COL – Volume 8 / Chapter 9

Unexpected Monster Attacks

Setelah memasuki Kota Pulima, tidak banyak di temukan orang kota dan kota ini nampaknya berada dalam bahaya.

Ketika kami memasuki sebuah penginapan besar, pelayan datang menyambut kami.

Aku bertanya, “Aku butuh 84 kamar. Apakah tersedia?” Karena kami berjumlah banyak, setiap kali kami mencari penginapan di sepanjang jalan, kami selalu menghadapi situasi dimana penginapan tidak dapat menampung kami semua, jadi aku perlu mengklarifikasi.

COL – Volume 8 / Chapter 8

Magic Crystal

Setelah meninggalkan penginapan, aku berkeliaran tanpa tujuan. Aku berpikir, ‘Aku benar-benar telah kehilangan posisiku di Aixia. Aku juga tidak tahu bagaimana keadaan para guru dan juga Hai Shui, aku tidak tahu apakah aku akan bisa bertemu mereka lagi suatu hari nanti. ‘

COL – Volume 8 / Chapter 7

Increase in Strength

Penatua Agung berkata dengan jelas, “Penduduk dari desa dewa, kalian semua adalah pejuang yang kuat dan pemberani. Pewaris para Dewa yang telah kita tunggu selama ribuan tahun telah tiba. Ini adalah Master Zhang Gong Wei. Kalian seharusnya sudah melihat kekuatannya yang maha dahsyat. Saat ini, ada pergerakan dari Raja Monster yang sebelumnya telah di segel oleh para Dewa. Sebagai kaum para Dewa, kita harus menggunakan semua kekuatan kita untuk seluruh muka bumi ini. Apakah kalian bersedia melakukannya? Ini belum terlambat, dan jika ada yang merasa menyesal melakukan ini, silahkan segera mundur.”

COL – Volume 8 / Chapter 6

God’s Village

Aku buru-buru melompat dari tempat tidur dan berkata, “Apa yang kalian semua lakukan? Cepat, bangunlah!”

Penatua Agung menjawab, “Kami memohon ampunanmu atas tindakan kami yang melawanmu.”

Aku menjawab, “Sebenarnya itu salahku, bagaimana bisa aku menyalahkanmu?” Saat aku mengatakannya, aku membantu para tetua berdiri.

Penatua Agung menjawab, “Desa Dewa kami telah menunggu generasi demi generasi dan tahun demi tahun yang tak terhitung jumlahnya, dan akhirnya kami bisa bertemu denganmu.”

COL – Volume 8 / Chapter 5

The Sword Saint’s Holy Sword

Aku bertanya dengan takjub, “Bukankah keterampilan bela diri yang anda pelajari terfokus pada teknik anda?”

Penatua ketiga menjawab dengan penuh penghinaan, “Tahukah kau pepatah ‘satu gerakan memiliki sepuluh manfaat’? Pada standar kami, teknik sudah lebih dari cukup. Aku menyerang kembali.” Setelah mengatakan itu, dia tanpa henti mengeluarkan jaring cahaya emas ke arahku dari tenaga dalamnya.

COL – Volume 8 / Chapter 3

Another Encounter with God’s Light

“Ini buruk. Aku harus mencari tempat untuk bermeditasi dengan tenang. Kemana aku harus pergi? Aku juga tidak bisa berkeliaran jauh dari desa. Jika aku tidak memiliki persiapan apapun, aku khawatir aku akan kembali ke situasi sebelumnya sebelum masuk di desa ini. Ada banyak orang di desa ini, jadi tidak cocok untukku bermeditasi dengan tenang. Ah! Betul! Bukankah Jian Shan mengatakan bahwa air terjun itu adalah daerah terlarang? Aku pergi saja bermeditasi disana seharusnya tidak ada orang. Mereka tidak akan mengetahuinya, dan aku juga tidak berniat membuat kacau.”

COL – Volume 8 / Chapter 2

Bizarre Village

Jian Shan berteriak, “Aku mengerti. Kita akan menuju ke sana sekarang.” Dia menoleh untuk menatapku. “Kami tidak biasa menerima orang asing disini. Aku benar-benar minta maaf, tapi aku perlu kamu untuk menemui tetua disini.”

Aku tersenyum dan menjawab, “Aku sudah menduganya. Tapi, kamu bisa lihat bagaimana penampilanku sekarang. Apa aku boleh membersihkan diri terlebih dahulu?”

COL – Volume 8 / Chapter 1

The Village in the Mountains

Setelah cahaya emas menyala, tampak tubuh seseorang di atas bukit. Dikelilingi oleh hutan yang hijau dan subur dengan suara-suara burung dan serangga.

Sebuah sosok setinggi 1,9 meter perlahan muncul. Dia sedang duduk di atas bukit dengan matanya yang menatap cakrawala dan alisnya yang mengungkapkan kesedihan. Pria itu adalah aku. Penyihir cahaya yang dikenal luas di Kerajaan Aixia, Zhang Gong Wei, yang juga merupakan karakter utama buku ini.

COL – Volume 7 / Chapter 13

Finale – Sorrowful Parting

Rasa cinta Hai Shui kepadaku tiba-tiba terasa sangat dalam, aku manyadari bahwa tubuhku bergerak. Dengan lembut aku mencium keningnya. Seluruh tubuh Hai Shui gemetar sebelum dia mengangkat kepalanya dan menatapku, matanya dipenuhi perasaan yang sangat mendalam terhadapku. Dia perlahan memejamkan mata dan aku semakin mendekat padanya. Awalnya aku mengecup bibirnya dengan lembut. Setelah itu, aku menjadi tak terkendali. Hai Shui bereaksi dengan panik seiring dia merangkul leherku. Seolah-olah dia ingin melepaskan semua cintanya padaku.

COL – Volume 7 / Chapter 12

Escaping from the Abyss

Hari ke tiga dan semblian kali meminup sup tak terasa cepat berlalu, seperti yang telah aku antisipasi untuk Hai Shui datang membebaskanku.

Akhirnya, penantianku telah sampai pada akhirnya. Sebuah cahaya bersinar dan sosok yang taka sing muncul yaitu Hai Shui muncul di hadapanku dengan tas yang panjang di tangannya. Ketika dia melihat bahwa aku masih terkunci di ranjang batu, dia tercengang dan berbisik, “Zhang Gong, kamu masih belum pulih?”

COL – Volume 7 / Chapter 11

Recovering Magic Power

Dengan sedih aku berkata, “Aku telah menyebabkan masalah bagi guru-guru itu.”

Hai Shui berjalan ke hadapanku dan berjongkok. Seluruh tubuhnya gemetar dan air mata mengalir keluar dari matanya. Dia mengeluarkan pil dari dadanya dan memaksanya masuk ke mulutku. Dengan lembut dia membelai wajah kurus dan pucatku lalu berkata, “Bagaimana mereka bisa memperlakukanmu seperti ini? Kakak Zhang Gong, kamu benar-benar menderita.”

COL – Volume 7 / Chapter 9

Behind Bars

Aku berusaha mengatakan, “Tapi apakah ayahmu benar-benar menerimaku? Jangan lupa bahwa aku telah membunuh begitu banyak ras iblis, yang membuat kalian banyak kehilangan. Terlebih lagi aku juga tidak mampu melihatmu menyerang manusia.

Mu Zi tetap terdiam sebelum menjawab, “Mungkin banyaknya kehilangan kali ini akan membuat ayahku berhenti untuk menyerang. Aku memiliki posisi yang sangat penting dalam hatinya. Maukah kamu ikut denganku? Aku tidak ingin berpisah denganmu lagi.”

COL – Volume 7 / Chapter 8

The Truth of the Assassination

Mu Zi melirikku dan berkata, “Apa menurutmu teleportasi itu mudah? Gunung Tian Duo menghalangi jalan untuk mencapai Ström Fortress. Seorang penyihir yang sangat hebatpun tidak akan bisa menggunakan kemampuannya untuk teleport melewatinya. Jika kita benar-benar ingin teleport melewatinya, butuh bantuan seorang Master. Selain itu, Master yang dapat dikirimkan dua orang dalam waktu bersamaan. Menurutmu berapa banyak Master yang kami miliki? Kami memiliki hampir sebanyak yang kalian miliki. Kalau tidak begitu, kita pasti sudah menyerang sejak dulu. Ketika kita bertemu saat itu, Guru Fu Rui telah mencoba selama sebulan. Setelah teleport lima kali, kamu kemudian bertemu dengan beberapa dari kami, karena kekuatan Guru Fu Rui telah habis pada saat itu. Kalau tidak, aku ragu kamu bisa kabur saat itu. Hihi! “

COL – Volume 7 / Chapter 5

Jail Break Success

Aku berkata serius, “Jangan sembarang bicara! Guru yang paling terhormat bagiku adalah Guru Zhen. Pencapaiannya bukanlah suatu hal yang bisa anda bicarakan seenaknya. “

Penyihir itu langsung tersenyum minta maaf dan menjawab, “Ya! Ya! Aku salah bicara aku mohon maaf.”

Ekspresiku melembut dan menjawab, “Sudah cukup. Anda juga tidak perlu terlalu sopan. Usaha anda untuk melindungi Yang Mulia juga tidak sedikit. Aku akan menyampaikan kata-kata yang baik tentang anda kepada Yang Mulia. “

COL – Volume 7 / Chapter 3

The Heart Bleeds

Aku tersenyum canggung. “Itu cuma trik kecil. Hehe! Aaahh! Kamu lihat, mereka telah terbakar menjadi abu. Hmm! Kenapa kedua orang itu tidak terbakar sampai mati? ”

Dua orang yang tidak terbakar hingga mati tersebut adalah yang di lindungi oleh kekuatan tongkat hitam. Meskipun mereka tidak terbakar sepenuhnya, mereka terjatuh ke tanah tanpa ada kekuatan untuk melawan.

COL – Volume 7 / Chapter 2

Forbidden Light of Eternal Recovery

Anggota Royal Mage Union yang berada di bawah kepemimpinan Dun Yu Xi berjuang dengan segenap kekuatan mereka. Dengan kekuatan pertahanan sihir elemen tanah yang sangat kuat sehingga mereka mampu bertahan sampai sekarang.

Setelah melihat di sekeliling tempat, Kaisar Ke Zha tidak ada di sana. Semestinya dia bersembunyi.

COL – Volume 7 / Chapter 1

Assassin in the Palace

Setelah kembali ke asrama, aku tidak bisa tidur meski telah berbaring di tempat tidur. Sejujurnya aku tidak bisa berpisah dengan Mu Zi. Meskipun kita belum mengenal satu sama lain sejak lama dan Mu Zi tidak memiliki suatu hal yang istimewa, selain sihir dan makannya yang banyak. Tapi hatiku telah terkunci padanya. Setiap ekspresi dan senyumnya menggairahkanku. Melihat perasaannya yang sakit, bagaimana aku bisa baik-baik saja.

Saat aku merebahkan tubuhku dan tergeletak di tempat tidur, suara suling yang nyaring tiba-tiba terdengar di luar. Seseorang berteriak keras, “Semua siswa harus segera berkumpul di lapangan latihan! Ini darurat! Semua siswa harus segera berkumpul di lapangan latihan. Ini darurat! “

COL – Volume 6 / Chapter 20

Ke Zha’s Succession

Tiba-tiba, ekspresi Guru Di berubah dan berkata, “Ada sesuatu yang harus ku katakan padamu. Selama liburan ini, Raja Kerajaan telah meninggal dunia. Pangeran Ke Zha sekarang adalah Raja Aixia.”

Aku tercengang, “Apakah Kaisar Kerajaan benar-benar telah tiada?”

Guru Di mendesah. “Itu benar. Sudah sangat sulit baginya untuk mempertahankan hidupnya untuk waktu yang lama. Begitu Pangeran berkuasa, dia akan segera memberikan gelar pada kami para tetua. Setiap orang dari kami memiliki gelar Royal Magician. Kau juga akan menerima gelar itu. “

COL – Volume 6 / Chapter 18

Warm Familial Love

Aku mempersiapkan sihir permanen di lokasi yang relatif tertutup sehingga aku tidak perlu berjalan dan dapat teleport langsung di sini lain waktu.

Aku menggambar sihir teleport kembali di sebelahnya. Tempat ini jauh dari rumahku. Jadi, untuk pergi pulang ke kediaman keluargaku untuk beberapa hari, aku memutuskan untuk menggunakan sihir teleportasi. Meski jaraknya agak jauh, dengan kekuatan sihirku saat ini, seharusnya tidak ada masalah.

COL – Volume 6 / Chapter 17

The Dragon’s Gift

Aku tertawa dan berkata, “Kenapa berterima kasih padaku? Xiao Jin adalah anakmu.” Dalam hati aku tertawa, ‘Raja Naga ini benar-benar konyol. Jika dia tidak ingin Xiao Jin pergi bersamaku, bisakah aku mengalahkan semua naga? Bukankah itu katanya? Sekarang, aku hanya sedikit berbaik hati saja.’ Sebenarnya, yang bodoh bukanlah Raja Naga melainkan aktor utama kami, karena dia tidak tahu bahwa Xiao Jin telah membuat kontrak dengannya. Tanpa seizinnya, Xiao Jin tidak akan bisa meninggalkannya. Jika dia meninggal, Xiao Jin juga akan mati. Inilah sebabnya mengapa Raja Naga menggunakan segala cara yang mungkin untuk membuatnya berjanji agar tidak membiarkan Xiao Jin mati bersamanya.

COL – Volume 6 / Chapter 16

The Holy Sword’s Handle

Aku tidak berani meremehkannya. Aku langsung membaca mantra. Ketika aku membaca mantra, naga itu melafakan sesuatu. Ini buruk Itu adalah mantra sihir dalam bahasa naga. Aku hanya terpaku karena aku tidak tahu apakah kekuatanku akan cukup kuat untuk menghalau serangannya.

Aku akan mempertaruhkan segalanya dengan pertukaran satu ini, “Elemen cahaya, teman-teman terhebatku, aku mohon padamu untuk menggunakan kekuatanmu membentuk sinar cahaya tanpa batas membentuk bintang-bintang kecil yang akan melenyapkan musuhmu, Bright Star Shine!”

COL – Volume 6 / Chapter 15

Backed by the Dragons

Begitulah, aku memutar otak sepanjang hari untuk memberi semua naga tersebut nama yang mereka senangi. Setelah itu, bahkan ibu Xiao jin, yang merupakan naga putih besar, juga datang. Aku juga memberinya nama, White Queen karena dia adalah istri Raja Naga. Ha ha! Setelah memberi mereka semua nama, aku merasa sangat hebat.