COL – Volume 2 / Chapter 18

Magic Power Compression

“Akan kuberikan kau perumpamaan. Berapa banyak air dan udara yang bisa ditampung oleh sebuah botol?” “Bergantung dari seberapa besar botol itu.” Pertanyaan Guru Di ini agak bodoh.

“Jadi, bisakah dua botol yang serupa menampung jumlah air dan udara yang sama?” “Tentu saja. Kedua botol itu memiliki ruang yang sama besarnya. Isinya saja yang berbeda jenis.” Bahkan kejeniusanku tidak mampu memecahkan teka-teki sederhana ini.

Guru Di mengangguk tanda setuju. “Kau benar. Dua botol yang serupa masing-masing memang bisa menampung air dan udara dengan jumlah yang sama. Tapi jika kau ubah air itu menjadi uap, apakah jumlah yang ditampung botol-botol itu masih sama?”

COL – Volume 2 / Chapter 17

Becoming a Discipline

Guru Di menarik napas dalam. “Saat ini, sedikit sekali orang yang mau belajar light magic. Dan lebih jarang lagi ada orang yang mau belajar light magic dan memiliki bakat untuk itu. Inilah alasan mengapa aku ingin menjadikanmu sebagai muridku.”

“Jadi kau tidak perlu mengujiku? Kudengar dari guruku sebelumnya, penyihir-penyihir yang sangat kuat mengharuskan murind mereka untuk melewati banyak ujian sebelum akhirnya bisa diterima sebagai murid mereka.”

COL – Volume 2 / Chapter 16

Sharing Life

“Anak bodoh, jangan terlalu sedih begitu. Biar kuperiksa magic beastmu. Mungkin aku masih bisa menyelamatkannya.”

“Benarkah? Ini dia.” Aku kembali melihat harapan. Akhirnya kau datang. Segera kuserahkan Xiao Jin kepadanya.

“Apapun yang terjadi, kau harus menghidupkannya kembali. Yang kuinginkan hanya Xiao Jin hidup kembali. Aku tidak ingin yang lainnya. Aku mohon padamu.” Kuraih tangan si penyihir tua itu dan memohon dengan sangat.

COL – Volume 2 / Chapter 15

Xiao Jin’s Death

Red tiger milik Hai Ri mendongakkan kepalanya ke arah langit dan mengaum. Seperti sebuah panah merah, dia melesat kearah Xiao Jin. Xiao Jin tampak agak takut dan membentuk light shield untuk melindungi dirinya. Setelah itu, dia terus-menerus menembakkan light arrow, berusaha menghentikan si red tiger.

Ini bukan pertanda baik. Aku langsung merasakan Xiao Jin sedang dalam bahaya dan akupun bisa merasakan ketakutannya.

COL – Volume 2 / Chapter 14

Xiao Jin’s Battle

“Dengar namaku, datang dan muncullah, Xiao Jin.” Mengikuti panggilanku, seberkas cahaya putih pun muncul dan Xiao Jin kini ada di depanku. Dia berayun maju-mundur seakan tidak paham apa yang sedang terjadi. Sepertinya dia sedang tertidur nyenyak saat kupanggil. (Magical beast yang masih muda biasanya hanya tidur di dalam tubuh masternya. Jika tidak dipanggil oleh masternya, dia tidak akan bangun.

COL Volume 2 / Chapter 13

Competition Without a Choice

“Jadi kau murid tingkat 2 yang dipanggil si ember nasi putih itu?” Murid berjubah fire magic itu tidak seperti lainnya yang hanya memperhatikan Hai Yue dan Ma Ke. Dia malah menatapku tanpa berkedip. Pasti dia kakak Hai Yue, Hai Ri Xing.

“Halo, namaku Zhang Gong Wei. Murid tingkat 2 dengan major light magic. Dan kau adalah..” Aku menjawab.

“Aku Hai Ri Xing. Kau teman baik si kue beras ini?” Hai Ri menunjuk Ma Ke.

 

 

COL – Volume 2 / Chapter 12

Meeting Hai Yue Xing

Waktu berjalan sangat cepat. Sekejap saja, 3 bulan telah berlalu. Aku sudah mulai terbiasa dengan kehidupan di akademi. Dibandingkan saat aku belajar dengan si iblis, tempat ini jauh lebih bebas. Setiap harinya tidak begitu banyak yang harus kulakukan selain menghadiri kelas di pagi hari. Setelah itu aku bebas melakukan apapun. Benar-benar menyenangkan.

COL – Volume 2 / Chapter 11

Xiao Jin’s Growth

“Boss, boss.” Ma Ke mendatangiku tepat saat aku selesai bersiap untuk masuk kelas. “Ada apa?” “Boss, aku sudah tahu siapa yang memukuliku kemarin,” kata Ma Ke dengan nafas tersengal. “Siapa dia?” Cerita Ma Ke membuatku tertarik. “Boss, sepertinya masih ada harapan. Anak itu adalah kakak si gadis yang kukejar itu! Haha. Sepertinya aku masih punya harapan.” Ma Ke menjelaskan dengan antusias.

COL – Volume 2 / Chapter 10

Academy Life

“Wow! Zhang Gong cepat kemari. Lihat, water mage itu cantik sekali,” tiba-tiba Ma Ke berkata sambil terkagum-kagum.

“Masa?” Aku menoleh ke arahnya. Wow! Darah di tubuhku langsung mengalir ke ubun-ubun. Dia memang benar-benar cantik. Tubuhnya terbalut jubah penyihir warna biru langit, rambutnya biru gelap. Kulitnya putih dan sepasang matanya berbinar. Meskipun dia masih anak-anak, kecantikannya sudah terlihat. Pasti dia akan tumbuh menjadi wanita yang cantik. Benar-benar cantik. Meskipun begitu, aku tidak langsung merasa tertarik padanya. Mungkin karena usiaku masih terlalu muda untuk itu.

COL – Volume 2 / Chapter 9

Magical Beast’s Magic

Aku dan Ma Ke tiba di perpustakaan yang ternyata benar-benar luas. Gedungnya terdiri dari enam lantai. Setiap lantai luasnya 3000 meter persegi. Perpustakaan ini dibagi menjadi 3 bagian. Lantai 1 dan 2 adalah area untuk teori magic dasar dan elementary spells (magic tingkat 1-3). Lantai 3, 4, dan 5 adalah area untuk intermediate spells (magic tingkat 4 dan 5). Sedangkan lantai 6 khusus untuk advanced spells. Melihat tingkat kemampuan kami sekarang, kami sudah bisa masuk ke sektor kedua. (Sektor ini memiliki akses terbatas. Hanya murid dengan kemampuan level tertentu yang bisa memasukinya.) Jumlah pengunjung yang paling banyak ada di lantai 3,4 dan 5.

COL – Volume 2 / Chapter 8

First Class

Seusai kelas, guru itu menjelaskan tentang sistem pengajaran di akademi ini kepadaku dan Ma Ke. Siang hari adalah waktu bagi para murid untuk berlatih sendiri. Baik guru maupun muridnya ternyata sangat fleksibel dalam belajar. Murid-murid bisa berlatih dengan cara yang mereka suka. Jika mereka tidak paham tentang suatu hal, mereka bisa bertanya kepada guru mereka atau pergi ke perpustakaan dan mencari tahu jawabannya di buku. Ini sama sekali berbeda dengan yang kubayangkan. Kukira proses pembelajarannya akan sangat ketat dengan guru serta murid yang galak.

COL – Volume 2 / Chapter 7

Magical Beast’s Birth

“Zhang Gong, kau telah mendapat harta karun. Ini adalah magical beast dengan tipe growth yang langka. Hewan ini hanya bisa ditemukan satu kali dalam satu abad! Meskipun dia sekarang hanya magical beast tingkat 1, kekuatannya akan terus bertambah seiring bertambahnya kekuatanmu. Tapi sebaiknya jangan kau perlihatkan dia kepada siapapun sebelum dia tumbuh dan kuat, karena magical beast lainnya tidak akan membiarkan magical beast tipe growth seperti ini untuk tumbuh dewasa.”

COL – Volume 2 / Chapter 6

Still Number One

Wow. Dua mage dengan Magic crest (Magic crest terletak di bagian dada sebelah kiri di jubah seorang penyihir. Fungsinya sebagai bukti rank si penyihir.) yang sedang berdiskusi itu ternyata terbuat dari magic crystal ungu. Tandanya mereka adalah dua orang dari 10 magister yang tersisa di benua Tianwu.

Di panggung, aku dan Ma Ke bertarung habis-habisan, tanpa mengetahui rencana kedua magister itu. Saat itu, kami berdua berusaha mempertahankan mantra kami seolah hidup-mati kami tergantung pada kuatnya mantra kami.

COL – Volume 2 / Chapter 5

Meeting A Formidable Opponent

Akhirnya tiba juga waktunya untuk “pertarungan yang menentukan”. Aku tidak tahu siapa lawanku nanti, tapi kuharap dia adalah peserta dari kelas menengah. Dengan begitu aku punya alasan untuk kalah dan terlihat lemah.

Semua peserta telah mengambil undian. Setelah itu diumumkan bahwa ujian pertarungan pertama akan dilakukan oleh Zhang Gong di peringkat satu melawan Ma Ke Wei di peringkat 12. Di pertarungan kedua ada Li Zha Lun, peringkat 2, melawan Lai Sai Heng Lan, peringkat 79.

COL – Volume 2 / Chapter 4

A Genius’s Fate

Sesampainya di gerbang Royal Magic Academy, aku melihat 4 lembar kertas kuning besar yang ditempel di dinding. Tiga kertas pertama berisi daftar nama 500 orang dengan nilai tertinggi di setiap tahap ujian, sedangkan kertas yang satu lagi berisi nama 500 orang yang lolos ke ujian selanjutnya.

Aku segera berlari menyeruak kerumunan untuk melihat hasilku. Aku pasti ada di urutan sekitar empat ratusan. Tidak mungkin di urutan seratusan. Sekarang aku tidak seyakin saat selesai ujian kemarin.

COL – Volume 2 / Chapter 3

My Good Luck

Esok harinya, kami tiba di akademi di jam yang sama seperti kemarin. Ujian ketiga adalah kontrol magic. Ada beberapa cara dalam ujian ini, disesuaikan dengan magic element utama peserta. Misalnya, ujian untuk peserta dengan fire element adalah mengendalikan basic fireball magic melewati rute tertentu tanpa meledak, lalu penguji menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan si peserta untuk menyelesaikan rutenya. Untuk elemen lain, ujiannya kurang-lebih sama.

COL – Volume 2 / Chapter 2

Entrance Examination

Begitu masuk, aku langsung setuju bahwa akademi ini layak disebut akademi nomor 1. Tempatnya sungguh unik. Ada lapangan untuk berlatih yang luasnya sekitar 15.000 meter persegi. Ah, banyak sekali orang di dalamnya. Kata guru Xiu, tahun ini ada sekitar 10.000 peserta ujian. Tapi hanya akan ada 200 orang yang diterima. Jadi perbandingannya hanya ada 1 dari 50 orang yang akan diterima. Lalu tiba-tiba ada sebuah magic broadcast (Suara biasa dapat diperkeras dan dipancarkan menggunakan magic crystal.) “Untuk para peserta ujian, berbarislah dari timur ke barat sesuai nomor pendaftaran. Satu baris terdiri dari 600 orang. Ikuti instruksi ini dengan teratur. Berbarislah dan bersiaplah untuk mengikuti ujian.”

COL – Volume 2 / Chapter 1

Arriving in Capital

“Zhang Gong, kau harus dengarkan Guru Xiu. Ikutilah ujiannya dengan seksama dan berjuanglah untuk lolos, demi kehormatan keluarga kita. Kalaupun akhirnya kau tidak bisa lolos, cepatlah pulang. Jangan buat kami khawatir. Guru Xiu, kumohon jagalah Zhang Gong.” Ibu memelukku dan menangis hampir selama setengah hari.

“Sudah, sudah. Berhentilah menangis, bu. Zhang Gong bukannya tidak akan kembali, kan. Jangan menghalangi mereka, biar mereka berangkat.”

COL – Volume 1 / Chapter 11

Royal Academy

“Guru Xiu, bagaimana mungkin level kemampuanku yang lemah ini dibandingkan dengan orang-orang paling berbakat itu?” Cepat-cepat aku mengelak.

“Siapa bilang kemampuanmu lemah? Kau adalah murid paling mengagumkan yang pernah kubimbing. Kau tidak akan tau jika kau belum mencoba kan?” Ini pertama kalinya aku mendengar Guru Xiu memujiku, tapi aku sama sekali tidak merasa senang.

COL – Volume 1 / Chapter 10

Between Friends

“Baiklah. Anak-anak lain akan mengolok-olokku karena aku tidak punya attack magic, jadi aku hanya akan melihat.” Ao De memang sudah berlatih dengan baik, tapi kekuatannya tidak akan lebih baik dari pada aku. Akan kutunggu saja sampai dia kelelahan.

Dua hari berlalu dengan cepat dan lukaku sudah sembuh. Ao De selalu datang setiap hari. Hari ini kami mengadakan lomba. Aku sendiri juga sangat tertarik, ingin tahu sejauh mana kemampuannya.

COL – Volume 1 / Chapter 9

Encountering Danger On The Return Home

Suhu di sekitarku mendadak meninggi. Wah, ada apa ini? Apakah ada yang menggunakan fire magic di sini? Tiba-tiba saja aku mendengar raungan yang luar biasa keras, saking kerasnya raungan itu bisa menggetarkan langit. Wah, Fire Lion. Magical beast tingkat enam. Oh, tidak, ini demonic beast. (Apabila ada magical beast yang lahir tetapi tidak ada yang mau mengambilnya, hewan itu akan disebut demonic beast.) Kakiku langsung tidak bisa bergerak.

COL – Volume 1 / Chapter 8

 Magic Evaluation

Waktu berlalu sangat cepat dan dalam sekejap saja, aku sudah berusia sembilan tahun setengah. Meskipun aku mengalami “siksaan yang tidak manusiawi” setiap hari, perkembangan fisikku tidak terganggu. Tinggi badanku satu setengah meter, berat badaku empat puluh kilogram, dan rambutku yang biru muda sudah sepanjang bahu. Wajahku memang tidak begitu tampan, namun menyenangkan dan menarik. (Orang-orang desa, teman-teman sekelasku, dan para guru yang mengatakannya.) Ayah bilang, jika kau memperhatikan bagian-bagian wajahku satu-satu, bentuknya memang tidak begitu bagus. Tapi jika kau lihat wajahku secara keseluruhan, tidak buruk juga.

COL – Volume 1 / Chapter 7

Spatial Magic

Berkat bimbingan langsung dari Guru Xiu, level kekuatan magic ku meningkat jauh dalam setengah tahun. Dengan latihan keras bersama si iblis, aku kini bisa menahan serangan dari si iblis hingga dua jam. Setiap pagi di sekolah, yang kupelajari adalah defense, defense, dan defense. Saat aku kelelahan, barulah Guru Xiu memperbolehkanku bermeditasi untuk mengembalikan kekuatanku lagi. Siang harinya, dia akan menyerangku lagi dengan berbagai magic.

COL – Volume 1 / Chapter 6

Once Again Meeting the Demon

“Bagus. Hari ini kita akan belajar light magic. Mantra-mantra dasar sangat penting untuk dipelajari. Ini karena banyak mantra-mantra tingkat menengah dan lanjutan berasal dari mantra dasar. Hari ini, mantra pertama yang akan kau pelajari adalah Light Shield.”

“Jangan terlalu bangga dulu. Ini belum apa-apa. Aku tetap harus tahu kemampuanmu ke depannya. Apa gunanya punya kekuatan light magic kalau tidak bisa menerapkannya dengan benar?”

COL – Volume 1 / Chapter 5

Lying Down Meditation 

Saat aku baru tiba pagi ini, Guru Xiu mengetes pengetahuanku. Aku bisa menjawab pertanyaannya meskipun aku harus berpikir dulu beberapa saat. Hey. Tapi usahaku tidak sia-sia, bukan? Akhirnya aku lulus ujian Si Tua Xiu (Guru Xiu) dan tidak perlu lari mengelilingi sekolah hari ini.

Aku benar-benar jenius karena memiliki ide sebagus itu. Hehe. Aku jadi sedikit narsis. Yap, kekuatan magic ku meningkat. Seharusnya kekuatan dari magic yang kubuat juga ikut meningkat. Sebaiknya kucoba saja. Kuulurkan tanganku.

COL – Volume 1 / Chapter 4

Basic Knowledge

Light Tiger merupakan hewan magis level lima. (Setiap orang yang belajar magic mempunyai magical beast masing-masing. Tiap orang bisa saja mempunyai lebih dari satu magical beast, tapi hanya satu yang bisa dipanggil dalam satu waktu. Memanggil lebih dari satu magical beast sekaligus akan membutuhkan tekad yang jauh lebih besar.)

COL – Volume 1 / Chapter 3

My Teacher

“Jadi, kau yang bernama Zhang Gong itu ya. Di bawah pengawasanku, kau sebaiknya belajar magic dengan sungguh-sungguh. Yang harus kau tahu, aku orang yang sangat disiplin. Kuharap kau akan belajar dengan keras karena aku akan berusaha sebaik mungkin untuk memberikan ilmuku padamu.”

COL – Volume 1 / Chapter 2

Choosing The Light Element

Namaku Zhang Gong. Tahun ini usiaku 7 tahun. Aku tinggal di dekat kerajaan kota terbesar kedua di Aixia, di sebuah desa kecil di samping kota Sunke. Karena keluargaku tergolong relatif berada, ibu dan ayahku sangat menaruh harapan padaku dan memasukkanku ke Elementary Magic Academy kota Sunke. Aku sekarang ada di kelas tiga. Dari kecil, aku telah menunjukkan ketertarikan terhadap magic, namun aslinya aku adalah anak yang malas. Dalam dua tahun lebih, aku hanya belajar beberapa sihir kelas dasar dan beberapa teori magic dasar.