September 28, 2016

7 Killers – Chapter 4: Inhuman People (Part 3)

 

Gunung Qixia.

Merupakan gunung yang indah. seperti namanya.

Setelah melewati Wind Forest Temple yang megah, dan melintasi jembatan Rainbow Spanning, di bawahnya terdapat tanaman bunga teratai yang mengapung, yang merupakan salah satu keindahan Gunung Qixia.

Di tengah angin malam, suara nyanyian dengan samar bisa didengar:

“Mereka menghindari dari panasnya musim panas, kembali ke musim semi yang sejuk,

“Langit malam yang dingin dipenuhi dengan iringan awan yang tak terbatas,

“Angin harum berhembus melalui kanal asmara,

“Mereka berjalan melalui  jembatan menjulang, dalam perjalanan untuk membeli perahu.”

Suara misterius dan indah, dan bahkan lebih indah dari bunga teratai, tapi tidak bisa dibandingkan dengan keindahan matahari yang perlahan tenggelam di atas pegunungan.

Di sisi lain gunung, sekitar setengah perjalanan, melewati kumpulan awan, topografi pegunungan menjadi berbahaya. Wisatawan jarang datang ke daerah ini, tapi bisa dilihat ada penginapan terlihat megah,  penginapan yang baru saja selesai dibangun.

penginapan itu tidak terlalu besar , tapi dibangun dengan baik. catnya baru saja kering, dan dua tukang kayu baru saja menggantung tanda di atas pintu masuk utama, nama penginapan ditulis dalam huruf emas. Di seberang penginapan itu terdapat dua puncak yang menjulang saling temu seperti pedang yang menyilang, wilayah itu merupakan daerah paling berbahaya di gunung ini.

Kong Lanjun berdiri di bawah pohon cemara tua di puncak bukit, mengenakan sutra tipis berlengan panjang. Dia berdiri di sana untuk waktu yang lama dan kemudian menunjuk ke arah penginapan. “Apa pendapat mu tentang  penginapan itu?” Tanyanya.

“Bangunan itu salah  dibangun,” kata Liu Changjie. “Lokasinya salah.”

“Oh?”

“Bagaimana sebuah penginapan di daerah ini dapat menarik pelanggan? Mungkin akan bangkrut dalam waktu tiga bulan. ”

“Kau tidak perlu khawatir. Saya jamin setelah fajar besok, penginapan itu tidak akan berada di sini. ”

“Bisa terbang?”

“Tidak.”

“Jika tidak bisa terbang, bagaimana bisa hilang?”

“Jika seseorang membangun sebuah penginapan, maka dapat pula meruntuhkannya.”

“Jangan bilang bahwa seseorang akan meruntuhkan penginapan besok pagi …”

“Itu benar.”

Liu Changjie pun bingung. “Mengapa meruntuhkan penginapan baru?”

“Karena penginapan itu dibangun hanya untuk diruntuhkan.”

Liu Changjie bahkan lebih bingung.

Orang orang membeli tanah untuk membangun gedung. Mereka membangun tempat tinggal, untuk melakukan bisnis, untuk selingkuhannya. Semua hal ini normal.

Tapi dia tidak pernah mendengar seseorang membangun gedung khusus untuk diruntuhkan.

“Kau tidak mengerti?” Tanya Kong Lanjun.

“Aku benar-benar tidak mengerti.”

Dia tertawa dingin. “Jadi ternyata ada hal-hal yang tidak kau mengerti.”

Dia jelas tidak ingin menjelaskannya, sehingga Liu Changjie menahan diri untuk mengajukan pertanyaan lebih lanjut.

Dia hanya tahu bahwa Kong Lanjun telah membawanya kesini untuk alasan lain selain untuk membuatnya jengkel.

Dia pasti memiliki tujuan.

Jadi tidak ada gunanya mengajukan pertanyaan, cepat atau lambat dia akan memberitahunya.

Liu Changjie percaya dengan penilaiannya sendiri.

Saat matahari terbenam di barat, cahaya redup malam perlahan menyelimuti pegunungan.

Lentera yang berkelip terang sudah sejak lama menyala di penginapan itu.  Di jalan pegunungan terjal,  tiba-tiba terlihat sekelompok orang.

Terdapat laki-laki dan perempuan dalam kelompok ini. Orang-orang yang berpakaian sebagai pelayan atau juru masak; wanita muda dan cantik, mengenakan pakaian menggoda.

Kong Lanjun mengatakan, “Apakah kau tahu kenapa orang-orang itu kemari?”

“Untuk meruntuhkan bangunan?”

“Orang macam mereka tidak akan bisa meruntuhkan bangunan meskipun jika mereka diberi waktu tiga hari tiga malam.”

Liu Changjie harus mengakui bahwa meskipun meruntuhkan bangunan itu lebih mudah daripada membangunnya, tapi tetap membutuhkan keterampilan dengan tingkat tertentu.

“Bisakah kau ceritakan apa yang wanita-wanita itu lakukan?” Tanya Kong Lanjun.

Liu Changjie jelas tahu. “Apa yang mereka lakukan bukanlah perbuatan yang mulia, tapi memiliki sejarah yang sangat panjang.”

Itu adalah profesi kuno, salah satu metode paling awal kaum hawa untuk mendapatkan uang.

Kong Lanjun tertawa dingin. “Aku tahu kau suka melihat wanita seperti itu, sehingga  lebih baik kau melihatnya sekarang.”

“Apakah kau mengatakan bahwa besok pagi, orang-orang ini akan semua mati?”

“Sebuah bangunan dibangun untuk diruntuhkan. Orang hidup dalam persiapan untuk mati. ”

“Kau membawaku ke sini untuk melihat bangunan ini dihancurkan, dan orang-orang ini mati?”

“Aku membawamu ke sini untuk melihat orang-orang yang akan meruntuhkan bangunan.”

“Siapa mereka?”

“Tujuh orang yang akan mati dengan tanganmu.”

Liu Changjie akhirnya mengerti. “Mereka semua  akan datang ke sini malam ini?”

“Betul.”

“Jadi bangunan itu dibangun oleh Madam Autumn, khusus untuk mereka hancurkan?”

“Betul.”

Meskipun ia sekarang mengerti, dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya, “Mengapa?”

“Karena Qiu Hengbo memahami pria, terutama pria pria seperti mereka. Jika Anda mengurung orang-orang seperti mereka di sebuah gua untuk waktu yang lama, mereka akhirnya akan menjadi gila. Jadi untuk beberapa waktu, ia mengijinkan mereka pergi keluar untuk bersenang-senang. ”

Liu Changjie menghela nafasnya.

Dia bisa membayangkan  hal-hal apa saja yang akan terjadi  setelah mereka datang. Dia bahkan tidak perlu melihat dengan mata sendiri.

Dia merasa kasihan pada perempuan-perempuan itu. Dia lebih suka menghadapi tujuh binatang buas yang rakus daripada harus berurusan dengan ketujuh orang itu.

Kong Lanjun menatapnya dari sudut matanya. “Jangan merasa kasihan kepada mereka,” katanya dingin. “Sedikit saja kecerobohan, kau akan mati jauh lebih menyedihkan dari mereka.”

Liu Changjie terdiam untuk waktu yang lama. Akhirnya, ia bertanya, “Jika mereka datang ke sini, siapa yang melindungi gua?”

“Qiu Hengbo sendiri.”

“Qiu Hengbo sendiri lebih menakutkan daripada ke tujuh orang itu?”

“Aku benar-benar tidak tahu persis  seni bela diri apa yang dia miliki. Aku hanya tahu bahwa aku tidak pernah ingin mengetahuinya. Jadi aku hanya bisa menyaksikan dari sini, tidak berbuat apapun untuk memprovokasi mereka. Bahkan jika aku membunuh mereka semua  sekarang, hal itu akan sia-sia. ”

Kong Lanjun mengangguk. “Kau hanya perlu menyaksikan mereka dengan seksama. Ketika mereka melampiaskan hawa nafsunya, terutama saat ketika menghancurkan bangunan, mereka pasti menggunakan semua kung fu mereka yang paling kuat. ”

“Dan setelah itu?”

“Setelah itu kita kembali dan menunggu.”

“Menunggu apa?”

“Tunggu sampai besok siang. Kemudian kita menuju ke arah Autumn Mansion. ”

“Dan setelah kita sampai ke Autumn Mansion, aku harus memikirkan cara untuk menemukan ruang rahasia.”

“Betul. Dan Kau harus melakukannya dalam waktu setengah hari. ”

“Apakah tidak bisa bila kita mengikuti ketujuh orang itu saat mereka kembali?”

“Tidak.”

Liu Changjie tidak mengatakan apa-apa lagi.

Dia adalah tipe orang yang tidak pernah mengatakan sesuatu yang tidak perlu dikatakan.

Gunung-gunung diterangi dengan cahaya lampu yang terang, tapi tempat di mana Liu Changjie dan Kong Lanjun berdiri itu gelap. Di atas mereka dalam kegelapan langit, beberapa bintang mulai mengintip keluar.

Cahaya bintang bersinar di wajah Kong Lanjun ini.

Dia benar-benar seorang wanita cantik.

Warna malam juga indah.

Liu Changjie menemukan batu dan duduk, lalu menatapnya, tampaknya terpesona.

“Apakah aku memerintahkan kau untuk duduk?” Kata Kong Lanjun.

“Tidak.”

“Jika saya tidak memerintahkanmu untuk duduk, maka kau harus berdiri.”

Dia berdiri lagi.

“Kotak makanan yang aku perintahkan untuk kau bawa. Apakah kau membawanya? ”

“Betul.”

“Sekarang keluarkan.”

kotak itu berbentuk persegi, dan dibuat dari kayu yang dipernis sempurna berasal dari Fuzhou.  sangat halus.

“Bukakan untuk ku,” kata Kong Lanjun.

Interior kotak dihiasi dengan bantalan sutra putih. Di dalamnya ada empat piring, nampan rebung mantou, dan pot anggur.

Anggur itu terkenal sebagai anggur Hang Zhou “Virtuous Distillery”, dan empat piring ikan dengan cuka, acar ayam, bebek wuxi dengan kecap, dan iga babi.

“Tuangkan anggur untukku,” kata Kong Lanjun.

Liu Chagjie mengangkat pot anggur dengan kedua tangan dan menuangkan secangkir. Dia tiba-tiba menyadari bahwa ia sendiri juga lapar.

Sayangnya, hanya ada satu cangkir dan satu set sumpit. Dia hanya bisa berdiri di sisinya dan melihatnya makan.

Kong Lanjun minum dua cangkir anggur, dan mengambil gigitan dari setiap hidangan. Lalu dia mengerutkan kening dan meletakkan sumpit. “Buang .”

“Buang ? Apa yang dibuang? ”

“Semuanya.”

“Tapi kenapa?”

“Karena aku sudah selesai makan.”

“Aku masih lapar.”

“Seseorang sepertimu, dapat pergi tiga atau empat hari tanpa makan. kau tidak akan mati. ”

“Kenapa aku harus menahan lapar jika masih ada yang bisa kumakan?”

“Karena kau tidak boleh menyentuh hal-hal yang telah kumakan,” jawabnya dingin.

Dia menatapnya untuk waktu yang lama. “Aku juga tidak bisa menyentuh tubuhmu, benar?”

“Benar.”

“Apakah ada yang pernah menyentuh tubuhmu?”

Wajahnya gelap. “Itu urusanku. kau tidak punya hak untuk bertanya. ”

“Tapi kau memiliki hak untuk bertanya tentang urusan ku?”

“Benar.”

“Kau memberitahu ku untuk berdiri, aku berdiri. Kau memberitahu ku untuk memperhatikan, aku perhatikan. ”

“Benar.”

“kau memberitahu ku untuk tidak mengikuti seseorang, aku tidak mengikuti mereka. kau memberitahu ku untuk tidak menyentuhmu, aku tidak menyentuhmu. ”

“Benar.”

Liu Changjie menatapnya untuk sementara waktu. Lalu dia tertawa.

“Ketika aku memberitahu mu untuk tidak tertawa,” kata Kong Lanjun dingin, “Kau tidak boleh tertawa.”

“Karena aku pelayanmu?”

“Sepertinya kau akhirnya mengerti.”

“Sayangnya, ada sesuatu yang masih tidak kau mengerti.”

“Apa itu?”

“Aku juga seorang manusia. Dan ketika aku ingin melakukan suatu hal yang kuinginkan, aku melakukannya dengan cara ku. Sebagai contoh…”

“Sebagai contoh, apa?”

“Jika aku ingin minum anggur, aku akan minum anggur.”

Tiba-tiba ia meraih pot anggur, memiringkan kepalanya dan minum.

Wajah Kong Lanjun pucat, dan dia tertawa keras. “Sepertinya kau benar-benar ingin mati.”

Liu Changjie tertawa. “Aku tidak ingin mati. Apa yang ingin aku lakukan adalah menyentuhmu. ”

“Kau tidak akan berani!” Teriaknya marah.

“Aku tidak akan berani?”

Tangannya tiba-tiba meluncur ke arah tubuhnya.

Reaksi Kong Lanjun tidak lambat. Karena, “Immortal Peacock” adalah salah satu pendekar wanita yang paling terkenal di dunia persilatan.

Dia jelas memiliki alasan untuk menjadi begitu sombong.

Begitu tangan Liu Changjie bergerak, lengannya sendiri miring ke atas, sepuluh jari menyebar seperti pedang tajam. Mereka meluncur seperti kilat ke arah pergelangan tangan Liu Changjie.

gerakannya cepat, dan fleksibel. Tersembunyi dalam gerakannya variasi yang tak terhitung jumlahnya.

Sayangnya, dia tidak memiliki kesempatan untuk menggunakannya meskipun hanya satu variasi.

Dalam sekejap, gerakan Liu Changjie sepertinya berubah berkali-kali. Tangannya memutar dan berbalik dari arah yang tak terbayangkan, dan tiba-tiba pergelangan tangan Kong Lanjun berhasil di kunci .

Kong Lanjun tidak pernah membayangkan bahwa tangan seseorang bisa bergerak dengan cara ini. Semakin khawatir, dia mencoba memikirkan jalan untuk melepaskan diri. Tiba-tiba, ia merasa tubuhnya sedang terbalik ke udara, dan hal berikutnya yang dia tahu, dia sedang didesak kebebatuan oleh Liu Changjie.

Dengan nada santai dalam suaranya, ia berkata, “Bisakah kau menebak apa yang akan aku lakukan sekarang?”

Dia tidak bisa menebaknya.

Di dalam mimpi terliarnya pun dia tidak bisa menebak.

“Sekarang,” katanya, “Aku benar-benar ingin menarik celanamu dan memukul pantat mu.”

Suaranya serak dan penuh dengan ketakutan. “Kau … kau tidak akan berani.”

Dia benar-benar tidak berpikir Liu Changjie akan berani melakukan hal seperti itu. Dia tidak pernah bermimpi bahwa seorang pria benar-benar akan berani memperlakukannya sedemikian rupa. ”

Tapi sayangnya, dia sudah lupa kata-kata yang dia sendiri ucapkan: “. Orang ini benar-benar tidak manusiawi”

Tiga suara menampar terdengar di saat Liu Changjie memukul pantatnya tiga kali.

Dia tidak memukul keras, tapi Kong Lanjun merasa seperti dia tidak bisa bergerak.

Dia tertawa. “Sebenarnya, ada beberapa hal lain yang bisa saya lakukan sekarang, tapi aku sudah kehilangan minat.”

Dia mengangkat kepalanya ke langit dan tertawa terbahak-bahak, kemudian berjalan pergi dengan angkuh, bahkan tidak memandangnya lagi untuk kedua kalinya.

Kong Lanjun menggertakkan giginya. Air mata mengalir di wajahnya, dia tiba-tiba melompat berdiri dan menangis, “Liu Changjie, kau binatang, aku akan membunuhmu satu hari nanti! Kau … kau  bukan manusia. ”

Dia tidak berpaling kepadanya. “Aku memang bukan manusia,” katanya dengan tenang.

Translator / Creator: doroboneko88