Battle Through The Heavens – Chapter 198

Triple Jade-Green Snake Flower Pupils

Jeritan itu terus menggema di udara. Saat jeritan itu semakin kencang dan nyaring, tiga titik berwarna hijau di mata Qing Lin tiba-tiba mengeluarkan cahaya terang. Tiga titik itu berubah menjadi tiga bunga kecil berwarna hijau dalam sekejap…

Diiringi munculnya bunga aneh berwarna hijau ini, cahaya intens tiba-tiba keluar dari mata Qing Lin dan mengarah pada Flame Spirit Serpent di depannya.

Battle Through The Heavens – Chapter 197

Yao Lao Taking Action

Di dalam danau magma yang sangat besar, gejolak api merah meresap di udara. Membuat udara tersebut mengandung uap racun. Tempat di mana manusia biasa akan mati saat dia mendekat dan bersentuhan sekecil apapun.

Pada tempat di mana api berwarna merah melayang, sosok pemuda perlahan muncul. Saat sosok manusia itu muncul, api berwarna merah di sekelilingnya yang meresap juga tiba-tiba mengerumuni tubuhnya.

Battle Through The Heavens – Chapter 196

Two-Headed Flame Spirit Serpent

“Apa yang kita lakukan sekarang? Dengan penjagaan makhluk ini, kau tidak punya kesempatan untuk masuk.” Duduk di samping Xiao Yan, Xiao Ding bertanya dengan senyum pahit.

Xiao Yan menghela napas pelan. Dia meletakkan Energy Recovery Pill ke dalam mulutnya. Tenggorokannya bergulir saat dia menelannya. Setelah merenung selama beberapa saat, dia berkata pelan, “Terlepas dari apa yang terjadi, aku harus mendapatkan Heavenly Flame di tanganku. Aku tahu bagaimana sulitnya mendapatkan Heavenly Flame jadi aku sudah siap secara mental. Kesulitan saat ini tidak melebihi tingkat yang bisa aku tanggung.”

Battle Through The Heavens – Chapter 195

Attacked

Makhluk misterius itu keluar dari magma dan mengeluarkan sebuah lingkaran tajam. Dengan meledak meluncur ke arah Xiao Yan di tengah udara, membuat magma bertebaran tak karuan. Danau magma yang tenang tiba-tiba menjadi kacau. Sejumlah pilar api magma melesat, memberikan pemandangan yang sangat megah.

Di langit, sayap Xiao Yan mengepak dengan cepat. Danau magma yang tiba-tiba berderak juga membuat kulit kepalanya berubah menjadi mati rasa. Dia menggertakkan giginya erat-erat sambil melarikan diri dengan segenap kekuatannya.

Dengan bantuan dari Purple Cloud Wings, Xiao Yan menjadi sangat cepat. Namun, kecepatan makhluk misterius itu tidak kalah darinya. Saat suara itu perlahan menghilang, kecepatan lepas landas dengan lebih cepat dari yang dipikirkan untuk ukurannya.

Battle Through The Heavens – Chapter 194

The Mysterious Creature In The Magma

Magma merah menyala perlahan-lahan mengalir di dalam ruang bawah tanah yang sangat besar. Sesekali, ada gelembung udara besar yang mengambang keluar ari dalamnya. Sesaat kemudian, terdengar suara ‘bang’ pelan saat gelembung pecah. Magma panas itu keluar dari dalam, tampak seindah kembang api yang menyala-nyala.

Berdiri di ujung terowongan kecil, Xiao Yan, Xiao Ding dan Qing Lan menatap dunia magma yang tak berujung. Selain terkejut, mereka semua menelan air liur.

Battle Through The Heavens – Chapter 193

Probing

Di dalam terowongan yang gelap gulita, Xiao Yan memeluk Qing Lin dengan erat saat mereka terus menuruni terowongan. Di tangan Qing Lin terdapat sebuah Moonlight Stone. Moonlight Stone tersebut memancarkan cahaya redup yang membuat Xiao Yan bisa melihat jika rute di depannya terdapat penghalang.

Tak jauh di belakang mereka berdua, lebih dari sepuluh cahaya redup mengikuti. Semua orang memunggungi dinding terowongan yang membuat suara ‘chi chi’ menggema di dalam terowongan.

Battle Through The Heavens – Chapter 192

Passageway

Di luar Rock Desert City, matahari yang bersinar terik dari ketinggian sementara anggota Desert Metal Mercenary Company melanjutkan pencarian mereka.

“Kakak Pertama, apa kau menyadari kalau tidak ada satu pun anggota Sand Mercenary Company di sekitar sini?” berdiri di puncak salah satu bukit pasir, tatapan Xiao Li menyapu sekitarnya. Beberapa saat kemudian, dia mengerutkan kening, memiringkan kepalanya dan memberi tahu Xiao Ding di sampingnya.

“Hehe, mereka bukan hanya tidak ada di sini, bahkan di Rock Desert City, jumlah anggota Sand Mercenary Company yang berkeliaran dengan anehnya menurun. Dan menurut kabar terbaru…

Battle Through The Heavens – Chapter 191

Settling the Trouble

“Kau pikir kau siapa? Beraninya kau berbicara padaku dengan sikap seperti ini?” mendengar perkataan Xiao Yan, MoXing terdiam sesaat. Tak lama setelah itu, dia menatap wajah Xiao Yan dan langsung marah. Xiao Li dan Xiao Ding adalah Pemimpin Perusahaan dari Desert Metal Mercenary Company, jadi tidak aneh jika mereka bersikap kasar saat berbicara dengannya. Namun, bocah kecil ini tampaknya hanya seorang pemuda biasa yang berani memarahinya. Bagaimana hal ini tidak membuat Mo Xing marah karena malu.

Tepat setelah teguran Mo Xing keluar dari mulutnya, ekspresi Xiao Li tiba-tiba menjadi dingin. Sebuah busur listrik melompat dari tombak baja yang ia pegang di tangannya.

Battle Through The Heavens – Chapter 190

Surveying The Terrain

Di padang pasir yang luas, pasir kuning mengamuk.

“Qing Lin, apa kau yakin berada di sini?” wajah Xiao Yan penuh dengan keterkejutan saat ia melihat padang pasir di depannya. Medan di sini sangat biasa tanpa ada yang istimewa yang bisa menarik perhatian seseorang dan terdapat banyak tempat serupa di dalam gurun ini. Sulit bagi Xiao Yan untuk membayangkan ada jejak Heavenly Flame di tempat yang sederhana ini.

Di belakang Xiao Yan ada Xiao Ding dan Xiao Li. Pada saat bersamaan, ada puluhan anggota elit Desert Metal Mercenary Company.

Battle Through The Heavens – Chapter 189

Qing Lin’s Discovery

Mengawasinya selama beberapa menit, pertarungan di medan perang yang tiba-tiba berubah, membuat semua orang yang berada di sekitar medan perang melebarkan mata, tercengang. Sulit membayangkan bahwa Xiao Li, seseorang yang hampir tidak bisa ditandingi di dalam perusahaan, benar-benar dikalahkan dengan serangan misterius Xiao Yan, yang lebih muda darinya tujuh atau delapan tahun.

Di dalam medan perang, Xiao Li menatap ujung tombak dan tertegun selama beberapa lama sebelum akhirnya tersadar. Tatapan matanya menyapu Xiao Yan yang tersenyum di depannya dan mendecakkan lidahnya sambil menggelengkan kepala.

Battle Through The Heavens – Chapter 188

A Competition Between Brothers

Di halaman yang besar dan kosong, sosok manusia berwarna perak dan ungu tampaknya telah mencabik dua jalur di medan perang yang berantakan. Sebuah tempat kosong yang panjang tertinggal di mana mereka berdua lewat.

“Bang!” diikuti suara logam yang keras bersentuhan satu sama lain, gelombang energi yang kencang dengan keras mengalir keluar dari pusat medan pertempuran. Seketika, pertarungan yang terjadi dalam radius sepuluh meter dari keduanya terbelah menjadi lingkaran kosong.

Battle Through The Heavens – Chapter 187

Competition

“Tuan muda, bangun …”

Pagi-pagi sekali, Qing Lin berteriak pelan. Tangannya diletakkan di pinggangnya yang ramping sementara wajahnya yang mungil dan cantik tak berdaya menatap Xiao Yan yang berada di atas ranjang, memeluk selimut dan tidur.

Di bawah teriakan Qing Lin, Xiao Yan dengan setengar sadar membuka matanya. Dengan kelopak mata yang berat, dia dengan malas duduk dan tidak tahu apakah dia harus tertawa atau menangis saat melihat Qing Lin mencibirkan bibirnya di sampingnya.

Battle Through The Heavens – Chapter 186

Qing Lin

Pada malam setelah Xiao Yan tiba di Rock Desert City, Xiao Yan, yang belum pernah menyentuh minuman keras telah membuat pengecualian dan pergi dengan senang hati ke sebuah kiom minuman keras bersama Xiao Ding dan Xiao Li.

Keesokan harinya saat Xiao Yan terbangun dari tidunya, pikirannya terasa mendung dan matanya yang terbuka tampak kabur. Dia menyadari kalau langit sudah cerah. Sambil mengusap kepalanya yang sedikit sakit, dia memiringkan kepalnya dan menatap selimut tipis di tubuhnya sebelum dia duduk tegak. Setelah menggerakkan kepalanya, dia tersenyum pahit, menyilangkan kakinya dan berpose latihan di tangannya. Dia memasuki mode latihan dan mulai mengeluarkan cairan yang tersisa di tubuhnya.

Battle Through The Heavens – Chapter 185

Brothers

Selama perjalanan ke Rock Desert City, Xue Lan telah mengajukan beberapa pertanyaan sopan untuk mengkonfirmasi identitas Xiao Yan, tapi setiap bertanya dia akan dijawab Xiao Yan dengan samar. Hal itu, membuatnya hanya bisa memelototi tak berdaya.

Meskipun Xiao Yan tidak mengakuinya sendiri, setelah Xue Lan mengamati dengan cermat dan teliti penampilannya, dalam hati dia yakin. Pemuda Dou Shi di depannya ini pasti adalah adik laki-laki yang Xiao Ding dan Xiao Li bicarakan, Xiao Yan!

Battle Through The Heavens – Chapter 184

First Meeting With the Snake-People, Initial Show of a Dou Shi’s Power

Kemunculan tiba-tiba seorang pemuda dengan tubuh bagian atas yang telanjang membuat kedua belah pihak sedikit tercengang. Sesaat kemudian, bagaimanapun, pihak tentara bayaran perlahan menjadi tenang. Karena orang yang datang adalah manusia, mereka yakin setidaknya dia sama sekali tidak membantu Snake People.

Kelompok Snake People, saat melihat Xiao Yan, tamu tak diundang ini, menjadi sangat marah. Mata tajam pemimpin kelompok Snake People menatap dingin pada Xiao Yan. Tanpa berkata apa-apa dia melambaikan tangannya dan dua Snake People Dou Zhe bintang lima mengayunkan ekor mereka dan menyerang Xiao Yan dengan ekspresi sengit.

Battle Through The Heavens – Chapter 183

Coincidental Meeting

Pasir berwarna keemasan adalah warna utama di gurun pasir yang luas ini. Angin kencang membawa pasir, menelan ruang antara tanah dan langit sambil melolong tak henti-hentinya.

Di gundukan pasir, Xiao Yan yang telanjang dada, mengerutkan kening dengan kencang sambil melihat peta di tangannya. Sudah lebih dari sepuluh hari sejak ia memasuki Tager Desert. Setelah lebih dari sepuluh hari berjalan, Xiao Yan akhirnya mendekati daerah yang ditandai dengan simbol api di peta. Namun, sejak memasuki wilayah itu kemarin, Xiao Yan tidak dapat menemukan jejak Heavenly Flame meski telah mencari sepanjang hari.

Battle Through The Heavens – Chapter 182

Tough Training in the Desert

Di gurun yang luas, badai pasir mengamuk. Seorang pemuda yang mengenakan jubah panjang Alchemist perlahan berjalan melewati badai pasir. Jejak kaki yang tertinggal dalam pasir kuning di belakangnya tertutup oleh badai pasir dalam sekejap, mengubur semua jejak perjalanannya.

Lingkungan di Tager Desert jauh lebih kejam dari perkiraan Xiao Yan. Di bawah terpaan sinar matahari yang panas, pasir kuning di bawah kakinya seperti potongan logam kecil yang menghisap panas, membuat Xiao Yan tanpa sadar menyentakkan bibirnya setiap kali menginjaknya.

Battle Through The Heavens – Chapter 181

Journey Through The Desert

Melihat Xiao Yan menganggukkan kepalanya, Hai Bodong akhirnya mendesah lega. Senyum di wajah tuanya sedikit melebar.

“Berikan formula obat itu… oh, ya, kau tahu peraturan ketika mempekerjakan seorang Alchemist untuk meramu obat, bukan?” Xiao Yan tersenyum pada Hai Bodong, “Siapkan bahan-bahannya sendiri!”

Hai Bodong mengangguk sambil tersenyum pahit. Dia tentu tahu betul peraturan itu, tapi bagaimanapun juga, telapak tangannya yang keriput menyambar jenggot saat dia berkata dengan sedikit malu, “Aku telah mengumpulkan sebagian besar bahan obat yang dibutuhkan oleh formula obat tersebut. Namun, masih kurang salah satunya.”

Battle Through The Heavens – Chapter 180

The One Who Was Once Among the Top Ten. Ice Emperor!

Sambil menatap pria tua di depannya yang tertutup lapisan es putih misterius, Xiao Yan menghela napas lega. Dia melambaikan tangannya meminta maaf kepada orang tua itu sebelum berbalik pergi.

“Nak, aku benar-benar telah meremehkanmu.” Tepat ketika Xiao Yan telah memutar tubuhnya, suara lelah orang tua itu terdengar dari lapisan es.

Menghentikan langkahnya, Xiao Yan memiringkan kepalanya dan melihat pria tua di lapisan es yang perlahan membuka matanya. Namun, Xiao Yan tidak merasakan panik dalam hatinya.

Battle Through The Heavens – Chapter 179

Yao Lao Taking Action

Di dalam lingkungan kabut dingin yang meresap, seolah seseorang telah berjalan ke dalam ruangan yang penuh dengan udara dingin. Kabut putih di sekelilingnya menyebar luar dan seseorang tidak terlihat bisa mengakhirinya.

Di tengah kabut putih, pria tua itu mengangkat kepalanya saat melihat pemuda di tengah uadra itu dengan wajah tercengang. Sesaat kemudian, ekspresinya perlahan-lahan menjadi sangat serius sambil dia menggeram dengan suara pelan, “Nak, apa ini Secret Technique?”

Battle Through The Heavens – Chapter 178

Fight

Dengan jubah Dou Qi yang menutupi tubuhnya, Xiao Yan dapat dengan jelas merasakan bahwa kondisi tubuhnya telah meningkat pesat. Dia segera menyambar Heavy Xuan Ruler di punggungnya erat-erat dan menariknya kuat-kuat. Diiringi dengan suara pelan, Heavy Xuan Ruler menusuk tanah dan membuat jejak yang dalam.

Dengan tangannya erat memegang Heavy Xuan Ruler, tatapan tajam Xiao Yan dengan hati-hati menyapu kabut di sekitarnya yang telah menyeruak dalam ruangan.

Battle Through The Heavens – Chapter 177

Mysterious Old Man

Tangan Xiao Yan sedikit gemetar saat dia memegang potongan peta yang tampak seolah-olah akan berubah menjadi debu dengan satu sentuhan. Ada kebahagiaan yang tak karuan yang tak bisa disembunyikan di matanya. Dia tidak menyangka akan menemukan salah satu potongan peta misterius dalam keadaan seperti itu.

Xiao Yan tidak bisa memahami arti di balik rute misterius yang ia lihat di potongan peta yang menguning ini. Namun, garis besar rute ini sedikit familiar. Ini karena dia telah melihat jenis potongan peta misterius ini saat dia dan Peri Dokter sedang mencari harta karun di sebuah gua di dalam Magic Beast Mountain Range…

Battle Through The Heavens – Chapter 176

The Mysterious Map Fragment?

Setelah sampai di lokasi sekitar beberapa ratus meter dari kota, kecepatan terbang Xiao Yan perlahan menurun. Tubuhnya sedikit bergetar dan Purple Cloud Wings di punggungnya mengeluarkan gelombang cahaya berwarna ungu pucat sebelum perlahan menyusut. Setelah itu, sayap itu berubah menjadi tato dan menempel di punggung Xiao Yan.

Xiao Yan menggulingkan tubuhnya di udara sebelum kakinya menginjak tanah. Setelah membersihkan debu dari tubuhnya dengan ringan, dia mengangkat kepalanya dan menatap kota berwarna kuning besar yang ada di kejauhan. Dia mendesah lega sambil tersenyum.

Battle Through The Heavens – Chapter 175

Arrival

Mendengar suara tua yang terdengar dari dalam ruangan, Xiao Yan mendesah lega.

Orang tua yang baru saja bergegas masuk ruangan perlahan mundur. Saat itu, seseorang bisa melihat telapak tangan yang agak tua di leher orang itu. Seperti cakar elang, mencengkeram erat di tenggorokannya.

Ekspresi Ha Lang sedikit tercengang saat dia menatap pria tua yang acuh tak acuh di depannya. Sebagian alasan dia tertangkap adalah karena dia tidak siap.

Battle Through The Heavens – Chapter 174

The Murder Caused by the Tier Five Medicinal Pill

Xiao Yan menghabiskan tiga hari perjalanan terbang dengan burung terbang di dalam ruangannya sendiri. Meski ada dua pemberhentian selama perjalanan untuk beristirahat, dia tidak melangkah keluar. Sebaliknya, dia terus tinggal di dalam kamarnya, dengan cermat menyerap semua langkah yang diambil Yao Lao saat memperbaiki pil obat ke dalam pikirannya.

Kali ini, Yao Lao membutuhkan waktu dua setengah hari untuk meramu obatnya. Hasil ini hanya bisa diraih dengan persyaratan Yao Lao mendapat bantuan dari Heavenly Flame. Dari sini, dapat dilihat jika seorang Alchemist biasa ingin berhasil meramu Blood Lotus Pill, itu tidak mungkin dilakukan dalam jangka waktu kurang dari sepuluh hari.

Battle Through The Heavens – Chapter 173

During the Flight

Setelah berjalan keluar dari Alchemist Association, Xiao Yan melirik sekelilingnya sebelum melangkah ke tengah kota di mana Flying Transportation Company berada.

Setelah melewati beberapa jalan yang asing dan menanyakan arah sepanjang jalan, Xiao Yan akhirnya menemukan Flying Transportation Company yang berada di tengah ruang lebar setelah sepuluh menit.

Ada lebih dari sepuluh monster burung besar yang berada di alun-alun yang luas. Monster burung jenis ini dikenal dengan nama Thick Winged Bird. Mereka bukan termasuk ke dalam klasifikasi Magic Beast dan bukan hanya burung.

BTTH Chapter 172

 

Sambil menatap ke arah kotak giok putih di depannya, kegembiraan muncul di wajah Xiao Yan. Tangannya sedikit gemetar saat ia meraih ke depan, berniat memegang botol batu giok kecil di tangannya.

Melihat sikap Xiao Yan, kilatan mengejek melintas di mata keruh Gu Te yang duduk di hadapannya.

Ketika Xiao Yan menyentuh botol batu giok kecil itu, jantungnya berdegup kencang. Dia mendapati bahwa tangannya yang bersentuhan dengan benda itu merasakan dingin yang menusuk tulang. Dalam sekejap, telapak tangannya tertutupi lapisan es tipis. Selain itu, es tersebut segera menyebar ke lengan Xiao Yan.

Perubahan tak terduga tersebut membuat ekspresi Xiao Yan sedikit berubah. Dia mendapat sebuah ide dan benang dari Dou Qi berwarna ungu di tubuhnya segera melewati beberapa Qi Paths kemudian mengalir ke lengannya. Seketika, api berwarna ungu samar-samar berkembang dari lengan Xiao Yan dan mendapati jalan buntu dengan udara dingin sebelum mencairkannya secara perlahan.

Lengannya sedikit gemetar dan membuang noda air di atasnya. Tangan Xiao Yan telah tertutup api berwarna ungu pucat saat dia kembali meraih botol batu giok kecil itu. Kali ini, dia mengangkatnya tanpa ada perubahan dalam ekspresinya.

BTTH Chapter 171

 

Dengan mata tuanya yang keruh itu dia dengan seksama menatap botol kecil di atas meja, beberapa lama kemudian, Gu Te menjilat bibirnya, dengan hati-hati mengulurkan tangannya dan meraih botol itu ke tangannya. Dia meletakkan di bawah hidungnya dan mengendus uap ungu yang padat itu. Seketika, ia merasakan Dou Qi tipe api di dalam tubuhnya, yang pada awalnya beredar secepat kura-kura, menjadi jauh lebih aktif.

“Tsk tsk. Sesuatu yang hebat.” Merasakan perubahan di tubuhnya, wajah tua Gu Te tempat terkejut. Dia mendesah takjub sambil menggigit bibirnya. Bertahan selama beberapa saat, dia tiba-tiba membalikkan tubuhnya dan mulai mencari di tumpukan sampah di sampingnya. Kemudian, dia mengambil sebuah piring kristal kecil dan jarum berongga sempit.

Dia meletakkan jarum berongga sempit itu ke dalam botol batu giok dan dengan pelan mencubitnya, menyedot dan mengisi jarum berongga itu dengan cairan berwarna ungu. Setelah itu, dia dengan hati-hati menjatuhkannya di tengah piring kristal.

Saat cairan berwarna ungu itu diteteskan ke piring kristal, Xiao Yan dan Gu Te dapat dengan samar melihat api berwarna ungu menari dari tetesan cairan berwarna ungu itu.

“Benda ini…” mengerutkan alisnya, Gu Te berpikir sejenak. Dia kemudian tiba-tiba berbalik dan mengeluarkan sebuah buku yang sangat tebal dari balik penutup lempengan batu. Setelah itu, dia membukanya dan segera melihat ke dalamnya, tampak seperti sedang mencari sesuatu.