HSNT – Chapter 3 / Part 1

Part 1

Ketika Zhuo Donglai turun dari tempat tidurnya, Sima Chaoqun telah berada di luar ruangan kecilnya, menunggu. Ia duduk di kursi ungu berlapis kulit musang, meminum anggur merah dari gelas kristal.

Sima Chaoqun adalah satu-satunya orang yang boleh melakukan hal tersebut. Pada suatu kali ada seorang wanita, berpikir bahwa Zhuo Donglai tak dapat menahan beban untuk berpisah dengannya, ia pun menduduki kursinya. Pada akhirnya ia terusir keluar dengan telanjang di daerah yang bersalju.

Segala sesuatu yang dimiliki oleh Zhuo Donglai benar-benar terbatas untuk orang lain, Terkecuali untuk Sima Chaoqun.

HSNT – Chapter 2 / Part 5

Part 5

Disana tak ada suara pisau, suara pedang, suara orang-orang, dan suara kuda.

Karena setiap orang dan kuda-kuda itu telah melalui latihan yang keras selama bertahun-tahun, dan bila perlu, dapat sepenuhnya tak bersuara. Bahkan jika kepala mereka dipotong sekalipun, mereka tak akan mengeluarkan suara.

Dalam suasana hening seperti kematian tersebut seorang pria berjalan masuk, tangannya yang menggenggam sesuatu berada di belakang punggungnya. Dia mengenakan mahkota dan jubah musang berwarna keunguan.

“Eastern Violet Clouds” Zhuo Donglai telah tiba. (13)

HSNT – Chapter 2 / Part 4

Part 4

Little Gao duduk di kursi yang dipakai oleh Sun Ping beberapa saat yang lalu. Ia membawa sarung Sun Ping yang terjatuh dan meletakkannya diatas meja bersamaan dengan pedangnya yang terbungkus dalam kain. Ia tak melihat langsung kearah Zhu Meng,  tetapi ia dapat mengatakan bahwa ekspresi Zhu Meng telah berubah.

Kemudian ia menemukan Zhu Meng berada di depannya, bertengger tinggi di atas kuda, menatapnya tajam dengan matanya yang berwarna tembaga.

Little Gao tidak menatapnya.

HSNT – Chapter 2 / Part 3

Part 3

Sun Tong sebenarnya tidak harus disebut Sun Tong.

Dia seharusnya disebut Sun Dang. (9)

Zhuo Donglai telah memujinya di depan banyak orang dan mengatakan, “Meskipun Sun Tong masih muda, ia dapat memblokir jalan siapa pun. Tak peduli apapun yang terjadi, ia dapat memblokir jalan dan membuatnya tetap terblokir.”

Di jalan utama yang mengarah keluar dari Red Flower Bazaar, terdapat sebuah kedai teh. Jika anda duduk di meja dekat dengan pintu kedai teh tersebut, maka anda dapat melihat dengan jelas semua orang yang melewati jalan.

HSNT – Chapter 2 / Part 2

Part 2

Di sebuah kota kecil yang tak begitu maju, terdapat sebuah rumah bordil yang terlihat sederhana dan kasar.

Zhu Meng (1) duduk bertelanjang dada di sebuah kang (2), mengenakan celana panjang yang terbuat dari kulit sapi, memegang sebuah mangkuk minuman besar yang terisi oleh anggur yang telah diproses dengan sangat baik. Ia bermain permainan berminum dengan tujuh atau delapan wanita terbaik, mencocokkan semua mangkok dengan mangkok.

Dia meminum Fenjiu, dan telah menghabiskan empat puluh tiga mangkok (3). Namun, warna pada wajahnya tak berubah sedikitpun.

HSNT – Chapter 2 / Part 1

Part 1

Sebuah lentera usang bergulir di atas jalanan yang dipenuhi oleh salju, terdorong bersama angin dingin yang tak pernah berhenti. Meskipun hal itu terbawa oleh suasana festival yang terjadi pada malam hari sebelumnya, namun pada saat ini tak ada seorangpun yang memhiraukannya. layaknya seperti seorang wanita yang dimanjakan pada saat malam, dan kemudian ditinggalkan pada keesokan harinya.

HSNT – Chapter 1 / Part 8

Part 8

Disana tak ada jam malam disepanjang jalanan. Pasar-pasar bunga dan festival lentera terlihat begitu sangat indah.

Terdapat semua jenis macam lentera dan orang-orang disana. Tetapi sepertinya Little Gao tidak begitu memperhatikan mereka.

Zhuo Donglai telah berjanji untuk memberikan jawaban dalam waktu satu bulan, dan juga berjanji untuk memberinya kesempatan bertarung secara adil dengan Sima Chaoqun.

HSNT – Chapter 1 / Part 7

Part 7

Neraka tak berisi oleh orang-orang yang hidup, Begitu pula dengan ruangan ini.

ketujuh orang yang baru saja memasuki ruangan tersebut tak akan bisa hidup lagi. Beberapa diantara mereka mengalami leher yang terpotong, beberapa mengalami jantung yang tertusuk, dan beberapa lagi ada yang tertusuk dari depan hingga belakang.

HSNT – Chapter 1 / Part 6

Part 6

Di luar jendela terdapat sebuah halaman kecil yang penuh dengan bau aroma pohon prem dan pohon pinus, aroma harum yang dapat menyebabkan setiap orang menjadi sangat bahagia. Para penjaga berpakaian hitam berkumpul di suatu gang jalanan panjang dan terlihat agak gelap yang terletak di samping halaman. Pisau-pisau panjang menempal di sisi samping pinggang mereka.

HSNT – Chapter 1 / Part 5

Part 5

Little Gao berdesak-desakan masuk ke dalam keramaian. Dia bukanlah salah satu tamu yang diundang oleh Sima Chaoquan, oleh sebab itu ia tak dapat memasuki ruang utama, yang mana pencahayaan lampunya bersinar lebih megah.

Terdapat kumpulan orang didalam ruang utama, Mereka semua adalah orang yang terkenal, memiliki status, posisi, dan kekuasaan.

HSNT – Chapter 1 / Part 4

Part 4

Langit perlahan menjadi gelap. Meskipun tak ada lampu di dalam ruangan, cahaya lampu yang berasal dari luar bersinar sangat terang.

Angin dingin bertiup melalui celah-celah yang ada di jendela, dan suara samar dari perbincangan dan tawa bisa terdengar dari halaman luar.

Sima Chaoqun mengetahui bahwa tamu yang telah datang tanpa undangan untuk menyaksikan upacara melebihi jumlah tamu yang secara pribadi dia undang.

HSNT – Chapter 1 / Part 3

Part 3

Di dalam sebuah restoran kecil, Tercium aroma bau wangi yang berasal dari lemak babi dan tumis, keringat dari para kuli dan supir, bau minuman keras, cabai, daun bawang dan bawang putih, semuanya bercampur aduk menjadi satu membentuk aroma bau yang aneh dan susah untuk digambarkan.

Dia menyukai bau awan yang mengambang melewati puncak gunung, dan hawa angin dingin yang sejuk melewati pohon-pohon dan daun-daun. Dan lagi, ia juga menyukai bau tersebut.

HSNT – Chapter 1 / Part 2

Part 2

Hari ini adalah hari pertama kalinya dimana Sima Chaoqun akan menerima seorang murid pribadi. Dari sudut pandang apapun anda melihatnya, hal ini akan menjadi kabar yang sangat menggemparkan di Jianghu.

Bagian yang sangat mengejutkan dari semua itu adalah murid pertama Sima Chaoqun’s adalah Yang Jian, dimana satu bulan yang lalu telah berkhianat kepada ”Central Plains Lion Clan”

HSNT – Chapter 1 / Part 1

Part 1

Dia melepas mantel bulunya yang berwarna ungu kemerahan dan menggantungnya di gantungan yang terbuat dari cendana berwarna ungu kemerahan pada tiang sebelah kiri. Di tangan kanannya ia memegang satu set penjepit tembaga berwarna ungu kemerahan, yang mana ia gunakan untuk menyalakan api pada kompor arang tembaga berwarna merah keunguan didepannya, sebuah kompor arang yang tak pernah padam.

Dia sangat teliti, pemilih, dan merencanakan segala sesuatunya dengan matang. Dia tak pernah mau menyia-nyiakan energinya sedikitpun, dan juga tidak pernah lengah. Dia bahkan tidak membuat pengecualian untuk hal-hal kecil dalam hidupnya.

HSNT – Prologue

Prologue

Di suatu daerah pegunungan tinggi, dataran yang penuh dengan batu karang, sumber mata air yang sejuk, pohon-pohon pinus yang tua, pot yang berisikan teh hijau, seorang kakek, dan seorang anak muda.

“Senjata apakah yang sangat ditakuti di bawah langit?” tanya anak muda. “Apakah ini adalah Little Li’s Flying Dagger, yang mana tak pernah luput dari sasarannya?”

“Senjata itu pernah digunakan, tapi sekarang sudah tidak pernah lagi”

Senjata apakah itu mengapa tidak digunakan lagi?