October 15, 2016

DM Chapter 2-4

Satou disini. Daripada menjadi pahlawan, aku lebih ingin menjadi penyihir.

Membaca mantera, adalah permainan yang tidak mungkin, membuatku patah hati.

Sakit hatiku sudah terobati sedikit setelah telibat perbincangan dengan nona Zena dan teman – temannya.

**

“Aku minta maaf atas keributan kemarin. Mereka gadis – gadis yang nakal, semua itu karena aku memang sangat jarang terlihat bersama laki – laki..”

Dia mendekati sambil memutar bola matanya. Dia tidak seperti sebelumnya, kali ini dia terlihat malu – malu.

“Mereka tampaknya orang yang menyenangkan. Aku tidak membenci mereka.”