September 28, 2016

7 Killers – Chapter 3: Yue’er Shining on Changjie (Part 4)

 

Malam itu gelap dan tenang. Dari kegelapan itu terdengar suara anjing menggonggong.

Hu Yue’er berkata, “Selain senjata tersembunyi, kau juga akan memerlukan pedang yang mampu memotong kepala seseorang dalam satu tebasan.”

“Apakah pedang itu juga sedang dalam perjalanan?”

“Untuk pedang, mintalah pada Dragon 5th. Dari tiga belas pedang paling terkenal di Jianghu, ia memiliki setidaknya tujuh dari pedang itu.

Liu Changjie yang terbaring di dadanya, menatap dan mengatakan, “Apakah kau memiliki perintah lain bagi ku?”

“Tidak”

“Bisakah kita pergi tempat tidur dan tidur?”

“Kau bisa.”

“Dan kau?”

Dia menghela napas.”Saya harus mulai bersiap-siap untuk mati.”

Kaget, Liu Changjie menjawab, “Bersiap untuk mati?”

“Setelah kau pergi, Dragon 5th  pasti tidak akan membiarkan aku pergi dengan bebas. Bahkan jika ia mempercayaimu untuk tidak membocorkan rahasia apapun, ia tetap tidak akan meninggalkan saksi.”

Liu Changjie akhirnya mengerti.”Siapa pun yang ia kirimkan kesini untuk membunuhmu, kau tidak dapat memberikan perlawanan, karena seharusnya  kau hanyalah seorang  istri petani.”

Hu Yue’er mengangguk dan tertawa.”Aku mungkin juga mati di tangan mu.”

“Di tangan ku? Kau ingin aku membunuhmu? ”

“Apa kau tidak bisa melakukannya?”

Dia tertawa getir.”Apakah kau pikir aku ini anjing liar yang suka menggigit orang?”

“Aku tahu kau bukan anjing liar,” jawabnya dengan manis.”Dan aku juga tahu kau tidak akan tega membunuhku. Tapi …” Dia tertawa misterius. ”Ada banyak cara untuk membunuh orang, dan banyak cara untuk dibunuh.”

Liu Changjie tidak bertanya lebih lanjut.

Dia tidak benar-benar mengerti apa yang dia maksudkan. Selain itu, ia mendengar suara langkah kaki mendekat.

Langkah kaki telah mencapai pelataran luar, dan beberapa saat kemudian, ada yang mengetuk pintu.

“Siapa?”

“Ini aku.” Itu suara seorang wanita, muda dan enak didengar.”Aku di sini untuk memberikan telur.”

“Oh, itu Ah De,” kata Hu Yue’er.”Kau hanya ingin mampir untuk memberikan beberapa butir telur?”

“Aku kebetulan lewat,” jawabnya.”Malam ini aku harus pergi ke desa untuk mencari seseorang.”

“Mencari seseorang? Siapa?”

“Iblis tua pergi kemarin pagi ke desa dan tidak pernah kembali. Aku mendengar bahwa dia telah melacur sepanjang waktu. Kali ini aku benar-benar …”

Dia berhenti bicara.

Setelah dia memasuki ruangan, dia melihat Liu Changjie. Dia tampak terkejut.

Liu Changjie menatapnya.

Dia masih muda, kuat, dan montok, seperti kesemek matang, harum dan lembut.

Hu Yue’er kemudian menutup pintu. Dia kembali menatap Liu Changjie dan tertawa.”Apa yang kau pikirkan tentang dia?”

“Sangat bagus.”

“Kau ingin tidur dengannya malam ini?”

“Betul.”

Dia bersungguh -sungguh.

Wanita itu mengenakan pakaian yang sangat tipis, begitu tipis sehingga  kau bisa melihat putingnya di balik kain, mengeras.

Apakah dia menginginkan hal yang sama?

Hu Yue’er tersenyum.”Kau bisa melepas pakaianmu sekarang.

Ah De menggigit bibirnya, dan kemudian tanpa ragu-ragu menanggalkan pakaiannya.

Dia melakukannya dengan sangat cepat.

Hu Yue’er juga menanggalkan pakaiannya, sama cepat.

Mereka berdua wanita cantik, sama – sama masih muda, dengan kaki yang jenjang.

Liu Changjie melihat mereka berdua, dan hatinya tenggelam.

Dia tiba-tiba mengerti apa yang dikatakan Hu Yue’er sebelumnya.

“Ada banyak cara untuk membunuh orang, dan banyak cara untuk dibunuh.”

Ternyata, dia sudah menyiapkan wanita  pengganti untuknya bila ia akan dibunuh.

Fisik mereka serupa, wajah mereka juga. Dengan sedikit make up, bawahan Dragon 5th  tidak akan pernah bisa membedakannya.

Sebenarnya, mereka tidak memberikan perhatian yang sangat khusus pada istri petani. Mereka hanya tahu bahwa mereka dikirim untuk membunuh seorang wanita. Jika wanita ini memiliki kemiripan, mereka tidak akan bisa membedakannya.

Hu Yue’er sudah mulai mengenakan pakaian Ah De ini. Melihat Liu Changjie dari sudut matanya, dia berkata, “Kenapa kau hanya melihatnya? Apakah kau tidak akan membawanya ke tempat tidur? ”

Wajah Ah De memerah.

Dia jelas tidak tahu peran yang akan dia mainkan; dia hanya tahu bahwa dia seharusnya bertukar tempat dengan seorang wanita, dan menemani seorang pria.

Pria itu bukan tipe yang menakutkan. Dengan jelas dia ingin Hu Yue’er pergi secepat mungkin.

Hu Yue’er sudah siap untuk pergi. Cekikikan, ia tiba-tiba berbalik dan memukul Ah De di dada dengan telapak tangannya.

Mulut Ah De terbuka, tapi tidak ada suara yang keluar. Bukan suara, bukan juga darah. Karena Hu Yue’er sudah menempatkan salah satu telur yang baru saja diserahkan ke mulutnya …

Liu Changjie menyaksikan ia terjatuh ke tanah, merasa seolah-olah seseorang telah memasukkan telur ke dalam mulutnya juga. Lidahnya memiliki rasa pahit dan aneh.

Hu Yue’er menghela nafas.”Rencana awalnya adalah untuk meninggalkan dia di sini denganmu untuk sementara waktu, lalu kau membunuhnya.”

Dia terdiam untuk waktu yang lama. Setelah beberapa saat, ia diam-diam berkata, “Kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran?”

“Karena aku tidak tahan ekspresi wajahmu sekarang ketika kau menatapnya.”

“Ah.”

Hu Yue’er menggigit bibirnya.”Saat kau melihatnya, sepertinya kau sudah tidak sabar untuk menempatkan tanganmu pada roknya.”

Dia menghela napas.”Ini tidak terlalu penting. Dia akan mati cepat atau lambat. Ketika ada suatu hal yang sama pentingnya dengan apa yang sedang kita lakukan, akan selalu ada orang yang mati di sepanjang jalan.”

“Aku hanya berharap bahwa siapapun yang akan dikirimkan Dragon 5th untuk membunuhmu bukanlah seorang wanita.”

“Jika itu seorang wanita, kau akan membunuhnya?”

Hu Yue’er perlahan menaruh semua telur ke meja, mengosongkan keranjang.

Di ekspresi wajahnya aneh. Setelah beberapa saat dia berkata, “Aku tahu aku bukan wanita pertama untukmu, tapi aku benar-benar berharap bahwa aku yang terakhir.”

**

Beberapa telurnya kosong, dan di dalamnya tersembunyi beberapa potong  tembaga. Ketika dirangkai, terbentuklah senjata tersembunyi  yang sangat tajam, yang disembunyikan di dalam sepatu seseorang.

Jika di tekan dengan jari kaki, jarum beracun akan meluncur keluar. racun yang berasal dari taring ular bambu hijau, dengan jarum setajam penyengat lebah.

Dan seperti hati seorang wanita!

“Saya tidak akan duduk,” kata Hu Yue’er.”Aku harus kembali ke kota.” Membawa keranjang kosong, dia beranjak pergi, tersenyum bangga, dan kemudian tertawa gembira.

Di luar kegelapan tampak sangat mendalam.

Translator / Creator: doroboneko88