October 4, 2016

Against the Gods – Volume 1: Red-Colored Calamity – Prolog

 

Di atas Divine Secret Mountain, Cloud’s End Cliff adalah tempat yang paling berbahaya dari empat tempat yang paling mematikan di Azure Cloud Continent. Cloud’s End Cliff sering disebut kuburan the Grim Reaper. Selama bertahun-tahun, orang yang terjatuh di jurang ini sudah terlalu banyak untuk dihitung; tidak ada yang selamat, termasuk tiga Dewa-tingkat maharaja yang kekuatannya dapat membawa mereka ke langit.

Saat ini, di tepi jurang, seorang pemuda bermata hitam berambut hitam bersandar di sisi sebuah batu mengawasi dua orang di ketinggian. Terdapat bercak darah di atas baju hitamnya dengan banyak luka menganga pada tubuh orang tersebut. Dia diatas batu hanya selama beberapa saat, namun dibawah kakinya telah banyak genangan darah.

Dadanya menghela nafas dan dapat dikatakan bahwa kecepatan saat dia menghela napas cukup berat yang dapat menyebabkan ketakutan pada diri seseorang. Disekujur tubuhnya, otok-ototnya sedikit gemetar menandakan bahwa dia kelelahan dan kehilangan banyak tenaga. Jika bukan karena batu besar ini, dia mungkin saja tidak akan mampu berdiri sendiri. Bagaimanapun, kedua matanya dingin dan tenang seperti dua mata pisau, bersinar dengan keganasan serigala. Sudut bibirnya menyeringai dengan penuh penghinaan.

Di depannya berdiri sebuah kerumunan gelap orang yang telah memblokir semua jalan keluarnya.

“Yun Che, Kau dikepung! Jika kau mematuhi kami dan menyerahkan Sky Poison Pearl, mungkin kami akan membiarkanmu hidup!”

“Hari ini kami akan menegakkan keadilan demi langit untuk menyingkirkan bencana ini! Jika kamu segera menyerahkan Sky Poison Pearl kami akan membiarkanmu mati dengan tenang atau kau akan merasakan sakitnya ratusan pedang di dadamu.”

“Yun Che! Berhentilah keras kepala, jalan satu-satunya hanya dengan menyerahkan Sky Poison Pearl! Kau tidak berharga selayaknya benda suci.”

Gemuruh suara datang dari kerumunan, tiap orang meneriakkan kata-kata seperti keadilan dan kebenaran. Siapapun orang dari Azure Cloud Continent yang lewat, mereka akan tercengang oleh adegan ini. Kerumunan orang ini terdiri dari klan-klan terkuat Azure Cloud Continent. Semua pimpinan klan hadir, dan bahkan beberapa anggota tetua yang terlupakan juga ada. Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa jika kau mengeluarkan seseorang dari kerumunan, dia akan menjadi orang yang dapat menggoncang wilayah manapun.

Sekarang, mereka semua berkumpul menyudutkan pemuda di jurang ini. Khususnya, untuk Sky Poison Pearl yang ada ditangannya-benda suci nomer satu di Azure Cloud Continent.

Sambil mendekati dengan perlahan, kerumunan tersebut berteriak dengan memberikan ancaman. Saat Sky Poison Pearl muncul lagi, sekali lagi mereka dihadapkan dengan benda berharga yang sangat menarik. Setelah berburu selama tiga hari penuh, mereka tidak sabar untuk memanen buah hasil kerja mereka.

“Kalian semua…menginginkan ini… Sky Poison Pearl?”

Yun Chen tertawa dingin. Saat dia pelan-pelan mengangkat tangan kanannya, sebuah bola giok berwarna hijau dengan cahaya redup muncul ditangannya. Saat mutiara ini bersinar, setiap orang berhenti di tempatnya masing-masing. Menatap tajam pada mutiara hijau, mata mereka memancarkan keserakahan.

Bagi Yun Che, orang-orang yang cukup kuat untuk menakuti dunia ini terlihat licik dan menjijikkan. Dia pelan-pelan menaikkan matanya. Walaupun tersudut, manik matanya bersinar dengan angkuh dan menghina. Kebencian terlihat jelas di dalam matanya: “Tuanku menghabiskan seluruh hidupnya untuk menyelamatkan dunia ini; dia menyelamatkan orang yang tak terhitung banyaknya, baik yang mencari keuntungan ataupun ketenaran karena Sky Poison Pearl ini. Kalian dari Sekte Keadilan membunuh guruku tujuh tahun yang lalu.”

“Aku benci…benci diriku sendiri karena tidak berguna. Bahwa aku belum menghabisi kalian para bedebah Sekte Keadilan dalam tujuh tahun ini!”

Setiap kata yang dia ucapkan mengandung kebencian yang mendalam. Walaupun sudah tujuh tahun, hanya memikirkan tentang kematian gurunya membuat air mata darah mengalir di sudut matanya.

Yun Che tidak tahu siapa orang tuanya saat gurunya menemukannya, sepertinya dia baru berumur beberapa hari. Saat itu sedang musim semi ketika gurunya menemukannya. Awan terserak, angin bertiup ringan, suasana pegunungan, dan air yang jernih. Dia memberi nama bayi itu Yun Che, dengan harapan hatinya akan sebersih awan dan sejernih air; sehingga saat dia tumbuh besar, dia akan mewarisi keahlian sebagai penyembuh untuk menyelamatkan orang yang hampir mati dan mengobati orang yang terluka dengan sebuah hati yang kosong dengan kebusukan.

Tak masalah seberapa serius penyakit atau trauma, sang Guru dapat membersihkan semuanya. Ini karena Sky Poison Pearl yang tersembunyi dalam tubuhnya. Dua kata “Sky Poison” berarti bahwa mutiara ini sangat beracun, tapi obat dan racun memiliki asal yang sama. Sang Guru tidak pernah menggunakan racunnya; dia hanya menggunakan bahan kimia untuk mengekstrak, melelehkan dan diakhir pembuatan,  obat suci untuk menyelamatkan jutaan nyawa. Dia mengajarkan semua keahlian medisnya pada Yun Che. Tapi tujuh tahun lalu, kabar tentang Sky Poison Pearl telah tersebar. Dia memberikannya pada Yun Che dan menyuruhnya untuk melarikan diri. Singkat cerita, dia mati ditangan sekte utama.

Saat berita tentang kematian gurunya terdengar, Yun Che menangis selama tiga hari tiga malam. Akar kebencian tertanam kuat di dalam hatinya dan dia tidak lagi praktek medis tapi justru menyerap racun dari mutiara itu. Pembalasan dendam menjadi panutannya. Setelah tujuh tahun dia menguasai racun dan memperlihatkan taring pembalasan. Dalam waktu kurang dari sepuluh hari racun menyebar tidak hanya ribuan mil, membunuh banyak orang, tapi juga kepanikan dan ketakutan diseluruh Azure Cloud Continent. Barang berharga itu bisa membuat orang menjadi kuat dan sangat berkuasa sehingga mereka tertarik memilikinya. Hal inilah yang mengawali perburuan terhadap Yun Che dalam rangka untuk mendapatkan Sky Poison Pearl, hingga saat ini.

Dia menatap tajam semua orang dengan pandangan benci dan tertawa dingin. Saat tawanya meninggi, dia meraung: “Kalian anak jalang, kalian ingin Sky Poison Pearl ku…Kalian. Semua. Bermimpi!!”

Setelah mengatakan itu, Yun Che tiba-tiba mengangkat tangannya dan melempar Sky Poison Pearl ke dalam mulutnya. Dia lalu mendorong mutiara tersebut jauh ke dalam tenggorokannya dan mutiara itu secara cepat langsung menuju ke dalam perutnya.

“Apa…Apa yang sedang kau lakukan!”

“Dia benar-benar…menelan Sky Poison Pearl!”

“Yun Che! Apakah kau benar-benar ingin mati!”

“Baiklah, tidak masalah, kita akan membunuhnya dan mengambil mutiara itu!”

Sky Poison Pearl memasuki tubuhnya, tapi racunnya tidak menyebar di dalam tubuhnya dan membunuhnya seperti yang diperkirakan. Sebuah cahaya hijau yang lemah memancar dari permukaan tubuhnya.

“Bunuh dia sekarang! Atau Sky Poison Pearl akan berubah di dalam tubuhnya. Itu akan menjadi masalah yang besar!”

Dengan berteriak, selusin orang dibarisan pertama menyerang Yun Che secara bersamaan. Melihat tubuh orang-orang yang ingin dia hancurkan, Yun Che mulai tertawa. Tawanya lemah dan kering tapi masih sangat angkuh: ”Aku tidak punya kemampuan untuk membunuh kalian, tapi jangan pikir kalian dapat membunuhku! Kalian orang yang tidak berguna tidak pantas mendapatkan Sky Poison Pearl ini, tapi lebih tidak pantas lagi membunuhku. Jika aku mati, aku akan mati ditanganku sendiri! Ha ha ha ha…”

Setelah tertawa Yun Che menggunakan sisa tenaganya untuk melompat ke belakang.

“Hentikan dia!!!”

Beberapa tangan mencoba untuk meraih Yun Che, tapi mereka bahkan tidak dapat menyambar bayangannya. Mereka hanya dapat melihat tubuhnya terjun bebas ke dalam lembah.

Cloud’s End Cliff, sangat sesuai untukku, kuburan Yun Che….(TL: Yun = Cloud)

Tidak ada hal yang dapat menahanku untuk kembali selama aku tidak lagi mempunyai hubungan di dunia ini. Sayang sekali…Aku tidak dapat membalaskan dendam untuk guruku…maupun tidak bisa menemukan orangtua kandungku.

Yun Che memegang dengan lembut liontin perak di depan dadanya. Itu adalah benda satu-satunya yang dia miliki saat gurunya menemukannya. Angin mendesing melewati telinganya saat dia menutup matanya pelan-pelan dan membiarkan tubuhnya terjun jauh ke dalam jurang gelap yang tampaknya tak berujung.

Translator / Creator: Akai Ta