ATG Volume 2 / Chapter 117

Empyrean Dance of the Phoenix Wing

“Old Devil! Old Tiger!! “

Melihat kepala Black Devil dan Black Tiger yang terpenggal dalam waktu sekejap itu, seluruh keberanian Black Demon menjadi hilang, dan ia hampir saja memuntahkan darah ditempatnya. Semua Black Demon Mercenaries bahkan membeku ditempatnya, dan tak berani mempercayai bahwa ketiga wakil kapten hebat dengan tingkat kekuatan True Profound Realm benar-benar akan mati secara instan ditangan seorang bocah berusia enam belas tahun.

“Heh heh, tak perlu bersedih hati, sebentar lagi kalian semua akan bertemu lagi.” Yun Che menyandarkan tubuhnya kesamping dan tersenyum dingin kearah Black Demon. Tiba-tiba Yun Che mengangkat Tiger Soul Sword-nya, sebuah lidah api yang panjangnya semeter menyapu kearah Black Demon dari jarak yang sangat jauh.

ATG Volume 2 / Chapter 116

Instant Kill

Ketika Lan Xueruo melihat Yun Che, yang mana tiba-tiba muncul dihadapannya, penglihatan Lan Xueruo menjadi kabur. Ia menatap kearah Yun Che dengan pandangan kosong selama beberapa lama sebelum ia mempercayai bahwa semua ini bukanlah ilusi dan ia sedang tak bermimpi. Sudut bibirnya terangkat membentuk lengkungan senyum yang hangat, tatapannya bergetar dengan rasa kagum, bahagia, nyaman … dan tanda-tanda perasaan lembut yang bahkan tak akan pernah dilihat olehnya ….

ATG Volume 2 / Chapter 115

Sorry, I’m Late

“Benar-benar tak dapat dipercaya, secara paksa kau dapat memahami Phoenix Flame Techniques dari tahapan kelima dan keenam [World Ode of the Phoenix] dengan memanfaatkan afinitas profound strength-mu yang sangat kuat terhadap api, meskipun dalam kondisi dimana konsep kekuatan api phoenix masih sangatlah kurang! Para manusia memang benar-benar membuatku tercengang. “

“Kekuatan inti dari kedua alam yang hebat itu terletak pada peningkatan kekuatan api phoenix yang memiliki jumlah besar, namun yang kulakukan hanyalah memahami kedua teknik api yang hebat itu; tentu hal ini bukanlah sesuatu yang mengesankan.” Jawab Yun Che dengan tenang.

ATG Volume 2 / Chapter 114

At Wit’s End

“Apa yang sedang ingin kau lakukan?”

Tiba-tiba, Jasmine merasakan profound energy didalam tubuh Yun Che mulai bersikulasi secara tak normal, dan langsung menjadi kaget. Jasmine bertanya kepadanya dengan sungguh-sungguh, “Apakah kau mau memahami secara paksa tahap kelima dan keenam dari [World Ode of The Phoenix] ini? Apa kau sudah gila!”

ATG Volume 2 / Chapter 113

World Ode of the Phoenix · Fragments (8)

“Jadi maksudmu, empat tahapan pertama dari [World Ode of the Phoenix] terletak pada Divine Phoenix Empire Trial Ground, dan hanya tahapan kelima dan keenam saja yang berada disini?”

Yun Che hanya ingin memperoleh kekuatan melalui ujian Phoenix ini dan ia tak pernah menyangka akan mendapatkan informasi rahasia semacam ini. Dengan kekuatan yang mengguncang seluruh Profound Sky Continent, dan kekuatan tersebut sangat dikenal oleh seluruh orang didunia ini, dan satu-satunya alasan dominasi dan kekuatan dari Divine Phoenix Sect adalah karena mereka memiliki Phoenix Blood dan kekuatan Phoenix didalam tubuh mereka. Namun, tak ada yang seorangpun yang mengetahui bahwa terdapat semacam rahasia seperti itu dibelakang mereka.

ATG Volume 2 / Chapter 112

World Ode of the Phoenix · Fragments (7)

Feng Baichuan pernah berkata bahwa, entah seseorang itu gagal ataupun berhasil, mereka hanya bisa memasuki ujian Phoenix sekali saja dalam seumur hidupnya. Meskipun begitu, Yun Che tetap memilih untuk menyerah pada tahap ketiga ujian itu karena ia tak ingin menyakiti sosok yang paling dipujanya.

Namun, ini hanyalah apa yang ada dipikirannya.

Perkataan Phoenix Spirit itu membuat Yun Che melebarkan matanya dan tertegun selama beberapa saat.

ATG Volume 2 / Chapter 111

World Ode of the Phoenix · Fragments (6)

Creak….

Pintu bambu kabin itu terbuka dengan hati-hati, dan tampaklah seorang wanita bertubuh rapuh sedang berjalan membawa keranjang yang terbuat dari bambu dan berisi pakaian yang tercuci bersih. Ia tampak berusia sekitar dua puluh tiga sampai dua puluh empat tahun, namun ia memancarkan suasana yang lembut dan menawan dari seorang gadis remaja berusia lima belas atau enam belas tahun. Ia begitu pendiam dan menawan seperti hibiscus (kembang sepatu) yang berada dibawah bulan yang bersinar. Ia mengenakan pakaian kasar berwarna abu-abu, namun hal itu tak dapat menghilangkan sosoknya yang cantik dan bagaikan bintang-bintang itu; Seolah-olah itu seperti air hujan yang berada ditepi gunung. Terutama matanya. Matanya jauh lebih jernih jika dibandingkan dengan batu kristal yang paling murni sekalipun, cukup cantik untuk dapat membuat seluruh dunia kehilangan warnanya jika dibandingkan.

ATG Volume 2 / Chapter 110

World Ode of the Phoenix · Fragments (5)

Trials of the Phoenix memang mengerikan. Pada ujian tahap pertama sebelumnya, jika Yun Che tak kebal terhadap api, akan menyebabkan dirinya mati karena api dari Purgatory Flame Demon yang entah seberapa besar panasnya itu. Untuk ujian tahap kedua ini, secara tak diragukan lagi seseorang dapat mengatakan bahwa ujian ini jauh lebih mengerikan jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Dataran tiada batas, tandus, dan tak ada satupun rumput, bersamaan dengan angin panas yang begitu teriknya, membawa mereka kedalam suasana susah dan sepi yang dapat membuat mereka menjadi suram. Pada saat ini, tiba-tiba terdengar suara tangisan Phoenix yang begitu nyaring dan jelas dari langit. Setelah itu, langit yang semula gelap tiba-tiba menjadi merah menyala, seolah-olah langit itu merah terbakar oleh api yang muncul dari langit.

ATG Volume 2 / Chapter 109

World Ode of the Phoenix · Fragments (4)

Yun Che merasakan dirinya telah masuk kedalam purgatory (Api penyucian). Tanpa sepengetahuannya, suara magma yang sedang teraduk-aduk disampingnya sebenarnya adalah geraman ganas dari Purgatory Demon.

Purgatory Demon?

Phoenix Spirit sudah mengatakan sebelumnya bahwa tahap pertama adalah Purgatory Flame Demon, namun hanya terdapat gunung berapi dan lahar disini, dan tak terdapat sedikitpun tanda-tanda kehidupan didalam penglihatannya.

Yun Che berjalan lamban kearah depan. Hanya didalam api neraka Yun Che dapat benar-benar mengerti betapa menakjubkan kemampuannya untuk menahan api itu. Dan orang-orang yang lainnya hampir tak bisa bertahan dilingkungan ini dengan profound strength milik mereka, namun ia sama sekali tak merasakan ketidaknyamanan apapun. Tak terpengaruh oleh suhu tinggi ataupun nyala api, hal ini tak sedikitpun adil untuk mengatakan bahwa kekuatan ini adalah kekuatan yang dapat memberontak dan menentang langit.

ATG Volume 2 / Chapter 108

World Ode of the Phoenix · Fragments (3)

“Tidak, izinkan aku untuk mencobanya.”

Yun Che tak meringkuk disaat ia berhadapan dengan kata-kata Feng Baichuan itu. Ia berbicara dengan nada serius: “Aku mengerti betul tentang kekuatanku ini. Namun aku, memang memiliki kualifikasi untuk menghadapi cobaan ini. “

Yun Che mengangkat telapak tangannya dan merentangkan jari-jarinya. Profound Energy-nya mengalir, dan sebuah bola api besar berwarna oranye tiba-tiba berkobar dari telapak tangannya. Bola api ini sangat mengejutkan Feng Baichuan, dan ia bertanya dengan takjub: “Kau benar-benar memiliki fire attribute profound arts?”

ATG Volume 2 / Chapter 107

World Ode of the Phoenix – Fragments (2)

Yun Che terkejut disaat ia menemukan bahwa interior gua itu sebenarnya adalah sebuah stone chamber (ruangan berbatu) yang berbentuk datar setelah melalui formasi segel. Stone chamber itu luasnya tak biasa dan jika diukur setidaknya memiliki panjang sekitar seratus meter. Jangankan dua ratus orang, bahkan ruangan itu dengan mudahnya dapat memuat sepuluh kali lipat dari itu. Kedua sisi stone chamber itu memiliki tangga batu yang sangat panjang dan sepertinya terdapat lantai yang lain diatas. Ada jalanan panjang menuju bagian depan stone chamber yang kira-kira panjangnya belasan meter. Diujung lorong, terdapat segel berwarna merah yang berputar-putar dengan lembut dan identik dengan segel yang berada diluar tadi.

Pintu masuk segel bisa terputus, namun itu tak kedap suara. Lolongan dari Black Demon Mercenaries diluar terus melayang masuk kedalam gua.

“Hancurkan formasi itu!” Ini adalah suara Black Demon.

ATG Volume 2 / Chapter 106

World Ode of the Phoenix – Fragments (1)

Black Demon melolong kesakitan disaat gumpalan darah bagaikan kabut awan yang besar meletus dari bahunya. Dia membangkitkan sifat ganasnya dan dengan amarah yang besar, tiba-tiba ia meraih pedang giok Lan Xueruo dan mengayunkannya dengan ganas … Karena “Monarch Sword” milik Lan Xueruo ini baru saja kehabisan tenaganya dan kekuatan Black Demon meningkat dengan pesat, Pedang itu terambil secara paksa oleh Black Demon dan membuat Lan Xueruo menjadi lengah.

Sial! Melihat bagaimana Lan Xueruo telah melukai Black Demon dengan tusukan itu, Jantung Yun Che langsung berdegup kencang. Jika Lan Xueruo terus bertarung dengannya, mereka dapat saja berhenti beberapa saat lagi; Namun menusuknya secara langsung melalui pundaknya, secara tak diragukan lagi hal itu membangkitkan sifat ganasnya. Dapat dibayangkan bagaimana konsekuensinya.

ATG Volume 2 / Chapter 105

Black Demon

Jalanan lembah yang sempit dan terjepit diantara dua pegunungan itu menjadi satu-satunya pintu gerbang pada desa kecil yang terasingkan dan jauh dari urusan duniawi ini; Namun sekarang, satu-satunya gerbang ini benar-benar terhalang oleh sekelompok orang yang memancarkan aura seperti serigala liar. Masing-masing dari mereka memberikan tatapan ganas dan mengolok-ngolok kepada kerumunan orang yang dipenuhi oleh rasa takut dihadapan mereka.

“Sudah kukatakan berulang kali, kami hanyalah sebuah desa kecil yang biasa saja. Tak ada sesuatu yang disebut dengan harta karun disini, apalagi orang yang kau cari.” Feng Baichuan mengepalkan tangannya erat-erat disaat ia mencoba untuk tak membiarkan emosinya meledak. Setiap orang jahat yang berada didepan mereka akan jauh lebih unggul daripada siapapun orang yang berada disukunya; Ini adalah sekelompok penjahat yang tak mungkin mereka bisa lawan.

“Sebuah desa kecil yang biasa-biasa saja? Hahahaha, apakah desa kecil yang biasa-biasa saja dapat terletak pada pusat Ten Thousand Beast Mountain Range ini? Apakah mungkin desa ini menjaga sebuah segel yang aneh? Dimataku, kalian jelas-jelas merupakan wiltering guardian family! “

ATG Volume 2 / Chapter 104

The Impending Crisis

“Biarkan aku melihat luka-lukamu, seharusnya aku dapat menanganinya asalkan luka tersebut tak terlalu aneh.” Sambil mendesah, Feng Baichuan berjalan kearah depan tempat tidur.

Namun, Yun Che menggelengkan kepalanya: “Tak perlu, aku memiliki caraku sendiri untuk menangani luka ringan ini. Anda tak perlu khawatir. pada saat ini anda sedang menghadapi bencana besar, sehingga pasti ada banyak hal yang harus anda lakukan sebagai clan leader. Anda tak perlu kuatir terhadap kami. “

Feng Baichuan mengangguk dan tak bersikeras: “Baiklah, kalian tinggallah disini dan beristirahatlah dengan baik. Jika kalian membutuhkan sesuatu, panggilah aku… Aku harap orang-orang jahat itu akan segera datang nanti. “

ATG Volume 2 / Chapter 103

Remnants of the Phoenix (3)

Tatapan Feng Baichuan melintas kearah belakang Lan Xueruo dan berkata, “Adik kecil ini, wajahmu terlihat begitu mengenaskan dan bahkan kau dibawa oleh wanita muda ini. Lukamu pasti parah bukan? Aku telah mempelajari sedikit tentang ilmu obat-obatan, dan mungkin aku dapat membantu. “

“Namaku adalah Yun Che, saya berterima kasih kepada Clan Leader Feng atas kehendak baik anda.” Yun Che menjawabnya dengan sopan dari belakang Lan Xueruo. Suaranya membuat mata indah Lan Xueruo menjadi melebar: “Kau …. kau sudah bangun? “

ATG Volume 2 / Chapter 102

Remnants of the Phoenix (2)

Dalam sekejap, ketenangan Lan Xueruo mengalami perubahan yang besar. Senyuman diwajah pria yang memakai broadaxe dan pria bermulut tajam itu lenyap seketika disaat mereka merasakan tekanan mendadak yang mencekik dari kecantikan tak tertandingi yang berada didepan mereka.

“Bos, apa … apa yang terjadi?” Pria bermulut tajam itu merasakan sesuatu yang salah pada atmosfer. Kata-kata itu nyaris tak meninggalkan mulutnya disaat seberkas cahaya berwarna emas keputihan melintas dari sisi matanya. Pedang Lan Xueruo terangkat dan langsung menusuk kearah dadanya.

ATG Volume 2 / Chapter 101

Remnants of the Phoenix (1)

Lan Xueruo memeriksa seluruh luka pada tubuh Yun Che; Hasil yang ia temukan memberi dirinya napas yang lega, namun disaat yang bersamaan, ia sangat terkejut. Karena luka Yun Che kondisinya jauh lebih baik daripada yang ia bayangkan. Bahunya mengalami luka parah, namun pendarahannya telah berhenti dan tak menunjukkan tanda-tanda memburuk. Sebaliknya, secara otomatis bahunya mengalami perbaikan dengan kecepatan yang sangat mengejutkan dan dapat dilihat dengan mata telanjang. Terdapat banyak luka yang lain ditubuhnya namun semuanya adalah luka ringan. Tubuhnya dalam keadaan lemah, namun itu hanyalah kelemahan; Tak terdapat luka yang begitu parah dan luka dalamnya juga tak terlalu signifikan.

Meskipun Yun Che terjatuh dari tempat yang begitu tinggi, ia masih dapat mendorong Lan Xueruo kearah yang lainnya dengan seluruh kekuatannya, yang mana hal itu membuatnya semakin terjerembab. Untuk dapat mempertahankan cedera sedemikian rupa adalah sesuatu yang sama sekali tak terduga.

ATG Volume 1 / Chapter 100

The Fall

Ketika Yun Che dan Lan Xueruo melompat turun seperti itu dengan tiba-tiba, Xiao Zaihe tak menduganya. Pada saat ia menghentikan Fierce Storm Hawk, ia sudah tak dapat melihat sosok mereka berdua.

“Hmph, mereka pasti sudah gila! Bahkan jika itu adalah aku, aku akan hancur menjadi ampas jika melompat turun dari ketinggian seperti ini. Namun berandalan itu telah terpukul oleh Poison Fire Rod, dan seharusnya ia telah ditakdirkan untuk mati.”

Permukaan dibawah tampak luas seperti padang gurun. Dalam suasana tenang yang meresap kedalam situasi yang berbahaya. Xiao Zaihe yakin bahwa kedua orang yang melompat turun itu ditakdirkan untuk mati, bagaimanapun juga, Yun Che mengambil semua barang dari Treasury Sect-nya sehingga ia memiliki barang dengan kapasitas spasial yang cukup untuk menampung semua barang curian tersebut. Hidup dan mati Yun Che tidaklah penting; Yang lebih penting adalah menemukan harta milik sekte itu.

ATG Volume 1 / Chapter 99

A Game of Life and Death

Seekor Giant White Eagle (elang putih raksasa) dan Huge Black Hawk (rajawali hitam besar) itu masing-masing menyapu langit dan nampak seperti kilatan petir berwarna putih dan hitam; Hal itu menyebabkan pejalan kaki yang tak terhitung jumlahnya berhenti dan melihatnya satu per satu disaat mereka mencoba untuk menebak sebenarnya profound beast level tinggi apakah itu. Namun setelah itu, Kedua burung itu berterbangan semakin jauh, semakin tinggi, dan sangat cepat, benar-benar lenyap diatas awan.

“Little Snow! Terbanglah sedikit lebih tinggi! “

Tubuh Giant Snow Eagle sepenuhnya berwarna putih seperti salju; Lan Xueruo berharap setelah terbang keatas awan, mereka berdua dapat menyembunyikan keberadaannya dengan bantuan awan. Namun Yun Che memahami dengan sangat jelas, bahwa cara ini mungkin saja bisa berhasil jika terdapat macam Flying Profound Beast yang mengejar dari belakang mereka; Namun, apa yang ada di belakangnya kebetulan adalah seekor burung rajawali. Burung rajawali adalah penguasa langit yang sebenarnya, dan tak ada yang dapat lolos dari tatapannya.

ATG – Volume 1 / Chapter 98

Escape (3)

“Bajingan kecil! Kau benar-benar berani mencuri harta sekte milik kami! “

Xiao Zaihe berdiri dengan sedikit angkuh, disaat ia mengeluarkan suara keras dan penuh emosi. Sekali lagi, ia berlari menuju kearah Yun Che dan mendekat ke jarak diantara mereka berdua dalam sekejap mata. Yun Che menoleh dan melemparkan Sky Tremor Bomb kedua dengan sedikit kekuatan ditangannya. Namun kali ini, bukannya menabrakkan bom itu kewajah Xiao Zaihe lagi, malahan ia mendaratkan bom itu dilantai depan Xiao Zaihe.

Tentu saja, setelah melihat Sky Tremor Bomb yang mendarat didepannya, Xiao Zaihe dengan pucatnya segera berhenti ditempat ia berada, terjatuh kebelakang dalam satu sambaran.

ATG – Volume 1 / Chapter 97

Escape (2)

Pintu terakhir dari treasury terbuka ditengah-tengah suara yang bergemuruh. Berdiri didepan pintu masuk treasury ini, kepala Xiao Tiannan ini menjadi “Boom”, dan hampir meledak.

Apa yang tampak didepan matanya adalah pemandangan kosong. Treasury yang luasnya sepuluh ribu meter persegi lebih itu menjadi kosong sehingga setiap sudutnya bisa terlihat jelas. Semua tanaman, artefak berharga, permata, jades, bahkan profound arts dan profound skills; akumulasi milik mereka selama ribuan tahun, menghilang bersih tanpa jejak. Begitu bersihnya seakan-akan badai tornado baru saja melandanya hingga bersih. Bahkan sehelai rambutpun tak dapat terlihat.

Tubuh Xiao Tiannan tiba-tiba bergetar keras. Bersyukur kepada fakta karena ia adalah seorang kepala sekte, hatinya lebih keras daripada yang lainnya, sehingga ia hampir tidak menjadi gila ditempat.

“Apa-apaan ini … APA-APAAN INI !! SEBENARNYA APAKAH YANG TELAH TERJADI !! Apakah yang terjadi dengan semua benda yang ada disini? Kemana benda itu pergi? KEMANA BENDA ITU PERGI!!” Xiao Tiannan memegang Xiao Baicao, dan meraung liar seperti singa jantan yang marah.

ATG – Volume 1 / Chapter 96

Escape (1)

“Kau sudah kembali. Dan dinilai dari ekspresimu, tampaknya kau sudah mendapatkan Dragon Core.” Kata Yun Che sambil berdiri dihadapan mereka dengan tampilan yang tenang diwajahnya.

Namun Xiao Tiannan dan Xiao Baicao tak dapat tetap tenang tak peduli apapun yang terjadi. Xiao Tiannan dengan semangat mengatakan: “Apa yang Senior rasakan sebelumnya tak salah sedikitpun. Black Moon Merchant Guild benar-benar memiliki Dragon Core, dan bahkan kualitasnya telah mencapai Emperor Profound! Ketika aku berkata kepada mereka bahwa aku ingin membeli Dragon Core, mereka sepenuhnya menyangkal memiliki benda itu. Namun ketika aku mengeluarkan kartu ungu-emas, sikap mereka benar-benar berubah; tak hanya mereka mengeluarkan Dragon Core, tetapi mereka juga memberi kami dengan harga yang sangat rendah. Namun, kami diminta untuk tidak mengungkapkan sedikitpun informasi tentang Dragon Core ini.”

ATG – Volume 1 / Chapter 95

Poison Fire Rod

Dalam waktu kurang dari satu seperempat jam, semua kristal berharga dan batu giok berharga yang terisi didalam treasury, termasuk harta yang paling berharga milik sekte cabang Xiao ini – potongan dari Purple Veined Heaven Crystal, semua terserap oleh Sky Poison Pearl milik Yun Che ini. Segera setelah itu, Yun Che mengalihkan perhatiannya sekali lagi ke rak senjata panjang berjarak tiga puluh meteran. Dari semua senjata dan armor yang digantung disini semuanya telah memenuhi syarat, tak satupun dari senjata itu yang biasa-biasa saja, terutama Tiger Soul Sword yang tergantung ditengah-tengah ruangan. Pedang ini memancarkan aura kebanggaaan dan keagungan serta dikelilingi oleh ratusan senjata dengan kualitas terbaik, yang mana akan membuat seseorang mengunci tatapannya ke pedang itu pada pandangan pertama.

ATG – Volume 1 / Chapter 94

Extortion

 “Dragon core?” Xiao Tiannan terkejut, dan kemudian memberanikan diri untuk melanjutkannya: “Itu tidak mungkin … Dragon Profound Core?”

“Itu benar.” Yun Che mengangguk dan bersikap begitu mendalam sambil berbicara dengan perlahan: “Profound Veins adalah salah satu hadiah terbesar dari langit kepada umat manusia. Hal ini memungkinkan manusia untuk memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari apa yang seharusnya manusia bisa lakukan. Namun karena adanya keberadaan Profound Veins itu, diperlukan bagi langit untuk menjatuhkan seperangkat aturan dan hukum alam. Baik itu jenius ataupun salah satu bakat yang biasa-biasa saja, hal itu diperlukan untuk pertumbuhan dan menguatkannya agar berkembang secara progresif, untuk menentang hal ini sama saja dengan memberontak terhadap Langit.”

ATG – Volume 1 / Chapter 93

Tiger Soul

Treasury itu sangat besar dan setidaknya berukuran beberapa ribu meter persegi luasnya. Yun Che langsung menuju kearea tempat penyimpanan tanaman obat; ia berdiri tepat dibarisan rak besar berwarna hitam, dengan endusan pada hidungnya, ia langsung berkata: “Laci keempat dari bagian atas depan, diposisi kanan laci itu terdapat dua biji Old Blood Sunflower Essence berusia tiga puluh tahun, ambillah satu biji.”

Xiao Baicao menjadi bingung ditempat. Label pada laci berwarna hitam tersebut yang digunakan untuk menyimpan bahan obat-obatan semuanya tersembunyi pada papan nama yang berada diposisi paling atas. Jika seseorang tak menarik papan nama itu turun dengan tangannya, maka mustahil untuk membaca apa yang tertulis disana. Disana terdapat lebih dari seribu macam bahan obat-obatan, dan bahkan Xiao Baicao yang sering kesini, hanya tahu perkiraan posisi dari bahan obat-obatan yang terpenting saja. Jika ia tak menarik papan itu turun, akan sangat susah baginya untuk secara akurat mencarinya. Namun dokter jenius ini yang setidaknya berada dua langkah didekatnya, yang mana dihadapkan oleh rak berwarna hitam seluas hutan yang tertutup dengan rapat, dapat menyebutkan bahan obat-obatan yang tersimpan didalamnya.

ATG – Volume 1 / Chapter 92

The Sect’s Treasury

Setelah hubungan kakek-cucu ini diakui, urusan sisanya akan jauh lebih mudah untuk dikelola. Dokter jenius ini pada awalnya ingin menepuk pantatnya sendiri dan pergi meninggalkan, sekali lagi ia melihat dengan serius kondisi dari profound veins milik Xiao Luocheng, dan berkata dengan tatapan penuh waspada: “Sesudah kejadian ini, untuk sepenuhnya sembuh benar-benar akan sedikit bermasalah. Pergi dan panggilah pelayan yang telah membawa obat-obatan sebelumnya; aku membutuhkannya untuk membuat obat lagi.”

“Junior ini yang berada disini sekarang tak lain dan tak bukan adalah Chief Elder dari Medicine hall. Aku sangat mengenal dan mengetahui segala jenis bahan obat-obatan didalam sekte. Senior bisa langsung memerintahkan diriku.” Xiao Baicao menunduk dan mengatakannya. Maksudnya sangat terlihat jelas disini; ia berpikir jika ia menjadi seorang “penolong” disini, maka ia akan dapat melihat dengan mata kepalanya sendiri setidaknya sedikit keahlian medis yang dimiliki oleh dokter jenius, dan kemungkinan dapat mempelajari satu ataupun dua hal darinya.

“Mn …” Yun Che mengangguk, “Kalau begitu ingatlah ini dengan baik… Dua atau tiga biji Old Purple Heart Misty Flower Wood berusia empat puluh tahun; sebiji Bloody Sunflower Essence; sebalok Scarlet Spirit Jade yang tingkat kemurniannya setidaknya 9 dari 10; dua strain Ice-cold Snow Ginseng berusia seratus delapan puluh tahun; tiga strain Burning Net Orchid berusia dua belas tahun….”

ATG – Volume 1 / Chapter 91

Good Grandson, You Truly Are My Good Grandson

Setelah makan siang, Yun Che jatuh tertidur diranjang yang nyaman pada ruang tamu yang telah diatur oleh Xiao Sect. Ia tak begitu banyak istirahat setelah berbolak-balik dari ranjangnya kemarin malam, Sehingga ia ingin tertidur pulas dan bangun hingga matahari terbit. Karena sebelumnya ia telah memberi instruksi bahwa tak ada seorangpun yang boleh mengganggunya, sehingga tak ada seorangpun yang datang kekamarnya selama ia beristirahat.

“Darimana kau mempelajari seni menyamar dan penyembuhan itu?” Ketika Yun Che bangkit dari tempat tidurnya, suara Jasmine terdengar dari dalam pikirannya.

ATG – Volume 1 / Chapter 90

Heaven Piercing Medical Prowess

Xiao Tiannan berjalan kearah Yun Che, mengatupkan kedua tangannya, dan berkata dengan sangat hormat: “Senior Huangfu, selamatkan putraku dengan pasti. Junior ini hanya memiliki satu anak; selama senior bersedia mau menolongnya, junior ini pasti akan membayar atas kebaikan ini, meskipun jika aku menjadi seekor kuda ataupun lembu sekalipun.

Sebagai Tuan Sekte yang terhebat pada New Moon City, dapat dikatakan bahwa ia tak berada dibawah maupun diatas seluruh New Moon City. Tetapi ia begitu hormatnya kepada “Dokter Jenius” ini, bahkan sampai pada titik dimana ia mengatakan kalimat seperti “menjadi seekor kuda ataupun lembu sekalipun”. Dari hal ini terlihat jelas bahwa masalah Xiao Luocheng membuatnya begitu sangat kuatir; namun disaat yang bersamaan, ia juga benar-benar terintimidasi oleh julukan “Eccentric God Hand”.