Desolate Era – Book 8 / Chapter 2

Northmont Blacktiger’s Style

Perahu terbang melaju di udara, memasuki kediaman Puncak Darknorth

“Kakak seperguruan Ji Ning.” Forgard, Cloudship dan Cloudjade, ketiga Zifu Disciple, mereka semua memanggil dengan hormat. Whitewater Hound di samping mereka juga menatap Ningm, kemudian Ning tersenyum ke arahnya .”Uncle White, aku akan pergi ke ruangan latihan pribadi untuk melakukan latihan tertutup. Hanya panggil aku jika ada sesuatu yang benar-benar penting.”

Whitewater Hound mengangguk. Lalu Ning segera menuju ruangan latihan pribadinya.

Cloudjade memanyunkan bibirnya saat melihat Ning. “Dia hanya menatapku. Dia bahkan tidak menatapku dengan tatapan yang baik. Hmph. Sebelumnya di suku, ada banyak orang yang ingin jadi Dao-Companion denganku. Tapi kakak seperguruan Ji Ning bahkan tidak berbincang dengan baik denganku.”

Desolate Era – Book 8 / Chapter 1

Jadesea

Tempramen dari wanita berjubah hitam, Yu Wie, adalah sesuatu yang tidak bisa diraih oleh Ning. Tetapi, ketika dia memikirkan tetang berapa banyak yang telah tetua berambut putih terima untuk black-white pellet dan cairan esensi elemental dari taruhannya, Ning merasa sepenuhnya senang. Ditambah, pada seri Dao Debate ini juga sebagai ajang pembabtisan. Dia bisa merasakan bahwa dia telah berevolusi.

“Kakak seperguruan Ji Ning!” Sebuah suara terdengar gembira. Ning berpaling untuk melihat, lalu menemukan Mu Northson yang kurus dan berjubah putih yang berlari ke arahnya dengan sangat senang. Dia buru-buru berteriak.

Desolate Era – Book 7 / Chapter 41

Yu Wei dan Ji Ning

Beberapa murid dengan peringkat tinggi yang duduk, seperti kakak seperguuran Holyfire, pemuda gemuk yang malas, dan wanita berjubah hitam segera berdiri. Tatapan terkejut muncul di wajah mereka, dan mereka menatap, dengan tertegun, pada pemuda berpakaian bulu di atas pilar batu.

Northmont Blackcurrent, yang berada di pilar lain di dalam formasi besar penyegel, wajahnya langsung memucat.

“Aku, aku kalah?”

“Aku, bagaimana aku bisa kalah? Bagaimana aku bisa kalah?” Mata Blackcurrent penuh dengan rasa tidak percaya. Dia adalah sosok yang membanggakan. Dia bahkan bukan anggota Nortmont clan level tinggi anggota garis keturunan utama seperti Baiwei, dengan semua hormat. Ini berharga karena dia sungguh yakin dengan kemampuannya sendiri.

Desolate Era – Book 7 / Chapter 40

That Chop

Murid dari Black-White Collage di dalam Dao Debate Palace mulai memalingkan pandangan mereka ke sekelompok kecil orang. Venom blood adalah Wanxiang Adept yang kuat dalam Dao Debate, dan dia bahkan telah dikalahkan oleh Ji Ning. Jadi, untuk mengalahkan Ji Ning… mereka butuh seseorang yang lebih kuat. Tidak terlalu banyak orang yang memenuhi kriteria itu.

Hanya sekitar sepuluh murid yang mempunyai beberapa Dao Domains dan sangatlah kuat.

“Melihat keadaannya, aku akan menguji kemampuanmu dengan diriku sediri, adik seperguruan Ji Ning.” Pria berjubah putih yang duduk disamping Holyfire seketika berdiri dengan tawa yang tenang.

Desolate Era – Book 7 / Chapter 39

Three-Foot Sword – The First Stance

“Adik seperguruan, kau mendapatkan pencerahan seketika mengenai pedang saat bertarung itu artinya kau memang berbakat dalam latihan pedang. Tidak kaget kenapa Immortal Diancai memilihmu sebagai muridnya.” Pemuda berjubah hitam itu berkata dengan pelan, “Adik seperguruan, teknik milikku lebih menakutkan dari kakak seperguruan Whitesnow. Kau harus waspada.”

“Kakak seperguruan, kau bebas memakai semua yang kau punya!” Ning duduk di posisi teratai, dan pria berjubah hitam itu juga, keduanya menatap satu sama lain dari kejauhan.

Desolate Era – Book 7 / Chapter 38

My Heart Holds Only the Sword – The Sword Immortal’s Path

Seluruh Dao Debate Palace sekali lagi terdiam. Semua orang menoleh ke sebelahnya. Sejak Ji Ning bisa mengalahkan Bloodshadow di Dao Debate Palace, mengalahkan dirinya bukan tugas mudah. Siapa yang akan menjadi lawan berikutnya?

“Hatinya… sudah berubah!” di pojok yang tenang, tetua pendek tiba-tiba berkata. “Dao Debate sebelumnya adalah bentuk pembabtisan untuk muridmu.” Immortal Diancai menoleh dan ikut menatap Ning. Tidak ada keraguan pada mata Ning sama sekali; terlebih, tidak ada rasa takut untuk bertarung.

“Benar.” Immortal Diancai mengangguk ringan. “Hatinya tentu berubah. Sudah lebih murni sekarang. Sebelum ini, dia memikirkan banyak hal  di dalam hatinya, tapi saat ini, yang dia inginkan adalah pertarungan berikutnya. Ini tentu saja pembabtisan langka untuk Dao-heartnya.”

Desolate Era – Book 7 / Chapter 37

Pada pilar batu di kejauhan, Qinghe berdiri, lalu memberi salam. “Aku kalah. Aku sepenuh hati menerima kekalahanku.”

Ji Ning pun berdiri, memberi hormat, dan dia menyapu seluruh istana dengan tatapannya. Menatap setiap murid. Dengan suara nyaring, dia berkata, “Apakah ada saudara seperguruan lainnya yang ingin bertukar petunjuk denganku?”

Suaranya bergema di seluruh istana.

“Wah.” Qinghe menggelengkan kepalanya. Lalu melompat tiga ratus meter dan mendarat di samping tetua berambut putih. dia mengeluarkan dua botol giok, lalu menempatkannya di depan tetua itu. Ini adalah taruhan karena dia kalah. Berpaling, dia pergi.

Desolate Era – Book 7 / Chapter 36

Junior Apprentice-Brother Ji Ning Welcomes All Challengers

Angin musim dingin cukup menyegarkan. Ji Ning berdiri di atas perahu terbang, melintasi langit, dan di dalam pikirannya, dia terus memikirkan kembali adegan gurunya, Immortal Diancai, menunjukkan seni pedang untuk dia lihat.

“Seni pedang guru sudah mencapai level yang luar biasa.” Ning menghela nafas pada dirinya sendiri yang sering disebut ‘Kedatangan kedua dari Immortal Northwalker’, dan juga murid Black-White Collage yang punya kesempatan besar menjadi Celestial Immortal. Seni pedang Immortal Diancai melewati level yang bisa dipahami oleh Ning.

“Hm? Seseorang di sini?” Saat perahu terbangnya mencapai atas Darknorth Peak, Ning melihat dua orang yang sedang berdiri di gerbang kediamannya. Itu adalah Mu Northson dan Winterain, yang berpakaian katun putih.

Desolate Era – Book 7 / Chapter 35

Tidak ada satu orangpun di dalam aula, hanya Immortal Diancai, yang bejubah dan berambut hitam. Immortal berada pada posisi teratai di atas ranjang gioknya. Ning melangkah masuk ke dalam ruangan, lalu menunduk dengan hormat. “Guru.”

Immortal Diancai mengangguk ringan, dia menatap NIng, tatapan senang terlihat pada wajahnya. “ Ji Ning, aku dengar kemarin, kau mengalahkan dua kakak seperguruanmu?”

“Benar.” Kata Ning. “Hanya saja, aku khawatir beberapa murid tidak akan membiarkan hali ini selesai. Hari ini mereka mungkin akan menantangku lagi.  Jadi, aku datang ke sini, Guru, dengan harapan kau bisa memberiku bimbingan.”

Desolate Era – Book 7 / Chapter 34

“Whew” melihat matahari terbit di timur, Ning mengeluarkan napas pelan. “Ke mari, kalian semua, ke mari. Aku akan mengalahkan anak baru!”

Dia sudah menang dua pertarungan beruntun tadi malam. Perkataan yang berbeda dari kakak seperguruan Bu Ying dan kakak seperguruan Ninelotus membuat Ning mengerti.. tidak peduli apapun, murid lama tidak akan membiarkan hal ini selesai. Mereka harus memenangkan satu ronde pertarungan, tidak peduli bagaimanapun. Ning harus mengakui; beberapa murid Black-White Collage yang sangat berbakat akan sulit menerima kekalahan.

Namun, Ning tidak akan mudah mengakui kekalahannya. Jika dia kalah, dia pasti secara kebetulan dikalahkan.

Desolate Era – Book 7 / Chapter 33

Dengan pikirannya, Ning melepaskan ikatan dari Thousandsword Golem, lalu melompat tiga ratus meter dan mendarat di luar arena pertarungan. Dia secara diam-diam menghela napas pada dirinya sendiri, “Walau aku mencapai level Dao Domain, dan jiwaku sudah mencapai level divine sense… jika aku tidak bermeditasi pada Lesser Five Elements Sword dan meningkatkan kekuatanku pada seni pedang, akan sangat sulit untuk dikatakan aku yang akan menang, atau Bu Ying yang akan menang.”

Fondasinya sangatlah stabil, berada pada level reinkarnasi Immortal. Tetapi, sebelum bergabung dengan Black-White College, seni pedangnya sangatlah lemah; baru setelah mempelajari Lesser Five Elements Sword lah yang membuatnya seperti ini.

Desolate Era – Book 7 / Chapter 32

“Kalah. Aku kalah. Bagaimana…” Bloodrinker Bladask duduk di atas pilar batu, wajahnya memucat. Dia tidak percaya apa yang baru saja terjadi.

Ketika pelaku Immortal menghadapi pertarungan, hidup dan mati dipisahkan oleh rambut. Jika mereka kalah dalam satu pertukaran serangan, mereka akan tewas.

“Dia memakai golem. Aku juga memakai golem.” Bladask tidak bisa menerima ini. “Kedua golem memiliki core Qi element yang sama, dan jumlah elemental ki-nya sama. Ini adalah situasi yang sangat adil; yang kita pertandingkan adalah pendalaman dari Dao, seni pedang kita, dan kemampuan yang lain. Bagaimana seni pedangnya bahkan lebih kuat dari milikku?”

Desolate Era – Book 7 / Chapter 31

“Menang, menang, menang.” Mu Northson berdiri di luar formasi penyegel besar, melihat ke arah Ji Ning, yang duduk di atas pilar batu di kejauhan. Matanya membara dengan harapan. “Kau harus menang.” Sebelum ini, dia sudah kalah dua ronde beruntun. Di dalam hatinya, dia melihat dirinya sendiri dan Ning yang berada di sisi yang sama; mereka berdua murid baru.

Bagi murid lama, mereka dengan mudah mengajarkan pelajaran pada murid baru menurut ‘tradisi’ itu. Dia kalah; secara alami, dia sekarang berharap Ning bisa menang ronde ini dan mendapatkan sedikit wajah mereka, dua murid baru. Ditambah, Bloodrinker Bladask  sudah kelewatan dalam membuat taruhan besar.

Desolate Era – Book 7 / Chapter 30

Kelompok Ji Ning mendarat di gerbang ke Dao Debate Palace. Ketika mereka melihat ke dalam, mereka melihat bahwa meskipun sudah malam, bagian dalam dari Dao Debate Palace terang benderang, dan suara tawa terdengar dari dalam.

“Kakak seperguruan Ninelotus, saya akan menerima seratus black-white pellet ini dan lima kilogram cairan esensi elemental.” Yang berbicara adalah seorang pria berjubah putih, yang memiliki tetesan darah di atas jubah putihnya. Bloodrinker Bladask. Wajah Bladask sedikit gembira; jelas, ia cukup senang karena telah meraih kemenangan dalam Dao Debate.

Desolate Era – Book 7 / Chapter 29

Dao Debate Palace yang tinggi menjulang berada di dua puncak tertinggi gunung, dan beberapa sosok bisa terlihat didalamnya.

Dao Debate Palace…adalah tempat yang dimana murid dari Black-White Collage paling senang berkumpul.  Murid jenius, memang sangat arogan sejak mereka lahir, akan sering berlatih tanding dengan satu sama lain.

“Swoosh!”

Seberkas cahaya keluar dari Dao Debate Palace. Segera setelah itu, wanita berjubah biru terbang keluar. “Adik seperguruan Twinwood, adik seperguruan Twinwood!”  wanita berjubah biru berdiri di atas keranjang bunga raksasa, mengejarnya dengan kecepatan tinggi.

DE – Book 7 / Chapter 28

Ji Ning sudah mencapai level Dao Domain, dan pencapaian tertingginya adalah di dalam elemen air dari Lima Elemen. Baginya, memahami Flowing Watersource secara alami sangat mudah. Meskipun ini adalah latihan pertamanya, ia benar-benar mengerti porsi teknik tingkat Zifu, dan bahkan memahami mayoritas tingkat Wanxiang dari teknik ini.

Dengan kata lain, jika ia memilih, Ning bisa, pada satu napas, melatih langsung ke tingkat Wanxiang Adept. Tapi tentu saja, syaratnya ia harus memiliki cukup cairan esensi elemental.

DE – Book 7 / Chapter 27

Soulshaker Art adalah sesuatu yang hanya orang dengan divine will yang bisa menggunakannya; dapat digunakan untuk mengguncang jiwa lawan. Jika jiwa musuh terutama lemah, bahkan mungkin menyebabkan jiwa mereka dilenyapkan.

“Ini dia.” Ning mengangguk. “Sebelumnya, selama perekrutan, Paman-Guru Wu Xiu menggunakan Soulshaker Art menyebabkan ratusan Zifu Disciple semua jatuh ke bawah dari udara. Sesuatu yang hanya mampu digunakan pada tingkat  ‘divine will’? Aku sudah mencapai tingkat ‘divine sense’!”

DE – Book 7 / Chapter 26

Matahari pagi terbit dan cahaya fajar itu menyinari seluruh Black-White College.

Whoosh. Ji Ning, naik di atas kapal terbangnya, melambung menembus langit. Segera, ia melihat vault yang megah dan menjulang tinggi. Ini adalah bangunan dalam Black-White College dengan status yang setara dengan Black-White Diagram; Dao Repository Vault! Setiap kali para murid dari Black-White College ingin belajar teknik tingkat atas Ki Refining, divine ability, atau seni rahasia, mereka akan datang ke sini.

Seorang pria berotot besar, mengenakan satu set armor yang indah, saat ini sedang duduk di sebelah meja batu, memegang segelas anggur dan menikmatinya.

DE – Book 7 / Chapter 25

Daoist Jadesea duduk di kursi kepala sekolah, melihat ke arah para Primal Daoist yang berbaris menjadi dua bagian. Di bagian bawah istana terdapat kelompok Wanxiang Adept dan Zifu Disciple.

Dalam Black-White Collage, berbagai murid terbagi dalam tiga status generasi. Zifu Disciple dan Wanxiang Adept bisa dikatakan berada pada status generasi yang sama. Dan bisa dianggap sebagai junior atau senior seperguruan. Inilah yang membuat Zifu Disciple sangat mudah mencapai level Wanxiang Adept.

DE – Book 7 / Chapter 24

Hanya ada dua murid Black-White Collage di plaza yang menyimpan Black-White Diagram. Ji Ning perlahan membuka matanya. Walaupun sudah larut malam pada bulan lunar ke duabelas dan sangat dingin, hati Ning dipenuhi panas yang membara. Dia melihat pada kalimat yang ditinggalkan Immortal Northwalker, tersembunyi dibalik banyak kalimat yang ditinggalkan di dinding batu dan emosinya kembali bergejolak.

“Pedangku adalah pedang yang sangat membanggakan, pedang dengan hasrat. Pedang yang akan melenyapkan semua ketidakadilan! Lebih baik hidup penuh hasrat satu hari, daripada hidup satu abad dengan penyesalan.”

DE – Book 7 / Chapter 23

Tetua pendek itu menelan seteguk anggur di tangannya, tapi sepenuhnya lupa meminumnya. Dia melihat ke bawah ke arah pemuda berpakaian bulu. Intensi pedang yang terpancar dari pemuda itu sangat stabil dan menyatu, dan terus menerus beresonansi dengan kalimat yang bercahaya di dinding batu.

“Epochal Transmission!”

“Senior Northwalker memindahkan intensi pedangnya ke pemuda itu. Dan dari yang terlihatan, pemuda berpakaian bulu itu menerimanya dengan mudah, dia juga punya hati seorang Sword Immortal sejati.” Tetua pendek itu mengambil nafas panjang, melihat ke bawah dengan rasa senang, lalu mengirimkan pesan mental dengan teriakan. “Adik seperguruan Diancai, segeralah keluar!”

DE – Book 7 / Chapter 22

Dari sejarah Black-White Collage, setiap seorang murid yang melihat Black-White Diagram untuk pertama kalinya, mereka akan merasakannya. Normalnya pengalaman yang mereka punya akan diakumulasi, wawasan yang biasanya mereka dapatkan…saat melihat Black-White Diagram, mereka akan mendapatkan pecerahanan.

Rustle, rustle, rustle…

Ning duduk di sana dalam posisi teratai, bermeditasi saat Waterflame Lotus mulai terbentuk di sekelilingnya. Satu per satu kuncup mulai mekar, berputar di sekitarnya.

DE – Book 7 / Chapter 21

“Menyisakan kau hanya satu?” Baiwei segera menggelengkan kepalanya. “Bagaimana aku bisa melakukan itu? Walaupun klan Ji tidak terlalu besar, penduduknya masih bisa berkembang menjadi Zifu Disciple. Aku kira salah satu dari mereka bisa jadi pengikut dari murid resmi Black-White Collage. Ditambah, dimasa depan, kau mungkin akan bertemu sosok kuat  yang akan meminta posisi. Bagaimana jika begini, aku meminta lima posisi pengikutmu dan kau tetap mempunyai lima. Jika, dimasa depan, lima pengikut dirasa tidak cukup, bicara padaku…aku akan mengatur agar para Zifu Disciple itu bisa masuk ke sekolah bagus. Tapi tentu saja, mereka harus pada tahap zifu awal.”

Ning tertawa, dengan kaku mengangguk. “Itu lebih baik.” Tetapi sesungguhnya, Ning hanya memerlukan satu tempat. Para pengikut memasuki Black-White Collage hanya dengan tujuan untuk mendapatkan teknik Ki Refining terbaik, tetapi idealnya harus pada Zifu Disciple tahap awal juga.

DE – Book 7 / Chapter 20

Enam Primal Daoist di pintu masuk gua tertawa dengan keras. “Hahahahaha…Ji Ning ini memang luar biasa. Sesuai dengan reputasinya sebagai seseorang yang mendapatkan wawasan ke dalam Dao Domain. Teknik formasi pedang itu…walaupun aku belum pernah mendengarnya, jelas sangat rumit dan sangat kuat. Untuk mengendalikan lebih dari tujuh ratus pedang…itu mengandalkan jiwanya dan level pemahamannya pasti sangat tinggi.”

Pria tua gemuk dan pendek menggelengkan kepalanya. “Dia, Ki Refiner Zifu tahap awal, bisa memaksa Bladask yang Zifu tahap puncak melepas formasi pedangnya untuk memblok. Bladask tidak bisa menghadapinya lagi setelah itu, jadi dia segera pergi.”

DE – Book 7 / Chapter 19

Sebagai salah satu yang mengatur usaha perekrutan ini, Fairy Hua Yun secara alami tahu betapa sulitnya test akhir. Junior dari klannya ini, Hua Chong, tidak punya kesempatan untuk berhasil sama sekali.

“Kalian berdelapan, ikuti aku.” Kata pria paruh baya berambut hitam. Enam Primal Daoist mulai berjalan di depan, sementara Ji Ning dan yang lain mengikuti dari belakang.

Ning menatap pemuda berbaju hitam di sampingnya.  Mata pemuda itu dipenuhi dengan kemarahan dan kebencian. Bibinya adalah Fairy Hua Yun…statusnya di klan Hua sangat tinggi dan walaupun klan Hua punya Immortal sebagai penjaga, sejak Fairy Hua Yun bergabung dengan Black-White Collage, kekuatannya dipastikan setara dengan Immortal itu.

DE – Book 7 / Chapter 18

Sepuluh ribu petir ditembakan serentak, menghantam ke bawah. Semua praktisi Immortal terbang ke langit, masing-masing menunjukan kemampuannya. Lapisan emas muncul di tubuh beberapa dari mereka, sementara yang lain punya ilusi divine dragon yang muncul di sekitar mereka. Dalam situasi ini, Waterflame Lotus yang berputar di sekeliling Ning benar-benar tidak terlalu spesial.

 

Pemuda berpakaian putih sedang berdiri di atas Azure Dragon. Azure Dragon sedang melingkar, tubuhnya terkadang menghentak keluar sementara cakarnya menyapu ke setiap arah. Bahkan ekor naganya ikut menyapu. Untuk sekarang, tidak ada satupun petir yang bisa mendekatinya.

DE – Book 7 / Chapter 17

“Hari ini, akan berakhir di sini. Untuk mereka yang ingin bergabung dengan Black-White Collage, silakan datang besok pagi.” Pria paruh baya berambut hitam di atas perahu di danau menggoyangkan tangannya saat dia berbicara, dan cermin perunggu dengan cepat mengecil sampai seukuran telapak tangan saat mendarat di tangannya. Setelah itu, perahu itu secara otomatis bergerak ke sisi danau.

Pria itu lalu turun. Dia melihat ke sekumpulan besar pemuda, lalu sedikit mengangguk. “Kepada siapapun yang yakin pada dirinya sendiri umumnya akan datang pada hari pertama untuk mencoba mendaftar. Kebanyakan yang diterima oleh Black-White Collage semuanya datang pada hari pertama.”

DE – Book 7 / Chapter 16

Waktu berlalu dan dalam sekejap mata, bulan lunar ke duabelas tiba. Tiga hari pertama dari bulan lunar ke duabelas adalah hari di mana banyak sekolah yang berlokasi di kota Stillwater akan menerima murid.

“Wow.” Meng Xin, Meng Jung dan Meng Roch berjalan di sebuah gang, tiba di jalan utama. “Terdapat banyak orang di sini.” Meng Xin menarik napas senang. Meng berkata, ekspresinya sangat riang, “Sudah pasti, hari ini adalah hari pertama bulan lunar ke duabelas, hari pertama seseorang bisa bengabung ke sekolah. Ada banyak orang di kota Stillwater akan bergabung dengan sekolah hari ini. Terdapat mortal biasa, Xiantian dan juga Zifu Disciple seperti kita! Tetapi, sekolah tingkat atas hanya menerima zifu tahap awal! Kita berada pada zifu tahap awal, seharusnya akan lebih mudah bagi kita untuk bergabung dengan sebuah sekolah.”