ATG Volume 2 / Chapter 138

Heavenly Profound Ranking

Profound Gathering Tower terletak tepat dipusat Inner Palace. Keberadaannya dapat dilihat dari sudut manapun didalam Inner Palace; Oleh karena itu, Yun Che tak membutuhkan siapapun untuk memandunya kesana, dan ia pun dapat menemukan pintu masuk ke Profound Gathering Tower dengan begitu mudahnya.

Profound energy yang berada didalam Inner Palace begitu kayanya; Bagaimanapun juga, disaat ia melangkah masuk kedalam Profound Gathering Tower, profound energy yang beberapa kali lipat lebih kaya daripada sebelumnya menghembus kearah tubuhnya, membuat dan merangsang kelima puluh empat Profound Entrances milik Yun Che berkembang dan berkontraksi secara spontan.

ATG Volume 2 / Chapter 137

Sound Transmission Jade

“Benarkah kemampuan itu begitu hebatnya?” Yun Che berkata dengan nada syok. Tahapan pertama kultivasi sudah bisa meningkatkan kekuatan lengan seseorang sebesar seribu lima ratus kilo, dan pada tahapan ketiga meningkatkan lengan seseorang sebesar sepuluh ribu kilo …. Namun jika seseorang mencapai tahap ke dua belas yang mana merupakan tahapan tertinggi, bukankah ia dapat membelah langit dan bumi hanya dengan sekali pukulan?

ATG Volume 2 / Chapter 136

Great Way of the Buddha

Inner Palace merupakan tempat yang sangat tenang. Sudah sejak lama disaat Yun Che memasuki Inner Palace, ia masih belum melihat satupun murid Inner Palace. Pada saat ini, kebanyakan dari mereka berkultivasi di Profound Gathering Tower.

Yun Che berdiri dihalaman kecil dan menemukan sebuah level lokasi. Setelah menarik napasnya dalam-dalam, ia mengaktifkan profound energy-nya dan memanggil Overlord Colossal Sword dari Sky Poison Pearl.

ATG Volume 2 / Chapter 135

Run-of-the-mill Profound Techniques

Yun Che adalah seseorang yang tak mengikuti akal sehat. Ini adalah salah satu kesan Sikong Du tentang dia selama beberapa saat disaat mereka berhubungan.

Misalnya saja, ia, seorang praktisi profound ditingkat Nascent menantang Murong Yi. Dan juga…. Diantara semua senjata yang ada di Sky Weapon Pavilion, ia lebih memilih senjata yang sudah diingatkan berkali-kali oleh Sikong Du untuk sebaiknya tak dipilih!

ATG Volume 2 / Chapter 134

Overlord’s Colossal Sword

Inner Palace terletak diwilayah terdalam pada Blue Wind Profound Palace, dan hamparan hutan lebat yang kecil memisahkan Inner Palace dengan Middle Palace. Setelah melewati hutan, sebuah pintu masuk utama akan muncul tepat didepan mata orang tersebut. Tak terdapat pintu gerbang yang menghalangi orang masuk; Sebaliknya, pintu masuk itu memiliki formasi segel berwarna keunguan yang berputar-putar secara perlahan.

ATG Volume 2 / Chapter 133

Straight into the Inner Palace

“Palace Chief Qin, mengapa kau kemari?” Instruktur Qi langsung bergegas mengawalnya dan bertanya dengan penuh perhatian.

Qin Wushang tertawa, namun tak menjawab, dan malahan, ia mengalihkan tatapannya kearah Yun Che. Setelah melihatnya, ia berkata, “Yun Che, baru saja kau berkata bahwa kau ingin menantang Murong Yi dalam waktu tiga bulan kedepan nanti, apakah itu benar? Jika itu adalah sesuatu perkataan yang tak kau pikir-pikir dengan matang sebelumnya, maka masih belum terlambat bagimu untuk menarik kembali perkataanmu itu sekarang juga.”

ATG Volume 2 / Chapter 132

Arranged Battle!

“Yang seharusnya bertanya tentang hal itu adalah aku!” Disaat Sikong Du berdiri didepan Yun Che, Sikong Du menatap Murong Yi dengan wajah berkerut dan berkata tanpa hentinya, “Murong Yi, daerah ini merupakan tempat yang penting bagi para murid baru untuk melakukan ujian, bukan tempat bagimu untuk bersusah payah dan secara sembarangan menyerang orang lain! “

ATG Volume 2 / Chapter 131

Murong Yi

Bang !!!

Begitu retakan-retakan itu menyebar hingga ke ujung penghalang, Profound Blood Barrier itu pada akhirnya terpecah belah, hancur menjadi fragmen-fragmen profound energy yang tak terhitung jumlahnya. Falling Moon Sinking Star milik Yun Che itu bagaikan seekor harimau yang lepas. Bergerak dengan liar, melintasi lapisan demi lapisan ledakan yang mendarat langsung kearah dada Feng Yue ……. Jarak antara penghalang dengan dada Feng Yue itu kurang dari setengah kaki, namun hal itu malah menimbulkan suara raungan yang memekakkan telinga.

ATG Volume 2 / Chapter 130

Trying So Damned Hard to Die

“Sialan! betapa bodohnya Yun Che ini? ”

“Memangnya ia kira Sikong Du itu orang macam apa! Bahkan Sikong Du sendiri berkata bahwa seni pertahanan milik Feng Yue ini tidaklah normal, namun Yun Che ini benar-benar masih ingin pergi untuk mencari kematiannya! Sungguh-sungguh merupakan hal yang tak bisa dimengerti. ”

“Tsk! Apakah ia berpikir bahwa dirinya begitu istimewa hanya dengan menjadi orang bernomor satu didalam Profound Strength Assessment? Dimanapun, Sepertinya ia terlalu sombong; ia akan diberi pelajaran yang sangat bagus hari ini. Masih ada banyak waktu baginya untuk menangis nanti. “

ATG Volume 2 / Chapter 129

Sikong Du

Melihat ekspresi Yun Che yang tiba-tiba menjadi rileks, dan tampak seolah-olah ia sedang sedikit senang secara diam-diam, Feng Yue hampir tertawa terbahak-bahak, “Tentu! Tentu saja aku yakin. Namun, bagaimana denganmu, apakah kau memiliki keberanian untuk menyetujuinya? Aku dengar bahwa profound strength-mu berada pada tingkat kesepuluh Nascent Profound Realm. Tsk tsk, kemampuanmu benar-benar tak terlalu buruk. Jika seseorang yang berasal dari tingkatan kesepuluh Nascent Profound Realm seperti dirimu tak berani untuk menerima tantangan ini, maka kau harus keluar secara patuh dan tak membuat malu disini.”

ATG Volume 2 / Chapter 128

Are you sure?

Pertarungan Li Mo dengan Feng Yue hanya bisa digambarkan sebagai “Pertarungan menyedihkan diluar batas”.

Selama bertukar petunjuk dengan tujuh langkah / jurus, Li Mo secara beruntun menggunakan ketujuh jenis teknik pedangnya, dan ia pun juga tumbang sebanyak tujuh kali berturut-turut. Pedang ditangannya masih belum menyentuh ujung pakaian milik Feng Yue. Profound Energy Feng Yue berada tujuh tingkat diatas Li Mo, dan bahkan terdapat perbedaan realm diantara keduanya. Hal ini terlihat seolah-olah, atau lebih tepatnya, Feng Yue tak mempedulikan bahwa ini adalah penilaian kekuatan, sambil dirinya menghancurkan lawan-lawannya sesuka hatinya dengan profound strength miliknya selama proses berlangsung. Bahkan terdapat senyuman diwajahnya, seakan-akan ia begitu puas telah menindas orang-orang lainnya tanpa adanya sedikit keraguan.

ATG Volume 2 / Chapter 127

Feng Yue

Menghadapi provokasi dan penghinaan dari Ao Yan ini, Yun Che hanya bersikap acuh tak acuh serta meliriknya sekali sebelum ia menarik pandangannya. Yun Che agak sedikit memperhatikannya sebelumnya, namun sekarang, Yun Che mengabaikannya sepenuhnya; Jangankan menanggapinya, bahkan ia pun tak mau repot-repot melihatnya lagi. Bagi seseorang yang kurang ajar, sombong, dan congkak seperti ini, yang IQ-nya mungkin berada sedikit diujung bawah, evaluasi yang dapat diberikan Yun Che hanyalah satu kata saja: “Sampah”. Dia tak memenuhi syarat untuk menjadi teman Yun Che, atau bahkan tak memenuhi syarat untuk menjadi lawannya. Yun Che memperhitungkan bahwa profound strength miliknya ditumpuk secara paksa dengan menggunakan sumber daya milik keluarganya.

ATG Volume 2 / Chapter 126

Profound Strength Assessment

Yang memeriksa kelompok Yun Che adalah seorang pria tua berekspresi wajah yang bermartabat. Dia berdiri didepan Profound Assessment Stone, tatapannya dalam sekejap membentang  kearah kerumunan orang, dan berbicara dengan nada serius: “Tahap pertama pemeriksaan adalah penilaian akan Profound Strength. Kuulangi lagi, batas minimum untuk memasuki Palace adalah: Nascent Profound Realm tingkat pertama diusia lima belas tahun, Nascent Profound Realm tingkat ketiga diusia enam belas tahun, Nascent Profound Realm tingkat kelima diusia tujuh belas tahun, dan Nascent Profound Realm tingkat keenam diusia delapan belas tahun. Bagi para pemuda yang berusia dibawah lima belas tahun atau lebih dari delapan belas tahun, serta profound strengthnya lebih rendah dari standar minimum yang telah ditentukan, segera tinggalkan tempat ini dengan kesadaran anda sendiri; Jangan berharap bahwa Profound Assessment Stone ini akan membuat sedikitpun kesalahan! “

ATG Volume 2 / Chapter 125

Blue Wind Emperor

Blue Wind Imperial City, pusat Istana Kerajaan (Imperial Palace).

Lan Xueruo berjalan dengan langkah tergesa-gesa, melewati para penjaga berjubah tebal, dan langsung menuju ke ruang kerajaan. Seluruh imperial guards disepanjang jalan memberi hormat kepadanya satu per satu.

“Putri Cang Yue, kau telah kembali. Sang raja telah mencemaskan dirimu selama beberapa hari terakhir ini.” Didepan pintu kamar raja itu, terdapat seorang kasim setengah baya membungkuk sambil menyambutnya, “Apakah kau ingin aku memberitakan tentang kedatanganmu ini? “

“Tak perlu.” Lan Xueruo menggelengkan kepalanya dan berjalan langsung ke kamar raja.

ATG Volume 2 / Chapter 124

Inner Palace’s Heavenly Profound Ranking

“Kau … Kau!” Murong Ye mencengkeram separuh wajahnya yang benar-benar memerah bersamaan dengan seluruh tubuhnya yang bergetar. Sejak diusianya yang masih sangat muda, ia selalu dibesarkan-besarkan dalam berbagi pujian dan kekaguman. Bahkan didalam Blue Wind Profound Palace sekalipun, meskipun ia hanyalah seorang murid yang berada dalam kelas yang tergolong rata-rata di Outer Palace, ayahnya adalah seorang City Chief pada New Moon City dan sepupunya adalah seorang anggota yang berada didalam Inner Palace. Oleh karena itu, posisinya di Outer Palace tentu tak rendahan. Bagi orang-orang yang ingin menjadi seorang penjilat terhadap dirinya sama halnya seperti menemukan banyak ikan didalam lautan …. Bagaimana mungkin bisa Murong Ye menghadapi penghinaan semacam ini!

ATG Volume 2 / Chapter 123

Resentment

“Hubungan diantara kalian berdua sebagai seorang pria jantan benar-benar membuat orang-orang iri.” Lan Xueruo tertawa pelan. Ia mengucapkan “iri” ini dengan begitu entengnya, namun perkataan itu sebenarnya memberatkan perasaannya seratus kali lipat. Meskipun mereka berdua hanyalah kerabat, mereka bisa dianggap sebagai dua kerabat yang jauh, akan tetapi mereka masih memiliki hubungan yang begitu dekat. Sedangkan bagi Lan Xueruo, kapanpun ia berpikir tentang saudara laki-lakinya sendiri, ia hanya bisa merasakan kekecewaan dan kesedihan yang mendalam.

ATG Volume 2 / Chapter 122

Reunion

Yun Che menghela napas kagum disaat ia berdiri didepan pintu masuk utama Blue Wind Profound Palace: “Tempat ini benar-benar layak menyandang gelar profound palace yang terbesar di Blue Wind Empire! Dibandingkan dengan New Moon Profound Palace, suasana udara disini setidaknya sepuluh kali lebih bermartabat, dan auranya kemegahannya benar-benar berada ditingkatan yang berbeda. “

Setelah sepuluh hari melakukan perjalanan, Yun Che dan Lan Xueruo akhirnya sampai ke Blue Wind Imperial City. Ini adalah pertama kalinya bagi Yun Che pergi ke ibukota istana sejak ia dilahirkan, dan ia sedikit terkejut dalam perjalanannya kesana. Lan Xueruo sangat mengenal Blue Wind Imperial City dan akan menunjukkan kepada Yun Che tentang lokasi-lokasi yang terpenting. Setelah itu, Lan Xueruo membawanya kedepan pintu Blue Wind Profound Palace.

ATG Volume 2 / Chapter 121

Blue Wind Profound Palace

Alasan mengapa langkah yang sama ini dapat berhasil terhadap Xia Qingyue adalah, karena Yun Che telah bekerja selama beberapa hari berturut-turut untuk membuka profound entrance milik Xia Qingyue pada saat itu, melelahkan stamina Yun Che ditengah malam hingga ia berada didalam kondisi yang sangat lemah. Namun, mereka berdua merupakan pasangan yang sah. Tak peduli seberapa kejamnya dan murninya Xia Qingyue yang bagaikan giok itu, ia tak dapat menahan dirinya untuk membuat Yun Che terus tertidur dilantai… Dan pada saat itu Yun Che juga berseru lebih baik mati daripada membiarkan seorang wanita tidur dilantai, yang mana pada akhirnya menyebabkan Xia Qingyue berbagi tempat tidur dan bantal dengan Yun Che … Meskipun tak ada yang sesuatu hal yang terjadi sama sekali.

Namun bagi Lan Xueruo, ternyata langkah yang sama ini jauh lebih mudah dan berhasil.

ATG Volume 2 / Chapter 120

Burning off the Curse

“Berhenti! Jangan sakiti dia! Aku berjanji akan memberikanmu apa saja asalkan kau melepaskan Zu’er.” Vitalitas Feng Zu’er ini sudah sangat melemah, dan sekarang, ia juga berada dicengkraman penjahat berhati iblis; Feng Baichuan tak dapat tenang kembali. Dengan wajahnya yang pucat, ia mengangkat tangannya dan berteriak panik.

“Kalau begitu kenapa kau tak segera menyerahkan harta yang kau jaga itu!” Black Demon Mercenary berteriak dengan tatapan hampir gila dan berekspresi mengerikan diwajahnya.

“Tapi … Tapi kami benar-benar tak mempunyai harta …”

ATG Volume 2 / Chapter 119

Burning off the Curse

“Berhenti! Jangan sakiti dia! Aku berjanji akan memberikanmu apa saja asalkan kau melepaskan Zu’er.” Vitalitas Feng Zu’er ini sudah sangat melemah, dan sekarang, ia juga berada dicengkraman penjahat berhati iblis; Feng Baichuan tak dapat tenang kembali. Dengan wajahnya yang pucat, ia mengangkat tangannya dan berteriak panik.

“Kalau begitu kenapa kau tak segera menyerahkan harta yang kau jaga itu!” Black Demon Mercenary berteriak dengan tatapan hampir gila dan berekspresi mengerikan diwajahnya.

“Tapi … Tapi kami benar-benar tak mempunyai harta …”

ATG Volume 2 / Chapter 118

Star Scorching Demon Lotus

“Meninggal … Kapten telah meninggal… Kapten telah meninggal!”

Setelah ketiga Wakil Kapten itu binasa secara berturut-turut, praktisi terkuat dari Black Demon Mercenary Group, yang mana juga merupakan bos mereka, melarikan diri duluan seperti seorang pengecut, dan dengan mudahnya dibunuh oleh Yun Che ditengah-tengah pelariannya. Setelah kehilangan pemimpin mereka, para Black Demon Mercenaries menjadi sangat ketakutan dan jantung mereka bergetar. Melihat kearah seorang pemuda yang berdiri disamping mayat Black Demon dengan wajah setenang air, seluruh semangat pertempuran yang telah mereka miliki sebelumnya meleleh menjadi rasa panik dan ketakutan yang tiada hentinya.

ATG Volume 2 / Chapter 117

Empyrean Dance of the Phoenix Wing

“Old Devil! Old Tiger!! “

Melihat kepala Black Devil dan Black Tiger yang terpenggal dalam waktu sekejap itu, seluruh keberanian Black Demon menjadi hilang, dan ia hampir saja memuntahkan darah ditempatnya. Semua Black Demon Mercenaries bahkan membeku ditempatnya, dan tak berani mempercayai bahwa ketiga wakil kapten hebat dengan tingkat kekuatan True Profound Realm benar-benar akan mati secara instan ditangan seorang bocah berusia enam belas tahun.

“Heh heh, tak perlu bersedih hati, sebentar lagi kalian semua akan bertemu lagi.” Yun Che menyandarkan tubuhnya kesamping dan tersenyum dingin kearah Black Demon. Tiba-tiba Yun Che mengangkat Tiger Soul Sword-nya, sebuah lidah api yang panjangnya semeter menyapu kearah Black Demon dari jarak yang sangat jauh.

ATG Volume 2 / Chapter 116

Instant Kill

Ketika Lan Xueruo melihat Yun Che, yang mana tiba-tiba muncul dihadapannya, penglihatan Lan Xueruo menjadi kabur. Ia menatap kearah Yun Che dengan pandangan kosong selama beberapa lama sebelum ia mempercayai bahwa semua ini bukanlah ilusi dan ia sedang tak bermimpi. Sudut bibirnya terangkat membentuk lengkungan senyum yang hangat, tatapannya bergetar dengan rasa kagum, bahagia, nyaman … dan tanda-tanda perasaan lembut yang bahkan tak akan pernah dilihat olehnya ….

ATG Volume 2 / Chapter 115

Sorry, I’m Late

“Benar-benar tak dapat dipercaya, secara paksa kau dapat memahami Phoenix Flame Techniques dari tahapan kelima dan keenam [World Ode of the Phoenix] dengan memanfaatkan afinitas profound strength-mu yang sangat kuat terhadap api, meskipun dalam kondisi dimana konsep kekuatan api phoenix masih sangatlah kurang! Para manusia memang benar-benar membuatku tercengang. “

“Kekuatan inti dari kedua alam yang hebat itu terletak pada peningkatan kekuatan api phoenix yang memiliki jumlah besar, namun yang kulakukan hanyalah memahami kedua teknik api yang hebat itu; tentu hal ini bukanlah sesuatu yang mengesankan.” Jawab Yun Che dengan tenang.

ATG Volume 2 / Chapter 114

At Wit’s End

“Apa yang sedang ingin kau lakukan?”

Tiba-tiba, Jasmine merasakan profound energy didalam tubuh Yun Che mulai bersikulasi secara tak normal, dan langsung menjadi kaget. Jasmine bertanya kepadanya dengan sungguh-sungguh, “Apakah kau mau memahami secara paksa tahap kelima dan keenam dari [World Ode of The Phoenix] ini? Apa kau sudah gila!”

ATG Volume 2 / Chapter 113

World Ode of the Phoenix · Fragments (8)

“Jadi maksudmu, empat tahapan pertama dari [World Ode of the Phoenix] terletak pada Divine Phoenix Empire Trial Ground, dan hanya tahapan kelima dan keenam saja yang berada disini?”

Yun Che hanya ingin memperoleh kekuatan melalui ujian Phoenix ini dan ia tak pernah menyangka akan mendapatkan informasi rahasia semacam ini. Dengan kekuatan yang mengguncang seluruh Profound Sky Continent, dan kekuatan tersebut sangat dikenal oleh seluruh orang didunia ini, dan satu-satunya alasan dominasi dan kekuatan dari Divine Phoenix Sect adalah karena mereka memiliki Phoenix Blood dan kekuatan Phoenix didalam tubuh mereka. Namun, tak ada yang seorangpun yang mengetahui bahwa terdapat semacam rahasia seperti itu dibelakang mereka.

ATG Volume 2 / Chapter 112

World Ode of the Phoenix · Fragments (7)

Feng Baichuan pernah berkata bahwa, entah seseorang itu gagal ataupun berhasil, mereka hanya bisa memasuki ujian Phoenix sekali saja dalam seumur hidupnya. Meskipun begitu, Yun Che tetap memilih untuk menyerah pada tahap ketiga ujian itu karena ia tak ingin menyakiti sosok yang paling dipujanya.

Namun, ini hanyalah apa yang ada dipikirannya.

Perkataan Phoenix Spirit itu membuat Yun Che melebarkan matanya dan tertegun selama beberapa saat.

ATG Volume 2 / Chapter 111

World Ode of the Phoenix · Fragments (6)

Creak….

Pintu bambu kabin itu terbuka dengan hati-hati, dan tampaklah seorang wanita bertubuh rapuh sedang berjalan membawa keranjang yang terbuat dari bambu dan berisi pakaian yang tercuci bersih. Ia tampak berusia sekitar dua puluh tiga sampai dua puluh empat tahun, namun ia memancarkan suasana yang lembut dan menawan dari seorang gadis remaja berusia lima belas atau enam belas tahun. Ia begitu pendiam dan menawan seperti hibiscus (kembang sepatu) yang berada dibawah bulan yang bersinar. Ia mengenakan pakaian kasar berwarna abu-abu, namun hal itu tak dapat menghilangkan sosoknya yang cantik dan bagaikan bintang-bintang itu; Seolah-olah itu seperti air hujan yang berada ditepi gunung. Terutama matanya. Matanya jauh lebih jernih jika dibandingkan dengan batu kristal yang paling murni sekalipun, cukup cantik untuk dapat membuat seluruh dunia kehilangan warnanya jika dibandingkan.