7 Killers Chapter 8/ Part 4

Dragon 5th terbalut dalam mantel marten, berbaring di sofa panjang dan sempit. Dia menatap ranting pohon  di luar jendela dan bergumam, “Kenapa belum turun salju di sepanjang tahun ini?”

tidak ada yang menanggapi, dan dia tidak mengharapkannya.

Qin Huhua jarang berbicara.

Ketika seseorang mulai berbicara dengan dirinya sendiri, hal ini menunjukkan bahwa mereka mulai tumbuh tua.

Dragon 5th telah mendengar pepatah ini sebelumnya, tapi lupa siapa yang mengatakan itu.

7 Killers Chapter 8/ Part 3

Pengunjung itu mundur selangkah demi  selangkah, sampai ia pergi dari aula berkabung.

Hanya tinggal pelayan tua kurus berambut putih, diterangi oleh lentera yang muram.

Dan kemudian, seluruh aula berkabung dipenuhi dengan suara.

“Justice of Hu.” Dia menyapa pelayan tua itu. “Karena kau tahu aku mengirim dia kesini, mengapa kau tidak membiarkan dia melihat jasad master?”

7 Killers Chapter 8/ Part 2

Senja.

Senja datang setiap hari, tapi setiap senja berbeda.

Demikian pula, setiap orang meninggal, namun ada banyak jenis kematian. Beberapa orang meninggal dengan berani dan penuh kehormatan, orang lain mati dengan cara biasa dan dengan rendah hati.

Kematian Power of Hu bukanlah hal biasa atau rendah hati.

Banyak yang datang ke aula berkabung untuk menghormati. Beberapa adalah murid-murid dan teman-temannya, yang lain hanya datang untuk karena reputasinya. Ada satu orang yang belum terlihat.

7 Killers Chapter 8/ Part 1

Hujan di saat itu dingin, ringan dan tipis.

Helai tipis hujan  mebasahi pohon-pohon di halaman. Hujan menjerat  dedaunan seperti hati yang suram.

Dragon 5th telah lama mencapai akhir dari koridor luar, tapi dia tidak berjalan keluar. Dia juga enggan untuk basah kuyup.

Liu Changjie berjalan dan berdiri di belakangnya.

Dragon 5th tahu Liu Changjie ada di sana, tapi ia tidak mengatakan apa-apa. Begitu pula Liu Changjie.

7 Killers Chapter 7/ Part 3

Tak ada angin yang berhembus.

Di luar jendela, awan kelam mengisi langit seperti sebuah lukisan tinta yang besar.

Jeritan kesedihan yang melengking telah berhenti.

Saat Lan Tianmeng lari menerjang, dia telah mencapai anak tangga yang mengarahke luar. Dan kemudian ia jatuh, dan tubuh kuat nya mengerut dan gememetar.

7Killers Chapter 7/ Part 2

Dalam  lorong yang lebar dan panjang, terdapat beberapa pintu melengkung yang ditutupi dengan tirai, memisahkan lorong menjadi lima wilayah.

Liu Changjie dan Naga Kelima berada di wilayah pertama, dan suara terdengar dari wilayah yang terakhir.

Mereka bisa melihat, orang tua kurus pucat, dibungkus oleh jubah dari bulu rubah, duduk di kursi roda yang besar.

Di belakang kursi, yang mendorongnya, adalah penjaga pintu tua, dan Lan Tianmeng.

Tiba-tiba, suara berdentang terdengar, dan empat set jeruji besi jatuh, melingkupi pintu melengkung, benar-benar memisahkan Liu Changjie dari Patriarch Hu.

7 Killers Chapter 7/ Part 1

Power of Hu jelas hanyalah seorang manusia.

Tapi dia adalah orang yang sangat luar biasa. Dalam hidupnya, ia telah mencapai banyak hal yang luar biasa.

Ketika pertama kali mulai berkeliaran di Jianghu, orang sudah menjulukinya “Fox.”

Tentu saja, selain kelicikan yang seperti rubah, ia juga sabar bagai unta, pekerja keras bagai sapi di peternakan,  ganas bagai burung pemangsa,  lincah bagai merpati, dan setajam pedang.

Sayangnya, ia sudah menjadi tua.

7 Killers Chapter 6/ Part 4

Api ditungku mulai meredup. Anggur itu pun sudah hangat.

Pria berjubah hijau dengan stoking putih mengambil anggur dari pot tembaga besar dan perlahan menuangkan ke dalam kendi anggur.

tangannya stabil, bahkan tidak setetespun anggur tumpah.

Wajahnya benar-benar tanpa emosi.

Liu Changjie belum pernah dalam hidupnya melihat seseorang begitu tenang.

7 Killers Chapter 6/ Part 3

Cahaya lampu yang lembut nan elegan memenuhi ruangan. Di atas tungku kecil yang terbuat terbuat dari bata merah terdapat pot tembaga yang memancarkan aroma anggur.

Pria setengah baya berjubah hijau dengan stoking putih berdiri di sana sedang memanaskan anggur.

Dragon 5th berbaring di atas seprei kulit macan tutul, yang tersebar di tempat tidur yang sempit. Matanya tertutup dengan damai.

Cuaca yang hangat, dan tungku kecil menyala terang, tetapi untuk dua orang ini, tidak setitik pun kehangatan yang dirasakan oleh mereka berdua.

7 Killers Chapter 6/ Part 2

Sinar matahari bersinar melalui jendela kecil, ke dada Liu Changjie. Wajah Hu Yue’er juga tersandar di dadanya.

Sebuah dada yang telanjang mungkin tidak tampak istimewa, tetapi memberi pesona tertentu.

Sama seperti kepribadiannya.

Dia memiliki pesona aneh yang membuat orang susah untuk mengukur seberapa hebat dirinya.

Hu Yue’er lembut membelai dadanya, dan dengan suara serendah mimpi berkata, “Apakah kau ingin lebih?”

7 Killers Chapter 6/ Part 1

Waktu telah lama berlalu. Seluruh tubuhnya mulai mati rasa, dan tangannya sedingin es. Pada saat itu tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki.

Langkah yang sangat ringan, dan tampaknya berjalan sangat lambat. Dia bisa merasakan kalau setiap langkah itu membuat otot-ototnya kesemutan.

Siapa orang ini?

Apakah ia Madam Lovesickness, atau Tang Qing?

7 Killers Chapter 5/ Part 2

Di mana ada gunung, pasti ada gua di gunung itu.

Beberapa memiliki gua yang besar, beberapa ada yangmemiliki gua kecil; beberapa gua juga ada yang indah, beberapa gua juga bisa berbahaya; beberapa gua seperti lubang hidung dimana semua orang bisa melihat, beberapa gua gunung seperti pusar seorang gadis, yang meskipun semua orang tahu, tapi tidak pernah terlihat.

gua di gunung ini lebih misterius daripada pusar perawan.

7 Killers Chapter 5/ Part 1

Lentera di penginapan bersinar cemerlang.

Dua dari para pelayan yang baru saja tiba yang mengatur sumpit di salah satu meja, dan tujuh perempuan berpakaian rapi duduk di deretan kursi. Beberapa sedang berbisik di antara mereka sendiri, sedang beberapa yang lain sedang duduk dengan tenang, berpikir.

Orang-orang yang datang untuk meruntuhkan bangunan belum tiba, namun Liu Changjie telah tiba.

7 Killers Chapter 4/ Part 3

Gunung Qixia.

Merupakan gunung yang indah. Arti nama gunung ini juga indah.

Setelah melewati Wind Forest Temple yang megah, dan melintasi jembata Rainbow Spanning, di bawahnya terdapat tanaman bunga teratai yang mengapung, yang merupakan salah satu keindahan Gunung Qixia.

Di tengah angin malam, suara nyanyian dengan samar bisa didengar:

“Mereka menghindari dari panasnya musim panas, kembali ke musim semi yang sejuk,

7 Killers Chapter 4/ Part 2

Baru… Dari kaus kaki, pakaian dalam untuk jubah luar, segala sesuatunya baru.

Bahkan bak mandi adalah merek terbaru.

kereta kuda baru saja berhenti di halaman rumah, dan Liu Changjie mengikuti wanita muda itu masuk ke dalam. Terdapat bak mandi yang telah menunggu dalam ruangan itu.

Air nya tidak terasa dingin atau panas.

Wanita muda menunjuk baskom; Liu Changjie menanggalkan pakaiannya dan masuk ke dalam bak mandi.

7 Killers Chapter 4/ Part 1

Saat itu malam sudah larut.

Liu Changjie duduk di ruang tamu yang sederhana.Waktu sudah berlalu cukup lama, dan tak ada suara apapun yang bisa terdengar di gelapnya malam.

Dia telah mengangkat tubuh perempuan itu dan meletakkannya di tempat tidur. Kemudian ia mengambil semua selimut yang ada di rumah dan menyelimutinya di atas tubuhnya, seolah-olah dia sedang sakit.

7 Killers Chapter 3/ Part 4

Malam itu gelap dan tenang. Dari kegelapan itu terdengar suara anjing menggonggong.

Hu Yue’er berkata, “Selain senjata tersembunyi, kau juga akan memerlukan pedang yang mampu memotong kepala seseorang dalam satu tebasan.”

“Apakah pedang itu juga sedang dalam perjalanan?”

“Untuk pedang, mintalah pada Dragon 5th. Dari tiga belas pedang paling terkenal di Jianghu, ia memiliki setidaknya tujuh dari pedang itu.

7 Killers Chapter 3/ Part 3

Liu Changjie tidak bergerak, juga tak membuka mulutnya

Begitu pula Hu Yue’er.

Satu-satunya suara yang bisa didengar hanyalah gemerisik dedaunan yang tertiup ngin, ayam berkokok, dan anjing yang menggonggong.

Tiba-tiba suhu di dalam ruangan terasa sangat panas. Liu Changjie perlahan menyampirkan kain bajunya dan kemudian berbaring di atas Hu Yue’er.

7 Killers Chapter 3/ Part 2

Liu Changjie menindih tubuh Hu Yue’er, meskipun bibirnya telah meninggalkan bibirnya.

Kusir itu berdiri di dalam pintu kamar tidur, menatap mereka dengan dingin.

Postur tubuhnya stabil, dan ia mencengkeram pedangnya dengan terampil. Siapa pun bisa melihat bahwa keterampilan pedangnya bukan apa-apa, lemah.

7 Killers Chapter 3/ Part 1

Jadi nama wanita itu adalah Hu Yue’er, dan ternyata dia adalah teman Liu Changjie!

Apa yang sedang terjadi?

Mungkinkah selama ini mereka hanya berpura-pura?

Mengapa mereka melakukan hal  itu? Dan untuk apa?

Hu Yue’er telah berdiri dan meletakan tangannya di pinggang, menatap Liu Changjie.”Aku ingin bertanya, jika  benar-benar ada seorang suami dan istri yang bertemu orang sepertimu, apa yang akan terjadi?”

7 Killers Chapter 2/ Part 4

Liu Changjie beranjak pergi.

Saat Dragon 5th meihatnya pergi, ekspresi tajam sekali lagi tampak di wajahnya.

“Apa yang kau pikirkan tentang dia?” Tanyanya tiba-tiba.

Pria setengah baya berjubah hijau dengan stoking putih berdiri tegak di samping pintu. Setelah beberapa waktu, ia menjawab, “Dia orang yang sangat berbahaya.”

7 Killers Chapter 2/ Part 3

Anggur telah tiba, dan sudah dipanaskan.

Dragon 5th mengangkat cangkirnya perlahan dan berkata, “aku jarang minum anggur, dan jarang pula aku bersulang dengan orang lain. Tapi hari ini, aku harus bersulang untukmu tiga kali. ”

Liu Changjie memaksa diri untuk tidak membiarkan ekspresi gembira atau bersyukur muncul di matanya. Itu pasti tidak mudah untuk Dragon 5th  untuk bersulang seperti ini.

7 Killers Chapter 2/ Part 2

Kilauan cahaya bintang  dan bulan purnama seperti es balok yang besar.

Liu Changjie tiba-tiba dibangunkan oleh rasa sakit yang menusuk, dirinya menggantung seperti hiasan di atap paviliun Heavenly Fragrance.

Angin malam bulan pertengahan bulan Juli sangat dingin.

Udara dingin memotong tubuhnya seperti pisau.

7 Killers Chapter 2/ Part 1

Sebuah cangkir  yang tinggi dan antik, penuh dengan  anggur berumur tiga puluh tahun.

Pria paruh baya berpakaian hijau menuangkan anggur, dituangkan ke enam buah cangkir.

Dragon 5th mengatakan, “Kau bisa menyelesaikan tugas untuk tiga orang sendirian. Kau juga seharusnya bisa minum anggur untuk jatah tiga orang. “

7 Killers Chapter 1/ Part 5

Dia duduk di lantai atas kedai makan itu di ruang pribadi yang elegan, di bangku lebar.

Wajahnya putih pucat, tubuhnya kurus dan kuyu, dan di matanya terlihat kelelahan yang tak terlukiskan.

Dia tampaknya tidak hanya lelah, tetapi juga secara fisik lemah, bahkan sakit. Meskipun panas yang terik, bangku yang ia duduki dihiasi oleh bulu macan tutul, dan kakinya tertutup oleh selimut Persia. Mustahil untuk mengenali jenis kain itu terbuat dari apa, tapi kain itu bersinar dengan cahaya keperakan.

7 Killers Chapter 1/ Part 4

Saat itu tanggal 15 Juli dan bertepatan dengan bulan purnama.

Di  Paviliun Heavenly Fragrance  di kota Hangzhou,  bisnis berjalan seperti biasa. Saat ini belum memasuki waktu makan malam. Namun tidak ada meja kosong tersedia.

Tapi hari ini berbeda. Setiap meja penuh, lantai atas dan bawah, namun semua pelanggan adalah orang asing, pelanggan biasa ditolak masuk.

Bahkan, pelanggan terbaik Paviliun Heavenly Fragrance, Kota Hangzhou  Guru Ma yang terkenal, juga tidak bisa mendapatkan meja.

 

7 Killers Chapter 1 / Part 3

Shi Zhong mengulurkan tangannya dan mengambil segenggam kacang.

Ketika orang lain mengambil segenggam kacang, mereka akan mengambil sekitar tiga puluh biji. Ketika Shi Zhong meraih segenggam, berisi tujuh puluh biji.

Tangannya tiga kali lebih besar dari tangan orang rata-rata.

Apa yang akan dia lakukan?