TI – Volume 11 / Chapter 4.3

Seiring dengan terbukanya pintu air, jalan setapak disisi lain terowongan menjadi terbuka. Zheng mendengar suara itu lalu berkata kepada semua orang. “Cepat, jalan keluar sudah terbuka. O’Connell, pergi dan bawalah istrimu! “

Zheng pergi menuju kearah lubang dan melihat jalan baru disampingnya. Dia masuk tanpa keraguan, lalu tiba-tiba ia merasakan sakit dibahu kirinya. Seluruh lengannya terasa mati rasa. Saat itulah dia melihat kalajengking besar diterowongan. Ekornya menyengat lengannya.

“Sialan!”

Tak ada waktu baginya untuk mengambil kapak dari tangan kirinya. Para karakter film dan air deras muncul dari belakangnya sehingga ia juga tak bisa mundur.

TI – Volume 11 / Chapter 4.2

Zheng tak tahu harus berbuat apa. Memukul dinding akan melepaskan kalajengking- kalajengking tersebut. Dan ia pun tak dapat menghalangi mereka sekaligus. Selain itu, dengan ukuran mereka, tak hanya sekedar masalah racun saja. Sengatannya itu dapat membuat sebuah lubang pada tubuh.

Disaat yang bersamaan, langkah kaki yang melewati terowongan itu memberi isyarat kepada tentara Anubis. Sepertinya semua prajurit didalam makam mendekati mereka. Setiap penundaan dan mereka mungkin terjebak dalam lautan monster. Tentu saja, itu bahkan tidak membutuhkan monster saat sisa empat menitnya habis.

TI – Volume 11 / Chapter 4.1

Zheng tercengang mendengar suara ini. Butuh beberapa saat baginya untuk kembali sadar. Dia langsung berteriak. “Sial, ayo cepat! Semua orang lari ke bagian terdalam makam! “

Evelyn melihat sekeliling dan berkata. “Kesabaran adalah suatu kebajikan. Ini adalah makam. Terdapat perangkap dimana-mana. Kita dapat terbunuh jika kita pergi terlalu cepat. “

Zheng mulai berlari ke depan disaat ia berteriak. “Aku baru saja menerima pemberitahuan misi. Makam ini akan runtuh dalam sepuluh menit jika aku tidak mendapatkan gelang itu. Sial, mengapa aku bisa mendapatkan misi ketika aku menggunakan poinku sendiri untuk dapat sampai ke sini? Ini benar-benar tak masuk akal. Sialan.”

TI – Volume 11 / Chapter 3.3

Para tetua tercengang, bahkan kelompok Ardeth dan O’Connell pun juga demikian. Tombak itu tak bereaksi terhadap semua orang Medjais yang mencoba melemparkannya sesudahnya. Disaat itulah mereka akhirnya menyadari tak ada satupun dari pihak mereka yang bisa mengaktifkan kekuatan tombak itu. Mereka sepakat untuk menyerahkan tombak itu kembali ke Zheng setelah berdiskusi sebentar, serta mengirimkan orang untuk masuk kedalam makam bersama dengan Zheng.

“Apa yang terjadi? Mengapa mereka tiba-tiba setuju? “Tanya Jonathan.

TI – Volume 11 / Chapter 3.2

“Meskipun kau memberiku banyak emas, namun yakinkah kau bahwa skateboard ini dapat menerbangkan kami? Terutama untuk berpergian ketempat yang jauh seperti Hamunaptra? Kau jangan bercanda. Marilah kita tinggal bersama dengan kelompok persediaan. Tak sepertimu yang hanya membutuhkan sedikit waktu saja .” Jonathan menatapnya dengan aneh disaat ia melihat keranjang yang tergantung di bawah Sky Stick.

Zheng tertawa. “Tenang, hoverboard ini dapat mengangkut beban sebesar 800 kg. Kurasa berat badan empat orang diantara kita semua tak melebihi 200 kg. Haha, Aku juga sudah memperkirakan kapasitas berat yang dapat dicapai oleh keranjangku. Jika kau masih khawatir, kita akan terbang dengan kecepatan sedikit lebih rendah.”

TI – Volume 11 / Chapter 3.1

Dalam hal memimpin banyak orang, Ardeth jauh lebih baik daripada Zheng semenjak ia menjadi kepala suku. Hal itu tak berarti bahwa kemampuan kepemimpinannya jauh lebih baik, masing-masing dari mereka memiliki kelebihannya sendiri-sendiri. Zheng akan lebih hebat dalam memimpin kelompok kecil yang jumlahnya kurang dari dua puluh orang dalam pertarungan.

Zheng merasa senang karena Ardeth bersedia memimpin para pekerja. O’Connell dan yang lainnya akan membutuhkan waktu sepuluh hari untuk tiba sehingga Zheng dapat mulai melatih Qi dan energi darahnya. Dia menyadari kurangnya kekuatannya disaat bertempur dengan Tim Devil. Ia lebih rendah daripada kloningnya dalam hal kekuatan, mental, kemauan, dan teknik murni.

TI – Volume 11 / Chapter 2.2

Bahkan bank internasional pun mengalami kesulitan dalam mengambil 19 ton emas, karena dilokasi ini hanyalah terdapat sebuah cabang bank saja. Zheng mengikuti saran kurator untuk membagi emas menjadi tiga bagian, serta menjualnya secara terpisah ke bank-bank Inggris, A.S., dan Prancis dibawah organisasi sipil Mesir.

Organisasi itu cukup terkenal namun dibawahnya terdapat Medjai. Zheng memberi mereka setumpuk emas sebagai ucapan terima kasih.

“Meskipun kami adalah keturunan Firaun yang dikenal karena kekayaan, namun sebagian besar orang kami hidup dibawah garis batas kelaparan. Kami tak dapat membantu mereka. Tempat ini adalah padang pasir. Tak ada lahan yang cocok untuk produksi. Aku berterima kasih atas nama bangsaku, teman.” Ardeth datang bersama-sama dengan beberapa tetua yang memakai jubah.

TI – Volume 11 / Chapter 2.1

Didalam museum, kurator itu mengeluarkan tehnya yang berharga, dengan hati-hati menyalakan kompor yang berisi alkohol, lalu menyeduh teh itu kedalam panci kecil. Aromanya harum menyegarkan.

“Tren di Eropa yang terkenal pada saat ini adalah memasukkan gula dan susu kedalam teh. Aku telah menerima beberapa wisatawan yang berasal dari timur dan mereka menyeduhkan teh polos semacam ini untukku, rasanya begitu lezat, inilah rasa teh yang sebenarnya. Orang-orang yang berasal dari timur sama misteriusnya dengan dirimu. Zheng, dapatkah kau memberi tahu diriku darimanakah kau mempelajari tentang harta Raja Scorpion itu? Aku tak percaya bahwa Medjais akan membocorkan hal apapun. Mungkinkah itu berasal dari keturunan para biksu Imhotep? “Kurator itu menyesap teh sambil bertanya kepada Zheng sambil tersenyum.

TI – Volume 11 / Chapter 1.2

Melihat Lori yang terlihat tak begitu paham, Zheng menjelaskan. “Berdasarkan analisis, enhancements merupakan elemen terkuat ditahapan terakhir. Sedangkan senjata-senjata ilmiah, merupakan elemen terkuat ditahapan awal hingga pertengahan. Yang berarti, sebelum kau mencapai tingkatan enhancements, ada baiknya untuk memiliki senjata-senjata berat agar dapat bertahan hidup.

Jadi, senjata-senjata itu sangat berguna dalam pertempuran tim. Lupakan saja hal itu, kurasa tim kami membutuhkan satu atau dua senjata tersebut. Aku memilih grenade laucher dengan peluru mini nuklir. Senjata ini hanya dapat digunakan sekali, ukurannya sama dengan grenade laucher yang biasanya, memiliki jarak tembak sepanjang 10 km, radius ledakan 5 km, membutuhkan biaya 3000 poin dan Rank C Reward. Senjata ini merupakan senjata sekali pakai yang mana sesuai dengan harganya, jadi ini akan menjadi senjata rahasia kita.”

TI – Volume 11 / Chapter 1.1

Zheng membunuh dua anggota Tim Devil yang tak terkunci. Ia memperoleh Reward 14.000 poin dan 2x rank B. Namun, Tim China berakhir dengan skor 4 negatif sehingga angkanya berkurang menjadi 8000 poin. Ditambah lagi dengan apa yang telah ditinggalkan oleh tim itu sebelumnya, poin yang didapat dari membunuh para zombie, dan dikurangi dengan biaya penyembuhan, ia memiliki poin sekitar 8.500 diakhir dan Reward 2x rank B.

Dewa telah meninggalkan bekas luka diwajah Zheng selama penyembuhan. Dan luka Itu tak terlihat begitu jelas seperti yang ada dikloningnya, hanya berupa garis merah yang terlihat samar-samar. Ia mencoba untuk mengingat segalanya, untuk menghidupkan kembali rekan-rekannya, untuk membalas dendam, dan untuk tak pernah mengalami hal yang serupa lagi. Bekas luka diwajahnya tak akan pernah hilang sebelum ia dapat mengalahkan Tim Devil!

TI – Volume 10 / Chapter 14.2

Clone menarik napasnya dalam-dalam selama beberapa saat sebelum menenangkan dirinya setelah berteriak. Zheng tahu betapa gelisahnya dirinya karena Clone telah mencengkeramnya begitu erat pada saat itu. Namun untungnya, ia dapat menguasai kembali emosinya dengan sangat cepat, akan tetapi, Zheng masih merasakan dirinya begitu terpuruk setelah tercengkeram oleh Clone.

“Aku tersalin setelah kau menyelesaikan film perdanamu, yaitu setelah Resident Evil. Lebih tepatnya pada saat setelah kau selesai menciptakannya. Kau tak terlalu banyak berpotensi sebelumnya, namun potensimu tiba-tiba melonjak beberapa derajat setelah kau membuatnya. Aku menjadi pendatang baru di Tim Devil, termasuk poinmu, enhancements-mu, item-item milikmu, dan orang-orang yang telah kau buat.”

TI – Volume 10 / Chapter 14.1

Zheng merasakan sebuah gelombang tekanan yang dating ke arahnya. Itu tidak hanya perbedaan dalam hal kekuatan fisik, tetapi juga dalam hal kekuatan mental. Mereka berdua tampak persis dalam penampilan, hanya bekas luka yang membedakannya. Tapi bekas luka itu memberikan aura kejam yang setajam ujung belati. Seseorang akan gemetar ketakutan hanya dengan melihat dia.

Jika Zheng adalah orang yang lebih kuat dari orang normal dan secara bertahap memperoleh kualitas seorang pemimpin, maka klon nya adalah iblis yang sebenarnya. Bahkan Nemesis mulai meraung karena bahaya yang ia rasakan.

TI – Volume 10 / Chapter 13.2

Beruang itu bertahan hidup karena ketangguhan jenisnya. Sepertinya tidak terluka terlalu banyak akibat serangan Zheng. Beruang itu berbalik, kemudian menghentakan cakarnya ke tanah dengan cahaya hijau di cakarnya. Sebuah gelombang kejut menyebar dari titik kontak, dan Zheng berlari ke dalam gelombang itu.

Zheng tiba-tiba merasa seperti dipukul dengan palu. Dia berhenti di tempat, bukan karena kemauannya tapi ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Beruang itu menamparnya hingga terbang lebih dari sepuluh meter. Dia menabrak sebuah dinding. Dinding yang terlihat tebal itu runtuh juga.

TI – Volume 10 / Chapter 13.1

Zheng menyeret Techoi ke dalam gang itu kemudian merobek kepalanya. Dia menghancurkan kepalanya dan mulai berlari menyusuri gang itu.

“Red Flame!” Zheng mengaktifkan kemampuannya. Api melalap tubuhnya dan perlahan-lahan terbakar habis bau darah pada dirinya. Daya pulihnya juga sangat mengesankan. Luka di kakinya mulai sembuh. Dia membalik sebuah dinding kemudian bersembunyi di kegelapan.

TI – Volume 10 / Chapter 12

YinKong dinobatkan sebagai orang jenius oleh klan saat ia lahir. Bukan hanya karena statusnya sebagai putri pemimpin klan tetapi juga bakatnya sebagai seorang pembunuh.

Pembunuh adalah sebuah bisnis kuno. Itu memiliki aturannya sendiri. Meskipun aturan ini tampak kelam dan kejam oleh orang luar, itu diperlukan demi keberlangsungan bisnis. Salah satu aturan tersebut adalah kemampuan bertahan hidup dalam persaingan anak-anak mereka. Mungkin tidak saling membunuh tapi setidaknya mampu mengalahkan lawan mereka. Tentu saja, kematian bukan suatu masalah besar. Itu hanya sebuah nyawa.

TI – Volume 10 / Chapter 11.3

Heng melompat dari menara jam. Dia menggenggam balok-balok yang ada untuk memperlambat jatuhnya. Dia mendarat di tanah dengan lembut. Tubuhnya lebih ringan dari rata-rata orang karena attunement udara dari archer enhancement. Kecepatan larinya juga lebih tinggi dan dia bisa bergerak tanpa suara, hampir menyaingi kemampuan menyelinap Yinkong.

Heng tidak dalam mood untuk membanggakan semua ini. Dia merasa seolah-olah sebuah pisau telah menusuk jantungnya.

TI – Volume 10 / Chapter 11.2

Techoi sangat berhati-hati. Dia tetap dalam modus berserk yang mendorong indra yang hingga ke tahap ekstrim. Jadi Zheng juga berhati-hati untuk tidak mengeluarkan keinginan untuk menyerangnya. Kemampuan menyelinapnya berasal dari sebuah simulasi, yang jauh dari sempurna. Begitu ia mengekspos niat membunuhnya, siapapun yang berada dalam modus berserk akan bisa merasakan itu. Dia membutuhkan sebuah kesempatan dan tempat yang cocok.

Keduanya sampai di gang ini dalam waktu hampir satu menit. Zheng semakin cemas. Mungkin Techoi tidak perlu terburu-buru karena memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tapi tidak dengan Zheng. Dia mengkhawatirkan Lan dan lainnya. Bahkan jika dia tidak peduli dengan mereka, poin yang berkurang akibat kematian mereka juga akan membunuhnya. Jadi dia tidak punya banyak waktu di sini.

TI – Volume 10 / Chapter 11.1

Zheng tidak merasa Techoi ini sangat mengesankan. Mungkin dia memang benar-benar kuat tapi yang pasti lebih lemah dari Zheng dalam pertempuran jarak dekat. Zheng mengambil langkah mundur dan menendang lututnya sebelum serangan itu mengenainya. Tendangan itu memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada serangan lutut itu dan memaksa Techoi berlutut di tanah. Namun, Zheng harus menghindar ke samping karena sebuah serangan datang dari belakang.

Seekor beruang hitam setinggi lima meter muncul dari belakang punggungnya. Tamparan cakar dari beruang itu dengan mudah menghancurkan jalanan dan membuat lubang sedalam setengah meter.

TI – Volume 10 / Chapter 10.3

Lengan kanan Heng terasa asam, gatal, dan sedikit sakit. Ketidaknyamanan ini membuatnya ingin tertawa dan menangis pada saat yang sama. Untuk sesaat, ia ingin memotong lengannya.

Yanwei tersenyum dengan air mata di matanya. “Ini adalah sebuah senjata magical rank B, Busur Cupid. Ini membuat siapa saja yang tertembak akan merasakan perasaan cinta. Apakah kau merasakan asam itu? Ingin tertawa dan menangis? Ini adalah rasa cinta, tapi bukan satu-satunya efek busur. Saya kira kau tidak ingin mencoba efek lainnya. Heng, apakah kau memikirkanku hari-hari ini?”Dia menembakan panah ke samping luka sebelumnya. Panah itu menembus lengan Heng.

TI – Volume 10 / Chapter 10.2

Clone Zheng menggeram. Sebuah asap hitam muncul dari telapak tangannya. Pada saat yang sama, Heng memasuki modus berserk. Dia menarik busur hingga berbentuk bulan sabit dan memancarkan tekanan yang tak tertandingi. Clone Zheng tidak bergerak sedikitpun di bawah tekanan ini meskipun jarak mereka begitu jauh. Asap itu secara perlahan menghilang dari telapak tangannya.

Serangan dari Heng ini memberikan sebuah aura keberadaan yang kuat yang bahkan clone Zheng tidak bisa mengabaikannya. Semua orang di sekitarnya juga berhenti di tempat. Item pertahanan mereka tidak bisa memblokir tembakan ini.

TI – Volume 10 / Chapter 10.1

Zheng meletakan senapan itu dengan kakinya dan juga puluhan peluru ke samping. Ini adalah senjatanya untuk pertempuran, juga bertujuan untuk mendesak tim Devil dari jarak jauh.

Bakat sniping sangatlah sulit untuk didapat. Meskipun kedengarannya mudah, hanya mengarahkan dan menarik pelatuk, tetapi dalam kenyataannya, beda satu milimeter berarti peluru meleset beberapa meter ketika mencapai target.

TI – Volume 10 / Chapter 9.2

Dua ratus kilometer dari pos pemeriksaan. Clone Zheng berjongkok di lantai saat mobil melaju dengan santai. “Ini sudah waktunya. Tom, di mana mereka?”

Tom mengangkat bahu. “Tidak bisa melacak mereka lagi. Saya menggunakan terlalu banyak energi tadi. Masih sakit kepala sekarang.”

“Amy, bagaimana denganmu? Masih bisa melacak mereka?”Kata Zheng.

Amy adalah seorang gadis dengan rambut bergelombang pirang. Dia tertawa. “Tentu saja. Tapi aku tidak bisa menembus kekuatan jiwanya sendirian, jadi saya hanya bisa tahu perkiraan lokasi mereka. Mereka harusnya berada di dua puluh kilometer dari pos pemeriksaan.”

TI – Volume 10 / Chapter 9.1

Helikopter itu mulai jatuh sebelum semua orang tersadar dari shock mereka. Mereka semua berpegangan ke sesuatu di dekatnya dengan refleks. Carlos berteriak. “Helikopter tertarik ke bawah! Semuanya pegangan yang erat!”

Helikopter itu jatuh ke sebuah jalan dan meluncur cukup jauh sebelum menabrak sebuah dinding. Untungnya, helikopter militer ini tidak meledak. Tapi semua orang di dalam terbentuk keras akibat tabrakan itu. Helikopter itu hancur parah, beberapa orang tampak wajah mereka penuh dengan darah dan lengan LJ ini terkilir.

Begitu kesadarannya kembali, Carlos berteriak. “Keluar! Ini akan meledak!” Dia meraih dua orang di dekatnya dan berlari ke pintu keluar.

TI – Volume 10 / Chapter 8.2

“Mengingat perbedaan kekuatan kita, saya yakin mereka seharusnya sedang menunggu helikopter di atas gedung Umbrella Corporation. Kita bisa melihat ini dari scan jiwa. Meskipun kita tidak dapat memindai area seluas diameter tujuh kilometer, tapi itu juga berarti mereka ada di sana. Pusat daerah ini adalah bangunan perusahaan itu. Mengingat bahwa mereka berhenti di tempat selama lebih dari sepuluh menit, mereka pasti sedang menunggu helicopter itu.”

Xuan berkata kepada yang lain. Dia memegang peta dan menunjuk ke lokasi bangunan perusahaan. “Dilihat dari beberapa tanda-tanda, pemimpin tim China memiliki beberapa kemampuan strategis, atau milik seseorang dalam tim mereka. Hal ini ditunjukan oleh enam helikopter ini. Mereka berusaha untuk melibatkan Umbrella Corporation dalam pertempuran kami. Namun, mereka mengabaikan satu hal, kepentingan.”

TI – Volume 10 / Chapter 8.1

Suara itu tidak banyak berkata-kata sebentar. Dilihat melalui sistem pengawas, tim China telah menunjukkan kekuatan yang sangat gila saat ini. Tentu saja, mereka tidak tahu bahwa kekuatan ini tidak bisa bertahan lama, atau bahwa Heng sangat rapuh di antara jedah tembakan. Mereka juga harus menganggap orang lain berada di level yang sama atau serupa.

Suara dingin itu terdengar. “Mengerti. Kami tidak akan membatasi kebebasan anda namun perlu diingat bahwa Corporation tidak suka diancam.”

Zheng tersenyum. “Tidak ada yang mengancam Corporation. Bukankah ini adalah pertukaran yang imbang?”

TI – Volume 10 / Chapter 7.2

Bus terus melaju. Meski masih ada zombie di jalan, mereka tersisa sedikit dan tersebar. Yang paling mereka waspadai adalah tiga creeper di sebuah dinding. Namun, serangan udara menghancurkan creeper itu berkeping-keping.

Mungkin itu adalah upaya untuk menunjukan kekuatan helikopter militer atau untuk memperingatkan Zheng. Helikopter ini takpak aktif sepanjang jalan, bahkan membunuh zombie yang sangat jauh.

Zheng telah meremehkan helikopter tersebut. Bahkan panah Heng pun bisa menembaknya jatuh, dan belum lagi senapan snipernya. Tentu saja, itu tetap saja kuat dan mengancam kelompok tersebut.

TI – Volume 10 / Chapter 7.1

“Apakah dia baik-baik saja?” Zheng mendesah dan bertanya ke ChengXiao.

ChengXiao mengeluarkan jarum dari Jiangzhe. “Dia pada dasarnya baik-baik saja. Virus tidak menyebar ke dalam tubuhnya. Saya sudah menghentikan pendarahannya dengan semprotan itu dan memerbannya. Seharusnya tidak ada masalah besar. Lengannya harus menunggu sampai kita kembali ke dimensi dewa. Biarkan dia tidur untuk saat ini.”

Setiap orang kelelahan setelah dua pertempuran berat. Pertarungan terakhir dengan zombie tentakel itu sangat menegangkan. Tidak ada yang mau bergerak satu jari pun setelah mereka memiliki kesempatan untuk bersantai.

TI – Volume 10 / Chapter 6.3

Mata Zheng tampak merah. Dia berteriak. “Maju! Maju lebih cepat!” Lalu ia mengayunkan pisau sepanjang sisi bus, memotong lengan zombie. Yang lainnya di belakangnya juga mulai menembaki zombie. Ledakan itu datang tepat waktu yang memungkinkan bus untuk bergerak maju. Jumlah zombie berkurangi drastis setelah mereka memasuki area ledakan itu.

Pada saat yang sama, mata Heng mulai tidak fokus. Focused State of Mind menghapus rasa takutnya dari pertumpahan darah ini. Lan menghubungkannya ke Soul Link bersama dengan Zheng dan Yinkong, sehingga akurasinya mencapai hampir seratus persen. Ketika creeper pertama itu melompat ke mereka, dia sudah siap dengan panahnya. Begitu creeper itu mendarat, seketika creeper itu berubah menjadi debu.