TI – Volume 10 / Chapter 13.1

Zheng menyeret Techoi ke dalam gang itu kemudian merobek kepalanya. Dia menghancurkan kepalanya dan mulai berlari menyusuri gang itu.

“Red Flame!” Zheng mengaktifkan kemampuannya. Api melalap tubuhnya dan perlahan-lahan terbakar habis bau darah pada dirinya. Daya pulihnya juga sangat mengesankan. Luka di kakinya mulai sembuh. Dia membalik sebuah dinding kemudian bersembunyi di kegelapan.

TI – Volume 10 / Chapter 12

YinKong dinobatkan sebagai orang jenius oleh klan saat ia lahir. Bukan hanya karena statusnya sebagai putri pemimpin klan tetapi juga bakatnya sebagai seorang pembunuh.

Pembunuh adalah sebuah bisnis kuno. Itu memiliki aturannya sendiri. Meskipun aturan ini tampak kelam dan kejam oleh orang luar, itu diperlukan demi keberlangsungan bisnis. Salah satu aturan tersebut adalah kemampuan bertahan hidup dalam persaingan anak-anak mereka. Mungkin tidak saling membunuh tapi setidaknya mampu mengalahkan lawan mereka. Tentu saja, kematian bukan suatu masalah besar. Itu hanya sebuah nyawa.

TI – Volume 10 / Chapter 11.3

Heng melompat dari menara jam. Dia menggenggam balok-balok yang ada untuk memperlambat jatuhnya. Dia mendarat di tanah dengan lembut. Tubuhnya lebih ringan dari rata-rata orang karena attunement udara dari archer enhancement. Kecepatan larinya juga lebih tinggi dan dia bisa bergerak tanpa suara, hampir menyaingi kemampuan menyelinap Yinkong.

Heng tidak dalam mood untuk membanggakan semua ini. Dia merasa seolah-olah sebuah pisau telah menusuk jantungnya.

TI – Volume 10 / Chapter 11.2

Techoi sangat berhati-hati. Dia tetap dalam modus berserk yang mendorong indra yang hingga ke tahap ekstrim. Jadi Zheng juga berhati-hati untuk tidak mengeluarkan keinginan untuk menyerangnya. Kemampuan menyelinapnya berasal dari sebuah simulasi, yang jauh dari sempurna. Begitu ia mengekspos niat membunuhnya, siapapun yang berada dalam modus berserk akan bisa merasakan itu. Dia membutuhkan sebuah kesempatan dan tempat yang cocok.

Keduanya sampai di gang ini dalam waktu hampir satu menit. Zheng semakin cemas. Mungkin Techoi tidak perlu terburu-buru karena memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tapi tidak dengan Zheng. Dia mengkhawatirkan Lan dan lainnya. Bahkan jika dia tidak peduli dengan mereka, poin yang berkurang akibat kematian mereka juga akan membunuhnya. Jadi dia tidak punya banyak waktu di sini.

TI – Volume 10 / Chapter 11.1

Zheng tidak merasa Techoi ini sangat mengesankan. Mungkin dia memang benar-benar kuat tapi yang pasti lebih lemah dari Zheng dalam pertempuran jarak dekat. Zheng mengambil langkah mundur dan menendang lututnya sebelum serangan itu mengenainya. Tendangan itu memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada serangan lutut itu dan memaksa Techoi berlutut di tanah. Namun, Zheng harus menghindar ke samping karena sebuah serangan datang dari belakang.

Seekor beruang hitam setinggi lima meter muncul dari belakang punggungnya. Tamparan cakar dari beruang itu dengan mudah menghancurkan jalanan dan membuat lubang sedalam setengah meter.

TI – Volume 10 / Chapter 10.3

Lengan kanan Heng terasa asam, gatal, dan sedikit sakit. Ketidaknyamanan ini membuatnya ingin tertawa dan menangis pada saat yang sama. Untuk sesaat, ia ingin memotong lengannya.

Yanwei tersenyum dengan air mata di matanya. “Ini adalah sebuah senjata magical rank B, Busur Cupid. Ini membuat siapa saja yang tertembak akan merasakan perasaan cinta. Apakah kau merasakan asam itu? Ingin tertawa dan menangis? Ini adalah rasa cinta, tapi bukan satu-satunya efek busur. Saya kira kau tidak ingin mencoba efek lainnya. Heng, apakah kau memikirkanku hari-hari ini?”Dia menembakan panah ke samping luka sebelumnya. Panah itu menembus lengan Heng.

TI – Volume 10 / Chapter 10.2

Clone Zheng menggeram. Sebuah asap hitam muncul dari telapak tangannya. Pada saat yang sama, Heng memasuki modus berserk. Dia menarik busur hingga berbentuk bulan sabit dan memancarkan tekanan yang tak tertandingi. Clone Zheng tidak bergerak sedikitpun di bawah tekanan ini meskipun jarak mereka begitu jauh. Asap itu secara perlahan menghilang dari telapak tangannya.

Serangan dari Heng ini memberikan sebuah aura keberadaan yang kuat yang bahkan clone Zheng tidak bisa mengabaikannya. Semua orang di sekitarnya juga berhenti di tempat. Item pertahanan mereka tidak bisa memblokir tembakan ini.

TI – Volume 10 / Chapter 10.1

Zheng meletakan senapan itu dengan kakinya dan juga puluhan peluru ke samping. Ini adalah senjatanya untuk pertempuran, juga bertujuan untuk mendesak tim Devil dari jarak jauh.

Bakat sniping sangatlah sulit untuk didapat. Meskipun kedengarannya mudah, hanya mengarahkan dan menarik pelatuk, tetapi dalam kenyataannya, beda satu milimeter berarti peluru meleset beberapa meter ketika mencapai target.

TI – Volume 10 / Chapter 9.2

Dua ratus kilometer dari pos pemeriksaan. Clone Zheng berjongkok di lantai saat mobil melaju dengan santai. “Ini sudah waktunya. Tom, di mana mereka?”

Tom mengangkat bahu. “Tidak bisa melacak mereka lagi. Saya menggunakan terlalu banyak energi tadi. Masih sakit kepala sekarang.”

“Amy, bagaimana denganmu? Masih bisa melacak mereka?”Kata Zheng.

Amy adalah seorang gadis dengan rambut bergelombang pirang. Dia tertawa. “Tentu saja. Tapi aku tidak bisa menembus kekuatan jiwanya sendirian, jadi saya hanya bisa tahu perkiraan lokasi mereka. Mereka harusnya berada di dua puluh kilometer dari pos pemeriksaan.”

TI – Volume 10 / Chapter 9.1

Helikopter itu mulai jatuh sebelum semua orang tersadar dari shock mereka. Mereka semua berpegangan ke sesuatu di dekatnya dengan refleks. Carlos berteriak. “Helikopter tertarik ke bawah! Semuanya pegangan yang erat!”

Helikopter itu jatuh ke sebuah jalan dan meluncur cukup jauh sebelum menabrak sebuah dinding. Untungnya, helikopter militer ini tidak meledak. Tapi semua orang di dalam terbentuk keras akibat tabrakan itu. Helikopter itu hancur parah, beberapa orang tampak wajah mereka penuh dengan darah dan lengan LJ ini terkilir.

Begitu kesadarannya kembali, Carlos berteriak. “Keluar! Ini akan meledak!” Dia meraih dua orang di dekatnya dan berlari ke pintu keluar.

TI – Volume 10 / Chapter 8.2

“Mengingat perbedaan kekuatan kita, saya yakin mereka seharusnya sedang menunggu helikopter di atas gedung Umbrella Corporation. Kita bisa melihat ini dari scan jiwa. Meskipun kita tidak dapat memindai area seluas diameter tujuh kilometer, tapi itu juga berarti mereka ada di sana. Pusat daerah ini adalah bangunan perusahaan itu. Mengingat bahwa mereka berhenti di tempat selama lebih dari sepuluh menit, mereka pasti sedang menunggu helicopter itu.”

Xuan berkata kepada yang lain. Dia memegang peta dan menunjuk ke lokasi bangunan perusahaan. “Dilihat dari beberapa tanda-tanda, pemimpin tim China memiliki beberapa kemampuan strategis, atau milik seseorang dalam tim mereka. Hal ini ditunjukan oleh enam helikopter ini. Mereka berusaha untuk melibatkan Umbrella Corporation dalam pertempuran kami. Namun, mereka mengabaikan satu hal, kepentingan.”

TI – Volume 10 / Chapter 8.1

Suara itu tidak banyak berkata-kata sebentar. Dilihat melalui sistem pengawas, tim China telah menunjukkan kekuatan yang sangat gila saat ini. Tentu saja, mereka tidak tahu bahwa kekuatan ini tidak bisa bertahan lama, atau bahwa Heng sangat rapuh di antara jedah tembakan. Mereka juga harus menganggap orang lain berada di level yang sama atau serupa.

Suara dingin itu terdengar. “Mengerti. Kami tidak akan membatasi kebebasan anda namun perlu diingat bahwa Corporation tidak suka diancam.”

Zheng tersenyum. “Tidak ada yang mengancam Corporation. Bukankah ini adalah pertukaran yang imbang?”

TI – Volume 10 / Chapter 7.2

Bus terus melaju. Meski masih ada zombie di jalan, mereka tersisa sedikit dan tersebar. Yang paling mereka waspadai adalah tiga creeper di sebuah dinding. Namun, serangan udara menghancurkan creeper itu berkeping-keping.

Mungkin itu adalah upaya untuk menunjukan kekuatan helikopter militer atau untuk memperingatkan Zheng. Helikopter ini takpak aktif sepanjang jalan, bahkan membunuh zombie yang sangat jauh.

Zheng telah meremehkan helikopter tersebut. Bahkan panah Heng pun bisa menembaknya jatuh, dan belum lagi senapan snipernya. Tentu saja, itu tetap saja kuat dan mengancam kelompok tersebut.

TI – Volume 10 / Chapter 7.1

“Apakah dia baik-baik saja?” Zheng mendesah dan bertanya ke ChengXiao.

ChengXiao mengeluarkan jarum dari Jiangzhe. “Dia pada dasarnya baik-baik saja. Virus tidak menyebar ke dalam tubuhnya. Saya sudah menghentikan pendarahannya dengan semprotan itu dan memerbannya. Seharusnya tidak ada masalah besar. Lengannya harus menunggu sampai kita kembali ke dimensi dewa. Biarkan dia tidur untuk saat ini.”

Setiap orang kelelahan setelah dua pertempuran berat. Pertarungan terakhir dengan zombie tentakel itu sangat menegangkan. Tidak ada yang mau bergerak satu jari pun setelah mereka memiliki kesempatan untuk bersantai.

TI – Volume 10 / Chapter 6.3

Mata Zheng tampak merah. Dia berteriak. “Maju! Maju lebih cepat!” Lalu ia mengayunkan pisau sepanjang sisi bus, memotong lengan zombie. Yang lainnya di belakangnya juga mulai menembaki zombie. Ledakan itu datang tepat waktu yang memungkinkan bus untuk bergerak maju. Jumlah zombie berkurangi drastis setelah mereka memasuki area ledakan itu.

Pada saat yang sama, mata Heng mulai tidak fokus. Focused State of Mind menghapus rasa takutnya dari pertumpahan darah ini. Lan menghubungkannya ke Soul Link bersama dengan Zheng dan Yinkong, sehingga akurasinya mencapai hampir seratus persen. Ketika creeper pertama itu melompat ke mereka, dia sudah siap dengan panahnya. Begitu creeper itu mendarat, seketika creeper itu berubah menjadi debu.

TI – Volume 10 / Chapter 6.2

Tahap pertama bisa dibuka dengan cara ilmiah dalam beberapa cara. Xuan pernah berkata bahwa zat beracun bisa membuka kendala genetik. Namun, hanya sangat sedikit orang yang bisa bertahan dari racun.

Virus T asli bisa dianggap sebagai penetralisir substansi, sehingga tubuh manusia tidak akan menerima kerusakan akibat dari memasuki modus berserk. Pada saat yang sama, virus meningkatkan densitas otot dan kecepatan reaksi. Dengan manfaat ini, tubuh manusia bisa membuka kendala dan tidak perlu menahan rasa sakit. Sama seperti Alice dan Angela.

TI – Volume 10 / Chapter 6.1

“Karena kekuatan kedua tim melebihi batas Resident Evil: Apocalypse, evolusi virus T dimulai. Selesaikan dalam satu menit. ”

Zheng mendengar suara itu saat creeper melompat ke arahnya, suara keras dari dewa. Dia tidak yakin apa artinya tapi dia merasakan bahaya dan ingin membersihkan zombie ini sebelum bahaya itu tiba.

Dia mengeluarkan minigun saat dia menghindar. Begitu dia mendarat di lantai, minigun itu mengarah ke sebuah creeper di udara. Tembakannya mementalkan creeper itu dan membuat banyak lubang di tubuhnya. Zheng tidak segan-segan menghabiskan peluru.

TI – Volume 10 / Chapter 5.2

Zheng mengambil napas dalam-dalam. Dia tahu keadaan ini akhirnya akan datang tapi tidak menyangka ini akan begitu tiba-tiba. Dia bisa merasakan sesuatu yang jauh dari arah barat.

“Lan! Barat, scan dalam garis lurus!” Zheng berteriak dalam pikirannya.

Lan menjawab tak lama kemudian. “Tapi kalau aku fokus scan dalam satu garis, saya tidak akan mampu mengawasi sekolah ini. Saya melihat beberapa creeper, anjing, dan anjing besar. Aku takut mereka akan menyerangmu.”

TI – Volume 10 / Chapter 5.1

Zheng tidur siang selama satu jam. Kemudian ia terbangun karena ia tidak merasa lelah dan dia semakin cemas. Perasaan ini datang tanpa alasan apapun, seperti ada bahaya yang datang. Bahaya itu bukan datang dari zombie, creeper, atau Nemesis, tapi sesuatu yang jauh lebih kuat. Dia merasa bahwa tim Devil itu lebih berbahaya daripada yang ia bayangkan.

Yang lain juga tidak bisa tidur. Alice hanya tidur siang sebentar. Semua orang duduk dalam keheningan.

Alice bertanya. “Zheng, apa rencanamu setelah ini? Corporation akan selalu mengawasimu. Saya pikir mereka akan mengirim tentara bayaran untuk menangkapmu. Kau tidak bisa kabur.”

TI – Volume 10 / Chapter 4.2

Umbrella Corporation adalah sebuah perusahaan global besar, tapi seleksi karyawannya sangat ketat karena keterlibatan dengan bioweapon.

“Ketemu. Orang ini memang karyawan kita. Dia adalah seorang agen keamanan di Hive dan menghilang setelah kejadian. Apa yang ia katakan mungkin benar. Dia terinfeksi selama kebocoran awal dan virus T bermutasi selama ini. Kita tidak memiliki informasi mutasi ini sehingga kita akan menamakan itu virus G untuk saat ini!”

TI – Volume 10 / Chapter 4.1

Zheng terus mengemudi. Tidak ada banyak mobil di jalan ini. Jadi dia bisa mengemudi dengan kecepatan tinggi. Satu jam kemudian, mereka mencapai titik kemacetan.

Ketika dia berbalik, Lan bersandar di sisinya dengan mata tertutup. Dia telah bersikap lebih sopan dan menahan dirinya sejak film terakhir. Itu membuatnya merasa dia sedang bersama orang asing. Dia menghela napas setiap kali ia melihat Lan seperti ini.

“Ok, semuanya bangun. Kita berjalan lagi. Bangun!” Teriak Zheng. Yang langsung membangunkan mereka, kecuali wanita dan dua pemula itu yang masih sedikit pusing.

TI – Volume 10 / Chapter 3.2

ChengXiao tertawa. “Gadis assasin benar-benar menakjubkan, tetapi kau tidak perlu sepotong tebal kain ini. Ini menyembunyikan bentuk tubuhmu. Bayangkan saja, seperti figur yang indah.”

Yinkong berbalik dan menebas sebuah tengkorak dii bawah kakinya, lalu berkata dingin. “Dua kali lagi dan aku akan membunuhmu.”

ChengXiao melihat ke pisau api itu dan tertawa canggung.

Mereka berdiri di atas kuburan. Mayat bermunculan dari dalam tanah satu demi satu. Beberapa dari mereka tampak kehijauan, dan beberapa dikerumuni belatung. Zombie-zombie ini masih bisa bergerak dan melompat ke mereka.

TI – Volume 10 / Chapter 3.1

Zheng menatap pada creeper itu. Tubuhnya tidak hanya terbalut oleh daging saja. Sebuah lapisan exoskeleton menutupi tubuhnya. Cakarnya menjadi ganas. Zheng mengarahkan minigun ke kepala creeper itu, lalu menarik pelatuknya.

Creeper itu mengangkat cakarnya untuk menangkis. Muncul percikan di depannya. Minigun itu tidak bisa menembus cakarnya. Pelurunya memantul dan creeper itu perlahan-lahan merangkak ke arahnya.

TI – Volume 10 / Chapter 2.3

Truk itu terus melaju, melewati zombie yang berkeliaran. Meskipun zombie-zombie itu tampaknya tidak tertarik pada objek mekanik ini. Perlahan, penampakan kota terlihat.

Jill mendesah sambil memandang kota di depan. “Kota ini sudah mati.”

Polisi itu juga mendesah. “Iya. Tidak hanya mati tapi aku punya firasat bahwa tempat ini akan musnah. Monster-monster ini terlalu mengerikan. Tidak ada yang akan masuk untuk sepuluh tahun ke depan.”

TI – Volume 10 / Chapter 2.2

Gadis itu menatap ayahnya lalu mulai menangis keras. Beberapa polisi menahannya, jadi dia tidak bisa mendekati mayat itu. Tangisannya membuat pilu semua orang yang ada di sekitar.

Warga sipil juga panik melihat seseorang berubah menjadi zombie. Banyak yang mencoba mendorong maju. Mereka ingin masuk ke pos pemeriksaan, menuju dunia yang damai.

Jill tidak memperhatikan para warga sipil. Dia membantu polisi kulit hitam itu duduk tegak dan bertanya. “Apa kalian tidak tiba di sini sangat awal? Kenapa kau masih di sini? Kota ini dalam kekacauan. Makhluk itu ada dimana-mana. Cepat keluarlah.”

TI – Volume 10 / Chapter 2.1

Setelah helikopter pergi, kelompok tersebut tidak punya pilihan selain kembali ke dalam. Meski mereka masih saling melirik. Zheng juga terhubung dengan pikiran Honglu melalui kemampuan Soul Link.

“Masalahnya kita tidak tahu di mana mereka mendarat. Kita perlu mencari tahu atau membuat keributan sehingga tentara bayaran akan mendarat. Jika tidak, saya tidak bisa memikirkan cara apapun untuk merebut helikopter itu.”

“Ok. Ayo kita gunakan api atau sesuatu untuk menarik perhatian mereka. Kau bisa mengerjakan ini. Lan, ikuti lokasinya. Kita akan melakukan sesuatu pada saat mereka terbang lagi. Honglu, apa yang harus kita lakukan jika kita melawan tim Devil secara langsung?”

TI – Volume 10 / Chapter 1.3

Di luar ruangan kantor itu, seorang wanita sedang menembak zombie dengan pistol. Setelah membunuh zombie di depannya, seseorang yang tampak seperti atasannya berlari ke arahnya. “Kamu gila!? Kau membunuh orang!”

Wanita itu menjawab dingin. “Apakah mereka benar-benar manusia?” Kemudian dia menembak zombie di sebelah seorang pria kulit hitam dan mengarahkan pistolnya pada pria ini.

Pria kulit hitam panik dan segera menggelengkan kepalanya. “Tidak, jangan bunuh saya. Saya bukan salah satu dari mereka.”

TI – Volume 10 / Chapter 1.2

Hanya dua orang yang selamat di film Resident Evil pertama, Alice dan Matt. Pada awal film kedua, wabah virus mencapai permukaan kota. Umbrella Corporation mulai membawa keluar para peneliti penting. Alice terbangun dari koma.

Honglu berkata. “Kita akan segera bertemu dengan karakter film. Saya kira Lan tidak akan dapat menemukan putri peneliti itu, Angela kan? Jika tidak, misi ini akan menjadi terlalu mudah. Jika kita melacak dia menggunakan scan tetapi tidak melakukan kontak lagsung dengan dia, kita bisa bertarung di sekitar karakter film dan melindungi mereka sampai mereka mencapai pos pemeriksaan. Lalu kita bisa mendapatkan Angela untuk menyelesaikan misi.”

“Namun, dewa tidak akan membiarkan ini terjadi. Saya sangat yakin scan jiwa tidak akan dapat merasakan gadis itu. Jadi mari kita rencanakan skenario terburuk. Jika Lan tidak dapat menemukan dia, kita harus bertemu dengan karakter film dan mengikuti plot untuk menemukannya. Setelah itu, kita harus terus berlari demi hidup kita.