September 28, 2016

7 Killers Chapter 1 – A Meeting of Legends (Part 4)

 

Saat itu tanggal 15 Juli dan bertepatan dengan bulan purnama.

Di  Paviliun Heavenly Fragrance  di kota Hangzhou,  bisnis berjalan seperti biasa. Saat ini belum memasuki waktu makan malam. Namun tidak ada meja kosong tersedia.

Tapi hari ini berbeda. Setiap meja penuh, lantai atas dan bawah, namun semua pelanggan adalah orang asing, pelanggan biasa ditolak masuk.

Bahkan, pelanggan terbaik Paviliun Heavenly Fragrance, Kota Hangzhou  Guru Ma yang terkenal, juga tidak bisa mendapatkan meja.

Wajah Guru Ma memerah,  dia akan marah. Saat Guru Ma kehilangan kesabarannya,  pasti  merupakan hal tidak menyenangkan.

Pemilik Heavenly Fragrance bergegas maju dan membungkuk hormat dengan tangan tergenggam. Meminta maaf sebesar-besarnya, ia berjanji untuk memberikan makanan gratis yang terdiri dari hidangan terbaik, serta 50 Hairy Crab segar, dikirim langsung ke kediaman Guru Ma. Kemudian ia bersandar ke depan dan diam-diam berbisik ke telinga Guru Ma.

Alis Guru Ma berkerut, dan tanpa sepatah kata, ia berbalik dan pergi, diikuti oleh rombongan.

Pemilik baru saja menghela napas lega ketika kelompok lain tiba. Dan itu adalah Hangzhou 10.000 Victory Armed Agency,  “10.000 Victory Golden Blade” Zheng Fanggang, disertai oleh sekelompok pengawal bersenjata. Mereka mengenakan pakaian warna-warni dan menunggang kuda yang kuat.

Ketua Zhang tidak seperti Guru Ma. “Jika semua meja penuh, usir saja beberapa orang.”

Dia melambaikan tangannya dengan acuh pada manajer itu saat ia bersiap untuk naik tangga ke lantai dua.

Namun tiba-tiba muncul dua orang, menghalangi jalannya.

Mereka adalah pemuda, berwajah tampan, hampir terlihat cantik, mengenakan stoking putih. Rambut mereka berwarna hitam legam, tanpa hiasan kepala apapun , dan sangat panjang. pinggang mereka dihiasi oleh sabuk perak yang tipis.

Sungguh hal yang tak terduga bahwa ada orang nekat menghalang-halangi jalan Ketua Zhang!

Yang merupakan pejabat tinggi di 10.000 Victory Armed Escort Agency, “Iron Palm” Sun Ping, adalah orang pertama yang melangkah maju. “Apakah kau ingin mati?” Bentaknya.

Salah satu pemuda, yang mengenakan jubah berwarna hijau, tersenyum dan berkata, “Tidak, kami tidak ingin mati.”

Sun Ping menjawab, “Jika kau tak ingin mati, maka minggirlah agar guru-guru  besar ini bisa masuk.”

“Mereka tidak boleh masuk.”

“Apa kau tau siapa mereka?”

“Tidak, aku tak tau.” Pemuda dengan jubah hijau terus tersenyum. “Aku hanya tahu bahwa hari ini, tidak masalah jika Anda adalah seorang guru besar, guru biasa, atau hanya seorang murid, hal terbaik untuk kau lakukan adalah pergi menjauh.”

“Dan bagaimana jika guru besar meminta untuk masuk?” Jawab Sun Ping marah.

“Jika mereka melangkah satu langkah lagi ke tangga,” kata pemuda dengan tenang, “Guru yang hidup akan menjadi guru yang mati.”

Sun Ping melolong dan melompat ke depannya , sambil mengulurkan “Iron palm”.

lima jari-jarinya yang datar menghunus ke depan. Teknik  Iron Palm Sand  miliknya jelas cukup luar biasa; tangan bergerak sangat cepat.

Meluncur ke depan, angin yang dihasilkan oleh gerakan telapak tangannya tajam seperti pisau.

Pemuda  berjubah hijau itu tersenyum. Tiba-tiba, tangannya meluncur ke depan juga, memotong tepat di pergelangan tangan Sun Ping.

Sun Ping mulai terkenal di usia 17 tahun, memulai jabatan dari posisi terendah hingga menjadi “Full Escort”  dan juga ia telah memenangkan ratusan pertarungan dalam prosesnya. Dia tidak bodoh. Ternyata, langkah awalnya hanyalah  tipuan! Kuda-kudanya berubah, ia menurunkan  pergelangan tangannya, lalu tangannya meluncur ke arah perut pemuda berjubah hijau ini.

Itu merupakan serangan yang sangat mematikan; ia jelas tak sungkan mencabut nyawa orang lain.

Namun langkah pemuda berjubah hijau itu lebih cepat. Hampir pada saat yang tangannya meluncur ke depan, dua jarinya sudah mencapai  tenggorokan Sun Ping.

Dengan sekelebat, layaknya pedang, dua jari  itu menusuk jakun Sun Ping .

Mata Sun Ping melotot, dan otot-otot di tubuhnya mengejang. Tubuhnya tampak kehilangan kendali, air mata nya menetes, lendir, air liur, darah, urine, bahkan kotoran mengalir keluar. Tak ada suara rintihan kesengsaraan  seperti yang disangkakan; dia hanya roboh ke tanah.

Pemuda berjubah hijau perlahan mengeluarkan saputangan seputih salju, dan hati-hati menyeka darah dari tangannya. Dia sama sekali tak melemparkan pandangan arah Sun Ping.

Para pengawalnya menatap hampa,ingin muntah.

Mereka pernah membunuh orang sebelumnya, dan telah melihat banyak mayat, tapi melihat kejadian ini, perut mereka mual. Beberapa tidak tahan dan muntah.

Pemuda itu  perlahan melipat saputangannya. “Kau masih di sini?” Tanyanya dengan lunak.

Seni bela diri yang menakutkan, tetapi jika mereka pergi sekarang, bagaimana 10.000 Victory Armed Escort  Agency bisa  menunjukan wajah mereka di Jianghu lagi? Di antara anggota Armed Escort, sudah ada dua yang sedang bersiap-siap untuk melompat ke depan dan bertarung. mereka siap dengan segala resikonya.

Zheng Fanggang mengulurkan tangannya dan menghalangi jalan mereka.

Dia melihat sesuatu yang sangat aneh.

Meskipun restoran itu penuh dengan orang asing, mereka memiliki kesamaan.

Tidak satu orang mengenakan topi jenis apa pun, dan semua rambut semua diikat oleh pita berwarna perak.

Darah memercik di seluruh tangga, tapi tidak satupun pelanggan yang menolehkan kepala untuk melihat.

Dengan suara lirih Zheng Fanggang bertanya, “Teman, bolehkan aku bertanya, siapa namamu? Dari mana kau berasal?”

Pemuda  berjubah hijau itu tersenyum, “Kamu tidak perlu tahu. Kamu hanya perlu mengetahui 1 hal saja. ”

“Apa itu?”

“Di luar ada pemimpin dari Seven Great Sword School, dan juga kepala dari Lima Sekte bela diri. Walaupun begitu mereka hanya bisa berdiri di luar. Jika mereka mencoba masuk satu langkah saja, mereka akan mati. ”

Wajah Zheng Fanggang berkerut. “Mengapa?”

“Karena,” jawab pemuda berjubah hijau, “Ada seseorang di dalam yang sedang menunggu untuk menjamu beberapa tamu. Selain  tiga tamu tersebut, dia tidak ingin bertemu orang lain. ”

Zheng Fanggang menjadi penasaran dan bertanya, “Siapakah orang ini?”

“Anda tidak perlu menanyakan hal itu. Anda sudah tahu siapa orang itu. ”

Wajah Zheng Fanggang ini menjadi putih pucat. “Jangan bilang kalau ternyata dia adalah… ?” Tanyanya dengan suara serak.

Pemuda itu mengangguk. “Benar, dia.”

Zheng Fanggang berbalik untuk pergi, disertai dengan pengawal-pengawalnya.

Saat mereka mereka melangkah pergi, salah satu dari pengawalnya diam-diam bertanya, “Siapa orang itu?”

Zheng Fanggang tidak menanggapi pada awalnya. Dia menghela napas panjang, dan akhirnya berkata, “Dia hidup di antara awan-awan di langit, dan dia adalah pahlawan terbesar di dunia.”

Translator / Creator: doroboneko88