December 1, 2016

HBMS – Chapter 09

uara pohon aprikot di halaman bergemerisik lembut diantar angin terdengar. Suara buah catur yang ditempatkan pada papan catur lembut dan penuh perasaan, seolah-olah mereka alat musik. Tak ada ekspresi sama sekali di wajah pemuda putih yang menggunting kuku nya. Dua yang sedang bermain catur bahkan tak repot-repot untuk mengangkat kepala mereka.

Mingyue tak bisa menahan untuk berkata, “Kami tak kemari untuk melihat kalian bermain catur.”

Gongsun Tu berkata, “Aku tahu kalian kesini untuk menemukanku. Aku yang menyebabkan Kediaman Merak bermandikan darah. Kau tak bertemu orang yang salah.”