TLMS – Volume 5 – Chapter 2

The Pyramid and Dignity of the King

Tak mengherankan bahwa bubur yang dibuat oleh Weed sangat lezat. Meskipun dia telah menelantarkan skill memasaknya belakangan ini, peningkatan dari makanan tersebut masih cukup banyak.

Orang-orang menyukai dan menghormati Weed.

Mereka berterima kasih bukan hanya karena berbagi questnya, dia juga memasakkan makanan secara gratis untuk mereka.

Meskipun bahan yang digunakan pada dasarnya adalah rumput, dan direbus sampai tampak seperti bubur, setelah menerima Grass Porridge panas, mereka berterima kasih dengan tulus kepada Weed.

TLMS – Volume 5 – Chapter 1

The Tomb of Great King

Didampingi oleh Royal Knight, Weed berjalan keluar dari aula saat dia mempertimbangkan ratusan desain artististik dari sebuah makam.

‘Sebuah makam yang akan meninggalkan jejak sejarah. Sebuah makam legendaris. Besar dan Agung. Sebuah monumen yang layak dari seorang Raja.’

Tidak akan mudah untuk membangun sebuah makam yang seperti itu. Tetapi Weed tidak mengenal menyerah sebelum mencoba.

҅’Tak memiliki bakat seni tak membuat perbedaan. Tekadlah yang memungkinkan kamu untuk berhasil.’

TLMS – Volume 4 – Chapter 10

The Largest Tomb

Weed hampir mencapai level 259 ketika keputusan dari Guild Mavaros diumumkan. Sehari lebih lambat daripada yang diperkirakan Weed.

Biaya berburu di dungeon Basra naik tiga kali lipat. Lantai 3 dan 4 dari dungeon itu hanya boleh digunakan oleh anggota Guild Prosperity dan Guild Mavaros. Semua item unik dan langka yang didapatkan oleh para player selama berburu harus dijual pada Guild Mavaros dengan harga yang masuk akal.

“Apa-apaan ini?”

“Bajingan tengik! Harga wajar apanya! Mereka memutuskan apa yang wajar untuk mereka sendiri.”

TLMS – Volume 4 – Chapter 9

Dark Gamer Union

Lee Hyun menutup buku matematika miliknya.

Beberapa tahun yang lalu dia harus keluar dari SMA, dan sejak saat itu dia tidak pernah berpikir sekalipun dia akan membuka buku pelajaran lagi. Namun, untuk lulus ujian agar mendapatkan ijasah

SMA, dia harus belajar lagi.

“Hmmm….”

Sejak Lee Hyun meninggalkan sekolah, dia menghabiskan seluruh waktunya pada mendapatkan uang dengan bekerja, jadi otaknya telah benar-benar berkarat. Dia dengan cermat membaca buku tersebut, tetapi dia sama sekali tidak memahami maksudnya.

TLMS – Volume 4 – Chapter 8

Weed’s Hunt

Dungeon Basra!

Sebuah tempat yang dipenuhi oleh banyak monster, terletak dekat dengan ibukota kerajaan.

“Tempat kosong dalam party. Ada yang mau bergabung? Kami punya 30 orang dan menjanjikan perburuan yang cepat.”

“Mencari seorang Warrior terampil.”

“Menjual herbal penyembuhan. Lebih murah daripada di toko! Pembelian dalam jumlah besar di terima!”

TLMS – Volume 4 – Chapter 7

Basra Dungeon

Sudah saatnya untuk berbicara tentang berita terbaru di Benua Versailles. Kami akan memperkenalkan padamu kejadian-kejadian yang terjadi di Royal Road. Dan hari ini kami punya seorang tamu di studio, kalian semua mengetahui dia, itu adalah Joo Wan. Bagaimana kabarmu?”

“Halo! Hye Min, senyummu hari ini lebih mempesona.”

“Ho, Ho, kau sudah datang kesini, tak perlu repot-repot dengan pujian. Sepertinya, ada beberapa berita penting hari ini, kan?”

“Ya, kau benar. Tak sepenting itu, dibanding preferensi rasa milikmu, karena aku merasakan bahwa dipagi ini kau makan babi panggang yang lezat…”

TLMS – Volume 4 – Chapter 6

Siege of Odein Castle

Weed meninggalkan Rega dengan penuh semangat.

“Sudah lama aku tidak bertarung.”

Dia merasa bahwa dia kehilangan indra tempurnya. Biasanya, dia bertarung melawan monster yang sulit dan berbahaya, tetapi selama beberapa bulan terakhir dia hanya mengembangkan skill kerajinannya. Bertarung melawan monster yang sulit dan berbahaya sama seperti berjalan diatas seutas tali, hanya satu kesalahan maka kau akan jatuh.

“Mungkin aku akan mati sendirian dan terlupakan….”

TLMS – Volume 4 – Chapter 5

Sculptural Shapeshifting

Weed pergi ke daerah kumuh dari kota tersebut.

Dibangun di atas bukit dengan bangunan berteras, rumah yang dia cari terletak disuatu tempat di pinggiran benteng. Dikatakan bahwa jika kau membeli rumah disini, kau bisa mendapatkan pemandangan dari seluruh kastil. Disini tidak ada toko atau bangunan yang berguna.

Satu-satunya alasan Weed datang kesini adalah karena Darone. Sebagai seorang Sculptor, itu sangat penting bagi dia membongkar semua rahasia dari desain patung. Oleh karena itu, dia sangat beruntung untuk menemukan salah satu master secepat ini.

“Bahkan jika dia tidak suka ketenaran, tak terpikir akan tinggal ditempat seperti ini…”

TLMS – Volume 4 – Chapter 4

Engraving Master Darone

Benza River

Itu adalah jalur kehidupan dari British Confederation. Mengalir melintasi benua yang luas, dikatakan bahwa sepanjang sungai tersebut ada sembilan pemandangan spektakuler. Ketika Royal Road baru saja dirilis, para player terpesona oleh sungai itu. Dengan keindahan dan ketenangan yang mengagumkan, itu adalah tempat yang menyenangkan semua pengelana.

Untuk alasan ini, banyak orang memilih untuk memulai di British Confederation. Kadang-kadang hanya untuk berpiknik disamping s ungai!

Para pasangan akan bermesraan di sungai itu. Bahkan hujan deras yang kuat tidak menakuti mereka karena sungai tersebut sangat indah.

TLMS – Volume 4 – Chapter 3

Prismatic Clothing Auction

Orang-orang pemberani seperti Weed, dalam mencari petualangan, sering memilih untuk memulai di ibukota dari kerajaan kecil, seperti Rosenheim. Biasanya para player ini kemudian akan menuju ke kota-kota berpenduduk besar dimana itu lebih mudah untuk mendapatkan senjata bagus, bergabung dengan party yang bagus, dan berkeliaran tanpa jauh-jauh di gerbang kota.

Di gerbang utama Liberty City, ada sekumpulan orang mengelilingi satu orang. Dia memakai helm yang aneh, sebuah kalung, jubah, dan sarung tangan putih mencurigakan.

TLMS – Volume 4 – Chapter 2

Jack of All Trades

“Royal Road? Ketika kami pergi kami menyangka kamu belajar, dan sekarang kamu malah bermain game itu!”

“Sekarang tulis sebuah pernyataan untuk pelepasan cuti sekolah.”

“Dan jika itu tidak membantu, kamu bisa duduk dirumah seharian dan mempersiapkan ujianmu sendiri!”

Ketika orang tua dari Surka, Pale, Irene dan Romuna mengetahui bahwa anak-anak mereka bermain Royal Road secara diam-diam selama ketidakhadiran mereka, mereka menerima omelan tiada akhir.

TLMS – Volume 4 – Chapter 1

Lands of Despair

Sosok ini dihindari dan dan ditakuti oleh orang-orang dari Liberty City of Somren. Itu karena dia tampak seperti sejenis orang yang akan menyebabkan masalah padamu jika kau mendekati dia.

Dia adalah Weed. Weed melompat-lompat dalam kemarahan.

“Aaaargh!”

Dia bahkan berteriak. Pada perilaku gilanya ini, semua orang menjauhkan diri mereka darinya. Dia beruntung karena berada di tempat tersembunyi di antara Gereja Freya. Jika dia bertingkah seperti ini di tengah-tengah jalanan, seseorang akan mengambil video dan mau tidak mau itu akan berakhir disebuah website.

TLMS – Volume 3 – Chapter 11

Poor Emergence of Broadcasting

Lee Hyun mengakses situs jual beli item untuk mendapatkan informasi tentang beberapa item yang dia miliki.

“Ini harus memberiku jumlah pendapatan yang layak…”

Dia telah menghabiskan lebih dari 3 bulan di Provinsi Morata. Dia harus menghabiskan waktu sebanyak itu karena sulitnya quest tersebut.

Dia mendapatkan banyak item drop vampir: satu Vampire Coat, 2 boots, dan 4 gloves. Selain itu, dia telah mengumpulkan berbagai item sambil berburu.

TLMS – Volume 3 – Chapter 10

Battle of The Black Castle

Weed melihat sekeliling saat dia mengantungi item-item tersebut. Para Paladin telah menyelesaikan pertempuran dan tengah menunggu dia. Level dari para Paladin jauh lebih tinggi, jadi mereka mengalahkan para vampir sangat cepat.

“Mari kita bergerak ke lantai pertama. Alveron, hilangkan kutukan dari patung-patung itu.”

Dilantai pertama total ada 50 Paladin yang dijadikan batu.

Alveron menghilangkan kutukan sementara Weed dan para paladin mencari sandera yang lain.

TLMS – Volume 3 – Chapter 9

The Great Sculpture

Misi Alveron adalah menunggu para vampir didekat patung dan menggunakan mantra secara berurutan.

“Cahaya Suci, hilangkanlah kutukan yang membelenggu kebebasan mereka dari kekuatan yang mengubah bentuk mereka.”

Cahaya turun dari langit dan menyelimuti patung-patung tersebut. Permukaan patung yang menghitam itu mencair, seperti tinta yang luntur. Didalam patung-patung tersebut adalah para Paladin yang mengenakan seragam Gereja Freya.

TLMS – Volume 3 – Chapter 8

True Blood Vampires

Weed login kembali dan dalam diam duduk disebelah Alveron. Bahkan NPC harus bertindak dengan cara tertentu untuk meningkatkan skill dan level mereka.

‘Sudah jelas itu bukanlah masalah besar’

Faktanya, gerbang teleport punya banyak opsi spesial dan karena gua tersebut merupakan titik awal, itu adalah area yang aman dan sepenuhnya terlindung dari para monster.

TLMS – Volume 3 – Chapter 7

Ignorant Beginner

Penantang yang lain muncul setelah lawan pertama telah kalah. Melawan seorang ahli pedang dengan banyak pengalaman, Lee Hyun mencari titik lemah.

Ilmu pedang yang berorientasi pada pertahanan.

Namun, hal itu tidak sempurna. Pada saat itu juga, dia mampu menemukan kecacatan.

Mempertimbangkan kecepatan pergerakan pedang lawan, Lee Hyun menggunakan perbedaan itu untuk menyerang titik lemah.

TLMS – Volume 3 – Chapter 6

A Bad Cold

Tergantung pada keadaan yang terjadi, dia bisa saja tidak akan pernah diijiinkan untuk kembali ke gereja.

Namun, sang High Priest telah menempatkan dia dalam situasi yang bahkan lebih buruk.

“Aku mendirikan Gereja Freya ini di kota ini. Aku percaya bahwa kau adalah sang Pahlawan dari legenda itu dan kau akan menemukan relik itu secepat mungkin.”

TLMS – Volume 3 – Chapter 5

Return the Holy Relic

Ia menghela nafas. Lee Hyun tak bisa menemukan item seperti itu dengan mudah. Item unik, langka, dan item sihir bisa dijual secara online untuk harga yang lumayan mahal.

Barang drop monster untuk quest juga laku dengan harga yang lumayan, antara 30.000 sampai 50.000 won. Harganya tinggi karena keinginan para player.

Di Royal Road, penampilan monster sangatlah detil dan nyata. Bahkan bau-bau mayat mereka sangat terasa di hidung. Tak banyak orang yang mampu berburu dengan bau seperti itu.

TLMS – Volume 3 – Chapter 4

Van Hawk’s Humiliation

Komputer Lee Hyun tengah terhubung dengan sebuah situs jual beli item. Ia akan mengunjungi situs itu untuk mengecek harga jual barang dalam gold hampir setiap hari, namun kali ini ia memiliki alasan khusus.

“Benar-benar menakjubkan.”

Popularitas Royal Road terus meningkat hari demi hari. Sekalipun baru minggu lalu, item yang terdaftar sekitar 160.000, hari ini daftarnya sudah melebihi 165.000.

TLMS – Volume 3 – Chapter 3

Instrument and Intrigue

Kuartet Dwichigi berteriak kegirangan saat mereka memasuki dungeon. Level mereka lebih tinggi dari rata-rata, namun kebanyakan level mereka didapat dari membunuh player lain, bukan dari berburu monster. Jadi, ini adalah pertama kalinya bagi mereka untuk menemukan dungeon.

“Ayo! Mulai dari sini, percaya saja pada kami.”

Dengan berani, kuartet itu memimpin di depan. Dari awal, tujuan mereka menuruni ngarai memang untuk hal ini, jadi setelah mereka sampai, semangat mereka langsung menjadi tinggi.

TLMS – Volume 3 – Chapter 2

The Stones that Gathers Lightning

Paruvan.

Sebuah tempat dimana para orang yang berpergian dan karavan beristirahat ketika berjalan melalui Bar Khu Mountain Range. Awalnya, tempat itu dibangun oleh tentara Rosenheim Kingdom untuk tempat istirahat mereka sendiri, jadi tempat itu tak sering dikunjungi oleh banyak orang.

“Kita beruntung menemukan tempat ini. Cuma sisa 2 hari lagi sebelum kita sampai di tujuan.”

“Perjalanannya benar-benar susah, aku pikir aku akan mati.” Halman tertawa.

TLMS – Volume 3 – Chapter 1

My Profession Moonlight Sculptor

Weed, fokus pada ketertarikan player perempuan yang sedang membeludak! Tiap patung yang ia buat tampak hidup. Kebanyakan patung, khususnya patung batu, terlalu besar dan tak bisa dijual. Untuk menarik perhatian orang-orang, model yang lebih kecil diciptakan. Model itu sangat imut dan manis sekali, dan menarik perhatian besar dari para player perempuan.

Weed juga memasak sambil menjual patung. Orang-orang berkumpul, tertarik dengan bau dari makanan yang sedang dipanggang dan digoreng. Orang-orang yang datang untuk membeli patung juga tergoda dengan bau masakan.

TLMS – Volume 2 – Chapter 10

Mountains of Loot

Setelah ia selesai berburu di BarKhan’s Crypt, Weed kembali ke Seagull dengan Helain’s Grail di tangannya. Seagull telah sembuh dan sedang menggali tanaman herbal.

“Ah, akhirnya kau datang. Bagaimana dengan quest ku? Apa kau berhasil merebut kembali harta karun Freya?”

Seagull membombardir Weed dengan pertanyaan satu demi satu.

“Ya, ini dia.”

TLMS – Volume 2 – Chapter 9

Princess’ Knight

“Ya. Sesi berikutnya dari program kami akan membahas tentang player terkenal di Thor Kingdom yang ramai dibicarakan oleh para player belakangan ini. Mr. Oh, aku dengar sekarang ada blacksmith yang bisa memperkuat defense dari equip?”

Ya, itu benar. Seorang petarung akan selalu memiliki beberapa cita-cita dan penyesalan. Memakai equip dengan defense yang lebih tinggi akan meningkatkan kemungkinan bertahan hidupmu, dan Blacksmith dari Thor Kingdom dapat meningkatkan pertahanan equip dengan cara meleburkan enchancing minerals.”

TLMS – Volume 2 – Chapter 8

The Lost Treasure of Freya

Dari bertarung melawan undead, Weed mendapatkan boots, gloves, dan bahkan ring. Untuk tiap 30 Skeleton knight yang ia bunuh, ia mendapat Farrot’s Ring, yang meningkatkan regenerasi MP sebanyak 10%.

Royal Road mengijinkan player untuk menggunakan ring pada 8 jari, dan bahkan boleh menggunakan beberapa ring di tangan yang sama selama atributnya tidak berlawanan. Weed terus melakukan quest sampai ia memiliki satu ring di tiap jari.

TLMS – Volume 2 – Chapter 7

Nameless Statue of Lavias

Mantra blessing dari Da’in memperkuat kemampuan bertarung Weed dengan jumlah yang besar, dan pada waktu yang sama melemahkan para monster. Ibaratnya bahwa ia menciptakan sayap untuk Weed, yang sebelumnya saja sudah sangat hebat. Kerja sama mereka menambah potensi mereka berdua hingga hampir tak terbatas.

Meski begitu, Da’in tak membunuh monster. Ini bukan masalah bagi Weed, karena ia bisa meningkatkan skill Swordmanship miliknya bila Da’in tak ikut menyerang.

TLMS – Volume 2 – Chapter 6

The Meaning Behind Royal Road

Weed sekarang sudah mengetahui dengan pasti struktur lantai pertama Memphis Hall seperti rumahnya sendiri. Ia tahu dengan jelas dimana Death Knight yang berbahaya patroli, dan tempat terbaik untuk berburu Skeleton Knight.

Sebagai solo player tanpa party, apa yang paling ditakuti oleh Weed adalah serangan mendadak ketika HP dan MP miliknya masih rendah. Karena itu, Weed mempersiapkan beberapa tempat persembunyian dimana ia menyimpan banyak herbs dan bandage.