Battle Through The Heavens – Chapter 170

Exchange

Ao Tuo memberi isyarat pada Xiao Yan, dia maju dua langkah dan mendorong pintu rumah tersebut. Namun, sebelum dia masuk, bubuk berwarna hita dengan aroma jahat tersembur dari segala arah dari dalam rumah itu.

Kejadian tiba-tiba yang tidak diduga tersebut membuat Xiao Yan sedikit terkejut. Dia dengan hati-hati mundur beberapa langkah dengan tangan kanannya yang segera memegang Heavy Xuan Ruler sambil dia melengkungkan tubuhnya.

Sebelum serbuk hitam tersebut tersembur dari dalam ruangan, Ao Tuo mengusap bibirnya dan melambaikan lengan bajunya dengan kencang.

Battle Through The Heavens – Chapter 169

Gu Te

“Ice Spirit Cold Fountain?”

Mendengar nama yang dilontarkan Xiao Yan, Frank dan Ao Tuo terdiam sejenak. Sesaat kemudian, mereka berkata dengan nada terkejut, “Anak muda, Ice Spirit Cold Fountain adalah bahan Spiritual yang sangat langka dan berharga. Dengan kemampuanmu saat ini, sepertinya kau tidak memerlukan sesuatu seperti ini.”

Sambil tersenyum, Xiao Yan berkata samar-samar, “Aku sangat membutuhkan barang ini. Grandmaster, apakah Anda mengenal seseorang di Alchemist Association yang memilikinya? Jika ada, aku bisa membayar dengan harga mahal sebagai gantinya.”

Battle Through The Heavens – Chapter 168

The Incredible Treatment for Alchemists

Melihat wajah Frank dan Ao Tuo yang penuh takjub, tenggorokan semua orang di aula berguling. Melihat sikap keduanya, pemuda itu jelas telah lulus ujian tier dua.

“Sungguh menakutkan…” semua orang saling menatap sambil mereka mendesah pelan dalam hati. Seorang Alchemist tier dua berusia sembilan belas tahun. Ini bisa dianggap sebagai rekor baru di Kekaisaran Jia Ma.

“Orang ini… benar-benar berhasil? Pada usia sembilan belas tahun, dia benar-benar mencapai level Dou Shi? Bagaimana mungkin?” membuka bibir merahnya, Lin Fei dengan pelan menggumam kaget.

Battle Through The Heavens – Chapter 167

The Youngest Tier Two Alchemist

“Lanjut mengikuti ujian untuk Alchemist tier dua?”

Perkataan Xiao Yan tidak hanya membuat Frank dan Ao Tuo memperlihatkan ekspresi murung tapi juga membuat kedua wanita itu, Xue Mei dan Lin Fei, di sampingnya tiba-tiba menghentikan apa yang sedang mereka lakukan dan mengangkat kepala mereka. Wajah mereka penuh dengan keheranan saat mereka menatap kosong pemuda di depan meja.

Di dalam aula, semua orang menatap bodoh pemuda itu. Jika keberhasilan Xiao Yan dalam melewati Alchemist tier satu beberapa saat lalu membuat mereka merasa takjub dalam hati, maka pertanyaan berikutnya membuat semua orang tercengang.

Battle Through The Heavens – Chapter 166

Passing the Test

“Anak itu… benar-benar memanggil api berwarna ungu? Jangan bilang… ini adalah Heavenly Flame?! Bagaimana bisa?”

Semua Alchemist di dalam aula menatap api yang membara dan membakar di dalam kuali obat dengan syok. Karena ada tirai tipis yang memisahkan mereka, mereka tidak bisa memastikannya dengan pasti. Namun, warna api itu jelas bukan Dou Qi Flame biasa yang tercipta dari Dou Qi yang kental.

“Heavenly Flame?” Frank dan Ao Tuo saling melirik dan langsung menggelengkan kepala.

“Tampaknya bukan… apalagi, dengan kekuatan anak itu, dia pasti tidak bisa mengendalikan Heavenly Flame yang tidak mudah untuk dikendalikan!”

Battle Through The Heavens – Chapter 165

The Test for a Tier One Alchemist

Di ambang pintu, berdiri sosok tinggi dengan mata transparan seperti mata air sejuk di atas gunung bersalju, wajah yang cantik, dan alis yang panjang. Tubuhnya yang tinggi dan lincah mengenakan gaun berwarna perak yang ketat. Pakaian berwarna perak dan kulitnya yang hangat seperti saling memuji, membuat gadis itu terlihat cantik. Apa yang membuat orang lain sangat takjub adalah bahwa gadis berpakaian perak ini benar-benar memiliki rambut perak yang panjangnya hingga ke pinggang.

Warna perak ini bukan warna perak pucat dari penyakit. Sebaliknya, seperti benang perak yang lembut dan indah. Saat tertiup, membuat gadis berpakaian perak itu mempunyai daya tarik yang unik.

Battle Through The Heavens – Chapter 164

The Alchemist Association

Memasuki Alchemist Association, samar-samar aroma obat tercium, memberi perasaan segar.

Bagian dalam dari aula tidak ada banyak orang, hanya sedikit orang yang melakukan pekerjaan mereka dengan tenang. Mendengar suara langkah kaki, beberapa dari mereka mengangkat kepala dan mengalihkan tatapan mereka ke arah pemuda yang membawa pedang besar di punggungnya yang tampaknya hampir menyeret tanah. Setelah kebingungan terlihat di mata mereka, mereka kembali menenggelamkan diri mereka dalam pekerjaan mereka. Mereka tidak berpikir tak ada seorangpun yang berani membuat kekacauan dalam Alchemist Association.

Berdiri di dalam aula besar yang sedikit sepi, Xiao Yan menggelengkan kepalanya tak berdaya. Dia mencari seseorang untuk bertanya mengenai prosedur untuk mendapatkan lencana peringkat Alchemist ketika seorang gadis muda berpakaian hijau pucat buru-buru keluar dari balik sebuah ruangan dan dengan cepat menuju Xiao Yan.

Battle Through The Heavens – Chapter 163

Grandmaster Ao Tuo

Pada hari kedua, tepat saat cahaya pagi bersinar di darat, Xiao Yan meninggalkan penginapan. Saat dia pergi, dia bertanya tentang lokasi Alchemist Association di kota.

Berjalan pada pagi hari, Xiao Yan teringat ekspresi terkejut dan sanjungan yang tampak di wajah pemilik penginapan ketika Xiao Yan menanyakan lokasi Alchemist Association. Dia diam-diam merasa lucu dan mendesah pelan. Tampak seperti identitas mulia yang dimiliki oleh Alchemist adalah sesuatu yang tertanam di hati semua orang di wilayah Dou Qi. Jika tidak, orang-orang tersebut tidak akan memperlihat ekspresi hormat saat membicarakan Alchemist Association.

Black Rock City memang hidup seperti  namanya sebagai salah satu kota terbesar di Kekaisaran Jia Ma. Meski masih sangat pagi, jalanan sudah ramai; penuh dengan suara dan manusia.

Battle Through The Heavens – Chapter 162

The Three Things Necessary to Refine the Heavenly Flame

Di salah satu pegunungan di perbatasan timur Magic Beast Mountain Range.

Berdiri di puncak gunung, Xiao Yan mengangkat kepalanya dan melihat Blue Eagle berputar-putar di langit. Dia melambaikan tangannya kepada wanita berpakaian putih yang berdiri anggun di atas punggung elang dan berteriak sambil tersenyum, “Peri Dokter, kita akan berpisah di sini. Kita akan bertemu lagi jika kita ditakdirkan untuk bertemu.”

“Hati-hati, Xiao Yan!”

Peri Dokter menundukkan kepalanya dan menatap pemuda di atas gunung sambil tersenyum. Senyuman tersebut sedikit mengandung kesedihan tapi setelah dia melambaikan tangannya, dia segera pergi. Dia mengarahkan Blue Eagle dan menyeimbangkan tubuhnya sebelum terbang ke arah barat langit di tengah teriakan nyaring elang tersebut.

Battle Through The Heavens – Chapter 161

Parting

Setelah melompat keluar dari gua, mata Xiao Yan menyapu lembah. Saat ini, lampu di dalam rumah jerami kecil masih menyala. Di luar rumah jerami, sosok cantik dan lembut sedang mengenakan gaun putih duduk di kursi kecil. Sambil bersandar di pintu dan menggunakan cahaya dari api di belakangnya, kepala sosok itu merunduk, asyik dengan gulungan tujuh warna di tangannya.

Tampak mendengar suara langkah kaki dari kejauhan, Peri Dokter mengerutkan alisnya dan mengalihkan tatapannya dari gulungan tersebut. Dia melihat pemuda yang berjalan perlahan di bawah sinar rembulan dan tidak bisa menahan senyum, “Apakah latihanmu sukses? Masih ada makanan hangat di dalam rumah.”

Battle Through The Heavens – Chapter 160

The Difference Between a Dou Shi and a Dou Zhe

Pakaian di tubuh Xiao Yan menggembung selama beberapa lama sebelum kemudian kembali menempel pada kulit Xiao Yan. Xiao Yan melepaskan napas sebelum berdiri dan berbalik menghadap Yao Lao yang tersenyum di sisinya. Membuka mulutnnya dan menyeringai, Xiao Yan tidak bisa menyembunyikan kegembiraan di wajahnya. Dengan waktu setahun, dia akhirnya bisa mencapai Dou Shi. Selama ini, dia telah melakukan begitu banyak usaha dan keringan untuk mencapai keberhasilan seperti kupu-kupu yang terlepas dari kepompongnya.

Menjadi Dou Shi berarti Xiao Yan telah keluar dari kelas yang dimiliki oleh mayoritas orang. Meskipun kelas Dou Shi masih dianggap berada pada tingkat yang paling rendah di Wilayah Dou Qi, namun masih dianggap jauh lebih kuat dan kelas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Dou Zhe yang merupakan kelas terendah. Yang paling penting, Xiao Yan masih belia yang punya banyak waktu untuk memperkuat dirinya sendiri!

Battle Through The Heavens – Chapter 159

Advancing to Dou Shi!

“Hampir menerobos?”

Xiao Yan menatap Yao Lao, tertegun. Beberapa saat sebelum dia perlahan tersadar setelah mendengar kata-kata tersebut. Dia melanjutkan dengan berkata, setengah tidak percaya, setengah bahagia.

“Ya.”

Merasa energi di sekitarnya seperti terburu-buru, Yao Lao tersenyum, “Bersiaplah untuk menerobos, inilah kesempatanmu. Jikau kau melewatkannya, kau tidak akan pernah tahu berapa lama kau harus menunggu sampai kesempatan berikutnya.”

Battle Through The Heavens – Chapter 158

Refine Pills! Qi Method Evolution!

Duduk dengan kaki disilangkan di dalam gua, Xiao Yan mengeluarkan Medicinal Cauldron dari cincin penyimpanan dan meletakkannya dengan pelan di depannya. Dia kemudian meletakkan semua bahan obat yang dibutuhkan untuk meramu ‘Path Protecting Kill’ dan ‘Icy Heart Pill’ di sampingnya. Setelah dia memeriksa semuanya dengan seksama, dia kemudian mengeluarkan napas dengan tenang.

Melihat Xiao Yan hendak menyalakan api untuk meramu obat, Yao Lao perlahan dengan terhuyung-huyung keluar dari dalam cincin. Dia mendarat di sebuah batu besar, melipat tangannya dan melihat Xiao Yan bekerja sambil tersenyum.

Battle Through The Heavens – Chapter 157

Getting the Monster Core

Saat dia melihat Magic Beast terjatuh di sampingnya, Xiao Yan membuang kain di tangannya yang penuh dengan darah. Setelah itu, dia membalikkan tangannya dan terlihat belati. Sambil berjongkok, dia membuka kepala Magic Beast dengan mengabaikan semua orang dan perlahan mulai mencarinya.

Setelah beberapa kali memotong, alis Xiao Yan mengerut dan dia menggeleng tak berdaya. Dia menyeka darah pada belatinya kemudian menyimpannya. Kemudian, dia berdiri dan mengangkat bahu ke arah orang-orang yang memperhatikannya. “Sepertinya aku tidak beruntung. Tidak ada apa-apa sama sekali.”

Battle Through The Heavens – Chapter 156

The Preparations Before Swallowing the Purple Flame

Sejak hari di mana Peri Dokter jatuh pingsan setelah mengkonsumsi racun, hari-hari di lembah kembali santai dan damai seperti sebelumnya. Sepertinya Peri Dokter sangat terharu karena Xiao Yan tidak menjauh setelah mengetahui kondisinya. Sekarang, dia telah sampai pada titik di mana tidak ada yang tidak dia bicarakan pada Xiao Yan.

Dari yang terlihat, tindakan Xiao Yan yang awalnya dari rasa kasihan entah bagaimana telah memenangkan kepercayaan penuh dari Peri Dokter. Mengenai ini, bahkan Xiao Yan pun merasa terkejut.

Battle Through The Heavens – Chapter 155

The Terrifying Condition

Kemenangan kecil: meski Yao Lao sangat samar mengenai hal itu, Xiao Yan masih bisa merasakan maknanya. Ketika wanita itu berada di level Dou Huang, dia sudah berani menggunakan kekuatannya melawan Dou Zong level practitioners. Dan saat dia bertarung dengan Yao Lao, dia telah mencapai level Dou Zong namun pada akhirnya Yao Lao berada di atasnya. Sepertinya, tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa saat itu Yao Lao berada di puncak di wilayah Dou Qi.

Sambil menatap wajah tertegun Xiao Yan, Yao Lao tidak bisa menahan diri untuk tidak berduka, “Apa yang harus diherankan? Ke depannya, kau juga bisa mencapai tahap itu!”

“Mungkin.”

Battle Through The Heavens – Chapter 154

Woeful Poison Body

Hari demi hari perlahan berlalu ketika Xiao Yan diam-diam berlatih di lembah yang terisolasi. Sejak Xiao Yan mulai memperbaiki Purple Flame, setengah bulan telah berlalu.

Selama setengah bulan ini, Xiao Yan pada dasarnya telah menyerah untuk melatih Dou Qi nya dan memindahkan semua energi yang diserap tubuhnya dari sekelilingnya ke Purple Flame yang mirip dengan jurang maut. Karena kegilaan berkepanjangan ini, pencapaian Xiao Yan juga sangat jelas.

Purple Flame, yang dulunya kira-kira seukuran kelingking seseorang, kini telah membesar sepuluh kali. Setiap kali Xiao Yan melihat ke dalam dirinya dan melihat Puple Flame yang tumbuh, perasaan puas muncul di dalam dirinya. Dengan kecepatan ini, dia setidaknya akan membutuhkan setengah bulan lagi sebelum Purple Flame mencapai persyaratan yang diperlukan untuk mengembangkan Qi Method-nya.

Battle Through The Heavens – Chapter 153

Strange Musings

Mengemas semua barangnya, Xiao Yan meninggalkan gua. Saat ini, di luar sedang siang hari. Terangnya sinar matahari yang terik, menyesakkan seluruh pegunungan dengan panas terik.

Setelah melompat turun dari gua dan berjalan beberapa langkah, dia kebetulan bertemu dengan Peri Dokter, yang membawa keranjang bunga dan baru saja kembali dari memetik obat. Saat ini, dia mengenakan kain hijau di atas kepalanya, seperti gadis desa yang cantik. Xiao Yan sedikit geli, menggelengkan kepalanya kemudian tersenyum menyapanya.

Peri Dokter tersenyum manis pada Xiao Yan, matanya menyapu gua tersebut. Dia cukup pintar untuk tidak mengajukan pertanyaan, setiap orang memiliki rahasianya sendiri dan dia tak terkecuali. Jadi, dia tidak menyelidik lebih dalam apa yang Xiao Yan lakukan di dalam gua dan berpura-pura tidak melihat apa-apa. Xiao Yan tidak berkomentar mengenai reaksi tersebut, meski dia senang dan menyukai cara Peri Dokter bereaksi.

Battle Through The Heavens – Chapter 152

Refining the Flame Seed

“Flame Seed?”

Xiao Yan sedikit tercengang saat mendengar perkataan Yao Lao. Dia terkoyak antara tertawa dan menangis saat berkata, “Mengapa aku merasa perkataanmu seperti menyarankan membesarkan seekor binatang di rumah, menunggunya besar  dan kemudian membantainya?”

“Hehe, prinsipnya sama.” Yao Lao mengangguk sambil tersenyum.

Xiao Yan menganggukkan kepalanya dan menatap Purple Flame kecil yang menggeliat di jarinya yang merupakan satu-satunya harapan untuk mengembangkan Qi Methodsnya. Heavenly Flames sedikit terlalu jauh untuknya sementara Purple Flame dari Amethyst Essence hanya cocok untuk keadaan dan kekuatannya saat ini.

Battle Through The Heavens – Chapter 151

Purple Flame

Di dalam lembah kecil yang terisolasi itu, Xiao Yan dan Peri Dokter dengan damai menjalani hidup mereka. Yang satu berlatih keras melatih Dou Qi nya sementara yang lainnya serius mempelajari Poison Book. Keduanya tidak saling mengganggu dan hari-hari yang mereka lalui begitu tenang dan memuaskan.

Menggapai Dou Shi ternyata jauh lebih sulit daripada yang dibayangkan Xiao Yan. Setelah berlatih di lembah selama hampir setengah bulan, meski Dou Qi di dalam tubuhnya menjadi lebih kuat dan lebih kohesif, perasaan akan mencapai tahap selanjutnya tidak terlihat. Untuk ini, Yao Lao hanya mengatakan untuk menunggu dengan tenang, semua sesuai dengan takdir nasib.

Battle Through The Heavens – Chapter 150

Small Valley

Peri Dokter melongok ke halaman yang hampir berubah menjadi reruntuhan kemudian menatap kosong. Matanya yang cantik terlihat cemerlang saat dia menatap pemuda yang membawa Heavy Xuan Ruler. Tangannya dengan lembut menyentuh Blue Eagle sambil perlahan turun ke halaman.

Dengan cepat melompat turun dari punggung elang, Peri Dokter berjalan ke sisi Xiao Yan dan menatap ke tempat di mana Mu She terlempat. Dia dengan lembut berkata, “Bagaimana keadaannya?”

“Paling tidak dia terluka parah.” Xiao Yan tersenyum sebelum tiba-tiba terbatuk keras beberapa kali. Tangannya menutupi mulutnya dan sesaat kemudian, noda darah terlihat di telapak tangannya.

Battle Through The Heavens – Chapter 149

Killing a Two Star Dou Shi

Mu She perlahan mengangkat tombaknya sembari dia menatap muram Xiao Yan yang tersenyum tenang. Di bawah keinginan membunuhnya, Dou Qi di dalam tubuhnya mulai menggelora cepat. Di permukaan tubuhnya, Dou Qi hijau pucat perlahan lepas dari tubuhnya, membentuk jubah Dou Qi hijau tipis di atas tubuhnya.

Memanipulasi Dou Qi menjadi jubah energi yang melekat pada tubuh adalah tanda seorang Dou Shi. Jubah energi ini tidak hanya memperkuat pertahanan, kecepatan dan serangan pemiliknya, tapi juga meningkatkan penyerapan energi dari sekelilingnya sehingga energi yang habis saat bertarung akan bertambah. Oleh karena itu, tindakan pertama hampir semua Dou Shi selama pertempuran adalan mengeluarkan jubah Dou Qi ini.

Battle Through The Heavens – Chapter 148

Wreak Havoc

Melihat semakin banyak tentara bayaran yang memenuhi halaman, Xiao Yan tersenyum samar. Terlepas dari semuanya, dia perlahan berjalan mau di depan kerumunan banyak orang.

“Maaf, aku ke sini untuk membuat malapetaka!”

“Anak muda, kau punya nyali!”

Saat melihat kesombongan Xiao Yan, kemarahan Mu She berubah menjadi senyuman. Dengan lambaian tangannya, di depan pintu yang semula hancur, pintu hitam tebal tak diduga tiba-tiba muncul dari celah rahasia. Dengan suara ledakan, benda itu benar-benar menutup pintu keluar.

Menjelang pintu tertutup, semakin banyak anggota Wolf Head Mercenaries Company yang keluar dari halaman dalam dan mengelilingi Xiao Yan dengan ekspresi yang tidak ramah.

Battle Through The Heavens – Chapter 147

Breaking into the Wolf’s Head

Sambil berdiri di atas punggung elang yang besar, Xiao Yan menundukkan kepalanya dan melihat kota kecil itu menyusut saat dia terbang menjauh. Dia kemudian menatap elang biru yang bersemangat di bawahnya, merasa sangat iri; kendaraan yang bisa terbang seperti ini adalah sesuatu yang orang lain inginkan.

Saat tangannya dengan lembut menyentuh bulu elang biru itu, Peri Dokter melihat ekspresi Xiao Yan dan tidak bisa menahan tawanya, “Kenapa? Apa kau tertarik dengan Xiao Lan ku? Tapi aku tidak akan memberikannya padamu. Dia telah menemaniku selama bertahun-tahun.”

“Aku mungkin iri tapi aku tidak akan merebut benda favorit orang lain. Dan bahkan jika kau bersedia, aku tidak akan mau.” Xiao Yan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Dia tahu kalau di wilayah Dou Qi, memiliki hewan peliharaan yang bisa membantu seseorang dalam pertempuran mengharuskan pemilik dan Magic Beast tersebut memiliki hubungan khusus karena tidak ada kontrak spesial yang akan mengikat mereka.

Battle Through The Heavens – Chapter 146

Meeting the Little Fairy Doctor again

Xiao Yan, yang telah terisolasi selama beberapa bulan terakhir ini, tidak bisa menahan diri untuk tidak menghela napas secara emosional saat dia berjalan di antara kerumunan orang di kota kecil itu dan mendengarkan kegaduhan dari sekitarnya. Manusia memang makhluk yang gemar hidup sebagai kelompok. Jika dia tinggal sendirian di alam liar selama beberapa dasawarsa, apakah dia masih bisa berbicara?

Sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum, Xiao Yan melemparkan pertanyaan konyol dari kepalanya dan menepuk Heavy Xuan Ruler di punggungnya yang telah terbungkus dengan kain hitam. Dia berdiri di persimpangan dan mengamati suara di sekelilingnya. Setelah merenung beberapa saat, dia menarik seorang pejalan kaki dan bertanya di mana letak Thousand Medicinal House. Dia kemudian membuka langkahnya dan bergegas ke arah yang ditunjukkan pejalan kaki tersebut.

Setelah berjalan melewati beberapa jalur, suara riuh itu perlahan memudar dan Xiao Yan perlahan mengikuti jalan setapak yang sepi menyusuri jalan sempit. Sesaat kemudian, sebuah rumah kecil yang terlihat unik terlihat di depan matanya.

Battle Through The Heavens – Chapter 145

Killing a Nine Star Dou Zhe

Gan Ma yang terlalu arogan, dalam sekejap, berubah menjadi seseorang yang tak disangka diinjak oleh kaki orang lain. perubahan seratus delapan puluh derajat ini tidak hanya membuat Ka Gang dan yang lainnya terpaku dan terkejut tapi juga membuat bawahan di belakang Gan Mu terlihat terkejut.

Di jalan yang luas, beberapa orang yang lewat dengan mata terbelalak menatap Gan Mu yang di bawah kaki Xiao Yan dan tidak dapat menyadarkan pikiran mereka. Sesaat jalanan yang berisik itu menjadi sangat sunyi.

Beberapa saat kemudian, Ka Gang dan kelompoknya tersadar. Mereka menatap Gan Mu yang tertekan di bawah kaki Xiao Yan dan saling melirik satu sama lain. Apakah orang ini Dou Zhe bintang dua yang sebelumnya? Dari kecepatan dan kekuatan yang diperlihatkannya, kekuatan menakutkan pemuda ini tidak lebih lemah dari Gan Mu Dou Zhe bintang sembilan.

Battle Through The Heavens – Chapter 144

Gan Mu

Berjalan pelan di dalam hutan lebat, mata Xiao Yan melirik hutan yang mulai menipis dan mendesah lega. Dia saat ini berada di tepi luar Magic Beast Mountain Range. Jika dia terus berjalan sedikit lagi, dia pasti akan bertemu dengan beberapa Tentara bayaran yang telah memasuki pegunungan untuk mencati Magic Beast.

Sambil mengangkat kepalanya, Xiao Yan memperhatikan langit yang sedikit gelap dan tanpa sengaja mengerutkan keningnya. Sepertinya dia harus bermalam di pegunungan sekali lagi.

Sambil menggelengkan kepalanya, Xiao Yan menepuk Heavy Xuan Ruler di punggungnya; benar-benar telah dibungkus dengan kain hitam. Heavy Black Ruler di punggungnya menjadi tanda yang unik, membuat Xiao Yan tidak punya banyak pilihan selain memikirkan cara menyembunyikannya untuk menghindari masalah yang tidak perlu.

Battle Through The Heavens – Chapter 143

Nine Star Dou Zhe

Saat Xiao Yan terbangun dari ketidaksadarannya, hari sudah terbenam. Perlahan membuka matanya dan dengan pelan menggerakkan jarinya, tidak merasakan rasa sakit yang dia perkirakan. Sebenarnya, justru ada perasaan penuh energi di dalam tubuhnya.

Perasaan nyaman yang dia rasakan ini membuat Xiao Yan menarik napas dalam-dalam. Menggerakkan kepalanya sedikit, tumpukan rapi rompi logam berwarna biru dan dua gulungan terlihat di depan matanya.

Melihat benda-benda ini, Xiao Yan awalnya merasa bingung. Tak lama setelah itu, dia duduk dan mengerti. Matanya dengan marah menatap sekelilingnya tapi dia tidak dapat menemukan sosok anggun dan menawan itu. Rasa kesepian dan depresi mulai muncul di wajah pemua itu.