiao Che selama satu bulan merupakan sebuah keputusan yang keliru dan berbahaya.

Translator / Creator: Akai Ta