DM Chapter 3-6

 

Di sini Satou. Hero adalah makhluk yang cuma berada di game, hanya satou yang berpikir seperti itu.

Berapa banyaknya game di luar sana dengan Hero di dalamnya….

“Begitu, jadi yang kedua adalah Hero dari kekaisaran Saga.”

Aku tidak mau berurusan dengannya. kalau aku secara tak sengaja berhubungan dengan dia, aku bisa terbawa-bawa urusan pemusnahan Demon Lord.

“Ya, dengan wajah yang tidak mencerminkan umur 18 tahun,walaupun cukup tampan, dengan bulu-bulu yang ada disekujur tubuhnya yang macho.”

“Hei, aku tidak perduli dengan penampilannya, aku mau tau sifatnya.”

“Dia adalah Lolicon akut, ketika kita pertama berjumpa, 『YES! Lolita, NO! Touch』., dia sering berteriak itu, dan tak jarang dipukuli oleh pelayan wanita miliknya.”

DM Chapter 3-5

 

Satou di sini. Orang Jepang pada umumnya yang akan sangat senang bila bertemu rekan senegaranya, sehingga dia menjadi lengah. Dengan adanya persamaan bahasa, dan nilai-nilai moral yang sama maka kami menjadi cepat dekat, aku merasa lega.

“Lebih tepat nya, Tachibana Arise mantan orang jepang yang bereinkarnasi di kerajaan Kuboku dengan seluruh memorinya. Apakah kau juga bereinkarnasi? Tidak, menilai dari rambut hitammu, kau adalah hero yang disummon yah? Satou-san?”

AR tidak menampilkan apakah dia asli berasal dari jepang dan nama aslinya,Tachibana Arisa. Karena status ku sendiri juga tidak menunjukkan kalau aku adalah bekas orang jepang, Suzuki Ichhirou juga, apakah ini situasi sama?

“Hei, ada apa? kenapa kau diam saja? Kau adalah orang Jepang kedua yang aku pernah temui.”

Mendengar kata-kata itu, pandanganku tertuju pada Lulu yang sedang tidur di kasur satu lagi.

“Lulu itu berbeda, sepertinya kakek buyutnya adalah orang Jepang, walaupun aku belum pernah bertemu dengannya. Reinkarnasi memang kejam, dia bisa saja menjadi selebritis idola kalau terlahir di Jepang.”

DM Chapter 3-3: At the Slave Market

Pasar budak ini memiliki luas sebesar 200-300 meter di pusat kota ini, dapat terlihat api unggun menyala di setiap 20 meter. Sama seperti di festival, beberapa tiang kayu nampak terpancang, masing-masing dihubungkan dengan tali dan terlihat plat metal yang tergantung dan memantulkan cahaya dari sihir. Kalau saja tempat ini bukan pasar budak, maka tempat ini akan sangat sempurna sebagai lokasi kencan…

Sebuah tali yang terbentang ditempat yang nampaknya adalah pusat lelang. Lelang budak ini memang belum dimulai, tapi dapat terlihat beberapa musisi di panggung memainkan nada yang begitu sendu.

Kami tidak memasuki pasar lelang itu, dan hanya berjalan di sekelilingnya sambil melihat-lihat keramaian yang ada.

“Satou-dono!”

Dono? Aku tidak mengenal orang yang memanggilku seperti itu…. Ternyata adalah pedagang budak yang kami selamatkan dari laba-laba di labirin itu, Nidoren-shi.  Keluar dari sebuah tenda kecil di seberang kereta budak, dia menghampiri kami. Para gadis, yang semuanya dirantai, semuanya berbaris diatas kereta itu.

DM Chapter 3-2: Master of the Beastkin Girls

Setelah beberapa waktu menjawab beberapa pertanyaan, kami akhirnya dilepaskan. Kakak petugas perempuan itu mengembalikan barang-barang kami.

“Barang-barang yang ada disini boleh dibawa pergi. Tapi, semua magic core yang disana akan dijual kepada Earl.”

Apakah aku bisa menolaknya?  Aku sudah coba menanyakannya, tapi dia menjawabnya [Tidak] dengan tersenyum.

“Karena kita tidak bisa memastikan keamanan dari daging-daging monster ini, kami akan menyitanya. Dan karena tombak ini terbuat dari bagian tubuh monster, kami tidak dapat memperbolehkan tombak ini dibawa-bawa didalam kota.”

Liza bereaksi keras akan hal itu dan segera kembali bergabung. Liza yang jarang marah, sedang marah? Karena dia sepertinya benar-benar menyukai tombak itu, mari kita menegosiasikan hal ini untuknya.