September 28, 2016

7 Killers – Chapter 6: A Dragon Amongst Men (Part 1)

 

Waktu telah lama berlalu. Seluruh tubuhnya mulai mati rasa, dan tangannya sedingin es. Pada saat itu tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki.

Langkah yang sangat ringan, dan tampaknya berjalan sangat lambat. Dia bisa merasakan kalau setiap langkah itu membuat otot-ototnya kesemutan.

Siapa orang ini?

Apakah ia Madam Lovesickness, atau Tang Qing?

Siapa pun itu, pasti mereka tidak akan membawa hal yang baik.

Langit cerah.

Matahari pagi bersinar melalui pintu, menghasilkan  bayangan orang yang masuk ke rumah makan. Bayangannya sangat panjang, dan tampaknya berbentuk seperti seorang wanita.

Setelah beberapa saat, ia mampu melihat kaki orang tersebut.

Sepatu yang lembut dan dihiasi dengan bunga-bunga hijau. Kaki itu mungil dan halus.

Liu Changjie menghela nafas. Dia tahu siapa orang itu.

“Sejak kapan kau suka berbaring di meja seperti ini?” Suaranya  terdengar cukup lembut, tapi  dengan nada mengejek, seasam buah plum yang mentah. “Apakah karena pantatmu bengkak karena dipukul?”

Liu Changjie hanya bisa tertawa pahit.

Ia kembali melanjutkan berbicara, “Aku ingat kau itu suka membual sampai wajahmu biru. Tapi kenapa sekarang pantatmu yang hitam dan biru bukannya wajahmu? ”

Dia tertawa. “Bahkan jika pantatku dua kali lebih bengkak seperti sekarang, masih tidak akan sebesar seperti milikmu.”

“Dengar, kawan,” dia tertawa, “pada saat seperti ini kau masih keras kepala? Apakah kau tidak khawatir aku akan meninju wajahmu sampai lebam? ”

“Aku tahu kau tidak tega untuk melakukannya,” dia tersenyum. “Jangan lupa bahwa aku suamimu.”

Ternyata, wanita itu Hu Yue’er.

Dia berjongkok, memegang dagunya, dan menatap matanya.

“Suami kecilku yang malang, siapa yang mengalahkanmu dengan cara ini? Katakan padaku.”

“Kau bersiap-siap untuk pergi melampiaskan kemarahanmu pada dirinya untukku?”

“Aku bahkan pergi untuk berterima kasih.” Hu Yue’er tiba-tiba memutar hidungnya. “Berterima kasih untuk memberimu pelajaran, kau bajingan tukang selingkuh!!.”

Dia tertawa. “Ketika seorang istri ingin mengutuk suaminya, dia bisa mengatakan apapun yang dia inginkan, tapi dia tidak harus menggunakan kata bajingan. Karena, hai itu menyiratkan hal-hal buruk tentang istri. ”

Dia menggigit bibirnya. “Jika aku benar-benar marah,” katanya dengan penuh kebencian, “Aku bisa saja memilih untuk selingkuh .”

Dia tampaknya semakin marah dan marah. Dia menjewer telinganya keras. “Ketika kau pergi, apakah  kau memakai pakaian ekstra tebal? Jawab aku!”

“tidak.”

“Apakah kau pergi meminta pedang yang super tajam?”

“tidak.”

“Apakah kau membunuh Tang Qing terlebih dahulu?”

“tidak.”

“Apakah kau melakukan sesuai rencana?”

“tidak.”

Dia menyeringai. “Orang lain merencanakan hal itu begitu hati-hati untukmu, mengapa kau selalu mengabaikannya?”

“Karena sejak aku masih muda, aku tidak pernah  menjadi seorang anak yang patuh. Ketika orang bilang aku tidak bisa melakukan sesuatu, itulah yang ingin aku lakukan. ”

Dia tertawa dingin. “Kau pikir kau begitu menakjubkan, bukan? tidak ada yang lain yang bisa dibandingkan dengan mu. ”

“Tidak masalah,” dia tersenyum. “Apa yang kau ingin aku lakukan di sini, aku sudah melakukannya.”

“Kau masih berani berbicara seperti ini?”

“Kenapa tidak?”

“Kenapa kau tidak pergi mencari cermin dan melihat pantatmu?”

“Seseorang memukul pantatmu adalah satu hal,” katanya mantap. “Menyelesaikan misi adalah sesuatu yang lain.”

“Benar. Kau punya bebek di tangan yang siap untuk dimakan, tapi sayangnya bebek itu terbang. ”

“Bebek itu tidak terbang.”

“tidak?”

“Satu-satunya hal yang terbang beberapa helai  bulu. Aku masih memiliki kulit dan tulang. ”

Hu Yue’er tampak terkejut. “Apakah kau mengatakan wanita itu telah mengambil sebuah kotak kosong?”

Dia tersenyum. “Satu-satunya barang yang ada dalam kotak itu adalah sepasang kaus kaki bau.”

Dia tampak benar-benar terkejut. Dia tidak bisa menahan tawanya, dan kemudian ringan mencium wajah Liu Changjie ini. “Aku tahu kau orang yang mengagumkan,” katanya manis. “Aku tahu aku tidak akan salah memilih suami .”

Dia menghela napas. “Sepertinya pria harus selalu bisa memenuhi ekspektasi” katanya pelan, “kalau tidak, mungkin istrinya akan benar benar selingkuh.”

Translator / Creator: doroboneko88