September 28, 2016

7 Killers – Chapter 4: Inhuman People (Part 1)

 

Saat itu malam sudah larut.

Liu Changjie duduk di ruang tamu yang sederhana.Waktu sudah berlalu cukup lama, dan tak ada suara apapun yang bisa terdengar di gelapnya malam.

Dia telah mengangkat tubuh perempuan itu dan meletakkannya di tempat tidur. Kemudian ia mengambil semua selimut yang ada di rumah dan menyelimutinya, seolah-olah dia sedang sakit.

Setelah itu, ia pergi berkeliling dan menyalakan semua lampu di rumah, bahkan lampu di dapur.

Dia tidak takut mati, dan ia tidak takut gelap. Tapi dalam hatinya ia membawa kebencian yang tak terlukiskan bagi kedua hal itu, dan ia selalu ingin mendorong kedua hal itu sejauh mungkin.

Sekarang dia duduk dan berpikir, berusaha untuk membungkus pikirannya dengan seluruh permasalahan ini, dari ujung kepala hingga ke kaki.

Dia adalah orang yang tenang, tidak juga terkenal, sampai-sampai bahkan dia tidak yakin sejauh mana kekuatan dan kemampuannya .

Dia tidak pernah menguji kemampuannya sendiri, bahkan ia tidak pernah berpikir untuk melakukan hal itu.

Tapi “Power of Hu” Patriach Hu telah menemukan dirinya, dengan cara yang sama seperti seseorang menemukan mutiara dalam kerang.

Patriach Hu tidak hanya memiliki mata yang tajam, ia memiliki pemikiran yang tiada duanya.

Dia tidak pernah salah menilai orang, tidak pernah salah menilai apapun-sebenarnya dia tidak pernah membuat satupun kesalahan dalam menilai sesuatu.

Meskipun ia tidak pernah mengenakan penutup kepala resmi dari pejabat pemerintah, dan tidak pernah makan makanan yang disediakan oleh pemerintah, ia tanpa diragukan adalah penyidik yang paling terkenal yang masih hidup. Para kepala polisi setiap kabupaten administrasi dan setiap prefektur sangat memujanya.

Tidak ada kasus di dunia yang tidak bisa dia pecahkan,selama dia masih hidup, tidak ada satupun perbuatan kriminal yang bisa menghindari keadilan.

Tapi sayangnya, bahkan pedang tertajam akhirnya akan menjadi tumpul; tidak peduli seberapa kuat orang itu, mereka akhirnya akan menjadi tua dan sakit.

Dia akhirnya menjadi tua dan terkena rematik, hampir tidak bisa berjalan tanpa bantuan dari orang lain.

Dalam dua atau tiga tahun setelah ia sakit, dia tinggal di Beijing. Pada waktu itu, beberapa ratus kejahatan berat telah terjadi, tepatnya 332.

Dari semua tiga ratus kasus-kasus serius itu, tidak satupun yang telah terpecahkan.

Meninggalkan kasus yang belum terpecahkan adalah hal tidak dapat diterima. Di antara para korban adalah anggota kaum bangsawan dan pejabat tinggi pemerintah, tokoh terkenal dari dunia persilatan, aristokrat, keluarga terkenal, dan bahkan keluarga kerajaan itu sendiri.

kaki Patriach Hu memang lumpuh, tetapi dia tidak buta.

Dia tahu bahwa semua kejahatan itu dilakukan oleh satu orang, dan ia juga tahu bahwa hanya satu orang bisa menyelesaikannya.

penjahat itu tak lain adalah Dragon 5th, dan pahlawan bisa mengatasinya tidak lain adalah Liu Changjie.

Semua orang percaya atas penilaiannya dalam hal ini.

Dan dengan cara ini seseorang yang setenang dan sederhana Liu Changjie tiba-tiba akan menjadi legenda.

**

Saat ini, Liu Changjie tidak yakin apakah dia tengah beruntung, atau sangat tidak beruntung.

Bahkan sekarang, dia masih tidak sepenuhnya memahami apa yang Patriach Hu pikirkan tentang dirinya.

Tampaknya ia tidak akan pernah bisa memahami si rubah tua licik, dan ia juga tidak akan pernah mengerti putrinya.

Dia memikirkan saat ketika  kurang lebih satu tahun yang lau, ketika ia berteman dengan seorang pria yang bernama Wang Nan. Suatu hari, Wang Nan tiba-tiba mengusulkan agar mereka pergi mengunjungi Patriach Hu. Tiga bulan kemudian, Patriach Hu memberinya tugas ini, beban ini. Pada malam ini ia menyadari betapa beratnya beban itu.

Jadi bagaimana sekarang?

Apakah benar-benar mungkin, hanya dalam satu jam, untuk membunuh Tang Qing, Shan Yifei, “Soul Enticing” Lao Zhao, Iron Monk, Li The Mastiff dan wanita? Mungkinkah ia benar-benar mencapai kotak kayu misterius? Mungkinkah ia benar-benar menangkap naga kelima?

Bila saja dia tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, ia bisa menjadi benar-benar percaya diri.

Tapi akhir-akhir ini, apa yang benar-benar membuatnya cemas adalah Hu Yue’er.

Wanita seperti apakah dia? Seperti apa perasaan yang sesungguhnya mengenai dirinya?

Bila saja ia tahu jawaban untuk pertanyaan itu. Karena pada dasarnya, ia hanya seorang manusia, yang terbuat dari daging dan darah seperti orang lain. Dia bukan batu yang tak memiliki emosi.

Saat itu malam semakin larut dan waktu matahari untuk terbit masih lama.

Apa yang akan terjadi pada esok hari? Seperti apa orang yang dikirim Dragon 5th untuk menemaninya?

Dia menghela napas, berharap hanya untuk duduk di kursi untuk menghabiskan sisa malam ini dan melupakan semua pikiran yang merepotkan ini.

Tapi pada saat itu, tiba-tiba ia mendengar suara aneh, seperti hujan gerimis memukul atap.

Lalu ada ledakan, dan seluruh rumah terbakar. Seolah-olah rumah yang terbuat dari kertas, jelas tidak mungkin untuk memadamkan api yang membakar rumah itu.

Tidak mungkin Liu Changjie bisa terbunuh oleh api.

Jika Anda menempatkan dia dalam sebuah tungku, ia mungkin masih bisa meloloskan diri.

Meskipun rumah itu bukanlah sebuah tungku,  namun terbakar myerupai sebuah tungku. Semuanya terbakar, dan tidak ada hal lain yang terlihat selain api.

Namun, Liu Changjie berhasil melarikan diri.

Dia berlari ke dapur, mengambil sebuah kendi besar berisi air, dan menuangkannya di atas tubuhnya. sebelum air  itu bisa membasahi seluruh pakaiannya, dia sudah berada di luar.

Kemampuan reflex nya lebih cepat daripada kebanyakan orang, Hanya sedikit orang yang bisa membayangkan seberapa cepat tubuhnya bergerak.

Selain rumah yang terbakar, malam itu terasa damai.

Di halaman tumbuh beberapa tanaman yang memiliki bunga berwarna kuning. Dalam kedipan cahaya yang berasal dari api, bunga-bunga tampak terlihat lembut dan indah.

Seorang wanita muda mengenakan pakaian berwarna kuning berdiri di sana, memegang bunga kuning di tangannya. Dia melihat Liu Changjie dan tertawa kecil.

Di luar halaman terdapat kuda dan kereta. Mata kuda tertutup, sehingga tidak terpengaruh oleh kobaran api yang menakutkan.

Gadis berjubah kuning itu terbang seperti burung layang-layang menuju kereta dan membuka pintu. Dia kembali menatap Liu Changjie dan tersenyum.

Dia tidak mengatakan satu patah kata pun.

Liu Changjie juga tidak mengatakan apa-apa.

Ia masuk ke dalam kereta dan duduk.

**

Api terbakar tanpa henti, tapi Liu Changjie bergerak semakin menjauhinya.

Kereta melesat cepat, terburu-buru, setelah itu menghilang ke dalam malam yang kelam.

Saat Itu adalah malam yang gelap.

Liu Changjie tidak takut gelap, tapi dalam hatinya ia membawa kebencian yang tak terlukiskan akan hal itu …

Translator / Creator: doroboneko88