TLMS – Volume 16 – Chapter 4

Strategy of Invicibility

Weed menderita untuk menemukan metode untuk menghancurkan dinding.

“Masih sangat lama sebelum dinding benteng itu runtuh, jadi kita bisa menguasainya.”

Sebagai seorang Blacksmith, dia bisa menciptakan senjata perang, namun, keahlian miliknya masih sangat rendah.

“Aku nggak tau berapa banyak senjata perang yang harus aku buat sebelum aku bisa membuat senjata yang berguna…”

TLMS – Volume 16 – Chapter 3

Power of Deliverer

Ketika Weed menyelesaikan pertempuran berdarah di Salmere Hill, HP miliknya hanya tersisa 150 poin.

Sambil menunggangi Yellowy, Weed menerjang barisan musuh beberapa kali. Sepenuhnya tenggelam dalam pertempuran, Weed melibatkan dirinya sendiri kedalam pertempuran yang berbahaya.

Menghadapi krisis hidup atau mati, dia bisa bertahan berkat Bingryong dan para Phoenix yang bertarung mati-matian.

Yellowy juga sibuk melompat-lompat didalam api untuk menghabisi para prajurit pengejar.

Patung-patung!

TLMS – Volume 16 – Chapter 2

Alliance of Deliverers

Weed memeriksa informasi dari relik Order of Matallost.

“Identify!”

Copper Plate of Rest

Ketahanan: 12/1.000

Plat tembaga dengan kekuatan untuk memimpin orang mati ke dunia peristirahatan abadi.

Sebuah item yang sangat diperlukan bagi eksistensi Order of Matallost, item ini berada dalam kondisi rusak parah.

Salah satu dari 5 relik.

Karena itu adalah sebuah item yang berbahaya, jika jatuh ketangan orang jahat, kemungkinan item ini menyebabkan kekacauan sangatlah tinggi.

Meskipun dilindungi oleh para Holy Knight dari Order of Matallost, item ini secara paksa diambil oleh Order of Embinyu. Karena kerusakannya parah, ada batasan pada kekuatan yang bisa ditampilkan. Sembari mustahil untuk diperbaiki dengan cara-cara normal, item ini bisa diperbaiki dengan kekuatan suci dari High Priest Order of Matallost.

Daya tahannya akan menurun lebih banyak jika digunakan.

Persyaratan: Harus menerima pengakuan dari Order of Matallost. 2.000 Faith.

Efek Spesial: Memandu orang mati ke tempat peristirahatan mereka.

TLMS Volume 16 Chapter 1

Wanted

Didalam kuil Order of Embinyu, para Dark Knight sedang berbaris dengan rapi. Armor dari para Knight itu terbuat dari Mithril dan Adamantium, berkilauan seperti permata seolah-olah belum pernah digunakan sebelumnya. Lantainya lembut dan mewah, tertutupi permadani kelas tertinggi, dan di langit-langitnya lampu gantung terbuat dari emerald dan safir yang dipotong dengan halus.

“Ritualnya gagal? Bahkan alat-alat yang diperlukan untuk ritualnya dicuri?”

Para Priest dan Dark Knight menundukkan kepala mereka dihadapan teguran dari sang High Priest sekte ke11

Order of Embinyu, Feylord.

“Kami dipermalukan, Feylord-nim.”

TLMS Volume 15 Chapter 11

The Sculptures Erected on the River of Lamentation

Weed mengangkat pisau pahatnya lagi.

Itu adalah awal dari tugas besar dari mengubah patung-patung di pesisir River of Lamentation dari negatif menjadi positif.

Suara teriakan hantu-hantu disungai itu sekarang sudah akrab dengan telinganya. Suara yang muncul seperti gema, kehabisan semua kekuatan pada kaki dan mengeluarkan rasa merinding.

“Ekspresi penuh kasih sayang seperti apa yang akan kau miliki sambil menatap seorang bayi Orc?”

Upaya ukiran pertamanya telah gagal, ini adalah upaya yang kedua.

Ketika dia menyamar sebagai Orc Karichwi di Pegunungan Yuroki, dia telah melihat banyak Orc.

TLMS Volume 15 Chapter 10

The Bull Riding Sculptor

Guild Proam Alliance Mercenary.

Black Sword Mercenaries telah mengumpulkan hak untuk menyebut diri mereka sebagai para Mercenary kelas pertama.

“Heh. Itu benar-benar sulit untuk sampai pada titik ini.”

Kata Michel, pemimpin dari Black Sword.

Ada sekitar 199 permintaan yang membuat mereka sampai ke titik ini.

Mereka telah diakui didalam Guild Proam Alliance Mercenary, yang memiliki cabang diseluruh Benua Versailles.

Black Sword bahkan memiliki kastil dan desa. Mereka adalah para tentara bayaran terbaik, dan mereka membangun reputasi mereka.

TLMS Volume 15 Chapter 9

Sculptor of Hell

Sungainya berteriak. Itu adalah ratapan seperti hantu.

“Apa ini River of Lamentation?”

Ada cukup banyak patung di gunung batu itu.

Seperti pembunuh dan penjahat, mereka adalah patung-patung yang menyeramkan yang cukup untuk membuat iblisi-blis gemetar!

Seorang ibu tanpa kepala memeluk anaknya. Ibu dan putri tersebut bukanlah manusia, tetapi Orc. Troll yang saling menikam satu sama lain dengan tombak. Para Manusia yang mengobarkan perang besar. Bahkan sebuah pemandangan dari desa yang dijarah dan dibakar diekspresikan melalui patung-patung.

Mengikuti aliran sungai itu, sekumpulan patung berjajar tanpa ujung.

TLMS Volume 15 Chapter 8

Reconstruction of the Niflheim Empire

Hanya ada informasi sederhana di bagian biografi. Dia juga membaca bagian sejarah dan perang, tetapi bagian-bagian yang melibatkan Count Sovoid telah hilang, seolah-olah seseorang secara sengaja menghapusnya.

“Ketemu.”

“Dimana?”

“Dikatakan ada harta tersembunyi di area ini.”

Para Adventure dan para Mage yang membaca didalam perpustakaan itu segera pergi. Ada sekitar 20 player yang datang keperpustakaan untuk mendapatkan informasi, sama seperti Weed.

Sebuah jackpot tersembunyi disuatu tempat, tetapi dia harus mengerahkan banyak waktu dan memulihkan biayanya sangatlah sulit, seperti inilah situasinya ketika berburu informasi didalam perpustakaan. Itu juga merupakan kondisi dimana banyak informasi dasar yang kurang, atau tak ada yang dibaca.

TLMS Volume 15 Chapter 7

 

Smith’s Curiosity

 

Weed kembali ke Kastil Nekan dengan wajah lesu.

Perburuan tanpa istirahat didalam Dungeon Kramado!

Dia masih bisa mendapatkan level dan item-item yang lumayan banyak, tetapi dengan rasa lelahnya, hal tersebut menyebabkan dirinya mendapatkan status Overwork Curse dan jatuh kedalam kondisi kritis. Vitality dan statistic miliknya saat ini bahkan tidak sampai ⅓ dari aslinya.

Weed memasuki sebuah bar setelah membeli kacang, bawang merah dan bawang putih.

“Beri aku satu setengah bir!”

TLMS – Volume 15 – Chapter 6

Slave Date

Segera setelah Lee Hyun melepaskan kerudung itu, para pelanggan masuk kedalam tenda kedai.

“Ini sudah saatnya untuk memulai pekerjaan, kan?”

“Kedainya dibuka, ya?”

Mereka ditanyai para pelanggan yang sudah menunggu dalam barisan antrian selama 10 menit.

Karena tak ada berita setelah 15 menit, para pelanggan mulai memaksa masuk.

“Whoa!”

“Itu Seo-Seoyoon.”

Seoyoon adalah seorang selebritis yang tak seorangpun Universitas Korea tidak tau.

TLMS – Volume 15 – Chapter 5

The Pure White Beauty

Dungeon Kramado.

Monster-monster menengah yang disebut Kramanoim muncul di lantai satu dan dua.

Itu saja sudah cukup untuk menyebutnya lebih dari sebuah dungeon pemula, sebuah tempat berburu veteran.

Namun, jebakan-jebakan berbahaya dan bahkan monster-monster berlevel diakhir 300’an muncul dari lantai 3 dan seterusnya.

Mereka tidak akan bertemu Elfin Queen Spider jika mereka mengambil jalan normal, tetapi itu tetaplah sebuah dungeon yang berbahaya.

TLMS – Volume 15 – Chapter 4

The Ability He Shows

Weed tidak menerima pesan penjelajah pertama dari Dungeon Kramador karena dia datang setelah party Hegel yang menemukannya terlebih dahulu.

Namun, waktu telah berlalu dan monster-monster didalam Dungeon Kramador sudah respawn.

Makhluk-makhluk  ramping mirip Kadal Putih berkeliaran.

“Nide pasti telah melalui banyak banyak rintangan untuk menemukan dungeon ini.”

Bahkan bagi para Dark Gamer yang menghasilkan uang di Royal Road dengan melacak dan menyelidiki petunjuk-petunjuk, tidaklah mudah untuk menemukan sebuah dungeon baru terutama di Pusat Benua.

TLMS – Volume 15 – Chapter 3

The Strange Booklet of Gildras

Dewan Mahasiswa Universitas Korea sibuk dengan persiapan festival.

Masing-masing fakultas mengamankan sebuah tempat, dan bantuan kecil diberikan untuk persiapan.

Festival budaya dan acara-acara untuk warga lokal dipersiapkan pada saat yang sama. Mereka bahkan menyibukkan diri mereka dengan persiapan panggung, dan mengatur para penyanyi untuk acara tersebut.

“Tetapi siapa yang harus kita tunjuk sebagai MC acara tersebut?”

“Bagaimana kalau Yu Jae Dol?”

TLMS – Volume 15 – Chapter 2

Undiscovered Dungeon

Ahn Hyundo membersihkan pedangnya dengan kain bersih.

Pedang terkenal yang diselesaikan oleh pengrajin dengan jiwanya dan dengan meleburkan bagian besi yang paling murni. Karena pendekar pedang terkenal telah menggunakannya dari generasi ke generasi, nilai dari pedang itu meningkat.

“Melalui pedang, apa yang membuat manusia bisa naik ke langit… adalah pedang.”

Ahn Hyundo memiliki banyak pedang ternama, tetapi dia tak pernah secara sembarangan mengeluarkan Radiant Sword. Hanya ketika keputusan besar ada didepan, dia bermeditasi diatas tekad masa mudanya sambil membersihkan Radiant Sword.

TLMS – Volume 15 – Chapter 1

Dwarf’s Gift

“Kupikir lebih baik aku pergi sekarang.”

Ketika Weed berkata dia akan meninggalkan Kuruso, para Dwarf merasa kecewa. Mereka telah berteman melalui quest-quest dan patung.

“Apa kau benar-benar harus pergi?”

Herman berkata dengan suara sedih,

“Tak bisakah kau hanya melanjutkan membuat patung disini di Kuruso.”

Tak banyak para Blacksmith yang pergi setelah menetap di Kuruso. Disana memiliki semua fasilitas dan material-material untuk Blacksmith, jadi tak ada keinginan untuk pergi.

TLMS – Volume 14 – Chapter 11

Dain’s Wait

Direktur Kim Han Seo sedang menatap Yoo Byung Jun, gurunya, ilmuwan jenius yang bagaikan dikirim oleh surga.

Rambut keputihan dikepalanya, mata merah, dan kacamata tebal.

Meski itu adalah penampilan Yoo Byung Jun tampak stres, otaknya berada di tingkat dimana dia bisa disebut seorang jenius.

“Meski dunia tau bahwa Royal Road diciptakan bersama dengan aku dan 17 ilmuwan yang lain…”

Direktur Kim Han Seo menggeleng ringan.

Ada banyak perbedaan pada kebenaran yang diketahui publik.

TLMS – Volume 14 – Chapter 10

Travelers of the Wilderness

Setelah hal itu diketahui bahwa Weed adalah Lord of Morata, jendela chat guild menjadi sangat aktif selama periode yang singkat.

Bahkan ada 23 orang yang mengintai keluar untuk menyapa dia. Pin dan Herman sangat terkejut, mengatakan mereka benar-benar tidak tau.

“Bagaimanapun juga, kemungkinan tak banyak orang yang setara dengan level memahatmu.”

Herman mengatakan ini sambil tersenyum.

Jika perhatikan lagi, itu aneh bahwa seorang Dwarf Sculptor luar biasa tiba-tiba muncul. Dunia dari Dwarf pengrajin sangat kecil, jadi itu akan diketahui jika Dwarf terampil muncul.

TLMS – Volume 14 – Chapter 9

Dark Gamer’s Conversation

Lee Hyun masuk ke ruang chatting Dark Gamer. Penyingkapan informasi, pertanyaan, penjualan, dan kenaikan tingkat adalah topik-topik utama dari ruang chat.

Didalam ruang-ruang chat normal, ada orang-orang yang berada disana hanya untuk membuang-buang waktu. Informasi tentang kegiatan-kegiatan kerajaan, profesi, informasi quest, dan informasi lain yang diperlukan dipertukarkan secara real time.

Percakapan-percakapan ini tidak terbuka untuk semua orang. Ruangan-ruangan chat tersebut tersedia melalui forum-forum, yang mana hanya bisa diakses jika peringkat mereka memungkinkan, jadi hanya sedikit kelompok dari Dark Gamer yang diijinkan untuk berbagi informasi.

TLMS – Volume 14 – Chapter 8

Elemental Creation

Daymond dan Guild Predator of the Land mengklasifikasikan para Demonic Spirit yang berkumpul.

Ada sekitar 50 Demonic Spirit berukuran raksasa! Pasukan tersebut juga termasuk lebih dari seribu Demonic Spirit berukuran sedang, dan puluhan ribu Demonic Spirit berukuran kecil.

“Untuk sekarang ini, ayo melakukan percobaan.”

Daymond setuju pendapat Nardo.

“Kita harus mengetahui seberapa besar kekuatan yang kita miliki.”

TLMS – Volume 14 – Chapter 7

Water for Young Dwarven Children

Death Hand dikalahkan oleh patung moonlight milik Weed!

Hadiahnya hanyalah sebuah Statue of Death, tetapi dia tidak kecewa.

“Jika aku menjualnya, ini akan laku mahal!”

Semua barang dihubungkan dengan uang. Bahkan jika item-item itu bukanlah senjata, armor, atau perhiasan, dia puas asalkan dia bisa mendapatkan harga yang tinggi untuk item-item itu.

Dengan melihat pada ketepatan dan material giok hitam yang membentuknya, dia bisa mengatakan bahwa itu adalah sebuah item langka.

TLMS – Volume 14 – Chapter 6

Continent’s Dream

Unicorn.

Itu mungkin seperti nama dari monster atau binatang mistis, namun ketika sebagian besar orang mendengar kata itu, mereka teringat Unicorn Corporation.

Perusahaan tunggal yang mengembangkan dan mengelola Royal Road!

Bukanlah pernyataan yang berlebihan untuk mengatakan mereka meraup semua uang didunia dengan dunia baru yang mereka ciptakan. Perusahaan tersebut memiliki kelompok industrial yang besar berbasis pada kapsul dan komputer mini.

Bahkan setelah biaya pengoperasian untuk Royal Road dikurangi, keuntungan bulanan mereka sangat tinggi.

TLMS – Volume 14 – Chapter 5

Fight Against Death Hand

Quest tingkat kesulitan kelas E!

Weed menemukan para Dwarf itu.

Namun, karena patung tersebut dibuat cukup tua, dia sudah tumbuh dan berkembang menjadi wanita Dwarf dewasa!

Dia sedang menjahit sesuatu.

“Permisi. Apakah kau keberatan jika aku bermain?”

Weed memanggil dia.

Weed membawakan dia beberapa apel rasa madu yang disukai anak-anak Dwarf dan bermain dengan dia sekitar 30 menit.

TLMS – Volume 14 – Chapter 4

Commander of Tremors

Weed memutuskan untuk membeli patung Kelelawar Vampir Gua Shaspin.

Tetapi pemilik toko menjualnya dengan murah. Namun, harga itu bahkan tidak sepadan dengan nilai dari ruby itu.

“Itu hanya 3 gold, kuharap kau akan membantu Gudolph mencapai impiannya.”

Sebagai hasil dari cerita Weed tentang patung itu, pemilik toko mulai semakin berbaik hati pada dia.

“Aku tak tau bahwa patung-patungmu akan sebagus ini. Aku akan dengan senang membeli patung-patung yang kau buat dengan harga dua kali lipat, ditoko ini.”

TLMS – Volume 14 – Chapter 3

The Secret Commissioned Sculpture

Weed meninggalkan agensi administratif dan melihat-lihat Kuruso dengan teliti.

Dwarf Blacksmith dan para senimanan yang lain berada dijalanan menciptakan item-item secara terus-menerus. Ada juga toko-toko Blacksmith seperti Fabio, Bambi, dan Exper.

Nama-nama diatas kemungkinan para Blacksmith yang menghasilkan banyak uang dari penjualan item-item terkenal yang mereka buat. Setelah kontribusi yang diperlukan telah dibuat untuk kerajaan, itu memungkinkan untuk mendapatkan gelar kebangsawanan, dan memiliki sebuah rumah atau vila.

“Di Kuruso, orang-orang dievaluasi berdasarkan pada skill Blacksmith mereka.”

TLMS – Volume 14 – Chapter 2

Kuruso

Para Dwarf memiliki sebuah sistem peringkat dalam smithery mereka.

Para Dwarf berperingkat rendah harus mendirikan bengkel mereka di bagian bawah dari desa.

Tentu saja, bahkan para Dwarf berperingkat rendah lebih terampil daripada manusia, serta ras-ras yang lain.

Mereka bisa dengan cepat memperbaiki armor, senjata yang rusak parah, dan lain sebagainya.

Kualitas dari item yang mereka buat tidaklah buruk, dan para pedagang membeli dan menjual item-item ini diseluruh Benua Versailles.

TLMS – Volume 14 – Chapter 1

Dwarven Village Iron Hand

“Permisi, berapa level skill memahat milikmu? Kau jelas-jelas sudah di tahap Intermediate, tetapi apakah itu diatas tahap Intermediate level 6?”

“Jika aku menyerahkan iron ore milikku yang berharga padamu, akankah kau mengungkapkan sedikit rahasia tentang menciptakan sebuah patung?”

Itu tak biasa bagi seorang Dwarf untuk memohon kepada Dwarf lain sampai berlutut dikakinya. Saat Sculptor Weed berjalan masuk ke Guild Sculptor, kejadian mencengangkan terjadi.

TLMS – Volume 13 – Chapter 10

Akryong (Evil Dragon) Kaybern

Desa Dwarf Iron Hand.

Kerajaan Thor terkenal karena memiliki banyak Master Dwarf yang tinggal didesa-desa mereka, yang bisa memproduksi masal barang-barang kualitas tinggi dari mineral-mineral yang ada ditambang terdekat.

Area-area pemukiman memiliki rumah-rumah kecil. Toko-toko Blacksmith sangat jarang didesa tersebut, memberikan kesempatan bagi para seniman lain yang mendirikan toko di desa tersebut.

Mayoritas orang yang ada di area pusat kota adalah para Dwarf.

Orang-orang dari desa lain sering mengunjungi alun-alun pusat, dan tempat perdagangan, pasar, adalah pemandangan langka untuk melihat para Merchant berkamping didekat pintu masuk desa Iron Hand.

TLMS – Volume 13 – Chapter 9

Dwarf Art Hand

Seseorang ditemani para Wyvern yang terbang melintasi perbukitan dari Kerajaan Thor.

Identitas pria itu tak lain adalah Weed!

Weed berjalan sambil memegang pisau pahat setelah dia menyuruh para Wyvern terbang ke langit.

“Aku harus mencari sebuah batu kecil.”

Ketika dia mengukir Orc Karichwi, batunya berukuran cukup besar, tetapi itu tak diperlukan menggunakan batu seukuran itu kali ini.

Namun, sulit bagi dia untuk menemukan batu yang sesuai.