TI – Volume 12 / Chapter 3-2

“Seperti yang kuduga, ini merupakan spesies heudelotii bolbitis.” Xuan menyentuh batang pohon besar.

Mereka berada dalam jarak satu kilometer didalam hutan, serta memutuskan untuk mulai berlari, mereka menghemat energi pada Sky Stick dan membunuh beberapa dinosaurus selama perjalanan mereka. Ditambah lagi, itu bukanlah sebuah jalan yang mulus untuk berterbangan dihutan yang rimbun. Sehingga berlari bukanlah sesuatu yang menghambat.

“Selain dua alasan ini, aku khawatir tentang adanya pterosaurus. Meskipun kami memiliki peralatan untuk mengatasinya, hal itu akan membuat posisi kami ketahuan oleh angkatan laut. Mungkin kami tak dapat menghindari deteksi dari angkatan udara milik mereka atau menghindari rudal balistik. Sebaiknya jangan terlibat pertarungan dengan angkatan laut sampai kita menemukan ilmuwan dan menyelesaikan misi bonus. ” Kata Xuan.

TI – Volume 12 / Chapter 3-1

Setelah kapal pengangkut tiba di pulau itu, dua kapal perusak berukuran kecil berlayar kedalam kapal pengangkut. Kemudian beberapa marinir datang kearah Zheng dan berkata bahwa perahu motor itu sudah siap untuk mengantarkan mereka ke pulau itu.

Salah satu marinir adalah seorang letnan. Dia berkata disaat mereka berjalan menuju kapal. “Kalian orang-orang spesimen yang ahli bukan? Ingatlah untuk tak melewati garis pembatas yang telah kita siapkan. Disana tak hanya terdapat dinosaurus saja. Beberapa spesies serangga sama berbahayanya dengan T-Rex. Kami banyak memasang pengusir serangga digaris pembatas.”

TI – Volume 12 / Chapter 2-3

Ini merupakan kesepakatan dalam bentuk lisan. Zheng tak punya alasan untuk menolaknya. Ia mulai menjelaskan sirkulasi qi sambil menunjuk tubuhnya sendiri. Setelah itu, dia menyalurkan sedikit qi kearah si pria berambut pirang itu. Qi ini tak begitu menyakitkan ketika ia tak melakukan serangan apapun. Pria berambut pirang mengatakan bahwa seperti terdapat arus hangat yang bergerak didalam tubuhnya.

Hal itu tak mudah dimana Zheng kembali duduk sofa dengan keringat dikeningnya. Pria berambut pirang itu terus duduk dalam pose semedi sambil memejamkan matanya. Satu-satunya hal yang membedakannya dari para ahli bela diri dari China adalah rambut dan hidungnya.

TI – Volume 12 / Chapter 2-2

Zheng mendesah lega namun masih terlihat cemas. “Memang benar bahwa imbalan itu setara dengan bahayanya namun… lupakan saja. Sudah diputuskan. Kami tak akan melewatkan satupun misi bonus yang tersedia. Apakah masih ada yang lain? “

Jawab Xuan. “Bonus mis yang lain mungkin adalah kembali ke Jurassic Park di Isla Nublar. Aku tak dapat menemukan berita dari pulau itu, namun tempat itu dikelilingi oleh armada angkatan laut. Pemerintah juga mengumpulkan ilmuwan secara rahasia.

Mungkin terdapat sesuatu yang lebih berbahaya daripada kenaikan jumlah dinosaurus, atau sesuatu yang lebih penting. Misi bonus ini seharusnya memiliki begitu banyak imbalan! “

TI – Volume 12 / Chapter 2-1

Pria botak itu menjadi berhati-hati dan bertanya. “Bung, apa yang ingin kau lakukan? Aku berasal dari geng Anthony. Jangan coba-coba melakukan sesuatu yang aneh. Paham?”

Kampa tertawa terbahak-bahak. Dia melambaikan tangannya sedikit ke belakang, sepertinya meminta sesuatu kepada Zheng. Zheng segera mengeluarkan sebuah bar emas dan memecahkannya menjadi potongan kecil, lalu menyerahkannya kepada Kampa.

Kampa bertindak seperti mengambil sesuatu dari sakunya lalu melemparkan emas itu ke orang botak itu. Pria itu terkejut kemudian memeriksa emas itu secara berulang-ulang.

TI – Volume 12 / Chapter 1-2

Zheng menarik napas dalam-dalam. Dia berjalan ke pintu gerbang dan membukanya. Cuaca terlihat begitu cerah. Tepat diluar gudang itu adalah sebuah area yang terbuka. Jauh dibelakangnya terdapat rumah hunian yang mengelilingi gudang ini.

Zheng menatap langit lalu menghadap ke Xuan. “Xuan, analisa situasi kita pada saat ini, lokasi kita, bagaimana cara kita menuju ke Isla Sorna, dan kemungkinan ancaman yang akan terjadi.”

Xuan mengangguk. “Kita harus berada tepi pantai kota yang berada didekat pulau itu. Meskipun kita tak tahu persis di mana Isla Sorna berada. Namun, seharusnya tak susah untuk mencari tahu di internet. Setelah kita menemukan lokasinya, kita bisa menyewa kapal pesiar dan berlayar. Tapi ada yang tak beres dan aku belum mengetahui apakah itu. Mungkin tidak terdapat cukup data poin. Mari cari tempat untuk menukarkan emas kita menjadi uang terlebih dulu. “

TI – Volume 12 / Chapter 1-1

Masih dalam keadaan setengah sadar. Zheng membuka matanya. Tempat itu tak seperti yang ia duga. Tempat Ini hanyalah sebuah gudang yang gelap. Hal ini membutuhkan matanya mengalami penyesuaian ketika ia bergerak dari dimensi yang terang menuju ke gudang yang gelap ini.

Gudang itu tak besar dan tak terdapat barang yang terlihat. Meskipun lantai cukup bersih. Tiga orang terbaring di lantai. Satu cowok dan dua cewek. Mereka adalah para pemula difilm ini.

Xuan dan dua orang lainnya sudah mengamati keadaan ruangan ini. Kata Xuan. “Apakah kau mendengar sesuatu datang dari luar? Terdengar seperti…”

TI – Volume 11 / Chapter 13.3

“Ini tandanya kau tak memiliki cukup energi untuk mempertahankan hasilnya. Jika kau bisa bertahan selama sepuluh detik dengan Explosion, maka kau bisa bertahan selama tiga hingga empat detik dengan bentuk perkembangan explosion ini. “Kata Xuan.

Zheng mengangguk. “Benar, garis keturunan vampir membuat pemulihanku menjadi meningkat dan Qi memberikan tubuhku kekuatan untuk menggunakan Explosion. Secara kebetulan aku menciptakan kemampuan dan mencapai keseimbangan setelah beberapa kali percobaan. Namun, tubuhku tak dapat mengatasinya ketika aku menekan energiku secara lebih mendalam pada saat ini. “

Xuan berpikir sejenak. “Hal itu sudah pasti. Seharusnya kau sudah bersiap-siap untuk mati ketika kau mencapai kekuatan yang lebih tinggi. Tanpa tekad seperti ini, mungkin lebih baik kau menyimpan poinmu secukupnya sebelum pergi meninggalkan.”

TI – Volume 11 / Chapter 13.2

Semua logam yang berada didalam radius 200 meter bergulung menjadi bola. Bola itu memiliki permukaan yang tak rata, seolah-olah terdapat sebuah tangan besar yang merajut logam itu secara bersamaan. Dinding yang berada ditempat itu menghilang dan telah menjadi bagian pada bola ini.

“Bukankah ini terlalu kuat?” Zheng melihat kehancuran tersebut dalam keadaan shock.

“Ya. Ini adalah kehancuran ledakan dengan tipe yang berbeda. Ledakannya memiliki jarak yang sangat luas namun yang berada diluar pusat benda itu biasanya tak terlalu mengalami banyak kerusakan. Area dengan efek kerusakan yang fatal berada dalam jarak 10 meter. Namun, siapapun yang berada dalam wilayah efek gravity mine akan mati. Termasuk kau juga,” Jawab Xuan.

TI – Volume 11 / Chapter 13.1

Ruangan bawah tanah itu bisa disesuaikan dengan kehendak sang pengguna. Kau tak dapat membuat senjata ajaib ataupun senjata magis didalamnya, akan tetapi tempat itu memiliki peralatan modern yang lengkap. Keempat orang itu masuk ke ruang bawah tanah dan mulai membiasakan diri mereka berlatih dengan senjata baru mereka.

Yang pertama adalah Kampa. EMP Rifle multi-barel tampak begitu besar dengan panjang dua meter namun tak terlalu berat, jauh lebih ringan daripada Gatling cannon milik Zheng. Senjata ini memiliki mekanisme pendorong udara yang keluar dari arah bawah untuk mengurangi rekoil. Sehingga Kampa tak memiliki banyak kesulitan dalam menggunakan senapan ini.

“Seorang penembak tak hanya sembarangan menyemprotkan peluru didalam senapan mesin milik mereka. Karena sebenarnya itu hanyalah perbuatan bodoh. Seorang penembak dapat melindungi dirimu disaat kau sedang berada dalam zona tembakan dan tak terkena oleh peluru. Sehingga ia seharusnya sudah terbiasa dengan segala aspek yang terdapat pada senjatanya, termasuk getaran, arah laju pelurunya, dan setiap peluru yang menyimpang. Karena kedepannya nanti kau akan bergerak maju dalam situasi hujan peluru ini! “

TI – Volume 11 / Chapter 12.2

Hidung Zheng terasa sedikit sesak. Kampa muncul seperti kebanyakan orang lainnya, kehilangan harapan di dunia nyata. Namun WangXia berbeda. Dia memiliki hati yang murni seperti pikiran batinnya, dan ia pun masih belum rusak sepenuhnya!

Banyak orang hidup namun tak mencapai apapun. Rasanya seperti mereka sedang hidup untuk menunggu ajal mereka. Orang-orang yang benar-benar menjalani kehidupan memiliki keyakinan, impian, ataupun sesuatu yang selalu mereka pegang.

Sesuatu yang pernah ada ketika masa kanak-kanak namun lenyap begitu saja karena realita yang kejam memusnahkannya ketika orang itu bertumbuh dewasa. Zheng sebelumnya adalah orang seperti itu sebelum memasuki dunia ini. Tujuan terbesarnya saat ini adalah menghidupkan kembali rekan-rekannya dan kemudian bertahan hidup bersama-sama!

TI – Volume 11 / Chapter 12.1

Sisa sepuluh hari itu berlalu dengan cepat. Zheng dan Xuan kembali ke God Dimension tanpa adanya masalah. Zheng khawatir bahwa Xuan tak bisa kembali karena dia tak dapat memasuki dunia ini.

Segala sesuatu yang ada di panggung tampak sama seperti ketika ia pergi. Lori masih tertidur nyenyak. Xuan langsung menghampiri Dewa dan memejamkan matanya. “Sama seperti yang kupikirkan. Aku tak disertakan dalam perhitungan reward pada film The Grudge.

Aku menyelesaikan enam gelombang dimana aku seharusnya mendapatkan beberapa reward, sekarang aku hanya masih mendapatkan poin yang sama disaat aku memasuki film. Kau bisa menghidupkan Zero kembali disini setelah film berikutnya. “

TI – Volume 11 / Chapter 11.3

Pelabuhan Kairo, merupakan pelabuhan terbesar di kota. Disinilah tim China kabur ketika mereka bertemu dengan tim India untuk pertama kalinya. Zheng menghela napas disaat kembali ke pelabuhan.

“Kami mulai berlari ke tempat ini. Kami beruntung bisa mencapai pelabuhan berkat Imhotep dan tim India. Kau tak akan tahu betapa menakutkannya disaat kota dipenuhi oleh zombie yang tak terhitung jumlahnya. Kami menyita sebuah bus kemudian terus melaju kedepan. Kami kehabisan amunisi dan pada akhirnya kami semua bergantung pada YinKong dan aku sedang bertarung dalam jarak dekat pada saat itu.

Kau lihat batu yang berada disana? Ha, ternyata batu itu masih berada ditempat yang sama. Bus yang kami pakai pada saat itu melompat kearah batu karang ini dan meluncur kearah kapal yang berada disungai. “

TI – Volume 11 / Chapter 11.2

Zheng merasakan energi darahnya habis sepenuhnya setelah kilat itu terjadi. Rasanya benar-benar tak nyaman jika sebuah energi itu langsung hilang. Qi miliknya juga terasa terganggu namun dengan cepat tenang kembali.

Beberapa detik kemudian, tentara Anubis bangkit dari tanah secara satu per satu. Mereka memiliki kepala anjing dan tubuh manusia. Tingginya tiga meter dan membawa pedang besar. Hal yang terpenting bukanlah penampilannya, namun jumlah mereka. Jika dilihat sekilas jumlahnya sekitar ratusan.

TI – Volume 11 / Chapter 11.1

Tombak Osiris menembus ke dalam dada Raja Scorpion. Cahaya emas muncul dari luka tersebut dan menimbulkan korosi disetiap bagian tubuh Raja Scorpion. Tubuhnya secara perlahan berubah menjadi debu. Beberapa detik kemudian, Raja Scorpion menghilang dari pandangan Zheng.

Zheng tergeletak di tanah. Dia hampir tak punya energy lagi untuk berdiri. Explosion adalah teknik yang ampuh namun tak mendapatkan kemampuan laju pemulihan dari garis keturunan vampir, beruntung Zheng masih hidup. Dia tak dapat melawan jika Imhotep membunuhnya sekarang.

“Menyelesaikan misi Scorpion King terlebih dahulu. Mendapatkan 10.000 poin dan dua Rank B reward. Membuka Gelang Anubis. Piramida akan runtuh setelah tiga puluh detik. Silahkan pergi dari piramida. “

TI – Volume 11 / Chapter 10.2

Zheng dan Imhotep melompat mundur secara bersamaan. Zheng mempertahankan rasa waspadanya karena mode unlocked masih belum diambil. Ia merasa seolah-olah terdapat senjata yang terarah menuju kearahnya dari balik pintu.

Disisi lain, Imhotep sudah terbiasa dengan aroma kematian, karena ia adalah dirinya sendiri. Dia merasakan aroma kematian yang begitu mengerikan ketika pintu itu terbuka. Aroma yang menimbulkan rasa takut dalam kematian yang telah bangkit dan mengalami Kutukan Hom Dai.

Didalam penglihatan mereka terdapat seseorang yang tinggi besar, setengah manusia, setengah kalajengking keluar dari ruangan. Tingginya hampir enam meter, dengan tubuh berotot, dan anggota tubuh seperti kalajengking. Kedua penyepitnya tampak seperti sepasang gunting. Makhluk ini menatap ketiga orang diruangan itu dengan penuh minat.

TI – Volume 11 / Chapter 10.1

Semua orang mendesah lega saat melihat piramid itu. Mayat-mayat pigmi yang mati memenuhi jalan yang mereka lewati. Tak ada satupun yang yakin apakah pigmi yang berada didekat pusat itu bisa selamat. Jika tidak maka jumlah mereka sendiri bisa saja menyingkirkan tim Zheng. Dewa mengerti mengapa begitu terdapat begitu banyak pigmi di hutan ini.

Jonathan berkata dengan keras. “Oh Tuhan, benar-benar terdapat berlian seukuran bola! Indahnya. Zheng, aku percaya padamu. Kau akan mengalahkan Raja Scorpion dan mendapatkan bala tentaranya beserta harta karunnya! Ha ha.”

Zheng tersenyum. “Aku akan akan mengambil bala tentaranya. Tentang harta karun itu, aku tak terlalu membutuhkannya, jadi aku akan membuangnya.”

TI – Volume 11 / Chapter 9.2

“Apa kau sudah membuat keputusan? Mau membakar mereka semuanya? “Xuan sedang melihat sebuah dokumen.

Kata Zheng. “Ya, bakar mereka semua. Sial, sudah terdapat senjata sniper rifles disana. Kita akan menghadapi tentara modern jika kita tak membunuh mereka. Aku penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Imhotep.”

Xuan menjawab tanpa mengangkat kepalanya. “70% kemungkinan dia sudah berada di dalam piramida. 20% kemungkinan dia mengawasi kita dari dekat. Kemungkinan 10% dia pergi ke Hamunaptra. Menurutmu yang manakah yang lebih bermanfaat bagi kita? “

TI – Volume 11 / Chapter 9.1

Mereka tinggal di Hamunaptra selama sepuluh hari lagi sampai seratus bom pembakar diangkut dari Eropa. Semua orang menaiki balon udara lagi dan menuju ke piramida emas. Zheng benar-benar pulih dalam sepuluh hari ini.

“Apa yang Dewa ciptakan adalah sebuah dunia, bukannya sebuah misi. Saya bertanya-tanya mengapa terdapat pilihan untuk kembali ke dunia sebelumnya. Jika itu ditujukan hanya untuk istirahat dan liburan, merasakan hidup dibumi saja sudah cukup.

Dewa telah mengisyaratkan bahwa kita tidak perlu mengikuti peraturannya. Ia ingin kita berkembang. Untuk mencari marabahaya dan mengatasinya. Teknik Explosion milikmu adalah tanda dari evolusimu.” Jawab Xuan kepada Zheng disaat ia melihat ke padang pasir dari dek.

TI – Volume 11 / Chapter 8.3

Zheng mendengarkan pemberitahuan tersebut dengan cermat diluar altar. Dia menyadari apa yang ia pikirkan selama ini benar-benar salah. Dia bisa menciptakan tubuh tanpa pikiran dalam dimensi Dewa, akan tetapi ia lupa dengan kriteria penting yang digunakan untuk penciptaan, ia hanya bisa menciptakan apa yang sudah dikenal ataupun diketahui olehnya.

Misalnya, dia bisa menciptakan tubuh yang terlihat sama persis dengan anggotanya namun bagaimana dengan DNA-nya? Dan bagaimana cara dia bisa menjamin bahwa bagian dalamnya sama? Jenis darah dan hal yang lainnya? Jadi apa yang akan ia buat hanya akan menjadi seseorang yang serupa.

“Yang mana berarti, terkecuali jika anda membekukan dan menyimpan mayat begitu seseorang meninggal, Anda diharuskan membayar 1000 poin tambahan. Namun hal ini masih jauh lebih baik daripada membayar dua kali poin dan reward untuk menghidupkan kembali pada dimensi Dewa.” Zheng mendesah lega. Lalu ia mulai menghitung berapa banyak poin yang telah ia dapatkan pada film ini.

TI – Volume 11 / Chapter 8.2

Zheng terhenti kaget selama beberapa saat. Suara para pigmi itu semakin dekat. Sebuah peluru menusuk punggungnya dan mendorongnya mundur pada saat ini. Dia menarik napas panjang lalu mengeluarkan sebuah granat dari ring. Saat ia menarik cincinnya, sebuah garis merah turun dari kepalanya dan bertemu dengan aliran udara didalam hatinya. Granat itu menyentuh tanah disaat yang bersamaan.

Waktu terasa berjalan lambat. Zheng bergerak cepat kearah kelompok itu. Batu yang ia injak itu hancur berantakan. Masing-masing langkah meninggalkan jejak kaki yang dalam ke tanah dan juga membawanya pergi sepanjang sepuluh meter ke depan. Sepertinya ia mengambang setengah meter diatas tanah.

TI – Volume 11 / Chapter 8.1

Cedera itu begitu serius. Zheng tak bisa bergerak cepat seperti sebelumnya atau lukanya itu akan melebar. Darah mulai tertumpah dari paru-parunya serta mencekiknya.

“Tingkat pemulihan yang luar biasa. Dagingmu telah tertutup. Hanya perlu waktu beberapa hari lagi untuk sembuh. Apakah kau benar-benar manusia?” Tanya Ardeth disaat ia membalut Zheng.

“Nah, tingkat pemulihan inilah satu-satunya hal yang kubanggakan. Namun dalam beberapa hari … oh tidak, kita tak punya waktu selama beberapa hari. Aku percaya Imhotep masih mengejar kita. Dia dapat dengan mudah menemukan kita dengan kekuatannya dihutan yang besar seperti ini. Selain itu, kita tak memiliki Book of Amun-Ra jadi jika ia menemukan kita, kita tak bisa melakukan apapun selain berlari.

TI – Volume 11 / Chapter 7.2

Semua orang tertidur nyenyak sampai keesokan hari, terkecuali Zheng. Akan tetapi, ia terlihat tampak begitu berenergi. Sepanjang malam ia berlatih qi untuk mendapatkan lebih banyak energi daripada tidur. Rasa lelah dan cedera akibat penggunaan kemampuan “ledakan” telah hilang. Dia berdiri setelah semua orang bangkit.

Mereka membersihkan diri mereka disungai. Zheng membagikan air padat dan makanan yang terkompres kepada yang lainnya. Mereka menelan pil dengan perasaan ingin tahu dan rasa lapar mereka segera hilang.

“Ini adalah barang yang bagus. Jika kau menjualnya kepada wanita yang berasal dari London dan sedang melakukan diet, serta berkata kepada mereka bahwa pil itu digunakan untuk menurunkan berat badan, kau mungkin bisa beruntung.” Jonathan berkata dengan penuh semangat.

TI – Volume 11 / Chapter 7.1

Hutan ini begitu besar. Yang mereka lihat hanyalah pepohonan pada saat mereka masuk ke dalam, dan beberapa oasis sesekali. Meskipun beberapa mayat dan kerangka yang mengalami dehidrasi menarik perhatian mereka untuk beristirahat di sana.

“Hari mulai gelap. Berapa lama lagi kita harus pergi? “Tanya Jonathan disaat ia sedang terengah-engah.

Zheng mengangkat bahu. “Kita harus menemukan medan yang lebih tinggi terlebih dahulu. Jika tidak, kita tak akan bisa menemukan arahnya. Meskipun sekarang terlalu gelap. Kita tak dapat melihat terlalu jauh. “

TI – Volume 11 / Chapter 6.3

Mereka saling berpandangan sejenak, lalu semua orang melakukan hal yang sama. Mereka bergegas memasuki balon udara. Teriak O’Connell. “Izzy, mendarat! mendaratlah!”

Orang berkulit hitam itu menikmati sebotol brendi disaat ia mendengar teriakan itu. Dia menoleh ke tempat O’Connell menunjuk. Botol itu turun ke geladak dan ia berteriak menjawab. “Aku tahu aku akan sangat sial jika mengikutimu. Aku tahu itu … ” Dia menghunuskan pedang dipinggangnya dan memotong tali yang mengikat balonnya.

Semua orang sudah sampai di geladak pada saat ini. Mereka menatap badai pasir yang semakin mendekat dan mendekat, serta melihat balon udara yang bergerak dengan sangat lambat.

TI – Volume 11 / Chapter 6.2

“Dengarkan. Kita akan menghadapi tiga patung saat ini. Entah mereka bisa bergerak ataupun tidak, untuk berjaga-jaga, kita harus melakukan persiapan terlebih dahulu. “

Zheng dan yang lainnya berdiri beberapa ratus meter di luar Kuil Abu Simbel. Dia menusuk lubang ketanah dengan tombaknya  lalu melemparkan beberapa granat. Granat-granat itu membuka beberapa lubang yang memiliki kedalaman setidaknya tiga belas meter dan lebar dua puluh meter. Tak memungkinkan bagi patung-patung itu untuk bisa naik kembali begitu sudah terjatuh.

“Itulah yang kukhawatirkan. Misi ini seharusnya tak sesederhana itu. Mereka mungkin bisa memanjat. Patung setinggi delapan meter dilubang sedalam tiga belas meter. Ia hanya perlu mengangkat tangannya untuk memanjat. Sama seperti bagaimana kau sedang terjebak dalam lubang sepanjang dua meter,” kata Zheng.

TI – Volume 11 / Chapter 6.1

“Inilah lokasi target ketiga kita, Kuil Osiris. Semoga saja pemandangan yang kulihat pertama kali adalah wanita-wanita cantik yang sedang menyambut kita. “Kata Jonathan.

Gelang itu terkadang memproyeksikan berbagai gambar ketika Zheng memakainya di pergelangan tangannya. Gambar-gambar ini adalah lokasi kuil yang tersisa di Mesir. Kelompok tersebut harus terus mengikuti petunjuk dan mencarinya satu per satu.

Tak banyak yang bisa dilakukan Zheng. Meskipun ia sudah pernah melihat filmnya, namun ia tak mengetahui dunia ini sepenuhnya. Seperti ketika seseorang di film tersebut menyebutkan sebuah lokasi, apakah kau dapat secara langsung menemukannya ketika kau berada didalam film itu? Kesimpulannya, kau harus terus bertanya kepada orang-orang agar kau bisa sampai ke sana.

TI – Volume 11 / Chapter 5.2

“Ya, kita bisa mencapai perubahan dalam waktu sebulan pada kecepatan ini. Namun, jika benar-benar terdapat tebing yang dalam, tak memungkinkan untuk menggali keseluruhan tempat dalam waktu dua bulan, kecuali jika kau bersedia menggunakan bahan peledak.” Seorang insinyur berkata kepada Zheng.

Zheng mengerti bahwa hal tak masuk akal jika tak menggunakan bahan peledak disaat tebing disana memiliki ketebalan seratus meter. Namun, terdapat sebuah buku kuno disana. Semuanya akan berakhir jika buka itu rusak karena ledakan.