October 1, 2016

7 Killers Chapter 7 – Capturing The Dragon Empty Handed (Part 2)

 

Dalam  lorong yang lebar dan panjang, terdapat beberapa pintu melengkung yang ditutupi dengan tirai, memisahkan lorong menjadi lima wilayah.

Liu Changjie dan Naga Kelima berada di wilayah pertama, dan suara terdengar dari wilayah yang terakhir.

Mereka bisa melihat, orang tua kurus pucat, dibungkus oleh jubah dari bulu rubah, duduk di kursi roda yang besar.

Di belakang kursi, yang mendorongnya, adalah penjaga pintu tua, dan Lan Tianmeng.

Tiba-tiba, suara berdentang terdengar, dan empat set jeruji besi jatuh, melingkupi pintu melengkung, benar-benar memisahkan Liu Changjie dari Patriarch Hu.

Jeruji besi yang setebal lengan anak-anak. Bahkan seribu orang dan seribu kuda tidak akan bisa menjebolnya.

Liu Changjie tidak mengiraukannya. Pertama kali dia datang kesini, ia menyaksikan hal yang sama. Orang yang peduli akan hal itu adalah Dragon 5th.

Pada saat ini akhirnya ia benar-benar mengerti bagaimana hati-hati dan cermatnya Patriach Hu. Tidak ada duanya.

Liu Changjie telah berdiri, dan membungkuk, lalu tersenyum.

“Master, apakah anda sehat?”

Mata Power of Hu menyipit saat ia tertawa tertawa. “Aku sangat sehat. kau juga. Kita semua juga sehat. ”

Liu Changjie tersenyum. “Hanya ada satu orang yang sehat.”

Power of Hu mengatakan, “Jaring surgawi sangat lebar, tidak ada yang bisa lolos dari jaring itu. Langit maha adil, yang bersalah tidak akan bisa melarikan diri. Aku selalu tahu bahwa akhirnya dia akan berakhir seperti ini. “Sambil tersenyum, ia melanjutkan,” Dan aku tidak salah menilaimu. Aku tahu kau tidak akan mengecewakanku. ”

Liu Changjie melirik Lan Tianmeng dan tertawa. “Semua yang telah terjadi ?, kau sudah sampaikan kepada master?”

Lan Tianmeng mengusap bekas luka di wajahnya dan tertawa getir. “Jika kau memukulku lebih keras, aku takut aku tidak akan mampu untuk mengatakan apa pun.”

Power of Hu tertawa keras. “Dan saat ini, kalian berdua akhirnya bisa menyebutnya impas. Jangan masukkan hal ini kedalam hati. ”

Tiba-tiba ia melambaikan tangan dan menengok. “Hilangkan penghalang ini.”

Tentu saja yang di maksud Patriarch Hu adalah empat set jeruji besi.

Ketika penjaga pintu tua itu ragu-ragu, alis Patriarch Hu berkerut. “Jangan lupa, Master Liu adalah saudara kita. Seharusnya tidak ada hambatan antar saudara. ”

“Benar-benar  persaudaraan yang baik,” kata Dragon 5th dengan senyum gelap. “Satunya seorang pesuruh, dan yang lain seekor rubah.”

Ekspresi wajah Patriarch Hu tidak berubah. Sambil tersenyum, ia berkata, “Jangan lupa, hanya saudara seperti kami yang terus hidup. Orang-orang sepertimu satu-persatu akan dihukum mati tanpa penguburan yang layak. ”

**

Jeruji besi itu telah hilang.

Patriarch Hu mengatakan, “Berikan paket ini  kepada Master Liu. Dan bawa naga beracun padaku. Aku ingin melihatnya. ”

Orang tua itu segera mengambil sebuah paket terbungkus kain brokat. Di dalam paket itu satu set pakaian berwarna hijau.

Itu adalah pakaian yang sama yang dipakai Liu Changjie dan Hu Yue’er  pada malam mereka mengakui cinta mereka satu sama lain.

Patriarch Hu mengatakan, “Sebelum dia pergi, dia meninggalkan ini untukmu.”

hati Liu Changjie berdetak. “Dia …ke mana dia pergi?”

Ekspresi sedih jatuh ke  wajah tua Patriarch Hu. “Ke sebuah tempat di mana semua orang pergi.”

“Tempat yang kau tidak pernah dapat kembali lagi?”

“Bulan memiliki fase gelap dan terang,” kata Patriarch Hu. “Ada pertemuan dan ada perpisahan.  Kau masih muda, kau harus bisa menerima ini. ”

Liu Changjie menjadi kaku.

Benarkah  Hu Yue’er telah meninggal?

Dia terus-menerus memberinya nasehat, menyuruhnya untuk menjaga dirinya dan tetap hidup, bagaimana dia bisa meninggal?

Bagaimana dia bisa meninggal begitu tiba-tiba, begitu cepat?

Liu Changjie tidak bisa percaya, dan tidak mau percaya.

Namun, ia tidak bisa menyangkalnya.

Patriarch Hu menghela nafas lagi, ia tampak lebih tua dan kurus dari sebelumnya. “Semenjak ia kecil dia mengidap penyakit kronis, sulit untuk diobati. Dia tahu bahwa dia bisa mati setiap saat. Dia menyembunyikan kebenaran darimu selama ini, dan alasan dia tidak pernah mau menikahimu  karena dia tidak ingin mematahkan hatimu. ”

Liu Changjie tidak bergerak, tidak mengatakan apa-apa

Ia bukan anak muda yang penuh gairah dan impulsif, siap untuk meledak penuh emosi. Dia berdiri di sana seperti orang bodoh, seolah-olah dia telah berubah menjadi batu.

Lan Tianmeng juga menghela nafas. “Aku selalu menasehati orang-orang agar tidak minum, tapi sekarang …” Kendi anggur muncul di tangannya, dan dia berjalan ke depan. “Kau benar-benar harus minum satu atau dua teguk …”

Anggur sudah menghangat.

Tampaknya ia telah menyiapkan hal ini terutama untuk Liu Changjie.

Untuk seseorang yang hatinya telah hancur, apakah ada kenyamanan lain di dunia ini selain minum?

Tapi mengapa minum?

Ketika anggur menembus hati yang gelisah, bukankah hanya menjadi air mata karena penyakit cinta?

Namun, mengapa tidak minum?

Kebahagiaan yang datang saat mabuk selalu hal yang baik.

Liu Changjie tiba-tiba meraih kendi anggur. Tertawa enggan, ia berkata, “Minum denganku.”

“Aku tidak minum,” kata Lan Tianmeng. Dia tertawa dengan terpaksa. “Darah di mulutku masih belum kering, aku tidak boleh minum bahkan hanya setetes.”

“Bahkan jika kau tidak ingin minum,kau harus minum.”

Lan Tianmeng menatap, terkejut.

“Bahkan jika kau tidak ingin minum, kau masih harus minum.” Apa artinya ini? Siapa yang akan berpikir bahwa Liu Changjie punya rencana yang lebih mengejutkan dalam pikiran?

Dia tiba-tiba mengangkat dan memiringkan kendi anggur itu, bertujuan untuk menuangkan anggur ke dalam mulut Lan Tianmeng .

Wajah Lan Tianmeng berkerut.

wajah pria tua penuh luka itu juga.

Hanya Power of Hu tetap tanpa ekspresi. Dia melambaikan tangannya, dan tiga titik cahaya menembak balik seperti bintang yang dingin, menuju Dragon 5th.

Titik-titik akupunktur Dragon 5th telah disegel, dan dia baru saja diseret oleh orang tua seperti ikan mati.

Tapi, segera setelah tiga titik cahaya ditembakan ke arahnya, tubuhnya terbang ke udara.

Dia tampak seperti naga surgawi melonjak ke langit.

Patriarch Hu, yang biasanya sedingin kayu mati dan sekokoh batu, tampak terkejut.

Ada suara denting, dan bunga api bertebaran di seberang ruangan saat senjata-senjata tersembunyi nya tertanam  ke lantai yang terbuat batu kapur.

Dan kemudian, ada suara denting lain. tinju Lan Tianmeng meluncur, tidak menyerang wajah Liu Changjie, tapi untuk menghancurkan kendi anggur.

Anggur dalam pot memercik, terbang seperti bunga api, membasahi seluruh wajahnya dan matanya.

Seolah-olah dia telah dipukul oleh senjata tersembunyi yang paling mengerikan di dunia. Dia berteriak dengan suara serak dan, menggosok matanya dengan tangannya, lari terpontang-panting.

Mungkinkah anggur dalam kendi itu telah diracun?

Liu Changjie sudah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Patriarch Hu. Mengapa ia memerintahkan seseorang untuk meracuni dia sampai mati?

Dan bagaimana bisa tahanan yang ditangkap oleh Liu Changjie, Dragon 5th yang benar-benar tidak bisa bergerak, tiba-tiba terbang ke udara seperti naga surgawi?

Translator / Creator: doroboneko88