December 31, 2016

DM Chapter 3 Intermission

Sihir yang dipanggil membungkus tubuh ku.

Meskipun itu sensasi yang aku kenal, saat ini rasanya menjengkelkan.

Untuk mengkonfirmasi efeknya aku mengambil langkah maju.

Oke, itu bekerja dengan baik.

Bersama-sama dengan angin.

Aku sedang berlari.

 

 

Aku bertemu dengan orang itu kemarin. Meskipun belum sehari penuh sejak saat aku bertemu dengannya, tapi aku merasa telah lama mengenalnya.

Aku berpikir bahwa aku bisa menahan serangan Demon dengan sihir, tapi tubuhku menjadi babak belur sebagai gantinya. kaki dan lenganku berdenyut kesakitan, aku seperti boneka, tidak mampu bergerak.

Aku sedikit memalingkan kepalaku.

Untungnya, sebelum aku terhempas ke tanah, aku terjebak dalam cabang-cabang pohon di pinggir jalan di suatu tempat.

…Untung? Apakah benar-benar seperti itu?