TLMS – Volume 2 / Chapter 5

The One Who Does the Worst

Weed dan kawan-kawan berhasil mengumpulkan tulang Skeleton knight dari lantai pertama Memphis Hall dengan selamat dan menyelesaikan quest mereka.

Namun, ada kabar buruk juga. Ternyata, Pale, Romuna, dan Irene adalah teman offline yang hidup berdekatan. Faktanya, Surka adalah adik perempuan Romuna. Mereka tak mengatakan hal ini sebelumnya agar Weed tak merasa canggung. Tapi sekarang mereka harus mengatakannya.

“Maaf… orang tua kami…”

“Sepertinya kami tak akan bisa online untuk sementara.”

TLMS – Volume 2 / Chapter 4

City of Heaven, Lavias

Dr. Cha Eunhee dari Pusat Rehabilitasi Sosial adalah psikologis yang terkenal dalam dunia medis, yang mematenkan sebuah novel tentang metode terapi untuk perawatan penyakit psikologikal.

Jadwal kerjanya yang padat biasanya tak memberikan waktu untuk beristirahat. Ia terus-terusan mendapat rentetan kunjungan dari para pasien yang harus ia rawat dan menulis artikel jurnal dalam lingkaran yang tiada henti setiap hari.

“Bosan. Bosan. Bosaaaaaaan….”

Itu adalah komplainnya setiap hari. Tapi sekalipun ia memiliki keinginan untuk berhenti, ia merasa tak bisa mengabaikan tanggung jawabnya begitu saja.

TLMS – Volume 2 / Chapter 3

The Lost Treasure of The Temple

“Bekerja keraslah untuk membuat patungnya, Weed.”

“Jika kamu membuatku sebagai model patungnya, aku akan memberimu hadiah.”

Sudah menjadi keputusan bersama bahwa ketika Weed mengukir patungnya, rekan-rekannya akan berkeliling, membunuh monster dengan player lain. Beberapa lizardman yang tersisa masih mengganggu populasi lokal, dan ada beberapa tempat berburu yang bagus di dekat desa.

Weed sudah menunjukkan bahwa classnya adalah sculptor, jadi player lain menduga bahwa quest yang dikerjakannya berhubungan dengan profesinya, dan tak ada yang menanyakan soal itu.

TLMS – Volume 2 / Chapter 2

The Statue of Goddess Freya

Ketika Weed dan rekan-rekannya pergi lebih dekat ke arah markas lizardman, jumlah monster yang mati meningkat dengan pesat.

“Kita sudah membunuh lebih dari 40 lizardman…”

“Kita masih di perbatasan markas mereka. Berapa banyak lizardman lagi yang kalian pikir berkumpul di dalam sana?”

Irene dan Romuna berkata bergantian. Namun Weed hanya tersenyum.

TLMS – Volume 2 / Chapter 1

Land of Myth

Ghandilva, tetua dari Desa Baran, tengah dilanda dilema. Desa tempatnya tinggal dulu adalah tempat yang damai di provinsi selatan kerajaan Rosenheim.

Rumah dari 500 kepala keluarga, desa itu diserang oleh para lizardmen, dan penduduk desa menyebar melarikan diri atau tertangkap oleh lizardmen.

“Aku ingin mendengar cerita tentang darimana asal muasal biji ini,” kata Weed.

Mulai muncul harapan di mata Ghandilva yang telah putus asa.

TLMS – Volume 1 / Chapter 10

Weed’s Role in Punitive Force

Pasukan Punitive Force menuju Desa Baran!

Terletak di perbatasan peradaban manusia, Rosenheim Kingdom dikelilingi oleh monster.

Kingdom memperkuat dinding benteng dan mengorganisir pasukan milisi di kota-kota perbatasan, tetapi penyerangan tahunan oleh para Goblin dan Orc yang menyerbu untuk menjarah hasil panen musim gugur masih merajalela, yang membuat sakit kepala Royal Court.

Misi Punitive Force yang ditugaskan pada Darius adalah quest party untuk mengambil alih desa Baran yang telah jatuh ke tangan Lizardmen. Mereka yang bergabung dengan Punitive Force berbagi quest yang sama, dan mereka, yang terdiri dari 300 pemain, akan datang untuk mengusir Lizardmen dari desa.

TLMS – Volume 1 / Chapter 9

The City of Heaven

Sebuah pub. Tempat yang biasanya penuh dengan tawa hangat dan suara riuh telah menjadi sepi selama beberapa hari terakhir semua karena satu orang, Volk.

Dia memiliki tubuh besar yang menakutkan, tapi apa yang paling menakutkan darinya adalah wajahnya.

Menimbang bahwa seseorang yang wajahnya bisa membuat jantung seorang Orc berpacu kencang, telah minum dengan murung sepanjang hari, sungguh mengherankan bahwa pub itu tenggelam dalam sunyi.

Volk membuat wajah menakutkan sambil minum.

TLMS – Volume 1 / Chapter 8

The Fated Profession

Rodriguez melangkah dengan ringan. Untuk satu hal, dia tidak mengganggu orang lain yang ia temui sore itu. Dia gembira karena buku terbarunya yang ia tulis baru saja dipublikasi.

Ketika ia kembali ke rumah, pelayan yang bertugas merawat manor sedang menunggu di pintu masuk untuk menyambutnya. Dia berbicara lugas kepada pelayan yang sudah mendedikasikan dirinya pada keluarganya Counselor selama beberapa dekade.

“Bagaimana jalan-jalan sore anda, tuan?”

TLMS – Volume 1 / Chapter 7

Maestro of Battles

The Lair of Litvart berada di pintu masuk Grave Mountain, tiga jam perjalanan berkuda dari Citadel.

Kuda tungganggan Weed sering keluar dari jalur, dan bahkan mengunyah rumput dengan  santainya saat perjalanan. Dia harus membujuknya agar tetap berada di jalur.

Di depan dungeon, seorang prajurit yang akan merawat kuda sedang menunggu mereka.

“Johnson, rawat kuda-kuda ini.”

TLMS – Volume 1 / Chapter 6

Over a Barbecue

Hari itu adalah hari keenam dan Weed masih duduk tepat di seberang manor. Rodriguez dari kamarnya telah menyadari kehadiran Weed sejak hari pertama. Rodriquez bertaruh bahwa Weed sedang sibuk menjual patung-patungnya pada para pelanggan.

“Aku harus mencari tahu siapa orang ini dan apa yang dia inginkan dariku.” Rodriguez bergumam sendiri.

Meskipun ditengah kemalasannya, pada hari keenam Rodriguez akhirnya menyerah pada rasa ingin tahunya dan mulai bergerak.

“Salam, orang asing. Saya Rodriguez. Apa yang telah kau tunggu di sini untuk diberikan padaku? “

TLMS – Volume 1 / Chapter 5

The Girl Who Lost Words

“Sialan … hari sudah pagi lagi.”

Pagi-pagi, Lee Hyun sudah malas.

Parlemen Korea Selatan dengan kebijakannya yang tak terbatas, telah mengeluarkan kebijakan yang dijuluki dengan ‘Leave No One Behind’, kebijakan yang dibenci semua orang, yang dirancang untuk menyingkirkan masyarakat kumuh dan orang-orang semacamnya dari masyarakat Korea.

Seluruh kebodohan ini beradasarkan pada teori yang mengatakan bahwa mereka yang lahir dan dibesarkan dengan latar belakang yang rusak meningkatkan risiko melahirkan orang-orang yang melakukan tindak kejahatan kekerasan dan perceraian dalam rumah tangga. Misalnya Keluarga-keluarga tanpa orang tua dan memiliki utang besar yang kemudian dihantui oleh para rentenir.

TLMS – Volume 1 / Chapter 4

Dreadful Weed

Awal peradapan Versailles Continent muncul sekitar  1.008.000.000 tahun yang lalu. Pada waktu itu, Humans, Elves, Dwarves dan Orcs hidup bersama.

Wanita Dwarf dengan tangan yang cekatan menjabat sebagai bidan bagi Orc bayi. Orc yang baru lahir dibaptis oleh perempuan elf, dan perempuan Human memandikan mereka sampai bersih dengan air. Empat Ras hidup bersama, masing-masing saling menolong untuk menutupi kekurangan masing-masing.

Rangers Elf mengumpulkan buah dari pohon, Dwarf Crafter membuat peralatan, dan Human Scout berburu bersama dengan Orc Warrior. Sebagaimana monster berbahaya berlimpah di dunia, yang lemah tidak punya pilihan selain mengandalkan satu sama lain untuk bertahan hidup.

TLMS – Volume 1 / Chapter 3

The Instructor’s Request

Weed berjalan ke air mancur dan mengisi canteen dengan air, dan kemudian menuju toko sculpture. Ini adalah pertama kalinya Weed berjalan-jalan di jalanan kota yang penuh dengan para pemain dan NPC.

“Kita perlu seorang Cleric dengan level 17 atau lebih!”

“Hai teman-teman! Kami akan menyerang Cave Lasok. Siapa yang ingin bergabung dengan kami? “

Banyak pemain sepanjang jalan, tetapi tak seorangpun dari mereka yang menengok pada Weed. Dia tidak mempedulikannya sedikitpun. Berkeliaran dengan mengenakan pakaian seorang petualang, tanpa sedikitpun Armor yang melekat di dadanya, menandakan bahwa dirinya belum memenuhi persyaratan minimum game berupa kurungan kota selama empat minggu yang diperlukan untuk bisa meninggalkan Citadel.

TLMS – Volume 1 / Chapter 2

Wild Beast Appears

Ketika Lee Hyun terhubung ke Royal Road, suara pertama yang terdengar olehnya adalah suara lembut wanita.

Dia melihat sekeliling untuk melihat siapa yang berbicara dengannya, tapi tidak ada orang lain; hanya sebuah ruangan kosong. Kemudian ia menyadari bahwa ia berada di tengah-tengah proses aktivasi akun baru.

“Ya!”

-Pilih nama avat…-

“Weed.” rumput adalah tumbuhan terendah diantara yang paling rendah di kerajaan tanaman. Menurut Lee Hyuun, nama ini adalah yang paling cocok untuknya.

TLMS – Volume 1 / Chapter 1

Birth of a Dark Gamer

Bayangkan saja kehidupan seorang bangsawan, kemewahan, dan keindahan hidup dalam kemiskinan yang tak mungkin kau temukan dimanapun selain di dalam serial drama. Tak peduli betapa miskinnya dirimu, hal tersebut tak mencegahmu untuk menunjukkan cinta tulus tanpa syarat kepada orang asing atau bahkan berbagi sepotong rotimu dengan senyuman hangat.

Jika ada yang pernah mengklaim bahwa khayalan seperti itu pernah ada dalam kehidupan nyata, Lee Hyun akan menghajarnya hingga babak belur, dan menyerangnya sekali lagi untuk menghabisinya.

Hidup benar-benar terlalu kejam bagi kaum miskin. Hukum Kesejahteraan Buruh yang telah direvisi oleh Parlemen membuat semua pekerjaan menjadi tak tersedia untuk golongan minoritas. Meskipun hal itu illegal, Lee Hyun telah bekerja di setiap tempat pekerjaan yang ada.