TLMS – Volume 18 – Chapter 8

War Negotiations

Ledakan menghancurkan tanah dan pilar-pilar es terbentuk dan hancur dengan cepat! Setelah debu dan asap menghilang, Aliansi Utara bisa melihat hasil dari peperangan mereka.

Di area yang telah diporak-porandakan oleh magic secara liar, disana berdirilah Weed dan si Death Knight. Hanya itulah satu-satunya area yang utuh. Berkat Moonlight Sculpting, arah dari sebagian besar magic telah berhasil dibelokkan. Beruntungnya tak satupun dari magic-magic itu yang mengarah pada Weed secara langsung ketika meledak. Karena perbedaan properti dari berbagai magic, menghasilkan penghancuran yang cukup besar.

TLMS – Volume 18 – Chapter 7

Defending Morata

Keluhan-keluhan dari King Hydra dan Black Imoogi menumpuk dan mereka tampaknya siap untuk meledak. Patung-patung itu bahkan tidak lelah. Namun sejak mereka dihidupkan mereka hanya diberitahu untuk menunggu bahkan setelah pertempuran dimulai.

“Harus menunggu sampai aku bisa makan.”

“Untuk menjadi naga sejati aku harus memakan orang-orang ini. Tetapi aku tak bisa bergerak karena perintah dari master.”

King Hydra memiliki sifat spesies yang brutal dan rakus. Ketika Aliansi Utara mendekat, mata King Hydra melebar.

TLMS – Volume 18 – Chapter 6

Weed’s Song

Guild Styrene, Guild Puren, dan guild sekutu yang lain mengumpulkan pasukan mereka dataran. Para player dalam pasukan lain menunggu keberangkatan di desa-desa lain.

Aliansi Utara.

Total 128.000 unit telah berkumpul. Dari unit-unit ini, lebih dari 90.000 adalah NPC. Mereka telah dilatih diutara menggunakan pedang, busur, perisai, dan senjata-senjata lain untuk perang. Mereka telah mempersiapkan 40 unit bersenjata untuk menyerang tembok.

“Ayo berangkat ke Morata. Kita harus merebutnya.”

“Penjarahan diijinkan. Siapa yang cepat, dia yang dapat.”

TLMS – Volume 18 – Chapter 5

The Establishment of the Grass Porridge Cult

Setelah Lee Hyun kembali dari liburannya, dia mulai bermain Royal Road dengan serius.

Setelah membuat sarapan dan makan siang untuk adiknya, dia menggunakan sisa waktunya untuk bermain. Dia harus mengganti waktu yang dia habiskan di Eropa dan menenggelamkan dirinya kedalam Royal Road. Tentu saja dia sangat tidak senang bahwa Choe Ji Hoon mencampuri kehidupan adiknya.

“Itu mungkin terlihat kekanak-kanakan…. tetapi aku tak akan membiarkan hal ini begitu saja. Ini adalah hakku.”

Pertama, dia membuat perjanjian dengan sejumlah anak di perumahan.

“Hubungi aku jika mereka bertemu dan pergi bersama-sama. Segera beritahu aku jika dia meletakkan tangannya di pundak Hye Yeon.”

TLMS – Volume 18 – Chapter 4

The Architecture of Ahreupen

Setelah 23 hari, Lee Hyun akhirnya pulang dari perjalanannya ke Eropa.

Tak ada siapapun dirumah karena adiknya pergi ke perpustakaan sedari pagi, jadi dia mulai mengerjakan tugas harian membersihkan ruang tamu dan kamar-kamar yang lain.

Setelah dia selesai, Lee Hyun kelelahan sehingga dia berbaring di lantai.

“Aku gak mengerti kenapa orang-orang mau repot bepergian jika itu begitu melelahkan, aku lebih suka berada dirumah.”

Dia tak bisa memahami kenapa turis-turis asing akan datang setiap musim liburan. Dia lebih suka bersantai dirumah daripada menderita diluar! Pemikirannya tentang liburan musim panas yang nyaman adalah makan nasi untuk sarapan dan makan siang dengan daging asam manis dan ayam secara berurutan, kemudian tidur dengan kipas angin listrik menyala.

TLMS – Volume 18 – Chapter 3

Wings

Mereka melintasi gurun, sungai, dan padang rumput di selatan.

Untuk melintasi perbatasan dari Afrika ke negara-negara lain, kau harus membayar biaya masuk yang mana cukup mahal untuk lewat. Di perbatasan dari gurun ada dua aliran sungai yang didatangi oleh para hewan untuk meminum air. Ada segala macam mahluk hidup dari kerajaan hewan seperti antelop, zebra, cheetah, serigala, banteng, monyet, dan rusa. Langit dipenuhi dengan kawanan burung yang memiliki bulu berbagai warna. Choi Jong Bom berkata pada Lee Hyun.

“Ini sangat menakjubkan. Ini seperti sebuah kebun binatang besar.”

Hewan-hewan di alam liar!

Lee Hyun mengangguk.

“Tepat seperti yang kau katakan.”

TLMS – Volume 18 – Chapter 2

A Man’s Journey

Ahn Hyundo berkata.

“Siapa yang akan pergi bersama murid termuda?”

Ahn Hyundo mencoba untuk mencari seseorang yang akan pergi.

Ketika dia muda, dia telah berkeliling ke banyak negara. Dia telah menghabiskan kehidupannya bepergian ke Negara-negara asing.

Suasana dari rapat itu lumayan bagus karena mereka akan bertemu wanita di Royal Road.

Para guru tau tetapi mereka tetap diam.

Dalam pelatihan menguasai pedang, mereka berkelana untuk mempelajari tentang dunia.

TLMS – Volume 18 – Chapter 1

Ahreupen Empire’s Sealed Memories

“Stempel Ahreupen!”

Weed mendapatkan stempel yang dibuat oleh Kaisar Ahreupen, salah satu dari master Sculptor sebagai hadiah untuk quest. Kaisar pertama yang menciptakan penyatuan kekaisaran di Benua Versailles.

Stempel dari Kekaisaran Ahreupen!

Weed menyeka air mata dimatanya. Bukannya air mata yang biasanya dia miliki ketika dia menguap, ini adalah air mata kegembiraan.

“Mereka mengatakan langit menolong mereka yang membantu dirinya sendiri. Kata-kata itu memiliki arti yang benar. Aku tak menyangka aku akan mendapatkan hadiah sebagus ini.”

Ini adalah salah satu dari benda antik beberapa abad yang lalu yang telah muncul di Benua Versailles.

TLMS – Volume 17 – Chapter 10

I’ll Fated Relationship With Bad Ray

Penghancuran Sekte Ke-11 dari Order of Embinyu adalah quest kelas B.

“Woaah!”

“Apakah kita akan melawan pasukan petarung Order of Embinyu?”

“Bukankah itu terlalu berbahaya?”

“Sepertinya benar-benar menyenangkan.”

Weed menjual quest tersebut dan meraup untung sebesar 130.000 gold. Dia menjual kepada orang-orang yang mendapat kabar dari Morata dan datang sampai larut malam. Benar-benar suatu bisnis yang syarat dengan uang tunai!

Yellowy menggoyangkan ekornya dengan bahagia.

Moooooooooooo!

TLMS – Volume 17 – Chapter 9

Lonely Wanderer

Para Geomchi berpisah dan dipekerjakan sebagai instruktur Training Hall untuk Desa Orc dan Kerajaan Rosenheim. Gajinya rendah, sehingga mereka bisa dengan mudah mendapatkan posisi tersebut karena tidak ada orang yang ingin bekerja disana. Setelah diperkerjakan, para Geomchi sepenuhnya diberi kepercayaan untuk mengelola manajemen Training Hall.

“Bagi mereka yang ingin belajar ilmu pedang, datanglah ke Training Hall!”

Namun, sebagian besar pemain bereaksi dengan acuh tak acuh.

“Training Hall? Itu hanya sebuah tempat untuk memukul orang-orangan sawah.”

TLMS – Volume 17 – Chapter 8

Encounter with Da’in

Pavo berambisi besar sebagai Architect. Dia sekarang terampil dalam membangun rumah dan bangunan untuk berbisnis.

Ada cukup banyak preferensi untuk rumah di Morata. Di kerajaan kaya lainnya, kau harus menjadi pemain berlevel tinggi atau memiliki banyak uang untuk memiliki rumahmu sendiri. Itu karena mereka harus membangun villa atau rumah mewah agar tidak kalah dengan yang lain. Tapi di Morata, ada tipe rumah khusus.

Gubuk!

Itu dapat dibangun dengan mudah, dan hampir tidak ada biaya konstruksi ataupun pemeliharaan.

Gubuk yang jelek hanya bisa menahan hujan dan angin, tapi jumlah gubuk begitu banyak sehingga tidak ada alasan untuk malu tinggal disana.

TLMS – Volume 17 – Chapter 7

A Girl’s Life

Weed mengeluarkan kulit King Hydra dan Imoogi. Bahkan setelah membuat boneka binatang dan gagal membuat boneka anak-anak, masih ada cukup banyak bahan tersisa. Kulit terbaik juga masih tersisa.

Untuk karya seni, yang pertama dibuat tidaklah selalu yang terbaik, dan yang terakhir belum tentu memiliki tingkat finishing tinggi. Namun, sebuah patung yang tidak bergerak tidak akan bisa menyampaikan emosi kepada pihak lawan.

Dia telah menyimpan bahan terbaik, untuk jaga-jaga jikalau dia mengetahui patung yang benar-benar harus dibuat!

“Aku harus bisa membuat 40 boneka. Ini memalukan, tapi ini harusnya lebih dari cukup.”

TLMS – Volume 17 – Chapter 6

Sculpture of a Child

“Weed-nim benar-benar jenius!”

Mapan mengemudi 20 gerobak besar melewati lembah River of Lamentation. Dia memindahkan gerobak untuk berdagang di desa Barbarian.

“Kyaaaao.”

“Manusia segar. Kau adalah mangsa.”

Meskipun sejumlah besar monster mengikuti gerobak, mereka dimusnahkan oleh Bingryong dan Phoenix.

Mapan membawa gerobak dan dengan aman tiba didesa Suku Vejague. Pria dan wanita suku Vejague dari segala usia berkumpul.

TLMS – Volume 17 – Chapter 5

Seoyoon’s Home Visit

Kehidupan sehari-hari Half Sauce Half Fried.

Kok-kok-petok.

Jenggernya tumbuh dengan martabat dan dia adalah ayam Korea yang bagus. Dia berjalan disekitar halaman untuk menangkap cacing tanah sebagai makanan lezat.

“Seoyoon, makananmu di sini.”

Hidupnya damai tanpa ancaman apapun, sedangkan makanan yang diberikan pada Seoyoon adalah makanan yang benar-benar menyenangkan. Hidupnya nikmat bagaikan pohon bonsai yang dibudidayakan dengan bagus, dan kerjanya seharian hanyalah mengantuk saja! Perutnya kenyang dan punggungnya hangat, tidak ada lagi keinginan yang mau dicapainya dalam kehidupan sehari-hari.

TLMS – Volume 17 – Chapter 4

1 Deeply Touching Copper

Ketika pasukan ekspedisi berurusan dengan quest Order of Matallost, Weed membuat patung. Karena ruang bawah tanah Benteng Embinyu telah berubah menjadi suatu dungeon besar, itu bukanlah quest yang bisa diselesaikan dalam satu hari.

“Tidak ada akhir untuk dunia memahat.”

Memahat telah berkembang dan berubah selama ribuan tahun. Bersamaan dengan menggambar, itu bisa disebut sebagai dasar dari seni.

Weed dengan santai membuat patung hewan seperti rusa, kelinci, domba, serigala, dan rubah.

“Mereka adalah yang telah aku buat begitu banyak, sampai aku muak pada mereka.”

Dia masih ingat dengan jelas saat-saat ketika dia menjual mereka seharga hanya beberapa copper sebagai souvenir untuk Kerajaan Rosenheim. Itu adalah hari-hari ketika dia masih di tingkat pemula, ketika dia bermimpi membuat gunungan Copper dan bersenang-senang dengannya. Saat itu, dia langsung menggunakan fitur utama dan mengukirnya dengan manis, menggunakan tingkat dasar skill Sculptingnya.

“Semakin sederhana dan semakin manis mereka, maka semakin bagus pula penjualan souvenir.”

TLMS – Volume 17 – Chapter 3

Lord of Morata

Yoon Nahee dipenuhi dengan harapan meluap-luap.

“Ini adalah kesempatan untuk bertemu dengannya secara pribadi.”

Suatu pertemuan dengan Lee Hyun!

Mereka tidak bisa menguhunginya meskipun sudah melakukan tiga kali panggilan telepon, maka kali ini dia akan bertemu dengannya langsung setelah membuat janji.

Meskipun dia adalah seorang karyawan pada level bekerja di kantor sekretaris Presiden, dia belum pernah bertemu seseorang yang membuat kesan kuat seperti yang dimiliki oleh Lee Hyun. Hanya berpikir tentang Lee Hyun saja sudah cukup untuk membuatnya jantungnya berdegup.

TLMS – Volume 17 – Chapter 2

Blacksmith of Magic Sword

Kuruso, kota Dwarf pengrajin, telah menjadi terkenal karena Weed dan dikunjungi oleh banyak player.

Mereka terkesan ketika melihat patung air Kendellev yang dipulihkan dan mereka pergi berkeliling untuk melihat senjata dan armor keren.

“Hah, aku bisa membelinya jika aku punya uang sedikit lebih banyak… Mister Dwarf, tak bisakah kau memotong sedikit harga?”

“Tidak bisa, bahkan satu copper pun.”

TLMS – Volume 17 – Chapter 1

Weed Notoriety

Kerumunan besar player berkumpul saat Weed mencapai alun-alun Morata melalui portal perpindahan.

Orang-orang membeli dan menjual barang-barang di alun-alun serta merekrut anggota party. Dengan bagian utara Benua Versailles yang dipertunjukkan sebagai daerah petualangan, Morata berkembang menjadi kota yang lebih besar.

“Lihatlah ke sini!”

“Weed, Weed! Ayo berburu dengan kami.”

“Apakah kau benar-benar Weed dari Continent of Magic?”

TLMS – Volume 16 – Chapter 9

The Tyrant’s Return

Itu adalah sebuah pencapaian yang sangat besar, tetapi Weed tidak mendapatkan kredit untuk itu saja.

“Bingryong.”

“Bicaralah, Master.”

“Kau telah bekerja keras. Semua berkat kau.”

“Terimakasih atas pengakuannya, Master.”

Seluruh tubuh Bingryong retak-retak karena pertempuran yang sengit itu, saat dia menjawab dengan penampilan lesu.

“Phoenix.”

TLMS – Volume 16 – Chapter 8

Commander of the Battlefield

Weed, suku aliansi, para Phoenix, dan Bingryong beristirahat.

Rencana awalnya adalah untuk menghabisi lebih banyak mangsa untuk mendapatkan lebih banyak poin kontribusi dan item drop. Namun, Stamina dari Suku Salmere dan Suku Vejague telah habis, Suku Lekiye pingsan karena kelelahan mental, jadi meluangkan waktu untuk beristirahat tak bisa dihindari lagi.

Weed memasang perban dan kesana-kemari untuk merawat Suku Vejague.

“First Aid!”

Tangannya membalut luka mereka dengan erat.

TLMS – Volume 16 – Chapter 7

Weed’s Ideal Type

Kerajaan Vampire Todeum!

Skill Painting milik Yurin meningkat saat dia melukis para Vampire.

“Bagaimana?”

“Bagus sekali. Nona cantik, maukah kau pergi ke tempat yang sepi untuk menikmati segelas wine? Kita akan pergi ke kastilku dan masuk kedalam tirai yang gelap untuk mencegah sinar matahari menembus masuk. Kemudian kita akan menghabiskan waktu bersama sampai pagi, didalam peti matiku….”

“Tidak terimakasih!”

Dia menolak godaan dari para Vampir dengan dingin. Pergi bersama para Vampir bisa berakhir dengan taring tajam menusuk pada lehermu.

“Sepertinya aku sudah mendatangi sebagian besar dari tempat ini.”

Yurin memutuskan untuk menyudahi perjalanannya di Todeum.

TLMS – Volume 16 – Chapter 6

Black Dragon

GRAAAAAWR!

Menginjak tembok untuk berdiri, 9 kepala King Hydra yang sangat besar mencari mangsa. Kepala-kepala itu meluncur ke sekeliling seperti anak panah, menelan para Priest dan para Prajurit.

GRARAWR!

Dia menghancurkan menara batu dan melahap para Archer.

Pemandangan tersebut berada pada dimensi yang berbeda dengan Yellowy saat mengunyah rumput segar, yang mana dengan mudah cukup untuk membuat seseorang terhantam pukulan frustasi.

Sebuah pemandangan yang menimbulkan rasa ngeri dan rasa pusing.

TLMS – Volume 16 – Chapter 5

Zhuge Liang’s Strategy

Weed sekali lagi bergerak bersama suku aliansi menuju benteng Order of Embinyu. Untuk memastikan pergerakan yang cepat, dia tidak membuat pelontar batu lagi.

“Waaahhh!”

“Benteng itu sangat kuat. Kita tak akan bisa menang.”

Perasaan pesimis telah menyebar dikalangan suku-suku aliansi! Jumah anggota suku aliansi telah berkurang sekitar 140 orang. Mereka adalah orang-orang yang berpikiran sederhana yang tidak kehilangan harapan dengan mudah, tetapi itu adalah hasil yang tak bisa dibantah, karena mereka telah dikalahkan setelah menderita secara sepihak dan hampir sia-sia penyerangan mereka.

Weed tidak berusaha untuk meningkatkan motivasi mereka untuk menyemangati para anggota suku aliansi.

TLMS – Volume 16 – Chapter 4

Strategy of Invicibility

Weed menderita untuk menemukan metode untuk menghancurkan dinding.

“Masih sangat lama sebelum dinding benteng itu runtuh, jadi kita bisa menguasainya.”

Sebagai seorang Blacksmith, dia bisa menciptakan senjata perang, namun, keahlian miliknya masih sangat rendah.

“Aku nggak tau berapa banyak senjata perang yang harus aku buat sebelum aku bisa membuat senjata yang berguna…”

TLMS – Volume 16 – Chapter 3

Power of Deliverer

Ketika Weed menyelesaikan pertempuran berdarah di Salmere Hill, HP miliknya hanya tersisa 150 poin.

Sambil menunggangi Yellowy, Weed menerjang barisan musuh beberapa kali. Sepenuhnya tenggelam dalam pertempuran, Weed melibatkan dirinya sendiri kedalam pertempuran yang berbahaya.

Menghadapi krisis hidup atau mati, dia bisa bertahan berkat Bingryong dan para Phoenix yang bertarung mati-matian.

Yellowy juga sibuk melompat-lompat didalam api untuk menghabisi para prajurit pengejar.

Patung-patung!

TLMS – Volume 16 – Chapter 2

Alliance of Deliverers

Weed memeriksa informasi dari relik Order of Matallost.

“Identify!”

Copper Plate of Rest

Ketahanan: 12/1.000

Plat tembaga dengan kekuatan untuk memimpin orang mati ke dunia peristirahatan abadi.

Sebuah item yang sangat diperlukan bagi eksistensi Order of Matallost, item ini berada dalam kondisi rusak parah.

Salah satu dari 5 relik.

Karena itu adalah sebuah item yang berbahaya, jika jatuh ketangan orang jahat, kemungkinan item ini menyebabkan kekacauan sangatlah tinggi.

Meskipun dilindungi oleh para Holy Knight dari Order of Matallost, item ini secara paksa diambil oleh Order of Embinyu. Karena kerusakannya parah, ada batasan pada kekuatan yang bisa ditampilkan. Sembari mustahil untuk diperbaiki dengan cara-cara normal, item ini bisa diperbaiki dengan kekuatan suci dari High Priest Order of Matallost.

Daya tahannya akan menurun lebih banyak jika digunakan.

Persyaratan: Harus menerima pengakuan dari Order of Matallost. 2.000 Faith.

Efek Spesial: Memandu orang mati ke tempat peristirahatan mereka.

TLMS Volume 16 Chapter 1

Wanted

Didalam kuil Order of Embinyu, para Dark Knight sedang berbaris dengan rapi. Armor dari para Knight itu terbuat dari Mithril dan Adamantium, berkilauan seperti permata seolah-olah belum pernah digunakan sebelumnya. Lantainya lembut dan mewah, tertutupi permadani kelas tertinggi, dan di langit-langitnya lampu gantung terbuat dari emerald dan safir yang dipotong dengan halus.

“Ritualnya gagal? Bahkan alat-alat yang diperlukan untuk ritualnya dicuri?”

Para Priest dan Dark Knight menundukkan kepala mereka dihadapan teguran dari sang High Priest sekte ke11

Order of Embinyu, Feylord.

“Kami dipermalukan, Feylord-nim.”

TLMS Volume 15 Chapter 11

The Sculptures Erected on the River of Lamentation

Weed mengangkat pisau pahatnya lagi.

Itu adalah awal dari tugas besar dari mengubah patung-patung di pesisir River of Lamentation dari negatif menjadi positif.

Suara teriakan hantu-hantu disungai itu sekarang sudah akrab dengan telinganya. Suara yang muncul seperti gema, kehabisan semua kekuatan pada kaki dan mengeluarkan rasa merinding.

“Ekspresi penuh kasih sayang seperti apa yang akan kau miliki sambil menatap seorang bayi Orc?”

Upaya ukiran pertamanya telah gagal, ini adalah upaya yang kedua.

Ketika dia menyamar sebagai Orc Karichwi di Pegunungan Yuroki, dia telah melihat banyak Orc.