September 28, 2016

7 Killers – Chapter 4: Inhuman People (Part 2)

 

Serba baru… Dari kaus kaki, pakaian dalam hingga jubah luar, segala sesuatunya baru.

Bahkan bak mandi juga merek terbaru.

kereta kuda baru saja berhenti di halaman sebuah rumah, dan Liu Changjie mengikuti wanita muda itu masuk ke dalam. Terdapat bak mandi yang telah menunggu dalam ruangan itu.

Air nya tidak terasa dingin atau panas.

Wanita muda menunjuk baskom; Liu Changjie menanggalkan pakaiannya dan masuk ke dalam bak mandi.

Dia tidak mengatakan satu kata pun.

ia juga tidak mengajukan satu pertanyaan pun.

Setelah ia selesai mandi, mengeringkan tubuhnya, dan siap untuk mengenakan pakaian baru, wanita muda itu tiba-tiba kembali. Dia di ikuti oleh dua orang yang membawa ember kayu terbaru. Penuh dengan air, suhu air nya tidak dingin ataupun panas.

Wanita muda menunjuk ember itu, dan Liu Changjie menatap matanya. Setelah beberapa saat, ia masuk kembali ke dalam bak mandi, dan mulai membasuh dirinya secara menyeluruh, seolah-olah dia tidak mandi dalam tiga bulan terakhir.

Dia bukan tipe orang yang percaya air yang akan melemahkan vitalitas. Pada kenyataannya, dia benar-benar senang mandi.

Dia juga bukan tipe pria yang suka berbicara semaunya. Jika orang lain tidak bersedia untuk berbicara, ia juga biasanya tidak mengajukan pertanyaan.

Tapi setelah wanita  itu untuk keempat kalinya memanggil pelayan dengan air baru untuk mandi, dia tidak bisa menahan kekesalannya lagi.

Ia telah menggosok tubuhnya sampai terlihat seperti wortel segar dikupas.

Wanita muda sekali lagi menunjuk air, mememintanya untuk mandi lagi.

Dia menatapnya dan kemudian tiba-tiba tertawa.

Wanita itu tertawa dengan nya untuk sementara waktu.

“Apakah ada kotoran anjing di tubuh saya?” Tanya Liu Changjie.

Dia tertawa keras. “Tidak.”

“Apakah ada kotoran kucing?

“Juga tidak ada.”

“Lalu apa?”

Dia memutar matanya, wajahnya yang bulat memerah.

Sama sekali tidak ada apapun di tubuh Liu Changjie.

“Aku sudah mandi tiga kali,” kata Liu Changjie. “Bahkan jika ada kotoran anjing di tubuh saya, pasti sudah hilang.”

Wanita muda itu mengangguk,wajahnya terlihat memerah. Dia sudah cukup umur untuk merasa malu melihat seorang pria telanjang.

“Mengapa saya harus mandi lagi?”

“Saya tidak tahu.”

Terkejut, dia menjawab, “Kau tidak tahu?”

“Yang saya tahu,” dia menjawab, “Bahwa siapa pun yang ingin menemui nyonya rumah ini, mereka harus benar-benar membersihkan tubuh mereka dari kepala sampai kaki. Sebanyak Lima kali.”

**

Dan Liu Changjie pun akhirnya mandi sebanyak lima kali

Dia mengenakan satu set pakaian yang baru, dan saat ia mengikuti wanita muda untuk menemui “The Lady”, ia tiba-tiba menyadari bahwa ternyata mandi lima kali berturut-turut bukanlah yang buruk.

Seluruh tubuhnya terasa rileks, dan saat berjalan menyusuri koridor panjang, rasanya seperti sedang meluncur diatas awan.

Pada ujung koridor terdapat pintu, di mana tergantung tirai yang terbuat dari mutiara.

Pintu kecil itu sendiri juga tidak terkunci, dan di sisi lain adalah ruang yang luas dengan dinding putih dan lantai kayu mengkilap. Satu-satunya dekorasi yang ada adalah meja, kursi, dan cermin perunggu.

Berdiri di depan cermin tampak seseorang sedang mengagumi dirinya, seseorang itu adalah seorang wanita tinggi ramping mengenakan jubah berwarna aprikot.

Liu Changjie bisa melihat pantulan wajahnya di cermin.

Tidak bisa disangkal bahwa ia memiliki wajah nan cantik, begitu indah hingga hanya dapat digambarkan sebagai kesempurnaan.

Tingkat kecantikan seperti berasal dunia lain, seperti  makhluk surgawi yang biasanya terdapat pada sebuah lukisan.

Itu adalah tingkat keindahan yang kebanyakan orang tidak akan mau untuk mendekat, hanya mengaguminya dari jauh.

Jadi Liu Changjie berdiri sejauh mungkin.

Wanita itu menatapnya melalui cermin, tapi ia tidak memalingkan kepalanya . Dia hanya bertanya dengan dingin, “Kamu Liu Changjie?”

“Benar.”

“Saya Kong. Kong Lanjun. ”

Suaranya indah, tapi membawa kesan ketidak pedulian dan kesombongan. Seolah-olah dia sudah lama tahu bahwa siapa pun yang mendengar suaranya tidak akan mampu untuk menahan  keterkejutan mereka setelah mendengar namanya.

Namun Liu Changjie tidak tampak sedikit pun terkejut.

Kong Lanjun tertawa dingin. “Saya tidak pernah mengenalmu sebelumnya, tapi aku sudah tahu orang macam apa Anda.”

“Oh?”

“Dragon 5th mengatakan bahwa kau orang yang sangat menarik, seperti cara kau menghabiskan uang mu.”

“Dia berbicara hal yang sebenarnya.”

“Lan Tianmeng berkata tulang mu kuat, bahwa kau dapat menahan beberapa pukulan.”

“Dia juga berbicara hal yang  sebenarnya.”

“Tapi semua wanita yang pernah bertemu denganmu menggunakan kata yang sama untuk menggambarkan Anda.”

“Oh? Kata apa?”

“Tidak Manusiawi.”

“Mereka juga berbicara hal yang sebenarnya.”

“Seorang pria tidak manusiawi yang menatap wajahku harus mati!”

“Saya tidak meminta untuk datang kemari dan melihat mu,” jawab Liu Changjie. “Kau yang memintaku!”

Wajah Kong Lanjun memucat. “Aku memintamu datang hanya karena aku telah berjanji dengan Dragon 5th. Jika tidak, Kau sudah pasti mati. ”

“Apa yang kau janjikan kepada Dragon 5th?”

“Saya berjanji untuk membawa mu untuk bertemu seseorang. Selain itu, kau dan aku sama sekali tidak ada hubungan. Jadi, kau sebaiknya menjaga sikap. Aku tahu reputasi mu dengan wanita. Jika kau memperlakukan ku seperti cara mu memperlakukan wanita lain, kau akan segera bertemu dengan ajalmu. ”

“Aku mengerti.”

Dia tertawa dingin. “Sebaiknya kau mengerti.”

“Tapi ada dua hal yang saya harap kau juga mengerti.”

“Apa?”

“Pertama, aku tidak punya keinginan sama sekali untuk memiliki semacam hubungan denganmu.”

Wajah Kong Lanjun putih pucat seperti orang mati.

“Kedua,” lanjutnya, “meskipun aku tidak pernah mengenalmu sebelumnya, saya sudah tahu orang macam apa dirimu.”

“Orang seperti apa aku?” Tanyanya, ia tidak dapat menahan kata-katanya.

“Kau berpikir bahwa kau adalah burung merak yang indah, dan semua orang yang ada di dunia harus mengagumi mu; tetapi satu-satunya orang yang kau kagumi adalah dirimu sendiri. ”

Wajah Kong Lanjun pucat. Dia berbalik dan menatapnya, matanya menyala.

Liu Changjie dengan tenang melanjutkan, “Kau memintaku datang karena Dragon 5th. Saya bersedia datang karena Dragon 5th. Sama sekali tidak ada hubungan lain diantara kita. Kecuali … ”

“Kecuali apa?”

“Kau seharusnya tidak membakar rumah itu!”

“Seharusnya aku tidak membakarnya?”

“Jika api itu membunuh ku, bagaimana kau bisa menjemputku untuk bertemu dengan orang yang seharusnya aku temui?”

Dia tertawa. “Jika api itu bisa membunuhmu, maka jelas kau tidak akan pantas untuk bertemu dengannya.”

“Siapa orang ini?”

“Qiu Hengbo.”

“Madam Autumn?”

Dia mengangguk. “Autumn Lovesickness.”

“Kau akan membawaku untuk menemuinya?”

“Aku temannya. Dan hanya aku bisa masuk ke dalam Autumn Mansion. ”

“Kau temannya, dan dia temanmu, tetapi kau membantu Dragon 5th?”

“Di antara para perempuan,” katanya dingin, “tidak ada hal yang disebut persahabatan sejati.”

“Sebenarnya, mengingat orang seperti mu, kau hanya memiliki satu sahabat sejati, dirimu sendiri.”

Kali ini Kong Lanjun tampaknya tidak marah. “Dalam hal apapun, aku lebih baik dari dia,” katanya dengan tenang.

“Oh?”

“Dia bahkan memandang dirinya sebagai musuh.”

“Namun, dia mengijinkan mu untuk mengunjungi Autumn Mansion?”

Sebuah tatapan  yang berbisa tiba-tiba muncul  matanya. “Dia mengijinkan ku berkunjung karena dia suka melihatku menderita. Dia suka menyiksa ku. ”

Kata-kata seperti kebencian atau permusuhan tidak cukup untuk menggambarkan raut wajahnya.

Antara dua wanita misterius, cantik dan tak berperasaan ini, tampaknya ada hubungan yang tak terbayangkan.

Liu Changjie menatapnya, dan tiba-tiba tertawa. “Ok, kalau begitu pergilah.”

“Kamu…”

“Aku tidak mau menemanimu, dan aku juga  tidak benar-benar perlu untuk melihatnya.”

“Sayangnya, kau harus.”

“Mengapa?”

“Karena saya tidak tahu lokasi gua rahasianya. Aku hanya bisa mengantarkanmu ke Autumn Mansion. kau harus menemukan  gua itu sendiri. ”

hati Liu Changjie menciut.

Mendengar hal ini, ia tiba-tiba menyadari bahwa masalah akan menjadi lebih sulit dan rumit.

mata Kong Lanjun berbinar.

Hanya ketika melihat orang menderita matanya menyala. Dia senang melihat orang menderita.

Liu Changjie akhirnya menghela nafas panjang. “Madam Autumn mengijinkan kau untuk datang berkunjung, tetapi hanya karena dia suka untuk menyiksa mu. Bagaimana kau tahu bahwa dia akan mengijinkan ku  untuk berada di sana? ”

“Karena dia mengerti aku, dan dia tahu apa yang aku suka. Dia tahu bahwa aku sangat suka dilayani oleh laki-laki. Jadi setiap kali aku pergi, aku membawa pelayan dengan ku. ”

“Aku bukan pelayanmu.”

“Ya, kamu adalah pelayanku.”

Dia menatapnya, ekspresi aneh mengisi matanya.

Liu Changjie menatap ke arahnya.

Mereka saling menatap untuk waktu yang lama, sampai akhirnya Liu Changjie menghela napas panjang dan berkata, “Ya, aku adalah pelayanmu.”

“Kamu adalah pelayanku?”

“Benar.”

“Mulai hari ini, kau akan mengikutiku seperti seekor anjing. Jika aku memanggilmu, kau harus datang. ”

“Baiklah.”

“Jika aku ingin kau melakukan sesuatu, kau akan melakukannya.”

“baik.”

“Apa pun yang kau lakukan untuk ku, kau harus sangat berhati-hati. Jangan sampai tangan kotormu menyentuh ku. Jika tangan kananmu menyentuhku, aku akan memotongnya. Jika lenganmu menyenggol ku, aku akan memotong seluruh lenganmu. ”

 

“Ya.” Wajahnya tak memperlihatkan ekspresi, marah atau sakit.

Kong Lanjun menatapnya untuk waktu yang lama. Lalu ia menghela napas ringan. “Sepertinya kau benar-benar bukan manusia.”

Translator / Creator: doroboneko88