September 26, 2016

7 Killers Chapter 1 – A Meeting of Legends (Part 2)

 

Tangan Gongsun Miao sudah pasti tidak berada di atas meja.

Tangannya sangat jarang meninggalkan bagian dalam lengan bajunya, ia enggan untuk membiarkan orang lain melihatnya.

Terutama tangan kanannya.

**

Suara Gongsun Miao memang tidak begitu keras. Dia tampak seperti orang biasa, dan mengenakan pakaian biasa.

Hal ini memang disengaja, karena ia tidak ingin menarik perhatian orang.

Tapi orang yang duduk di hadapannya itu justru sebaliknya; ia menarik banyak perhatian. Busana yang ia kenakan adalah kualitas terbaik, jelas dibuat secara khusus. Cincin di jarinya itu bernilai setidaknya seribu keping perak dan terbuat dari Giok Dinasti Han. Topinya dihiasi dengan mutiara sebesar buah leci.

Bukan hanya pakaiannya yang menarik perhatian. Dia sangat kurus, dengan kepala yang luar biasa kecil, berhidung  besar yang bengkok. Dengan demikian, teman-temannya memanggilnya “Big Nosed Hu.” Orang lain memanggilnya “Big Nosed Dog.”

Sebenarnya, hidungnya sangat mirip dengan anjing, karena ia memiliki kemampuan untuk mencium ha-hal yang orang biasa tidak bisa.

Kali ini, ia mencium bau sesuatu yang langka, Luminescent Pearl, mutiara yang tak ternilai harganya.

Suaranya sangat pelan, mulutnya hampir menyentuh telinga Gongsun Miao saat ia berbicara. “Kau tidak pernah melihat luminescent Pearl ini, sehingga kau tidak bisa membayangkan betapa indahnya mutiara itu.”

“Aku bahkan tidak ingin berpikir tentang hal itu.” Ucap Gongsun Miao

Big Nosed Hu mengatakan, “saat gelap mutiara itu bersinar sangat terang. Bila kau meletakkannya di ruangan yang gelap, kau tak memerlukan penerangan lagi

“Aku tak membaca” kata Gongsun Miao dingin. “Walaupun iya, aku lebih memilih untuk menggunakan lampu minyak dan lilin yang jelas tak semahal itu. ”

Wajah Big Nosed Hu memiliki ekspresi pahit saat ia berkata, “Tapi jika aku tak memiliki mutiara itu, ku pikir aku akan mati.”

“Itu urusanmu, jika kau meminginkannya, pergi dan dapatkanlah ”

“Kau tahu aku tidak bisa mendapatkannya,” kata Big Nosed Hu pahit. “Mutiara tersembunyi di sebuah benteng yang tak tertembus. Hanya kau yang bisa masuk. Dan mutiara itu di simpan di tempat penyimpanan yang hanya kau yang bisa membukanya. Selain kau, tidak ada seorang pun di dunia yang mungkin bisa mendapatkannya. ”

“Tidak ada orang yang lain bisa?”

“Kita sudah berteman selama tiga puluh tahun, kan?”

“Benar.”

“Apakah kau benar-benar bersedia untuk melihat aku mati di pinggir jalan?”

“Tentu saja tidak.”

“Maka kau harus membantuku untuk mencuri mutiara itu.”

Gongsun Miao terdiam beberapa saat, sebelum tiba-tiba menarik tangan kanannya keluar dari lengan bajunya. “Apakah kau pernah melihat tanganku?”

Hanya ada dua jari di tangannya. Jari tengah,jari manis, dan jari kelingking  telah dipotong.

Gongsun Miao mengatakan, “Apakah kautahu bagaimana jari kelingkingku dipotong?”

Big Nosed Hu menggelengkan kepala.

Gongsun Miao melanjutkan, “Tiga tahun yang lalu, aku berdiri di depan orang tua dan istriku lalu aku memotongnya, sebagai simbol sumpah ku untuk tidak pernah mencuri lagi.”

Big Nosed Hu menunggu dia untuk melanjutkan ceritanya.

“Tapi suatu hari, aku melihat ukiran delapan kuda yang indah dari batu giok putih. Tanganku mulai gatal, dan malam itu aku tidak bisa menahannya lagi dan mencuri delapan kuda giok putih itu. ”

Big Nosed Hu mengatakan, “Aku pernah melihat kuda-kuda itu sebelumnya.”

“Orang tua dan istriku juga melihatnya,” Gongsun Miao menanggapi. “Mereka tidak mengatakan satu patah  katapun. Keesokan harinya mereka mulai mengemasi semua barang-barangnya untuk pergi meninggalkanku. Mereka mengatakan mereka tidak ingin lagi memiliki hubungan denganku. ”

“Jadi untuk mendapatkan kepercayaan mereka kembali, Kau memotong jari manismu?”

Gongsun Miao mengangguk kepalanya. “Pada waktu itu, Aku dengan tegas memutuskan untuk tidak pernah mencuri lagi. Tapi …

Dua tahun setelah itu, ia mencuri lagi

Waktu itu, yang ia curi adalah Patung Bok Choy pembawa keberuntungan yang besar, diukir dari batu giok putih. Setelah melihat patung itu, ia memikirkannya  siang dan malam, dan tidak bisa tidur selama beberapa hari.  Pada akhirnya, dia tidak tahan lagi dan mencurinya.

“Mencuri adalah penyakit,” kata Gongsun Miao pahit. “Mengidapnya itu lebih menakutkan daripada mengidap penyakit cacar.”

Big Nosed Hu menuangkan anggur ke dalam cangkir Gongsun Miao.

Gongsun Miao murung terus, “Kesehatan ibuku kurang begitu baik; ketika dia tahu bahwa penyakit lamaku telah muncul kembali, ia menjadi sangat marah hingga ia meninggal. Istriku sangat marah dan ia menggigit jari tengahku hingga putus dalam satu gigitan dan menelannya, darah dan semuanya. ”

“Jadi itu sebabnya Kau hanya memiliki dua jari yang tersisa di tanganmu,” kata Big Nosed Hu.

Gongsun Miao menghela nafas  panjang dan perlahan memasukkan tangannya kembali ke dalam lengan bajunya.

Big Nosed Hu mengatakan, “Tapi, meskipun kau hanya memiliki dua jari, kau masih lebih terampil daripada semua tangan dengan lima jari yang ada di dunia. Jika kamu tidak menggunakannya lagi, bukankah itu sangat disayangkan? ”

“Kita sudah berteman selama tiga puluh tahun, dan kau telah menyelamatkan hidupku sebelumnya. Tapi aku juga tahu bahwa kau sedang berhutang besar kepada seseorang, dan penagih hutang itu menuntut mutiara sebagai pelunasan utang. Dia tahu bahwa kau akan datang mencariku untuk membantumu, dan mengancammu jika kau tidak mendapatkan mutiara itu, kau akan kehilangan nyawamu. “Dia menghela napas lagi. “aku tahu semua hal ini, tapi aku masih tidak dapat membantumu.”

Big Nosed Hu menjawab, “Kau yakin dengan keputusanmu?”

Gongsun Miao mengangguk. “Selain mencuri, aku akan melakukan apa pun untukmu.”

Big Nosed Hu tiba-tiba berdiri. “Oke,” katanya, “Mari kita pergi.”

“Pergi ke mana?”

“Aku tidak akan memintamu untuk mencurinya. Tapi, tidak ada salahnya bila hanya melihat-lihat? ”

**

Dinding itu setinggi lima puluh kaki dan memiliki tebal lima kaki, dan bagian atas ditutupi dengan tanaman berbunga.

Sangat sedikit orang yang bisa melompati  tembok ini. Tapi untuk Gongsun Miao, itu akan mudah.

Big Nosed Hu mengatakan, “Kamu benar-benar bisa melompatinya?”

“Jika lebih tinggi dua puluh kaki lagi pun” jawabnya dengan tenang, “Tidak masalah.”

“Mutiara tersimpan  di dalam ruang yang disebut ‘Iron Library.’ Selain orang-orang yang menjaga pintu, tidak ada orang lain di dalam, karena mereka berasumsi  tak akan ada yang melewati dinding itu.”

Gongsun Miao penasaran dan bertanya: ” Apakah dindingnya benar-benar terbuat dari besi”

Big Nosed Hu mengangguk. “Ada jendela di dinding itu, tapi hanya selebar  satu kaki dengan tinggi sembilan inci. Maksimal, hanya bisa dilewati oleh kepalamu saja. ”

Gongsun Miao tertawa. “Itu sudah cukup besar bagiku.”

Dikarenakan, teknik pergeseran tulang miliknya  adalah salah satu seni bela diri legendaris yang telah lama hilang dari dunia persilatan.

Big Nosed Hu mengatakan, “Setelah masuk ke dalam, kau masih harus membuka kotak besi sebelum kau bisa mendapatkan  mutiara itu. Dikatakan bahwa kotak besi itu dirancang oleh Tangram Kid. Satu-satunya kunci  yang ada disimpan oleh tuan rumah, dan tidak ada yang tahu di mana ia menyembunyikannya. ”

Gongsun Miao dengan tenang menjawab, “Hanya karena diciptakan oleh Tangram Kid, bukan berarti aku tidak bisa membukanya.”

“Maksudmu kau membukanya sebelumnya?”

“Tidak. Tapi tidak ada kunci di dunia yang  tidak bisa dibuka. Aku mengerti betul akan hal ini. ”

Big Nosed Hu menatapnya dan tertawa.

“Kau tidak percaya padaku?” Tanya Gongsun Miao.

Big Nosed Hu tertawa lagi. “Aku percaya. aku benar-benar percaya. Ku pikir kita harus keluar dari sini. ”

“Mengapa kita harus pergi?” Sepertinya Gongsun Miao tidak ingin pergi.

Big Nosed Hu menghela napas. “Karena jika kau tidak bisa mengendalikan diri, kau pasti akan mencuri mutiara itu. Jika kau tidak bisa masuk ke ruangan, atau tidak bisa membuka peti besi itu, maka kau akan kembali dengan tangan kosong.  Dan hal Ini pasti akan sangat memalukan, dan itu adalah salahku. ”

Gongsun Miao tertawa dingin. “Mencoba untuk mendorongku untuk mencurinya tidak akan berhasil. Aku tidak akan jatuh dengan trik seperti itu. ”

 

“Aku tidak berusaha untuk itu,” kata Big Nosed Hu. “Aku hanya mencoba untuk membuatmu pergi dari sini.”

“Tentu saja aku akan pergi. Kan aku juga tidak mungkin berdiri di lorong gelap ini semalaman? ”

Sambil terus tertawa dingin, ia berjalan beberapa langkah, lalu tiba-tiba berhenti. “Kau tunggu di sini. Aku akan kembali dalam waktu satu jam. ”

Baru saja kata – kata itu keluar dari mulutnya, dia sudah terbang dua puluh kaki ke udara dan mendarat di sisi dinding. Memanjat seperti tokek, ia mencapai puncak dalam sekejap, kemudian menghilang.

Seringai puas tampak di wajah Big Nosed Hu. teman lama selalu mengetahui kelemahan dari teman lama.

Meskipun ia senang,  ia tak sabar untuk menunggu.

Saat baru saja muncul  rasa khawatir tiba-tiba dari atas dinding ia melihat kilatan sosok manusia. Gongsun Miao melayang turun dan mendarat di depannya.

“Apa kau mendapatkannya?” Tanya Big Nosed Hu penuh semangat. Ia gugup.

Gongsun Miao tidak membuka mulutnya, ia meraih Big Nosed Hu dan berlari, setelah berbelok di beberapa tikukangan ia berhenti di gang kecil yang gelap.

“Aku tahu kau tidak akan bisa mendapatkannya,” Big Nose Hu menghela napas.

Gongsun Miao memelototinya dan kemudian tiba-tiba membuka mulutnya. Dia tidak mengeluarkan satupun kata, melainkan, sebuah mutiara yang sangat besar.

Luminescent Pearl, bekilau.

Terangnya selembut cahaya bulan, dan berkilauan seperti cahaya bintang. Gang yang gelap itu menjadi terang.

Wajah Big Nosed Hu memerah karena luapan kegembiraan saat ia meraih mutiara itu dan memasukkannya ke dalam pakaiannya. Meskipun disembunyikan di dalam pakaiannya, cahayanya masih terlihat hingga menyinari wajah.

Tiba-tiba, seseorang tertawa dalam kegelapan. “Hebat. tangan Gongsun Miao ini benar-benar tak tertandingi. ”

Seseorang melangkah keluar dari bayang-bayang. Muncul sesosok manusia biasa, setengah baya, dengan senyum bahagia di wajahnya.

Big Nosed Hu melihatnya, dan wajahnya berubah. Ia bergerak maju, mutiara tergenggam di kedua tangannya. Katanya, “Barangnya sudah di tangan.  Hutangku sudah lunas kan? ”

Ternyata dia adalah penagih hutang, namun anehnya, dia tak tampak cemas untuk mengumpulkan hutangnya. Bahkan ia bahkan tak melirik mutiara itu.

Apa mungkin yang diinginkannya ternyata bukan mutiara itu?

Lalu apa yang dia inginkan?

“Saya Wu Bu’ke,” katanya rendah hati, tersenyum pada Gongsun Miao. “Hutang itu merupakan satu-satunya cara untuk  melihat kemampuan tangan Mr. Gongsun  yang luar biasa. Sebenarnya, hutang adalah masalah sepele. Saya tidak membutuhkannya. ”

Gongsun Miao berkata . “Lalu apa sebenarnya yang kau inginkan?”

Wu Bu’ke mengatakan, “aku  dikirim ke sini untuk mengundangmu untuk pergi bertemu seseorang.”

“Sayangnya, aku tidak punya keinginan untuk bertemu dengan siapa pun. Aku sangat pemalu.”

Wu Bu’ke tertawa. “Tak ada seorang pun yang perlu merasa malu bila bertemu dengan tuan Dragon 5th. Dia tidak pernah memaksa orang untuk melakukan sesuatu yang sulit, dan dia tidak pernah mengatakan sesuatu untuk  mempermalukan siapa pun. ”

Gongsun Miao yang sudah mulai beranjak pergi mendadak berhenti dan menoleh. “Dragon 5th? Maksudmu Dragon 5th dari San Xiang? ”

Wu Bu’ke tertawa lagi. “Apa ada Dragon 5th lain di dunia ini?”

Wajah Gongsun Miao ini memiliki ekspresi yang aneh. Sulit untuk mengatakan apakah itu takjub, kegembiraan, atau takut.

“Dragon 5th ingin bertemu dengan ku?”

“Beliau sangat ingin bertemu.”

“Tapi dia seperti naga dari surga. Tidak ada yang tahu keberadaannya. Bagaimana mungkin aku bisa menemukan dia? ”

“Kau tidak perlu pergi mencari dia. Dia akan berada di Paviliun Heavenly Fragrance  di Hangzhou, pada tanggal 15 Juli ”

Gongsun Miao tidak mempertimbangkannya lagi. Dia segera berkata, “Oke, aku akan berada di sana.”

Translator / Creator: doroboneko88