HSNT – Chapter 15 / Part 6

Part 6

Ada beberapa jenis orang spesial didunia yang mana ketika kau mencari mereka, kau tak akan menemukannya, tetapi ketika kau membutuhkannya, mereka akan mendekatimu, dan tak akan membuat kecewa.

Zhuo Qing adalah tipe orang semacam ini.

“Zhuo Qing, silahkan masuk.”

Tampaknya Zhuo Donglai tahu bahwa Zhuo Qing berada didekatnya, dan panggilan lembut itu akan membuatnya muncul.

HSNT – Chapter 15 / Part 5

Part 5

Cahaya langit bersinar cerah, Akan tetapi, sebaliknya, Suasana horor mengerikan yang bersembunyi memenuhi sebuah ruangan.

Karena cahaya terang membuat kematian mengerikan yang memenuhi ruangan tersebut menjadi begitu jelas.

Mereka yang sangat saling mencintai dalam kehidupan, akan menjadi sangat mengerikan dalam kematian.

HSNT – Chapter 15 / Part 4

Part 4

Lantai bawah yang berada dibangunan kecil ini berisi ruangan; aula utama, dan ruang tamu kecil untuk minum. Meskipun tamu jarang datang berkunjung, Wu Wan telah menghiasi kedua ruangan itu dan membuatnya menjadi terasa begitu tenang dan damai.

Kamar Wu Wan dan kamar anak-anak berada dilantai dua. Mereka semua tinggal bersama-sama pengasuh dan dua gadis pelayan yang telah disediakan sebagai bagian dari mas kawinnya.

Suaminya tak tinggal di rumah.

Sima memperlakukan Wu Wan dan anak-anaknya dengan baik, tetapi pada malam hari Sima tak menginap disini.

HSNT – Chapter 15 / Part 3

Part 3

Sinar perdana matahari pagi mulai muncul, dan warna kabut semakin tebal.

Didalam halaman kecil tak terdapat bunga-bunga, melainkan kubis, kacang hijau, lobak, selada, mentimun dan bawang putih.

Sayuran-sayuran tersebut telah ditanam oleh Wu Wan, Sima Chaoqun menyukai makanan yang segar dan baru saja dipetik.

Itulah mengapa halaman kecil ini tak memilki bunga, hanya sayur-sayuran.

HSNT – Chapter 15 / Part 2

Part 2

Pintu terbuka, dan Sima Chaoqun berdiri di sana. Diluar berkabut tebal berwarna putih susu.

Dia adalah seorang pria setengah baya, rambut dan pakaiannya berantakan karena rasa panik dan telah menempuh perjalanan yang sangat jauh, Ia tampaknya benar-benar kelelahan.

Namun ia masih berdiri di sana, ia masih tampak terlihat begitu agung, brilian dan kuat seperti biasa. Dan nampak jauh lebih muda, dan ia berdiri di sana dengan kabut yang berada dibelakangnya, cahaya lampu berkedip-kedip kearahnya, ia tampak seperti seorang dewa yang berada didalam sebuah lukisan.

HSNT – Chapter 15 / Part 1

Part 1

Bulan kedua, Hari kedua puluh lima.

Chang’an.

Sebuah lampu-lampu.

Berwarna keunguan, terbuat dari kristal, dan api yang menyala didalamnya. Dibawah lampu tersebut terdapat sebuah kotak soliter, kuno, dan biasa.

Dibawah lampu itu juga terdapat seseorang, namun orang itu bukanlah orang yang pendiam, biasa, dan selalu membawa sebuah kotak.

HSNT – Chapter 14 / Part 5

Part 5

Little Gao juga tak mengetahui alasan kenapa Xiao Leixue tak membunuh dirinya. Ia telah mencoba memikirkan berbagai cara, namun sampai sekarang ia tampak tak dapat mengetahuinya.

Dia benar-benar tak bisa memikirkan pertimbangan Xiao Leixue mengapa ia membiarkan dirinya pergi.

Fakta bahwa dirinya masih hidup adalah sebuah keajaiban.

Sima Chaoqun tak salah menilai. Orang yang baru saja ia lihat itu adalah Gao Jianfei.

HSNT – Chapter 14 / Part 4

Part 4

Pada senja hari, Sima Chaoqun telah kembali ke Chang’an.

Dia telah tinggal disini lebih lama daripada tempat lain dihidupnya. Dia sangat ingat dengan sebagian besar jalanan yang berada disana, namun tampaknya sekarang seperti telah terjadi perubahan besar.

Meskipun, itu bukanlah kota kuno Chang’an yang telah berubah, melainkan dirinya sendiri.

Namun dia tak bisa mengatakan hal apakah yang sebenarnya telah berubah, atau kapankah perubahan itu telah terjadi.

HSNT – Chapter 14 / Part 3

Part 3

Pada hari dan waktu yang sama.

Chang’an.

Nasib Zhuo Donglai telah tersegel. Dia tahu bahwa Xiao Leixue belum pernah gagal dalam upayanya membunuh seseorang.

Namun sampai sekarang, ia masih belum mati.

Ada suara “beng”  ketika kotak itu dibuka, dan jari-jari Xiao Leixue  yang panjang, tangkas, dan kuat itu bergerak.

HSNT – Chapter 14 / Part 2

Part 2

Pada hari yang sama, sore hari.

Diluar jalanan utama kota Chang’an.

Setelah mendekati kota Chang’an, Pikiran Sima Chaoqun menjadi lebih gelisah daripada sebelumnya. Dan firasat tak menguntungkan jauh lebih kuat daripada sebelumnya.

Seolah-olah dia dapat melihat salah satu kerabatnya paling dekat sedang memanggil dirinya dari kolam yang penuh darah.

HSNT – Chapter 14 / Part 1

Part 1

Bulan kedua, hari ke dua puluh empat. Siang hari.

Jalan Guan Luo.

Sima Chaoqun mencambuk kudanya, melonggarkan kendali, mempercepat gerakan kuda itu kedepan.

Dia melaju ke Chang’an.

Kudanya tercabik-cabik, dan berlari dengan kecepatan penuh. Dia telah mengganti kudanya sebanyak empat kali selama perjalanannya.

HSNT – Chapter 13 / Part 5

Part 5

Pintu menuju halaman kecil telah tertutup.

Zhuo Donglai mengetuk. Pertama tiga kali, kemudian sekali.

Ketukan rahasia ini telah dirancang oleh dirinya dan orang tua. Namun tak ada respon dari dalam halaman.

“Dia tak ada disini?”

“Dia disini,” kata Zhuo Donglai. “Dia pasti ada disini.”

HSNT – Chapter 13 / Part 4

Part 4

Kabut bermunculan dari dalam kamar mandi. Zhuo Donglai sedang mandi, dan tampak seolah-olah ia mendesak dirinya untuk membersihkan noda darah semalam yang berada ditubuhnya.

Terletak dibelakang markasnya, Kamar mandi itu telah dibangun dengan kokoh sebagai ruang harta karun yang tersembunyi.

Karena ia tak akan membiarkan siapapun masuk ketika ia sedang mandi.

Karena ketika mandi, orang-orang harus telanjang, tak ada pengecualian.

HSNT – Chapter 13 / Part 3

Part 3

Apa yang istimewa dengan tempat ini? Mengapa Xiao Leixue membawanya kesini? Apa yang akan ia lakukan?

Little Gao tak bertanya. Xiao Leixue mengatakan, “Mereka tahu segalanya. Semuanya yang aku lakukan selama bertahun-tahun, mereka tahu semua tentang itu.”

“Mereka?” Tanya Little Gao. “Siapa mereka?'”

“Mereka.” Xiao melihat patung-patung di kuil. “Jiwa bumi dari kakek dan nenek ini.”

HSNT – Chapter 13 / Part 2

Part 2

Langit menjadi cerah, didalam cahaya pagi yang muram, bunga-bunga merah menjadi elegan dan cerah sama seperti sebelumnya. Yang aneh adalah, tanah bersalju juga tampak tertutup oleh bunga-bunga.

“Jika kau berpikir itu adalah bunga, Kau salah,” kata pria dengan kotak. “Ini bukanlah bunga, itu adalah darah.”

Perasaan Little Gao menjadi sedih.

Dia tahu itu adalah darah, dan ia tahu darah itu milik siapa.

HSNT – Chapter 12 / Part 4

Part 4

Angin dingin berhembus melalui paviliun yang harum. Zhu Meng melonggarkan jaket yang berada didepannya. Tampak seolah-olah ia menginginkan angin dingin menusuk ke dalam hatinya.

Baik dia maupun Little Gao tak mengatakan sepatah kata pun. Tenggorokan mereka telah terhalang oleh perasaan yang manis, kuat, asam, dan pahit.

Seorang buta, beruban, berambut putih berjalan menuju paviliun, menggunakan tiang bambu untuk menekan tanah yang berada didepannya.

HSNT – Chapter 12 / Part 3

Part 3

Pada saat itu, sebuah kereta hitam yang berkilauan datang berhenti didepan Chang’an Restaurant.

Suara samar-samar dari instrumen senar dapat terdengar dari dalam pohon-pohon terdekat. Musik itu indah, lirik yang menyertai berbunyi tentang perubahan hidup, dan berisi dengan berbagai macam kesedihaan yang tak berdaya.

“Musim semi datang dan pergi, bunga-bunga bermekaran berjatuhan; ketika tiba saatnya untuk berpisah, siapa yang dapat tertinggal?”

HSNT – Chapter 12 / Part 2

Part 2

Dihari yang sama, Chang’an.

Chang’an Restaurant.

Di paviliun utama Chang’an Restaurant, di tengah-tengah terdapat sebuah sprei yang dingin, dengan aroma bunga plum yang sedang bermekaran.

Tak ada api yang membakar gedung, seolah-olah hal itu tak terjadi. Untuk mendambakan sebuah bunga plum yang bermekaran membutuhkan hawa sejuk. semakin sejuk maka semakin harum dan elegan bunga-bunga tersebut.

HSNT – Chapter 12 / Part 1

Part 1

Bulan kedua, hari kedua puluh tiga.

Luoyang.

Salju tertiup memenuhi langit.

Sima Chaoqun mengenakan topi bambu lebar dan jubah berbulu kempa. Dia mencambuk kudanya untuk berlari kencang melewati badai saljut pada musim dingin yang terakhir, Berlari dari Luoyang menuju Chang’an.

HSNT – Chapter 11 / Part 5

Part 5

“Aku tahu Zhu Meng tak akan bisa melepaskan Die Wu,” kata Zhuo Donglai dingin. “Namun aku tak berpikir bahwa dia akan membiarkanmu pergi dengan begitu mudah.” Matanya terisi ekspresi penuh makna. “Membiarkan musuh pergi begitu mudah, karena itu semua untuk seorang wanita. Bukankah Zhu Meng khawatir saudara-saudaranya akan melihat rendah dirinya? Tidakkah ia khawatir tentang melemahnya semangat mereka?” Dia tertawa dingin. “Apakah Die Wu begitu memikatnya?”

“Moral mereka tak rendah,” kata Zhuo Qing.

HSNT – Chapter 11 / Part 4

Part 4

Restoran paling terkenal yang berada di Chang’an adalah “Chang’an Restaurant.” Kedai teh yang paling terkenal di Chang’an juga disebut “Chang’an Restaurant.” Namun Chang’an Restaurant Eatery dan Chang’an Restaurant Teahouse itu benar-benar berbeda.

“Chang’an Restaurant, sudah pasti tak mudah.”

Untuk memulai Eatery (Restauran) atau Teahouse (Kedai Teh) seperti itu sudah pasti susah.

HSNT – Chapter 11 / Part 3

Part 3

Setelah kembali dari kamarnya, Zhuo Donglai menemukan Die Wu sedang menyisir rambutnya.

Dia menyisir rambutnya yang panjang dan berwarna gelap gulita, lagi dan lagi. Tampak tak ada hal apapun didunia ini yang ingin dicarinya selain menyisir rambutnya.

Zhuo Donglai diam-diam mengawasinya, menyaksikan Die Wu menyisir rambutnya lagi dan lagi.

HSNT – Chapter 11 / Part 2

Part 2

Wajah Zhuo Donglai tak menunjukkan emosi, dan bahkan sampai sekarang tampak seolah-olah wajahnya telah membeku, disetiap urat-urat pada wajahnya. Jika anda pernah melihat orang yang mati membeku didalam es, mungkin anda bisa membayangkan ekspresi di wajahnya.

Seorang pemuda, belum mencapai umur dua puluh tahun, sedang berdiri lurus didepannya bagaikan tombak. Ekspresi wajah pemuda itu hampir sama dengan Zhuo Donglai pada saat ini.

Nama pemuda ini adalah Zhuo Qing

HSNT – Chapter 11 / Part 1

Part 1

Chang’an.

Sebelum fajar.

Langit berwarna abu-abu mati, seperti tanah. kota kuno Chang’an yang dibangun dengan megah ini masih belum membuka gerbangnya.

Old Huang dan Ah Jin, yang bertanggung jawab untuk membuka gerbang setiap hari, telah membantai seekor babi tadi malam, dan mengumpulkan uang mereka untuk membeli sebotol besar baijiu dan tumpukan flatbreads. Mabuk-mabukan dan makan menuruti isi hatinya, mereka hampir tak dapat merangkak keluar dari tempat tidur dipagi hari.

HSNT – Chapter 10 / Part 3

Part 3

Dijalanan kecil yang lain, didalam suatu perkumpulan kecil yang disebut “Old Zhang Mantou Shop” Oxhide sedang menembak melalui mulutnya .

“Oxhide” adalah julukan untuk seorang pemuda. Seorang penggemar minuman, ia tak hanya dapat menembak melalui mulutnya, namun kulit wajahnya juga sangat tebal. Lebih tebal daripada kulit lembu. (6)

Dia menembak melalui mulutnya untuk orang-orang asing yang berasal dari bagian China yang lain, karena orang-orang asing itu telah mentraktirnya beberapa minuman.