DKWSS – Chapter 25 : The Third, Fourth, Fifth, Sixth and Seventh Stars

The Third, Fourth, Fifth, Sixth and Seventh Stars

Old Master Tian tidak datang sendirian. Beberapa saat setelah dia masuk, dua orang berjalan di belakangnya.

Mereka adalah dua orang wanita, keduanya sangat rupawan. Yang satu, kepalanya menunduk, wajahnya memerah, tak lain adalah Tang Lanfang, Big Boss Tang.

Yang lain tampaknya sedikit lebih muda dari Tang Lanfang. Dia pintar dan cantik, wajah dan penampilannya cantik, dengan cara yang mustahil untuk digambarkan. Siapa pun yang melihat seorang wanita seperti dia akan dipaksa untuk melihat untuk kedua kalinya.

Namun ketika Ingot, yang tidak takut apapun di dunia, menangkap bayangannya, dia memiliki pandangan yang sama dengan Frogboy ketika Old Master Tian tiba. Dia ingin bersembunyi, lari.

Tapi, seperti Frogboy, ia tidak punya tempat untuk bersembunyi, dan tidak ada tempat untuk lari. Dia hanya bisa menguatkan dirinya, dan dengan senyum patuh mengatakan, “Kakak Ketiga, halo.”

DKWSS – Chapter 24 : Cause and Effect

Cause and Effect.

“Pada waktu itu, aku telah menjadi tokoh masyarakat selama lebih dari tigapuluh tahun. Jadi malam ini, aku tidak punya pilihan selain untuk datang ke sini.”

“Datang untuk bersaksi bahwa dia benar-benar Guo Mie?”

“Ya,” kata Zheng Nanyuan. “Dari semua orang di sini, aku khawatir bahwa aku yang paling memenuhi syarat untuk bersaksi atas ini.”

“Mengapa begitu?”

“Karena aku ada di sana hari itu.”

Ini adalah kalimat yang tidak lengkap, jadi tentu saja Frogboy tidak mengerti. “Hari apa? Dan di mana?”

Zheng Nanyuan tidak menjawab. Dia menoleh untuk melihat Guo Mie, dan mereka berdua saling menatap, ekspresi mereka penuh dengan emosi yang tak terlukiskan.

Setelah lama waktu berlalu, Guo Mie perlahan mengangguk, dan kemudian Zheng Nanyuan merespon. “Hari itu adalah limabelas April. Limabelas April, tujuhbelas tahun yang lalu.”

DKWSS – Chapter 23 : Applause

Applause

“Untuk memindahkan kapal sebesar ini ke tepi akan membutuhkan sedikitnya tujuh atau delapan orang dengan seni bela diri yang sangat kuat. Selain dua orang itu, siapa yang memiliki kekuasaan untuk memberi perintah pada orang sebanyak itu?”

Itu benar-benar hal yang luar biasa. Di mata kebanyakan orang, hanya seseorang yang gila, atau setidaknya sedikit aneh, akan melakukan sesuatu seperti ini. “Kenapa mereka akan melakukan sesuatu seperti ini?”

“Karena mereka tahu bahwa kita bersembunyi di kabin lambung.” Ingot mendesah. “Kau mungkin bisa mengatakan bahwa Gao Tianjue dan Frogboy sedikit bodoh dibandingkan dengan aku, tapi mereka masih lebih pintar dari kebanyakan orang.”

DKWSS – Chapter 22 : A Story

A Story

“Tapi sekarang, kau harus membiarkan setidaknya dua orang lagi untuk tahu. Karena ada dua orang yang perlu tahu!” Tampaknya ia takut Guo Mie mungkin salah paham. “Dua orang yang kumaksud, tentu saja, aku dan anakmu. Setiap orang memiliki hak untuk mengetahui rahasia yang mempengaruhi kehidupan mereka.”

“Kalau kau apa?” tanya Guo Mie  pada Ingot. “Apa yang memberimu hak untuk mengetahui rahasia orang lain?”

“Karena aku tidak bisa untuk tidak mengetahuinya. Jika kau tidak memberitahuku, aku akan sangat terluka dalam hati.”

Sebenarnya, dia tidak memberikan alasan sama sekali, namun berbicara begitu percaya diri seolah-olah dia telah memberikan seratus alasan.

“Juga,” lanjutnya, “bahkan jika aku memiliki senjata mematikan di tanganku, aku tidak akan menggunakannya untuk menyakiti orang.” Dengan nada ceria, lanjutnya, “Bahkan jika itu adalah benar-benar senjata mematikan, di tanganku itu akan menjadi jimat keberuntungan. “

Guo Mie menatapnya, lalu memandang Xiao Jun. Dia menghela napas.

“Baiklah, aku akan memberitahumu,” katanya kepada Ingot. “Tidak ada rahasia di dunia yang dapat tetap tersembunyi selamanya. Aku kira sudah tiba saatnya untuk mengatakan itu.”

DKWSS – Chapter 21 : A Small Star, Glittering

A Small Star, Glittering

Malam musim gugur, penuh bintang. Seorang anak laki-laki, dan dua gadis muda, tiga anak-ank, satu hati dan sebuah bintang. Sebuah bintang yang sangat, sangat, sangat kecil. Kemudian, anak-anak itu tumbuh. Satu hati menjadi tiga. Tapi masih hanya ada satu bintang.

Dan masih hanya ada satu bintang yang sangat, sangat, sangat kecil.

Setelah tumbuh dewasa, mereka menjadi tua. Beberapa dari mereka mati. Beberapa tidak mati, namun hati mereka mati.

Bintang itu sekecil sebelumnya, dan tidak berubah. Ini karena bintang tidak memiliki emosi, atau kehidupan. Mereka tidak mengerti bagaimana cara mengejar cinta, juga tidak memahami kebencian. Sehingga mereka tidak berubah, juga tidak menjadi tua.

DKWSS – Chapter 20 : The Second Star

The Second Star

Cahaya dari matahari yang terbenam, yang bersinar di atas kamelia, tiba-tiba menjadi redup dan suram. Kamelia yang beberapa saat lalu tampak cerah dan berwarna, tiba-tiba terlihat pucat dan pudar.

Ini karena dia tidak memancarkan cahayanya sendiri. Beberapa saat yang lalu, dia tampak sangat indah hanya karena cahaya matahari yang menyinari kelopaknya.

Manusia juga sama.

Beberapa orang bersinar cemerlang untuk sementara, tapi kemudian pada titik tertentu menjadi tua dan rapuh, dan meskipun hidup, sebenarnya hanya menunggu untuk mati.

DKWSS – Chapter 19 : A hand And A Foot

Dia berdiri di sana seperti bodoh, melihat rambut itu, untuk berapa lama siapa yang tahu. Lalu tiba-tiba dia merasakan dingin di kakinya yang menusuk ke tulang-tulangnya.

Dia melihat sebuah sepatu. Sepatu Ingot.

Tidak ada yang menakutkan tentang sepatu. Tapi saat dia melihat sepatu itu, wajahnya tiba-tiba penuh dengan kepanikan dan ketakutan yang tak terkatakan. Dan saat dia berbalik, dia menemukan bahwa wajah Grand Miss Lei memiliki ekspresi yang sama.

“Dia tidak pergi,” kata Tang Lanfang. “Tidak dengan kemauannya sendiri.”

DKWSS – Chapter 18 : A Red Flower in a White Head of Hair

Tampak seolah dia tidak ada di sana, seolah dia telah menyelinap dalam ke sebuah perangkap manis dan gelap. Itu seperti seseorang telah mengambil mimpi yang jauh dari masa lalu dan menenunnya menjadi sebuah perangkap.

Ingot membelai tangannya, lalu mendesah.

“Tangan yang begitu indah. Kau seharusnya bisa menggunakannya untuk melakukan banyak hal yang membahagiakan dirimu dan orang lain. Mengapa mengubahnya menjadi senjata pembunuh?” Dia tidak bisa menahan untuk bertanya: “Mengapa kau tidak bisa seperti wanita lain, dan melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh wanita?”

DKWSS – Chapter 17 : Congratulations!

Congratulations!

Berapa lama dia tidak sadarkan diri? Jam berapa ini? Tempat apa ini? Kenapa orang tua aneh itu membawanya ke sini?
Dia tidak tahu.

Dia hanya tahu bahwa semua titik akupuntur penting di tubuhnya telah dikunci dengan cara unik dan cerdik. Tendon, arteri, Qi dan darahnya tidak rusak, tapi dia tidak bisa menggerakkan bahkan sekedar jari kelingkingnya.

Jika lelaki tua itu sedikit lebih muda, mungkin dia bisa menebak apa yang ada dalam pikirannya padanya. Dia akan segera memikirkan itu.

DKWSS – Chapter 16 : Big Boss Tang’s Adventure

Big Boss Tang’s Adventure

Dia memang masih kecil, seorang anak laki-laki yang cerdas, nakal, menawan dan menjengkelkan, seperti anak laki-laki yang dikenalnya saat dia masih muda.

Dia memanggilnya “kakak,” dan anak itu memanggilnya “adik laki-laki.” Dia benar-benar menganggapnya sebagai adik laki-lakinya. Setiap hari mereka mendaki atau memanjat pohon bersama. Mereka mengumpat dan berkelahi, mengendarai sapi dan mengejar anjing, mencuri ayam dan pergi memancing.

Semua hal yang dilarang orang dewasa untuk dilakukan anak-anak, dia akan mengajaknya melakukannya. Semua trik yang dimainkan anak laki-laki, juga dimainkannya.

DKWSS – Chapter 15 : A Dark Night on Lake Hu

A Dark Night on Lake Hu

Tawa Gao Tianjue tiba-tiba berhenti. Wajah anak buah berjubah abu abu itu menjadi kaku, dan Xiao Jun tersadar dari lamunannya.

Tidak ada yang berubah dalam kabin itu. Di sekeliling kapal, Danau Daming setenang biasanya.

Tapi bagi mereka, tampak seolah segala sesuatu di bawah surga telah berubah. Mereka merasakan tekanan yang sangat besar dalam hati mereka.

Tidak ada angin dalam kabin, tidak juga Gao Tianjue bergerak. Namun tiba-tiba, tampak seolah jubahnya menggembung.

DKWSS – Chapter 14 : A Silver Mask

Dalam beberapa saat, pakaiannya basah oleh keringat, menempel pada tubuhnya. Lidahnya kelu dalam mulutnya; dia tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.

Orang dalam topeng perak itu telah duduk di depannya di kedai makan itu. “Tentu saja kau tidak melupakanku,” katanya. “Tigabelas tahun yang lalu, aku memotong lenganmu di bawah cahaya bulan purnama.”

Suaranya tidak seseram penampilannya. Jika kau tidak melihatnya, tapi mendengar suaranya, kau akan berpikir bahwa dia adalah orang yang sangat lembut.

DKWSS – Chapter 13 : A Silent Funeral Song

A Silent Song for the Dead

Saat lentera untuk kedua kalinya dipadamkan bersamaan di As You Wish Gambling Hall, dia telah menggenggam pedang pendek baja halus buatan ahli pedang dengan model “Fish Intestines”, sepanjang satu kaki tiga inci. [1]

Dalam sekejap, tubuhnya telah terbang ke depan, kira-kira tiga setengah meter. Tenggorokan Wu Tao seharusnya berada di sana. Dalam posisi yang sama dengan pedangnya. Dia telah memperhitungkan jarak dan posisinya yang tepat.

DKWSS – Chapter 12 : Ingot’s Seven Stars

Ingot’s Seven Stars

Tujuh bintang itu tidak terbuat dari bahan khusus. Meskipun salah satunya tampak dibuat dari giok, yang lainnya tidak. Mereka terbuat dari potongan tembaga, besi dan kayu. Salah satunya bahkan tampaknya dipotong dari kardus.

Namun masing-masing bintang mempunyai sebuah karakter yang tertulis di atasnya. Sebelum Little Cai bisa melihat karakter tersebut dari dekat, Ingot bertanya, “Jadi, kau sudah melihat, bukan?”

DKWSS – Chapter 11 : Ingot’s Adventure

Ingot’s Adventure

Kata-kata “Great Hero” bukan kata yang diucapkan dengan mudah. Hanya sedikit Great Hero yang ada di Jianghu, dan di antara mereka, hanya ada satu “Great Hero Tu.”

“Hate Evil with a Vengeance” Tu Qu’e. [1] Setelah lampu kembali menyala, orang-orang telah kembali berjudi. Namun sebenarnya, lebih banyak orang yang menonton kejadian ini daripada berjudi. Hanya satu meja yang saat ini penuh penjudi.

Tiba-tiba, semua orang di meja minggir. Seorang lelaki tinggi dengan wajah pucat keemasan duduk di kursi kehormatan. Tu Qu’e.

DKWSS – Chapter 10 : The First Star

The First Star

“Aku tidak gila, dan tidak ada yang salah denganku. Tapi aku punya sebuah bintang.” Dia terlihat sangat serius. “Karenanya, meskipun tas itu hanya berisi potongan besi dan tembaga, di tanganku, dia bisa menjadi emas. Seratus persen emas murni.”

“Bintang berkat?” Saat ini, Frogboy tidak berpikir dia gila. Tapi dia menanyakan pertanyaan lain: “Darimana bintang berkat ini berasal?”

“Itu jatuh dari surga,” jawab Ingot. “Sebuah bintang berkat dari surga, dengan satu ketukan, dia bisa mengubah besi menjadi emas.”

DKWSS – Chapter 9 : Wagering People Not Lives

Wagering People Not Lives

Big Boss Tang jarang membuat kesalahan, dan seperti sekarang, tidak benar-benar perlu melakukan apapun.

Satu-satunya hal yang perlu dilakukannya adalah duduk di rumah dan menghitung perak yang mengalir masuk. Jika bukan perak yang mengalir masuk, emas yang mengalir masuk.

Cahaya dari seratus sembilan puluh enam lampu itu cukup memadai. Di bawah sejumlah cahaya tersebut, bahkan keriput pada wanita berusia tigapuluh lima tahun yang dirias dengan seksama pun bisa terlihat dengan jelas.

DKWSS – Chapter 8 : A Sword Which You Cannot Drop

A Sword Which You Cannot Drop

Blok sel Kota Jinan “Nomor Satu” yang seharusnya tidak bisa ditembus tiba-tiba berubah menjadi debu. Sel itu dibangun dari balok-balok batu yang diimpor khusus, masing-masing mempunyai berat ratusan kilogram. Namun, sebuah kekuatan misterius dan tidak bisa dijelaskan menghancurkannya menjadi puing-puing. Beberapa potongannya terbang sejauh duapuluh meter. Beberapa bahkan merusak gudang kayu yang ada di belakang yamen serta sebuah pohon scholar kuno berusia tigaratus tahun. [2]

Lebih dari duaratus tahanan yang menunggu hukuman mati tiba-tiba semuanya mati. Setelah penyelidikan, kepala koroner lokal, Ye Laoyan, memastikan bahwa dua dari mereka sebenarnya sudah mati hari sebelumnya, sebelum hancurnya blok sel itu.

DKWSS – Chapter 7 : Wisp of Smoke

Wisp of Smoke

Di luar 79 bisnis Sun Jicheng ditempel poster kertas bertuliskan, “Tutup, bisnis ditunda selama lima hari.” Saat ini, orang telah mendengar tentang kematian Big Boss Sun, jadi tidak ada perlunya berusaha menyimpannya sebagai rahasia lagi.

–Rahasia yang sesungguhnya yang harus disimpan adalah bahwa Big Boss Sun sebenarnya tidak mati.

Great Three Yuan jelas tidak buka untuk bisnis. Namun, Zheng Nanyuan buru-buru menuju restoran. Tiga pelanggan penting menunggunya, tamu yang tidak bisa dia abaikan.

DKWSS – Chapter 6 : Den of Immortals

Den of Immortals

“Seseorang yang mirip sekali dengannya, tidak diragukan lagi adalah yang secara khusus dipilih dan dibuat untuk tujuan tertentu yaitu berperan sebagai tubuh penggantinya dalam kematian.”

“Dipilih secara khusus, aku mengerti,” kata Frogboy, “Tapi dibuat… Apa maksudnya? Dibuat seperti apa?”

“Dia memilih seseorang yang sangat mirip dengannya, dan kemudian, menggunakan beberapa teknik khusus, membuat beberapa perubahan pada wajahnya.” Old Master Tian melanjutkan penjelasannya. “Menurut rumor di Jianghu, the Laughing General cukup dekat dengan Hua Shiniang, Seni mengubah penampilan Hua Shiniang adalah yang terbaik di bawah langit. Pasti dia belajar satu atau dua hal darinya.”

DKWSS – Chapter 5 : Silver Lightning

Silver Lightning

Frogboy mengirim tigapuluhdua muridnya yang kompeten untuk melakukan kontak dengan pasukan Sun Jicheng, yang sedang melakukan penyelidikan mereka di tigapuluhdua distrik Jinan. Sudahkah mereka bertemu Wu Tao dan Ingot dalam pencarian mereka?

Murid-murid the Flowered Flag Sect datang dari berbagai kelas sosial, sehingga tentu saja mereka semua punya teman yang menjadi bagian dalam penyelidikan.

DKWSS – Chapter 4 : An Old Man Playing a Sanxian

An Old Man Playing a Sanxian

Sebuah pencarian rahasia meluas di balik tirai malam. Jumlah orang yang melakukan penyelidikan melebihi yang mungkin akan dikerahkan oleh Gubernur Prefektur Jinan sendiri. Mereka meliputi para penjaga Sun Jicheng, pegawai dari banyak bisnisnya, serta teman-teman dan keluarga mereka. Setiap orang sangat familiar dengan Jinan; setiap kedai teh, toko anggur, dan rumah bordil yang terletak dalam wilayah pengaruh mereka.

Saat ini, Wu Tao, sama mabuknya dengan lumpur, telah dibawa kedalam sebuah kamar peristirahatan kecil oleh salah seorang pelayan.

Ingot juga belum pergi, karena dia mabuk, benar-benar mabuk. Mereka berdua dalam keadaan tidak sadar dan penuh dengan muntahan.

DKWSS – Chapter 3 : Flowered Flags

Song Changsheng telah menjalankan bisnis peti mati selama tigapuluh tahun, dan belum pernah menghadapi situasi seaneh ini.

Yang lebih aneh lagi, setelah memuat peti-peti mati itu ke dalam kereta, dia melakukan perjalanan dengan pengemis muda itu keluar desa menuju hutan murbei untuk mengambil mayat-mayat itu, dan ternyata tak ada mayat yang terlihat.

“Tidak ada mayat? Mengapa kau beli peti mati?”

DKWSS – Chapter 2 : Ingot

Ingot

Tidak gemuk ataupun kurus, tidak tampan atau jelek, dia memakai setelan pakaian yang meski tidak dibuat dari bahan terbaik tapi terlihat cukup tahan lama. Tertutupi debu selama melakukan perjalanan, dia mengendarai seekor bagal yang sama-sama terlihat bekerja keras seperti dia. Tidak muda, dia tampak seperti tipe orang yang memiliki tabungan di suatu tempat. Dia hanya ingin menyediakannya untuk istri dan anak-anaknya, dan mungkin membuat hidupnya sedikit lebih nyaman saat dia tua nanti.

Siapa yang tahu berapa banyak orang seperti ini di dunia. Satu-satunya perbedaan antara dia dan mereka adalah sebelum matahari terbenam pada tanggal 15 April, tidak ada yang pernah melihatnya.

DKWSS – Chapter 1 : The Death of a Multimillionaire

The Death of a Multimillionaire

April 15. Langit Cerah. [1]

Hari ini dimulai seperti hari yang lainnya.Ketika Sun Jicheng bangkit dari tempat tidurnya, pakaiannya telah disiapkan oleh Liu Jin’niang, mantan pelayan kerajaan yang bertanggung jawab atas pakaian Kaisar, dan enambelas gadis muda yang dia urus.[2,3] Di lorong di luar kamar tidurnya, dia minum teh Oolong dari pegunungan Wuyi di Fujian, kemudian masuk ke kereta khususnya dan memulai perjalanan inspeksinya ke 79 bisnis yang di milikinya di kota Jinan.

Dia bukan tipe orang yang menghadapi pola normal setiap harinya. Contoh, dia akan tinggal di luar untuk minum dengan klien sepanjang malam. Meski begitu dia tidak membiarkan hal ini mengganggu inspeksi hariannya. Kenyataannya, rute yang dia lalui tidak pernah berubah.

Dragon King With Seven Stars (DKWSS)

Karena kematian playboy kaya raya Sun Jicheng, kota Jinan tiba-tiba menjadi pusat peristiwa yang cepat sekali dari intrik Jianhu. Sekali lagi, misteri kematian dan/atau hilangnya beberapa dari ahli bela diri terkuat dan terkenal dalam tahun-tahun belakangan ini, seperti duo pembasmi kejahatan “End of Heavens, Destroy the Earth” Gao Yianjue dan Guo Mie, dan master pencuri “Laughing General” Li, menjadi perhatian. Sentuhan pukulan di tengah semua perencanaan dan pertarungan adalah Ingot, pengemis yang kenyataannya jauh dari apa yang terlihat.